Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Berdasarkan Metode Defined Daily Dose (DDD) pada Pasien Ulkus Diabetikum
Dampak penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada pasien Ulkus kaki diabetik yaitu meningkatnya kejadian resistensi, kejadian efek samping obat, terjadi kegagalan terapi, penyakit yang dialami pasien bertambah parah sehingga menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai DDD untuk mengetahui tingkat rasional penggunaan antibiotika pada pasien ulkus diabetikum yang menerima terapi antibiotika. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional retrospektif dan perolehan data secara deskriptif kuantitatif mengunakan perhitungan DDD. Penilaian secara kuantitatif dilakukan dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik pada jumlah keseluruhan nilai DDD/100 patient-days didapatkan nilai tertinggi yaitu Ceftriaxone sebesar 31,88 DDD/100 hari rawat, diikuti dengan metronidazol sebesar 10,87 DDD/100 hari rawat, meropenem sebesar 7,06 DDD/100 hari rawat, Amikacin 1.63 DDD/100 hari rawat dan Sefoperazone sebesar 1,45DDD/100 hari rawat. Dengan 3 jenis antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% penggunaan terbanyak yaitu seftriakson 64,59% , metronidazol 17,76%, meropenem 7,28% dan ciprofloxacin 6,01% . Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas antibiotik yang digunakan tidak menunjukkan prinsip penggunaan antibiotik yang rasional
Pengaruh Jenis Gelling Agent terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata, Blume)
Libo (Ficus variegata, Blume) merupakan salah satu tanaman yang telah diketahui memiliki metabolit sekunder berupa saponin dan alkaloid yang cukup dominan, dimana kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gelling agent pada formulasi gel dalam mempengaruhi aktivitas ekstrak buah Libo (Ficus variegata, Blume) pada bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Formula gel dibuat dengan memvariasikan jenis gelling agent yang akan digunakan yaitu HPMC dan Carbopol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran, selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap diameter zona bunuh dengan melihat adanya zona bening yang terbentuk disekitar area sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan jenis gelling agent HPMC tidak mempengaruhi aktivitas antibakteri dan Carbopol dapat mempengaruhi aktivitas antibakteri ekstrak buah libo
Hubungan Ketepatan Pemilihan Antibiotik Empiris dengan Outcome Terapi pada Pasien Sepsis Di Instalasi Rawat Inap Beberapa Rumah Sakit
Terapi antibiotik merupakan salah satu komponen penunjang dalam keberhasilan pengobatan sepsis. Salah satu terapi sepsis yaitu menggunakan antibiotik empiris. Antibiotik empiris yang digunakan harus rasional, adekuat dan tepat untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien, pola pemilihan antibiotik empiris, pola sensitivitas dan resistensi bakteri terhadap antibiotik, ketepatan pemilihan antibiotik empiris, dan hubungan ketepatan pemilihan antibioktik empiris dengan outcome terapi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan cara pengambilan data secara retrospektif, kemudian dianalisis secara deskriptif, dengan kriteria inklusi adalah diagnosa sepsis, usia dewasa, dirawat inap rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan A.M Parikesit Tenggarong periode Januari-Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan antibiotik empiris yang digunakan adalah Ceftriaxone nilai sensitivitas sebesar 26,67% dan Meropenem nilai sensitivitas sebesar 16,67%. Ketepatan antibiotik berdasarkan uji sensitivitas bakteri menunjukkan persentase ketepatan sebesar 61,90%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan ketepatan pemilihan antibiotik empiris pada pasien sepsis dengan outcome terapi (p < 0,05)
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana L (Merr)) terhadap Aktivitas Antibakteri
Bawang Dayak ( Eleutherine Americana ) merupakan tanaman khas Kalimantan yang berasal dari Amerika Tropik yang digunakan secara empiris sebagai antibakteri. Dan kemampuan tumbuhan sebagai antibakteri berhubungan dengan stabilitas tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, pengaruh kondisi penyimpanan dan lama penyimpanan ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode meliputi penentuan rendemen, uji skrining fitokimia, pengujian stabilitas serta uji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 0,08%, 1% dan 12% menggunakan metode sumuran. Pengujian stabilitas dilakukan pada suhu kulkas dan suhu kamar lalu dilakukan pengamatan dan pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri pada hari ke 0, 3, 7 . Hasil penelitian ini menghasilkan rendemen ekstrak bawang dayak sebesar 7,85%, dan aktivitas ekstrak antibakteri yang efektif pada konsentrasi 1%
Profil Stabilitas Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai Kandidat Pewarna Lipstik
Pewarna merupakan bagian penting dalam formulasi serta aseptabilitas lipstik. Pewarna alami yang memiliki kemiripan dengan pewarna sintetik salah satunya berasal dari senyawa antosianin yang memiliki kemiripan dengan FD&C Red .40 dan telah banyak digunakan oleh industri makanan dan kosmetik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil stabilitas antosianin dari ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap beberapa parameter yaitu pengaruh pH, suhu, cahaya dan lama waktu penyimpanan. Ekstrak bunga rosella diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kering kemudian dilarutkan dalam aquades untuk membuat 1000 ppm ekstrak dan setelah diberi perlakuan diukur dengan metode spektroskopi UV-Vis kemudian data dianalisis statistik menggunakan One Way Anova (p<0,05). Degradasi terkecil dari masing-masing parameter yaitu pada pengaruh pH 4 sebesar 55,83% (p=0.000), pengaruh suhu 8-15 °C sebesar 2,15% (p=0.000), pengaruh cahaya lampu selama 3 jam 5,46% (p=0.000) dan Lama penyimpanan selama 15 hari meyebabkan terjadinya degradasi antosianin sebesar 4,53% (p=0.000)
Studi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan ATC/DDD Pada Pasien Bedah Orthopedi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, pada penanganannya dapat dilakukan teknik konservatif atau dengan pembedahan. Pada proses pembedahan tidak sedikit mikroba yang ikut masuk atau tidak sengaja masuk kedalam anggota tubuh yang di bedah sehingga perlu digunakan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan kuantitas penggunaan antibiotik pada pasien bedah orthopedi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Data penggunaan antibiotik dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD dan DU 90% dari catatan rekam medik, dengan kriteria inklusi pasien bedah orthopedi, dewasa, dan rawat inap di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda selama periode Januari-Desember 2017. Hasil penelitian karakteristik diperoleh terbanyak jenis kelamin laki-laki sebesar 54 pasien (63,52%), usia 46-65 tahun sebesar 35 pasien (41,18%), dan jenis pekerjaan swasta sebesar 34 pasien (40%). Penggunaan antibiotik berdasarkan ATC/DDD diperoleh sebesar 20,21 DDD/100 patient-days pada kategori obat ceftriaxone dan antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% adalah ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan amoxicillin
Formulasi Nanoemulsi dari Kombinasi Ekstrak Bunga Mawar (Rosa damascena Mill) dan Ekstrak Bengkoang (Pachyrhizus erosus) dengan Pembawa Minyak Medium Chain Tryglicerides (MCT Oil)
Bunga mawar dan bengkoang ini sering digunakan oleh masyarakat pedalaman di daerah Kalimantan Timur sebagai bahan dasar untuk perawatan bekas jerawat. Bunga mawar dan bengkoang memiliki senyawa golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. MCT oil sebagai pelarut nanoemulsi yang dapat melarutkan obat atau senyawa yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula nanoemulsi dengan pembawa minyak MCT oil dan karakteristik fisik dari sediaan nanoemulsi. Pada pembuatan nanoemulsi menggunakan metode sonikasi dengan 3 komponen utama yaitu pembawa minyak, surfaktan dan kosurfaktan. Bahan yang digunakan dalam nanoemulsi yaitu etanol, cremophor RH 40 dan tween 80, dengan berbagai perbandingan. Hasil penelitian diperoleh formula dengan perbandingan MCT oil: Tween80: Etanol (1: 6 : 1) dengan nilai pH 4,1, ukuran partikel 67.86nm, Indeks Polidispersibilitas 0,561
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Kulit Batang Cadamba (Anthocephalus cadamba Miq.) dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus aureus
Cadamba (Anthocephalus cadamba Miq.) merupakan tanaman cepat tumbuh dengan banyak kegunaan. Metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman cadamba seperti alkaloid, flavonoid dan glikosida yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang cadamba dan sediaan salep berbahan aktif ekstrak cadamba. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak cadamba memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi efektif sebesar 5%. Sediaan salep dengan bahan aktif ekstrak cadamba memiliki pula aktivitas antibaketeri. Sediaan salep berbahan aktif ekstrak cadamba memenuhi persyaratan standar untuk sediaan salep, yang meliputi organoleptis, daya sebar, pH, dan homogenitas
Analisis Minimalisasi Biaya pada Pasien Asma Rawat Inap di Beberapa Rumah Sakit Kota Samarinda
Asma merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya inflamasi pada saluran napas yang bisa kembali spontan dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Di Indonesia prevalensi nasional untuk penyakit asma pada semua umur adalah 4,5%. Agar dapat menurunkan angka penderita dan mengurang angka kematian penyakit asma, diperlukan terapi obat yang tepat dan efisien, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat asma dengan biaya yang lebih minimal dengan menggunakan analisis farmakoekonomi. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dengan teknik total sampling, data pasien asma rawat inap diambil dari beberapa Rumah Sakit Samarinda periode Januari 2016-Juli 2018. Data dianalisis dengan metode Cost Minimalization Analysis (CMA). Hasil menunjukkan bahwa obat asma yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit A dan di Rumah Sakit B adalah Combivent® dan Ventolin®. Hasil analisis total biaya di Rumah Sakit A dengan Combivent® Rp. 6.397.140,- dan Ventolin® Rp. 4.658.701,- dan hasil analisis total biaya di Rumah Sakit B dengan Combivent® Rp. 3.587.072,- dan Ventolin® Rp. 2.150.648,-. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penggunaan obat asma Ventolin® lebih efisien dibandingkan Combivent® berdasarkan metode analisis ekonomi CMA
Kajian Kesesuaian Pemilihan Antibiotik Empiris pada Pasien Ulkus Diabetikum Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Ulkus diabetikum merupakan salah satu kasus yang terjadi akibat komplikasi dari Diabetes Mellitus Tipe 2 yang ditandai dengan adanya luka terbuka pada bagian kaki. Untuk menangani kasus tersebut dilakukan pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut. Pemilihan antbiotik empiris merupakan salah satu upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi pada ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan antibiotik empiris, pola resisten dan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik, dan ketepatan dari pemilihan antibiotik empiris pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif pada catatan rekam medis pasien ulkus diabetikum yang dirawat di rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari-Desember 2017. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien yang memiliki diagnosa ulkus diabetikum berusia dewasa (> 26 tahun). Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa pemilihan antibiotik empiris yang sering digunakan adalah Seftriakson sebagai terapi tunggal sebesar 36% dan Seftriakson-Metronidazol sebagai terapi kombinasi sebesar 50%. Ketepatan pemilihan antibiotik menunjukkan bahwa seftriakson berdasarkan uji sensitivitas bakteri menunjukkan persentase kesesuaian sebesar 38,89% dan Seftriakson+Metronidazol sebesar 48%