Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Buah Ramania (Bouea macrophylla Griff) dengan Metode DPPH
Telah dilakukan penelitian yang berjudul Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Ramania (Bouea macrophylla Griffith) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50. Penelitian ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) yang diujikan pada ekstrak kasar metanol kulit buah ramania (Bouea macrophylla Griffith). Nilai IC50 yang diketahui yakni 44,394 ppm, hal tersebut menunjukan aktivitas antioksidan yang baik
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Pila-Pila (Mallotus paniculatus) Terhadap 1,1-Diphenyl-2 Picrylhidrazyl (DPPH)
Pila-pila merupakan tumbuhan yang dapat digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman empiris di Melak, Kutai Barat, yang kemudian diduga juga memiliki aktivitas antioksidan. Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan dengan berbagai konsentrasi ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan kulit batang Pila-pila (Mallotus paniculatus). Ekstrak dan fraksi kulit batang Pila-pila diuji terhadap senyawa DPPH (1,1-difenil-2-pikril-hidrazil) dengan mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 516 nm. Variasi konsentrasi sampel uji yang digunakan pada pengujian ini adalah 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk ekstrak metanol dan fraksi n-heksan serta 10, 20, 30, 40, 50 ppm untuk fraksi etil asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang pila-pila merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 71.94 ppm, begitu pula fraksi n-heksan dengan IC50 59.92 ppm. Untuk fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu dengan nilai IC50 49.92 ppm.
(IC50 ekstrak metanol = 71.94 ppm, IC50 fraksi n-heksan = 59.92 ppm, IC50 fraksi etil asetat = 49.92 ppm)
Uji Aktivitas Antidiare Fraksi Etil Asetat Buah Libo (Ficus variegata Blume) pada Mencit (Mus musculus)
Tumbuhan libo bermanfaat sebagai obat karena mengandung senyawa aktif golongan flavonoid. Flavanoid dapat menghambat gerakan peristaltik usus sehingga dapat menghambat frekuensi defekasi, mengurangi sekresi cairan dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi etil asetat buah libo (Ficus variegata Blume) sebagai antidiare pada mencit (Mus musculus). Untuk memberikan kondisi diare, hewan coba diinduksi oleum ricini (minyak jarak) secara oral. Metode yang digunakan adalah metode proteksi terhadap minyak jarak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah libo memiliki aktivitas sebagai antidiare
Karakteristik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Komplikasi Hipertensi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2012-2014
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan gejala hiperglikemik disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan naiknya tekanan darah secara drastis. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien Diabetes Mellitus tipe 2 komplikasi hipertensi meliputi Jenis kelamin dan umur pada pasien rawat inap di RSUD Abdul wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dari catatan rekam medik pasien Diabetes Mellitus tipe 2 komplikasi Hipertensi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh ialah pasien Diabetes mellitus tipe 2 komplikasi Hipertensi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dari tahun 2012-2014lebih banyak diderita jenis kelamin wanita sebanyak 77,9% dibandingkan pria sebanyak 22% usia pasien lebih banyak diderita pada usia diatas 50 tahun sebanyak 66,2%; 25-50 tahun sebanyak 32,4%; dibawah 25 tahun sebanyak 1,5%
Efek Antihiperglikemik Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Aloksan
Telah dilakukan penelitian mengenai efek antihiperglikemik dari daun mengkudu (Morinda citrifolia Linn) dan daun jambu biji (Psidium guajava Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemik kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia Linn) dan daun jambu biji (Psidium guajava Linn) pada tikus putih. Desain penelitian ini adalah desain eksperimental dengan menggunakan tikus putih sebanyak 12 ekor yang diinduksi aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 120 mg/ KgBB. Tikus dibagi menjadi empat kelompok, antara lain kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok kontrol positif (Glibenklamid), dan dua kelompok uji diberikan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji dengan dua perbandingan dosis (2:1 dan 1:2). Pengukuran kadar glukosa darah tikus putih dilakukan pada hari ke-1 sebelum diinduksi aloksan yang sebelumnya dipuasakan terlebih dahulu selama 16 jam. Setelah diinduksikan aloksan, kemudian diukur kadar glukosa darah tikus dengan glukometer. Setelah mengalami peningkatan glukosa darah, hewan uji diberi perlakuan selama 7 hari. Berdasarkan uji ANAVA dua arah menunjukkan bahwa glibenklamid dan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji memberikan hasil yang signifikan sehingga dilakukan uji lanjutan yaitu uji Beda Nyata Jujur Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji dengan perbandingan dosis 1:2 dan 2:1 memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih
Kajian Profil Pengobatan pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit X Kota Samarinda Tahun 2020: Study of Medication Profile in COVID-19 Patients at Hospital X Samarinda City in 2020
COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit penyebab infeksi Severe Acute Respiratory Syndrom (SARSCoV-2) yang menyerang saluran pernapasan hingga organ lain pada manusia. Proses transmisi yang cukup tinggi antar manusia menyebabkan virus ini bergerak cepat menyebar dan ditetapkan sebagai pandemi. Hingga saat inipun masih belum ada pengobatan spesifik terkait infeksi SARSCoV-2, sehingga tatalaksana pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan terapi simptomatik sesuai gejala, terapi suportif untuk pencegahan komplikasi serta pengobatan sesuai komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien serta profil pengobatan pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit X Kota Samarinda tahun 2020. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medis pasen COVID-19 selama periode Januari hingga Desember tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 95 pasien penderita COVID-19 didominasi oleh laki-laki (52,63%), mayoritas berusia 26 – 45 tahun (40%), tidak memiliki penyakit penyerta (73,68%) dan lama perawatan selama 7 – 14 hari (51,58%). Hasil penelitian pada profil pengobatan pasien COVID-19 diperoleh terapi suportif terbanyak Antivirus Oseltamivir (6,54%), Antibiotik Azithromycin (6,45%), Antikoagulan Fondapurinux Na (1,55%), Vitamin Becomzet® (2,58%) dan terapi simptomatik terbanyak Gangguan Pencernaan Omeprazole (4,99%), Mukolitik Asetilsistein (7,49%), Analgesik dan Antipiretik Paracetamol (4,82%), Kortikosteroid Dexamethasone (1,72%)
Analisis Cemaran Mikroba dan Kandungan Protein Serta Total Fenolat Cincau Hitam pada Jajanan Minuman di Kota Samarinda
Telah dilakukan penelitian tentang Analisis Cemaran Mikroba dan Kandungan Protein serta Total Fenolat Cincau Hitam pada Jajanan Minuman di Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaran dan jenis mikroba, serta untuk mengetahui kandungan protein dan total fenolat yang terdapat pada cincau hitam yang disajikan dalam jajanan minuman di kota Samarinda. Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif untuk mengetahui adanya cemaran mikroba menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT), sedangkan untuk mengetahui jenis mikroba digunakan uji fermentasi karbohidrat, uji katalase dan uji sitrat. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap pengujian kadar protein dan total fenolat dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan beberapa sampel cincau hitam pada jajanan minuman di kota Samarinda terbukti adanya cemaran mikroba yaitu bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Kadar protein dari beberapa sampel cincau hitam berkisar 15 - 17 %, sedangkan kadar total fenolat dari beberapa sampel berkisar 10 - 21 mg GAE/g
Potensi Kulit Bawang Merah (Allium cepa L) Sebagai Antoksidan dan Tabir Surya
Kulit bawang merah mengandung berbagai senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan salah satunya flavanoid. Flavonoid merupakan senyawa bioaktif yang menghasilkan aktivitas antioksidan serta memiliki sifat fotoprotektif sehingga mampu menyerap sinar ultraviolet. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2’-Azinobis-[3-etilbenzotiazoline-6sulfonic acid]) dan tabir surya dengan metode spektrofotometer Uv-vis pada ? 292,5-372,5 nm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit bawang merah sangat berpotensi sebagai antioksidan dan tabir surya
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Akar Karamunting (Melastoma malabathricum)
Perkembangan zat yang berkhasiat sebagai antibakteri saat ini lebih mengarah pada penggunaan bahan alam dimana dapat menunjang kesehatan masyarakat karena memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat dari bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi terbaik ekstrak dan fraksi akar karamunting sebagai antibakteri khususnya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol adalah 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol akar karamunting terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki respon hambatan pertumbuhan termasuk dalam kategori sedang dengan zona hambat dan zona bunuh antara 5-10 mm. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis varians satu arah dan dilanjutkan dengan uji HSD (honestly significant difference) pada ekstrak maupun fraksi akar karamunting. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik dari ekstrak dan fraksi akar karamunting terhadap kedua bakteri uji adalah 50%
Identifikasi Potentially Inappropriate Medication (PIM’s) Menggunakan Kriteria Beers dan STOPP pada Pasien Geriatri dengan Diagnosis Gastrointestinal Rawat Inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Identification of Potentially Inappropriate Medication (PIM’s) Using Beers and STOPP Criteria in Geriatric Patients with Gastrointestinal Diagnosis at Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Hospital
Kriteria Beers dan STOPP adalah kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan pengobatan yang tidak tepat termasuk obat yang harus dihindari dan digunakan pada pasien yang berusia lebih dari 65 tahun. Kedua kriteria ini menjadi acuan dalam mengevaluasi peresepan obat yang berpotensi tidak tepat penggunaannya atau Potentially Inappropriate Medication (PIM’s) pada geriatri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui karakteristik geriatri, profil pengobatan pada peresepan serta PIM’s berdasarkan kriteria Beers dan kriteria STOPP pada pasien geriatri dengan diagnosis gastrointestinal rawat inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh dari 80 data pasien menunjukkan bahwa pasien geriatri dominan Perempuan sebanyak 47 pasien (59%) dengan usia lansia muda 65 – 74 tahun sebanyak 53 pasien (66.25%) dengan diagnosis paling dominan diare dan dispepsia sebanyak 36 pasien (42.85%) dan penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi sebanyak 17 pasien (30.35%). Penggunaan obat pada pasien geriatri paling dominan adalah terapi antiemetik sebanyak 64 pasien (80%). Berdasarkan analisis PIM’s menggunakan kriteria Beers dan STOPP, tidak ditemukan kejadian pada kriteria Beers dan dari 23 kasus yang masuk dalam penggunaan obat hanya ditemukan 1 kejadian dengan kriteria STOPP