Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Upaya Deklorofilisasi Ektrak Etanol Daun Kokang (Lepisanthes amoena)
Daun kokang (Lapisanthes amoena L) secara empiris digunakan sebagai pembersih tubuh dan wajah oleh masyarakat Suku Dayak dan Kutai sebagai pengganti fungsi sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan membandingkan pelarut dalam proses deklorofilisasi klorofil pada daun kokang untuk melihat aktivitas antioksidan dan tabir surya. Proses deklorofilisasi dilakukan menggunakan 2 pelarut berbeda yang bersifat non polar untuk menarik senyawa klorofil pada simplisia dan hasil deklorofilisasi di maserasi menggunakan pelarut etanol untuk menarik semua senyawa aktifnya. Ekstrak yang didapatkan langsung diidentifikasi senyawanya, diuji aktivitas antioksidan, dan aktivitas tabir surya. Jumlah rendemen ekstrak daun kokang yang didapat dari 120 g simplisia adalah 20,25 % sedangkan ekstrak daun kokang deklorofilisasi aseton dari 107 g simplisia adalah 18,18%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang ialah flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang yang telah dideklorofilisasi menggunakan aseton ialah saponin dan tanin. Jumlah klorofil total yang ditarik oleh pelarut aseton ialah 4,191 mg/ml sedangkan N-heksan sebanyak 1,238 mg/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kokang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, sedangkan ekstrak daun kokang terdeklorofilisasi aseton mengandung senyawa saponin dan tanin. Jumlah rendemen yang didapat adalah 20,25% dan 18,18% serta pelarut yang paling banyak menarik klorofil adalah aseton
Optimasi Basis Hand Sanitizer Gel
Optimasi basis hand sanitizer gel merupakan upaya untuk menemukan formula basis gel yang optimum secara fisiko-kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi basis hand sanitizer gel yang optimum. Hand sanitizer gel dibuat dalam tiga formula dengan tiga konsentrasi Carbopol 940 yang berbeda yaitu A,B dan C. Basis gel yang digunakan yaitu Carbopol 940. Optimasi basis gel meliputi evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Optimasi dilakukan selama 7 hari. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium. Hasil yang diperoleh pada evaluasi uji organoleptik adalah diamati warna yang bening, bentuk sediaan semisolid dan bau Carbopol 940. Uji homogenitas untuk mengetahui homogenitas gel dengan tidak adanya butiran kasar yang tidak terlarut, Uji pH diperoleh yaitu pH sediaan gel yaitu stabil pada pH 7. Uji daya sebar diperoleh kisaran diameter yaitu 5,3-5,7 cm. Uji daya lekat diperoleh hasil yaitu lebih dari 1 detik dan memenuhi kriteria sediaan gel. Uji viskositas menunjukan viskositas gel berada pada kisaran 1.206 cps - 1,820 cps. Hasil evaluasi basis handsanitizer gel yang optimum diperoleh jika memiliki kualitas fisik yang baik dan memenuhi kriteria sediaan gel. Berdasarkan hasil evaluasi pada optimasi basis handsanitizer gel diperoleh basis gel Carbopol 940 dengan konsentrasi A telah memenuhi kriteria pembuatan sediaan gel
Pemberian Kombinasi Buah Alpukat (Persea americana) dan Rebusan Air Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Avocado and bay leaves contain flavonoids which can have an effect on lowering blood pressure. This study aims to determine the characteristics of hypertension patient respondents including age, gender, education, occupation, family history and antihypertensive drugs consumed and to determine the effect of giving a combination of avocado juice and bay leaf water boiled in Samarinda Ulu District. The research method used was a quasi-experimental design and research procedures by measuring before and after treatment. The collection of data on the characteristics of respondents obtained the highest percentage is the category of female gender as much as 67%, age 56-60 years as much as 42%, elementary education as much as 33%, work housewife 58%, having a family history of 75 % and the antihypertensive drug that was consumed by amlodipine was 100%. The results of data analysis using the independent sample T test showed that the p-value for the control-treatment systolic group and the control-treatment diastolic group was 0.000 (p-value <0.05). Based on the results of the independent sample T test, it can be concluded that the combination of avocado juice and bay leaf boiled water can have an effect on reducing blood pressure
Studi Literatur: Efek Pemberian Obat Herbal terhadap Penderita COVID-19
COVID-19 is a disease that has never been identified in the human body before and is highly contagious. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Due to the high number of casualties due to COVID-19, many ways have been done to treat the outbreak of this virus. One of them is the use of herbal medicines from plants that are believed to cure people with COVID-19. This study aims to describe the impact of herbal medicine on patients with Covid-19. Literature search using PubMed, ScienceDirect and Google Scholar. Literature search strategy using keywords Traditional Chinese medicine, Chinese medicine, Chinese herbal medicine, COVID-19, new coronavirus pneumonia, SARS-CoV-2. The results obtained, namely from 10 literature show that herbal treatment can reduce symptoms of Covid-19 and boost the immune system. The use of herbal medicines for COVID-19 needs to be considered carefully to support the limited scientific data
Seleksi Parameter yang Mempengaruhi Sintesis Kalkon dengan Metode Plackett-Burman
Chalcone is a compound that has various biological activities. The organic synthesis approach has been widely used to obtain chalcone compouds. The aim of this research is to select the main parameters which influence chalcone synthesis. This study was conducted using Plackett-Burman experimental design. Of eleven parameters used, eight of them showed a significant effect on the yield of chalcones namely temperature, reaction time, mole number of benzaldehyde, volume of acetophenone solvent, incubation time, volume of distilled water, volume of benzaldehyde solvent, catalyst volume and dummy. In addition, the highest yield is 32.43%
Optimasi Formula Spray Gel Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine americana (Aubl) Merr)
The ethanolic extract from the bulb of Eleutherine americana has the potential for anti-inflammatory activity to be developed into a preparation that is a practical spray gel to use. The aim of this study is to made a spray gel containing ethanolic extract from the bulb of Eleutherine americana. Spray gel preparation was prepared by varying the concentration of Carbopol as a gelling agent with a concentration of F1 (0.4%), F2 (0.6%), and F3 (0.8%) with active substances and evaluated physical stability. Data from the results of physical stability testing in statistical analysis. Organoleptic test results and homogenity of ethanolic extract from the bulb of Eleutherine americana spray gel from all formulas showed stable, pH was in the range of 5.2-6.1 and Viscosity in formulas 1, 2, and 3 were respectively 0.65-1323 (Pa.s ) this condition is still within the range of viscosity of spray gel formulation, and have a spread pattern. While the formula 2 and 3, the viscosity is not eligible
Literatur Review: Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Penyebab Gangren Diabetik dari Minyak Atsiri Berbagai Tanaman Herbal
Diabetic gangrene is a complication caused by infection due to the presence of a bacteria or a wound inflammatory process associated with diabetes mellitus. One of the therapies given is by taking antibiotics and currently the problem of antimicrobial resistance is a problem that is often faced which makes people start using drugs from natural ingredients. This literature search aims to determine the antibacterial activity of essential oils of various herbal plants against bacteria that cause diabetic gangrene. The method used is literature review with journal searches on indexed journal databases. The results obtained from 12 literature show that the essential oil of a herbal plant that has antibacterial activity against bacteria that cause diabetic gangrene, namely Cymbopogon citratus essential oil, Juglans regia L, Zataria multiflora Boiss, Ocimum gratissimum L, Satureja spicigera, Cinnamomum osmophloeum, a combination of essential oils masoyi and cinnamon, citronella (Cymbopogon bernadus L), jeringau rhizome (Acorus calamus Linn), Piper gibbilimbum C, kaffir lime (Citrus hystrix DC) and clove flower essential oil (Syzygium arimaticum)
Sintesis 2’-Hidroksi-5’-Kloro-3,5-Dimetoksi-4-Hidroksikalkon
Chalcone are compounds that have 2 aromatic rings connected by 3 carbon atoms which are an α, β unsaturated carbonyl system that have various biological activities. 2\u27-hydroxy-5\u27-chloro-3,5-dimethoxy-4-hydroxicalcone was synthesized from 2\u27-hydroxy-5\u27-chloro acetophenone and syringaldehyde using a NaOH catalyst. This compound was purified using Column Chromatography by isocratic method using n-hexane:ethyl acetate (15:1) as eluent. This compound has a Rf 0.75 and 2.7% of yiel
Literature Review: Aktivitas Kulit Jeruk dalam Bidang Farmasi
Jeruk manis (Citrus sinensis (L.) Osbeck) adalah buah yang ditanam diiklim tropis ataupun subtropis dan termasuk komoditas buah penting dipasaran baik didalam negeri maupun dunia. Banyaknya permintaan jeruk ini mengakibatkan tingginya jumlah limbah kulit jeruk di Indonesia yang mencapai 309.678 ton pertahun. Kulit buah jeruk biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder, aktivitas farmakologis, dan bentuk sediaan yang telah dibuat dari kulit jeruk manis. Metode yang digunakan yaitu studi literaturdengan penelusuran jurnal dan karya tulis ilmiah dengan database Google Scholar, Sematic Scholar, Science Direct, dan Wiley Online Library. Berdasarkan kajian literatur diketahui bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder kulit jeruk manis yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, steroid, karbohidrat, pektin, senyawa fenolik, kumarin, glikosida, saponin, dan terpenoid. Diketahui aktivitas farmakologis pada kulit jeruk manis yaitu sebagai antibakteri (senyawa 1,8-cineole, d-limonene, 5-C-glycosyl flavones: lucenin-2, vicenin-2, stellarin-2, lucenin-2-41- methyl ether and scoparin; one 3-hydroxy-3-methylglutaryl glycolsyl, flavonol: 3-hydroxy-3-methyl-glutaryl glycosyl quercetin), antijamur (senyawa limonene, ?-pinene, ?-pinene, dan ?-myrcere), antioksidan (senyawa neohesperidin, hesperidin, 5-C-glycosyl flavornes: lucenin-2,vicenin-2, stellarin-2, lucenin-2-41- methyl ether and scoparin; one 3-hydroxy-3 methylglutaryl glycosylflavonol: 3-hydroxy-3-methylglutaryl glycosyl quercetin; and one flavone O-glycosides: chrysoeriol7-O-neoesperidoside dan komponen fenolik yaitu polymethoxylated flavones, O-glycosylated flavones, C-glycosylated flavones, O-glycosylated flavonols, O-glycosylated flavanones (glycosylated flavonones), insektisda (senyawa flavonoid, d-limonene, limonoid, saponin, dan tanin), tabir surya (senyawa antranilat dan hesperidin), peluruh steroform (senyawa limonene), antidiabetes (senyawa flavonoid), antikolesterol (senyawa flavonoid dan pektin) dan penyembuh luka (senyawa hesperidine, PMF, limonene, vitamin A, vitamin C , dan vitamin E). Serta bentuk sediaan yang telah dibuat dari kulit jeruk manis yaitu berupa masker peel-off sebagai antibakteri, masker gel sebagai antioksidan, tablet hisap sebagai vitamin C, sabun mandi cair sebagai antioksidan, serta gel untuk penyembuhan luka
Kajian Literatur Potensi Tanaman-Tanaman Obat Untuk Mengatasi Luka Bakar
Luka bakar adalah suatu macam cedera parah dibanding cedera lainnya, dengan permasalahan yang kompleks dan angka mortalitas maupun morbiditas yang tinggi. Saat ini minat masyarakat Indonesia untuk kembali pada pengobatan tradisional semakin meningkat, karena pengobatan menggunakan ramuan tradisional dari bahan alami lebih murah daripada obat kimia sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tanaman yang paling berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk luka bakar berdasarkan konsentrasi uji dan waktu kesembuhan luka bakar, serta memperkirakan senyawa-senyawa yang diduga aktif mempercepat penutupan luka bakar. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan skripsi dan jurnal ilmiah secara online yang telah di publikasikan melalui Google Scholar dari tahun 2012-2020 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan tanaman obat yang berpotensi mengatasi luka bakar berdasarkan waktu dan persentase kesembuhan yang dibandingkan dengan kontrol positif yaitu daun mengkudu (21 hari, 97%), daun rumput bermuda (21 hari, 80%), daun kitolod (14 hari, 63%), bunga kecombrang (12 hari, 72%), daun kersen (14 hari, 93,3%), herba pegagan (14 hari, 100%), daun jambu biji (20 hari, 100%), daun pepolo (21 hari, 92,5%), kulit buah manggis (21 hari, 83%), daun srikaya (16 hari, 100%), dan daun sukun (19 hari, 100%). Kandungan senyawa dalam tanaman obat yang diduga mempercepat penutupan luka bakar antara lain flavonoid, tanin, saponin, polifenol, alkaloid, vitamin C, vitamin B, triterpenoid dan steroid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu herba pegagan, daun jambu biji, daun srikaya, dan daun sukun