Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Turi (Sesbandia grandiflora Pers.) Sebagai Antiinflamasi
Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antiinflamasi dari ekstrak etanol daun turi (Sesbandia grandiflora Pers.). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun turi memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, dosis terbaik ekstrak etanol daun turi adalah 250 mg/kgBB tetapi potensi ekstrak masih lebih kecil dibandingkan dengan natrium diklofenac
Kajian Pengobatan dan Kepatuhan Pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD A.W Sjahranie Samarinda
Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan penyakit yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang resistan terhadap dua obat anti-tuberkulosis (OAT) yang paling poten yaitu Isoniazid (INH) dan Rifampisin (RIF). Terjadinya resistan dapat disebabkan pengobatan yang tidak adekuat dan faktor pasien yaitu ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan MDR-TB dan hubungan kepatuhan responden dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data menggunakan case control secara prospektif. Hasil analisis penelitian ini ditemukan kepatuhan responden dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki 72,73% dan 90% perempuan, sedangkan berdasarkan usia kepatuhan tertinggi yaitu pada rentang usia 20-34 tahun (80%). Pekerjaan salah satu karakteristik faktor kepatuhan responden dalam pengobatan dimana kepatuhan terbesar yaitu responden yang tidak bekerja sebesar 88,9%, sedangkan tingkat kepatuhan berdasarkan tempat berobat menunjukkan angka sebesar 80,95% melalui satelit dan pusat 72,7%. Sebanyak 76,19% responden MDR-TB tanpa penyakit penyerta dan 81,8% responden MDR-TB dengan penyakit penyerta patuh dalam pengobatan. Pola pengobatan diberikan sesuai dengan standar OAT yang telah ditetapkan oleh nasional (6 Km-E-Etho-Levo-Z-Cs/ 18 E-Etho-Levo-Z-Cs), dimana tingkat kepatuhan terbesar yaitu pada tahap lanjutan 80%, sedangkan pada tahap intensif tingkat kepatuhan sebesar 71,43%. Sehingga secara keseluruhan tingkat kepatuhan responden MDR-TB cukup tinggi dengan hasil 78,12%
Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis) Terhadap Tikus Putih Galur Wistar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak bunga bugenvil terhadap edema buatan pada tikus Wistar dan mengetahui dosis ekstrak etanol bunga bugenvil yang paling efektif terhadap penurunan volume edema tikus jantan yang diinduksi karagenan 1 %. Subjek penelitian ini adalah 15 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok; kontrol negatif (NaCMC 0,5 %), kontrol positif (Natrium diklofenak 0,9 mg/kgBB), kelompok perlakuan (200mg/kgBB, 250mg/kgBB, 300mg/kgBB), diberikan secara oral. Telapak kaki belakang kanan tikus disuntikkan secara subkutan karagenan 1% untuk memicu inflamasi. Pengukuran volume edema dilakukan dengan menggunakan pletismometer dalam selang waktu 30 menit selama 330 menit. Data selanjutnya dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dan dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan analisis Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga bugenvil mampu menurunkan volume edema pada kaki tikus putih galur wistar yang diinduksi karagenan 1 % dan dosis efektif ekstrak bunga bugenvil sebagai antiinflamasi adalah pada dosis 250 mg/kgBB. Selanjutnya dilakukan uji potensi ekstrak bunga bugenvil dosis 250 mg/kgBB dengan kontrol positif menggunakan uji t dan terlihat bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada pemberian ekstrak bunga bugenvil 250 mg/kgBB dengan kontrol positif
Studi Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Periode Januari-Desember 2014
PPOK merupakan suatu jenis penyakit kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas yang disebabkan oleh inflamasi kronik akibat pajanan partikel atau gas berbahaya. PPOK memiliki prevalensi tinggi dan menjadi penyakit enam besar penyebab kematian di dunia. Telah dilakukan Studi Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Periode Januari-Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien PPOK yang meliputi umur, jenis kelamin dan penyakit penyerta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan metode retrospektif. Teknik pengambilan data secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 54 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PPOK paling banyak diderita oleh laki-laki sebanyak 47 kasus dengan persentase 87% dan perempuan sebanyak 7 kasus dengan persentase 13%. Berdasarkan umur yang paling banyak menderita PPOK dengan umur >60 tahun sebanyak 27 kasus (50%), umur 50-59 tahun sebanyak 17 kasus (31%), umur 40-49 tahun sebanyak 10 kasus (19%). Jenis PPOK yang banyak diderita pasien adalah PPOK tipe 1 (ringan) sebanyak 40 kasus (74%) dan PPOK tipe 2 (sedang) sebanyak 14 kasus (26%). Berdasarkan penyakit penyerta, PPOK dengan pneumonia sebanyak 20 kasus (37%), PPOK dengan asma sebanyak 3 kasus (6%), PPOK dengan TB sebanyak 3 kasus (6%) PPOK tanpa penyakit penyerta sebanyak 28 kasus (51%)
Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis
Sediaan gel antibakteri umumnya merupakan suatu sediaan semipadat yang jernih, tembus cahaya dan mengandung zat aktif, merupakan dispersi koloid mempunyai kekuatan yang disebabkan oleh jaringan yang saling berikatan pada fase terdispersi, yang dapat menghambat atau membunuh bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang digunakan masyarakat sebagai penghilang bau mulut dan penghilang bau badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan gel dari ekstrak metanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Ekstrak yang digunakan merupakan ekstrak metanol yang diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi. Uji aktivitas dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi ekstrak ialah 4%, 5%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan gel ekstrak metanol bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Kersen (Muntingia calabura L.)
Seduhan kulit batang Tumbuhan Kersen (Muntingia calabura L.) sering digunakan sebagai obat tradisional. Hasil Skrining fitokimia ekstrak dan fraksi kulit batang kersen menunjukkan Adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan terpenoid. Nilai IC50 ekstrak dan fraksi kulit batang kersen dengan menggunakan metode DPPH untuk ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi tidak larut dari kulit batang Tumbuhan Kersen berturut-turut adalah sebesar 19,63 ppm, 34,38 ppm, 10,65 ppm, dan 18,70 ppm, sedangkan IC50 kontrol positif (vitamin C) adalah 14,77 ppm. Ekstrak kulit batang kersen berpotensi sebagai antioksidan
Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Yoghurt Sari Buah Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Bakteri Flora Usus
Yoghurt adalah produk hasil fermentasi yang mengandung asam laktat, dan bakteriosin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam usus. Sirsak (Annona muricata L.) mengandung vitamin C, gula, dan protein yang memberikan energi bagi proses metabolisme bakteri asam laktat dalam yoghurt sehingga meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dan menghasilkan lebih banyak senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total BAL, pH, dan aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Pengujian total BAL dilakukan dengan menggunakan metode hitung cawan (Total Plate Count) dalam medium MRSA (Man Ragosa Shapre Agar). Pengujian aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak dilakukan dengan metode sumuran (well diffusion). Hasil total BAL yoghurt sari buah sirsak pada konsentrasi 0 % (38 x 109), 15 % (10 x 109), 20 % (18 x 109), 25 % (45 x 109), 50 % (22 x 109), , dan 75 % (17 x 109). Nilai pH dari yoghurt sari buah sirsak berkisar antara 4-5. Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan zona bening 0 % (0 mm),15 % (5,51 mm), 20 % (6,63 mm), 25 % (7,23 mm), 50 % (7,64 mm), dan 75 % (7,16 mm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae menunjukkan zona bening 0 % (0 mm), 15 % (4,05 mm), 20 % (4,56 mm), 25 % (4,74 mm), 50 % (4,91 mm), dan 75 % (5,39 mm). Berdasarkan total BAL, pH dan aktivitas antibakteri, yoghurt dengan penambahan sari buah sirsak yang paling baik adalah pada konsentrasi 25 %
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Sambal (Citrus microcarpa) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen
Daun jeruk sambal (Citus Microcarpa) merupakan jenis tanaman yang telah tersebar diseluruh indonesia. Daun jeruk sambal merupakan jenis buah-buahan yang memiliki rasa yang cukup asam dan daunnya memiliki aroma yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari daun jeruk sambal terhadap beberapa bakteri uji serta mengetahui konsentrasi terbaik sebagai antibakteri. Sampel dikumpulkan kemudian dilakukan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Bakteri yang diuji ialah Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Pengujian antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan medium natrium agar konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil yang didapat dengan mengukur zona bunuh dari setiap konsentrasi dengan paper disc. Diameter zona bunuh bakteri Escherichia coli (8,11 mm), Bacillus subtilis sebesar (7,57 mm), Staphylococcus aureus (7,19 mm) dan Salmonella typhi (7,59 mm). Konsentrasi terbaik sebagai antibakteri ekstrak etanol 96% daun jeruk sambal dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50%
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang Pulai (Alstonia scholaris) Terhadap Bakteri Escherichia coli Secara In Vivo: Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract of Pulai (Alstonia scholaris) Stem Bark Against Escherichia coli Bacteria In Vivo
Pulai (Alstonia scholaris) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Diare merupakan kondisi yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang pulai pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi bakteri Escherichia coli penyebab diare. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan menghitung penurunan jumlah koloni bakteri pada feses dan secara in vivo dengan mengamati kejadian diare. Variasi dosis ekstrak yang digunakan yaitu 50 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB, dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif serta akuades sebagai kontrol negatif. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Paired T-Test, pemberian ekstrak etanol kulit batang pulai pada dosis 250 mg/kgBB menunjukkan aktivitas antibakteri paling efektif dibandingkan dengan dosis lain
Analisis Efek Samping Penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) di Instalasi Rawat Jalan RSD BLUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor: Analysis of Side Effects of Using Antituberculosis Drugs in the Outpatient Departments of RSD BLUD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor
Tuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini diobati dengan Obat Antituberkulosis (OAT) menggunakan obat kombinasi sehingga sebagian besar pasien mengalami efek samping. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analisis secara deskriptif dan analitik dengan pengambilan data secara prospektif menggunakan data rekam medik dan wawancara pada pasien. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik pasien, mengetahui ketepatan obat pasien dan mengetahui efek samping yang terjadi pada pasien TB di instalasi rawat jalan RSD BLUD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor. Hasil karakteristik pasien terbanyak yang didapatkan dari 26 responden yaitu pasien perempuan sebanyak 14 pasien (53,85%), mayoritas pasien pada rentang usia >46 tahun sebanyak 12 pasien (46,15%), pasien tidak bekerja sebanyak 15 pasien (57,70%), tahap pengobatan tertinggi pada tahap intensif 15 pasien (57,70%) dan hasil pemeriksaan terbanyak pada TCM+ 19 pasien (73,08%). Tingkat kepatuhan pasien tertinggi pada tingkat ”sedang” (73,08%). Angka kejadian Efek Samping yang terjadipada pasien yaitu air seni berwarna merah 96,63%, nafsu makan berkurang 74,51%, mual 57,43%, gatal pada kulit 22,59%, nyeri ulu hati 18,26%, muntah 16,34%, demam 7,68% dan gangguan keseimbangan 5,28%