Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Kajian Efektivitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) Kota Samarinda
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang paling umum terjadi di masyarakat yang mengakibatkan kenaikan secara signifikan angka kejadian morbiditas serta mortilitas. Efektivitas penggunaan antibiotika akan berperan penting dalam pengobatan ISK, oleh karena itu dilakukan penelitian kajian efektivitas penggunaan antibiotika pada pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) Periode Desember 2014 – Desember 2016. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan angka kejadian ISK dengan jenis kelamin pria 21% dan wanita 79%, serta angka kejadian ISK terbesar pada rentan usia 17 - 35 tahun baik pada pria ataupun wanita. Jenis antibiotika yang digunakan antara lain, seftriakson, sefotaksim, sefiksim, siprofloksasin, levofloksasin, amoksisilin, ampisilin dan kombinasi sefoperazone dengan sulfabaktam. Kesesuaian penggunaan antibiotika pada pasien ISK di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman diagnosis dan terapi Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) dan efektivitas penggunaan antibiotika pada pasien ISK di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) sepenuhnya efektif berdasarkan kondisi pasien
Aktivitas Mukolitik Rebusan dan Seduhan Daun Sawo (Manilkara Zapota L.) Secara In Vitro: Mucolytic Activity with Decoctions and Brews of Sapodilla Leaves (Manilkara zapota L.) In Vitro
Daun sawo (Manilkara zapota L.) secara tradisional banyak digunakan sebagai obat untuk batuk, pilek, dan diare. Daun sawo mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas mukolitik rebusan dan seduhan daun sawo. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan putih telur bebek sebagai dahak buatan untuk membandingkan aktivitas mukolitik antar rebusan dan seduhan daun sawo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mukolitik rebusan daun sawo lebih cepat menurunkan viskositas putih telur bebek dibandingkan seduhan daun sawo. Rebusan daun sawo memiliki potensi yang sama dalam aktivitas mukolitik dibandingkan dengan asetilsistein 0,2%.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Sari Daun Ketapang (Terminalia Catappa) dan Rimpang Jahe (Zingiber Officinale): Antioxidant Activity Combination of Ketapang Leaf Extract (Terminalia Catappa) and Ginger Rhizome (Zingiber Officinale)
Daun ketapang merupakan tanaman yang memiliki antioksidan yang sangat tinggi namun belum termanfaatkan dengan baik. Selain ketapang, jahe juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Meski begitu, tanaman kedua ini memiliki antioksidan sekunder yang berbeda jenis dan belum ada penelitian aktivitas antioksidan sari segar dari tanaman kedua ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sari daun ketapang dan sari rimpang jahe. Metode yang dilakukan yaitu pengumpulan sampel, sortasi, pembuatan sari, pembelian antara ampas dan sari, dan pembuatan sampel kombinasi ketapang dan jahe, pembuatan larutan induk 10.000 ppm, pembuatan seri konsentrasi 100, 200, 400, 800, dan 1.600 ppm , pembuatan larutan DPPH dan dilakukan uji menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil yang diperoleh adalah Aktivitas antioksidan sari daun ketapang > sari jahe, Aktivitas antioksidan kombinasi Ketapang dan jahe 2:1 memperoleh nilai IC50 164 ppm, 1:1 memperoleh 640 ppm, dan 1:2 memperoleh 1161 ppm, dan penambahan jahe dapat menurunkan aktivitas antioksidan sari daun ketapang secara signifikan. Hal ini menujukkan aktivitas antioksidan sari daun ketapang dan rimpang jahe memiliki aktivitas yang sangat kecil, dan kombinasi daun ketapang dan rimpang jahe dapat menurunkan aktivitas antioksidan dibanding sari tunggal
POLA PENGOBATAN PASIEN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUDABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) adalah keganasan sel yang terjadi akibat proliferasi sel limfoid yang diblokir pada tahap awal diferensiasinya. LLA adalah kanker paling umum yang terjadi pada anak-anak. Telah dilakukan penelitian Pola Pengobatan Pasien Leukemia Limfoblastik Akut di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola pengobatan dan efek samping pengobatan LLA pada periode 2014-2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan metode retrospektif. Teknik pengambilan data secara total sampling didapatkan sebanyak 21 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien LLA paling banyak diderita oleh laki- laki sebanyak 13 kasus (62%). Berdasarkan usia yang paling banyak menderita LLA dengan usia 0-4 tahun sebanyak 10 kasus (48%). Tipe LLA yang banyak diderita pasien adalah LLA tipe L1 sebanyak 13 kasus (62%). Pola pengobatan LLA berdasarkan pemilihan jenis dan golongan obat kemoterapi terbanyak adalah obat kemoterapi Vincristine sebanyak 4 kasus (19%) dan kombinasi obat kemoterapi Vincristine-Methotrexate IT sebanyak 4 kasus (19%). Berdasarkan pemilihan jenis dan golongan obat adjuvan terbanyak adalah obat. Deksametason sebanyak 5 kasus (24%). Adapun berdasarkan efek samping obat kemoterapi terbanyak adalah mual muntah-anemia sebanyak 4 kasus (19%)
Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain)
Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun nona makan sirih berpotensi sebagai antikalkuli. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi ekstrak daun nona makan sirih agar dihasilkan bahan baku obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Dari hasil maserasi daun nona makan sirih dengan etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebesar 14%. Uji kualitatif dengan pereaksi tetes ekstrak daun nona makan sirih menunjukkan adanya flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Penetapan kadar sari larut air sebesar 12,66%, kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%, kadar sari larut etanol 96% sebesar 6%. Standarisasi ekstrak etanol 96% daun nona makan sirih meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Penetapan susut pengeringan dan bobot jenis dilakukan secara gravimetri, dan uji cemaran mikroba dengan metode ALT. Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis ekstrak sebesar 1,016, susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran bakteri 2,6 × 104 koloni/gram, cemaran kapang 3,8 × 103 koloni/gram
Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Anti Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjarahranie
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman kesehatan penduduk dunia pada saat ini. Jumlah penderita diabetes terus meningkat seiring dengan berubahnya pola makan dan gaya hidup. Obat-obat yang digunakan dalam terapi diabetes merupakan salah satu obat yang perlu dievaluasi karena obat-obat anti diabetes (OAD) merupakan obat yang digunakan untuk jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui katakteristik dan pola pengobatan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. metode penelitian ini adalah deskriptif prospektif, Sampel yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan dari hasil wawancara pasien dan rekam medik. Dari hasil penelitian pada 40 subjek didapatkan distribusi penderita diabetes tipe 2 terbanyak pada usia 46-60 tahun yaitu 15% dan lebih banyak perempuan yakni 57%. kadar gula darah 2 jam setelah makan yang terbanyak yaitu ? 200 mg/dL sebanyak 90%. Diagnosa pasien dengan Komplikasi yaitu 70%, tingkat pendidikan pasien terbanyak SMP yakni 27%, tingkat pekerjaan terbanyak swasta yakni 38 %. Penggunaan obat anti diabetes yang banyak digunakan yakni obat kombinasi antara golongan sulfonuiurea dan biguanid yakni metformin dan glimepirid sebanyak 28%. Sedangkan penggunaan kombinasi insulin rapid acting (aspart) dan long acting basal (detemir) sebanyak 13% dan penggunaan kombinasi tiga yakni glimepirid, metformin dan akarbose sebesar 13%
Aktivitas Tabir Surya Fraksi N-Heksana Buah Libo Berdasarkan Nilai SPF
Libo (Ficus variegata Blume.) merupakan tumbuhan liar yang telah diketahui berpotensi sebagai sumber antioksidan potensial. Semakin baik aktivitas antioksidan suatu senyawa maka semakin besar pula nilai sun protection factor (SPF) dari senyawa tersebut. Penentuan kategori tabir surya dan nilai SPF fraksi n-heksana buah libo dilakukan secara in-vitro menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Konsentrasi terbaik untuk kategori tabir surya fraksi n-heksana adalah 300 dan 400 ppm. Berdasarkan nilai % Te dan % Tp, fraksi n-heksana termasuk kategori perlindungan ekstra dan sunblock. Sedangkan berdasarkan nilai SPF > 20 menunjukkan bahwa fraksi n-heksana termasuk ke dalam kategori proteksi ultra dalam efektivitas tabir surya
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus)
Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus rosus) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan fraksi n-heksan mengandung tanin, fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan tanin, serta fraksi n-butanol mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin dan terpenoid. Sementara, nilai IC50 yang diperoleh dari metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara memiliki potensi antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 142,914 ppm, fraksi n-heksan dengan nilai IC50 sebesar 503,037 ppm, fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 50,069 ppm, dan fraksi n-butanol dengan nilai IC50 sebesar 170,122 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara berpotensi sebagai antioksidan, hal ini ditandai dengan nilai IC50 yang diperoleh dan dengan adanya senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan
Profil Pengetahuan Antibiotika Amoksisilin Masyarakat Desa Batu-Batu, Kutai Kartanegara
Antibiotika digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dan penggunaannya harus tepat dan benar untuk menghindari resistensi bakteri. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimana pemahaman antibiotik oleh masyarakat di desa Batu-Batu, Kutai Kartanegara khususnya antibiotika amoksisilin, serta memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai antibiotika amoksisilin. Metode dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah secara acak dengan umur 17-55 tahun dan dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pekerjaan masyarakat di desa Batu-Batu. Dari data yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap antibiotika amoksisilin rendah, dan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan serta jenis kelamin masyarakat desa Batu-Batu
Potensi Ekstrak Daun Pisang (Musa textilis Née) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah
Tanaman pisang telah umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat dalam pengobatan tradisional. Masyarakat Mahakam Ulu secara empiris menggunakan daun kering pisang sebagai obat untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) dan potensinya dalam menurunkan kadar gula darah secara invivo dengan menggunakan metode toleransi glukosa. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawa flavonoid. Ekstrak daun kering pisang memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit galur Swiss Webster pada dosis uji 100, 200 dan 400 mg/kgBB. Simpulan penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) berpotensi sebagai penurun kadar gula darah