Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Observasi Klinik Pemberian Jus Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol
Nanas merupakan buah berkhasiat mengandung enzim bromelin, vitamin C dan serat sehingga dapat mencegah hiperkolesterolemia. Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas dan kombinasi dengan obat, serta perbandingan penggunaan simvastatin pada penurunan kadar hiperkolesterol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimental dimana dilakukan perlakuan atau intervensi terhadap responden. Prosedur dalam penelitian ini yaitu dengan membagi responden menjadi tiga kelompok. Semua kelompok dilakukan pengukuran kolesterol awal (Pre-Test). Kelompok uji A diberi simvastatin 10mg, kelompok uji B diberikan jus buah nanas 142g/70kg BB, kelompok uji C (kombinasi) diberikan jus buah nanas dan pemberian simvastatin. Dilakukan pemberian selama 6 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran kolesterol akhir (Post-Test) untuk semua kelompok. Hasil dari pengujian ini ialah % rata-rata penurunan kelompok nanas ialah 14,32%, kelompok simvastatin ialah 18,06% dan kombinasi ialah 18,33% sehingga dapat disimpulkan bahwa jus buah nanas dapat menurunkan kadar kolesterol
Formulasi Granul Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Anonna muricata Linn.) Menggunakan Metode Granulasi Basah
Daun Sirsak (Anonna muricata Linn.) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai macam manfaat. Salah satu manfaat daun sirsak yaitu sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini, untuk menentukan aktivitas antioksidan dan evaluasi sediaan granul dari ekstrak etanol daun sirsak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan formulasi granul dilakukan dengan metode granuasi basah. Hasil yang diperoleh aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak yaitu 19,24 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat dan hasil evaluasi sediaan granul yaitu uji kelembaban 3,22%, laju alir 14,01 g/s, sudut istirahat 25,31°, kompresibilitas 5,77% yang memenuhi persyarataan kriteria sediaan granul yang baik serta distribusi ukuran partikel paling dominan pada rentang 426-850 µm yang termasuk kategori serbuk kasar
Gambaran Karakteristik, Pola Pengobatan dan Kepatuhan Pasien HIV/AIDS Di Kota Samarinda
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan dan melemahkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah penyakit yang ditandai dengan satu atau lebih penyakit indikator dengan tidak ada penyebab lain selain immunodeficiency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan, dan kepatuhan pasien HIV/AIDS di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah observasional yang dilakukan secara prospektif dengan menggunakan lembar pengumpul data dan kuisoner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Pengambilan data dilakukan dari bulan Juli-November 2018. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk memaparkan data yang didapatkan Hasil penelitian karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 16 (53,34%), umur terbanyak adalah 26-35 tahun 13 (43,34%), jenis pekerjaan terbanyak adalah swasta 12 (40%), cara penularan terbanyak adalah hubungan seksual dengan lelaki (homoseksual dan heteroseksual) 15 (50%), stadium HIV/AIDS terbanyak adalah stadium I 20 (66,67%). Berdasarkan data pola pengobatan terapi yang paling banyak digunakan pada pasien HIV/AIDS adalah Triple FDC 26 (86,67%). Berdasarkan kuisoner MMAS sebanyak 16 (53,34%) pasien HIV/AIDS memiliki Kepatuhan Sedang
Pengaruh Penggunaan Leaflet terhadap Pengetahuan Swamedikasi Mahasiswa Di Universitas Mulawarman
Mahasiswa merupakan kalangan pelajar yang berpendidikan tinggi serta mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih luas jika dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Dengan semakin tingginya tingkat pengetahuan dapat menimbulkan kecenderungan untuk lebih sering melakukan swamedikasi daripada orang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Metode pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan cara Purposive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner pengetahuan tentang swamedikasi dan leaflet sebagai media edukasi. Disimpulkan bahwa hasil pretest mahasiswa kesehatan angkatan 2016 adalah 12,27 dan posttest 16,06 (P-value 0,000), untuk angkatan 2017 memiliki hasil pretest 11,73 dan posttest 15,00 (P-value 0,000) sedangkan mahasiswa non kesehatan angkatan 2016 mempunyai nilai pretest sebesar 15,07 dan posttest 16,50 dan memiliki P-value 0,000 sedangkan untuk angkatan 2017 dengan hasil pretest 14,57 dan posttest 16,53 (P-value 0,000). Masing-masing mahasiswa dari fakultas kesehatan dan non kesehatan mengalami perubahan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah diberikan leaflet karena memiliki P-value >0,005
Studi Pemberian Antipsikotik terhadap Beberapa Jenis Skizofrenia Di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda
Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak parah di mana orang menginterpretasikan realitas secara abnormal gangguan pikiran berupa halusinasi, delusi, dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Skizofrenia yang banyak dialami pasien dan keterkaitan jenis Skizofrenia dengan pemberian obat terhadap pasien Skizofrenia di instansi rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan teknik pengambilan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling dirawat inap diRSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Data dianalisis secara deskriptif pada bagian catatan rekam medik. Pengambilan data dilakukan dirawat inap di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda periode agustus-oktober 2018. Hasil penelitian didapatkan pola pengobatan pada pasien Skizofrenia tak terinci lebih banyak diberikan Risperidone pada terapi tunggal dan kombinasi Risperidone + Clozapine yang banyak diberikan. Skizofrenia hebefrenik antipsikotik yang banyak diberikan adalah Haloperidol pada terapi tunggal. Skizofrenia paranoid lebih banyak diberikan Haloperidol pada terapi tunggal, dan Risperidone + Clozapine pada terapi kombinasi. Skizofrenia simpleks terapi yang diberikan adalah Clozapine, dan pada Skizofrenia yang tak tergolongkan terapi yang diberikan adalah Haloperidol dan Chlorpromazine
Formulasi Sediaan Krim Anti Aging Berbahan Aktif Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata, Blume)
Buah libo (F.variegata) merupakan bahan alam yang berpotensi untuk melindungi kulit karena kandungan antioksidan yang terdapat didalamnya. Pengembangan bentuk sediaan dalam bentuk krim anti aging diperlukan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan konsentrasi ekstrak buah libo yang dapat memberikan efek anti aging yang baik. Penentuan efek anti aging dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil uji menunjukkan bahwa krim dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 15% memiliki aktivitas anti aging, berturut-turut adalah sebesar 73% dan 47%
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Acute Coronary Syndrome Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Pemakaian obat yang cukup banyak atau disebut polifarmasi pada pasien acute coronary syndrome dapat menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Analisis DRPs perlu dilakukan untuk mengoptimalkan terapi yang diberikan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik dan jumlah kejadian DRPs pada pasien acute coronary syndrome. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional. Data diambil secara prospektif dengan mencatat rekam medik pasien dan dianalisis secara deskriptif. Kriteria inklusi adalah pasien acute coronary syndrome, dewasa, dan rawat inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dalam rentang periode Agustus-Oktober 2018. Hasil penelitian menunjukkan analisis DRP’s yang ditemukan yaitu indikasi tanpa obat (13,33%), overdose (3,33%), adverse drug reaction (20%) dan drug interactions (80%)
Observasi Klinik Potensi Jus Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai Antihipertensi pada Geriatrik
Hipertensi didefinisikan sebagai kejadian meningkatnya tekanan darah arteri secara terus menerus. Tahun 2013 secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi tambahan seperti mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung kalium. Pisang kepok mengandung kalium yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok serta riwayat penyakit dari responden hipertensi geriatrik dan pengaruh pemberian jus pisang kepok terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi geriatrik di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan prosedur penelitian pre dan post test. Pengumpulan data karakteristik dilakukan dengan retrospektif dengan hasil persentase karakteristik berdasakan jenis kelamin ialah perempuan sebanyak 57,14%. Karakteristik usia tertinggi yaitu 75-90 tahun sebanyak 71,43%, sedangkan yang tidak memiliki kebiasaan merokok sebanyak 64,29%. Riwayat penyakit lain yang diderita antara lain asam urat, dermatitis alergi, myalgia, kolesterolemia, diabetes dan asma dengan persentase tertinggi ialah myalgia sebesar 31,82%. Hasil analisis deskriptif jus pisang kepok sejalan dengan analisis statistik metode paired sample t-test yang memiliki nilai p value < 0,05 artinya jus pisang kepok mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan baik tekanan darah sistolik maupun diastolik
Optimalisasi Basis Untuk Formulasi Sediaan Lip Cream
Lip cream merupakan salah satu kosmetik jenis pewarna bibir yang saat ini banyak diminati konsumen. Kualitas lip cream salah satunya dipengaruhi oleh komponen-komponen penyusun basisnya, terutama wax sebagai thickener. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formula optimal dari basis lip cream yang memenuhi persyaratan farmasetika. Penentuan formula basis optimal lip cream dilakukan melalui variasi jumlah thickener. Penelitian ini menggunakan carnauba wax dan microcrystaline wax sebagai thickener agent. Evaluasi karakteristik basis lip cream yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, dan uji fisika kimia (daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH), serta uji stabilitas basis lip cream menggunakan metode Freeze-Thaw selama 16 hari. Hasil penelitian diperoleh F7 (kombinasi carnauba wax dan microcrystaline wax dengan perbandingan 6% : 9 %) sebagai formula basis lip cream paling optimal. Formula F7 menghasilkan karakteristik organoleptis berwarna putih gading, berbau khas vanilin, berbentuk semipadat, dan homogen. Kemudian hasil uji karakteristik fisika dan kimia menunjukkan daya sebar 6,1 cm, daya lekat lebih dari 60 detik, nilai viskositas 18.000 cPs dan nilai pH 4,38. Formula F7 juga stabil terhadap pengaruh perubahan suhu selama 16 hari
Formulasi Krim Berbahan Aktif Minyak Kapulaga (Amomum compactum Soland.) sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus
Minyak atsiri atau minyak yang mudah menguap, telah diketahui bahwa Kapulaga (Amomum compactum Soland.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri sineol, terpineol dan borneol. Minyak kapulaga berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar rendemen minyak kapulaga, formula basis krim, dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak kapulaga. Metode penelitian yang digunakan minyak kapulaga destilasi uap, dan pengujian antibakteri yaitu difusi agar metode cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak kapulaga yang diperoleh dari destilasi uap 4,867%. Hasil evaluasi sediaan krim dengan konsentrasi asam stearat yang berbeda FI (8%) dan FII (7%) antara lain organoleptis (Warna putih, bau khas minyak, bentuk semipadat), homogenitas, dan daya sebar pada FI (6,3 cm) dan FII (4,725 cm). pH krim FI (8,00) dan FII (7,43) dan viskositas FI (30,72842 Pa.s) dan FII (61,69424 Pa.s). Hasil aktivitas antibakteri pada minyak kapulaga, bahwa konsentrasi terbaik 15% dengan zona bening 10,883 mm