Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
    420 research outputs found

    Penentuan Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol, Fraksi Etanol, Fraksi Etil Asetat dan Fraksi n-Heksan Daun Rambusa (Passiflora foetida): Determination of Secondary Metabolites of Ethanol Extract, EthanolFraction, Ethyl Acetate Fraction and n-Hexane Fraction of RambusaLeaves (Passiflora foetida)

    No full text
    Daun Rambusa memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan,antidiabetes, dan antiinflamsi. Peran metabolit sekunder menjadi langkah pentingdalam mengindentifikasi kandungan bioaktif terhadap aktivitas yang dimiliki daunrambusa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metabolit sekunder yangterkadung dalam ekstrak etanol, fraksi etanol, etil asetat dan n-heksan daun rambusa.Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan metodekualitatif menggunakan pereaksi tertentu untuk menentukan golongan metabolitsekunder yang ada pada ekstrak dan fraksi daun rambusa Hasil menunjukkan bahwaekstrak etanol positif alkaloid, flavonoid, saponin dan terpenoid. Pada fraksi etanolpositif alkaloid, fraksi etil asetat positif flavonoid dan tanin serta fraksi n-heksan positifterpenoid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun rambusa positifmengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid.

    Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hand Cream Minyak Atsiri Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa)

    No full text
    Hand cream merupakan sediaan yang digunakan untuk penggunaan di area punggung dan telapak tangan yang ditambahkan minyak atsiri bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) sebagai agen pengaroma. Penggunaan asam stearat dan trietanolamin sebagai emulsifier dalam sediaan hand cream dapat membentuk emulsi tipe minyak dalam air yang stabil. Penelitian dimulai dengan melakukan optimasi basis hand cream menggunakan kombinasi asam stearat dan trietanolamin. Basis hand cream dibuat 3 formula dengan asam stearat pada range konsentrasi 8−16% dan trietanolamin pada range konsentrasi 0,5−1,5%, kemudian dievaluasi fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji tipe emulsi. Formula basis terbaik diformulasikan dengan minyak atsiri bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) dengan variasi konsentrasi masing-masing sebesar 0,5%, 1%, dan 1,5%. Formula sediaan hand cream terbaik pada konsentrasi minyak atsiri 0,5% diuji stabilitas termodinamika (Freeze-Thaw). Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan hand cream stabil secara termodinamika

    Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.): Antioxidant Activity Test of Ethanol of Belimbing Wuluh Fruits (Averrhoa bilimbi L.)

    No full text
    Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) belongs to the Oxalidaceae family. The Bilimbi plant contains oxalate, phenol, flavonoid compounds which act as antioxidants and antibaterials. In previous studies Belimbing Wuluh has an antioxidant activity value of 91.89%. The fructus Bilimbi extracted by maceration method using 96% ethanol. The fructus Bilimbi purpose of this study was to determine the yield and the antioxidant activity of the ethanol extract from Bilimbi fructus this study resulted in a yield of 12% antioxidant activity tested by DPPH method (1,1 -diphenyl-2-picrylhydrazyl) from the extract various concentrations five replications of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300 ppm. Then absorbance was measuring by UV-Vis spectrophotometry with maximum wavelength 516 nm. The antioxidant activity result showed that the IC50 value was 78,313 µg/mL. this indicaticates that the fructus Bilimbi exctract has strong antioxidant activity because it has an IC50 value less than 50 – 100 µg/mL

    Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Sesar (Cesarean section) Di RSUD A.W.S Samarinda

    No full text
    Bedah Sesar adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan bagian perut. Wanita pada jaman modern saat ini lebih menyukai ahli kandungan dan melahirkan dengan bantuan ahli kandungan karena dalam kenyataannya dengan cara ini angka kematian bayi dan wanita yang melahirkan dapat ditekan serendah mungkin. WHO melaporkan dari 137 negara ditemukan bahwa terdapat 69 negara (50,4%) yang memiliki angka persalinan bedah sesar (Cesarean section) >15%. Penelitian ini bermaksud untuk mendapatkan data penggunaan antibiotik pada pasien bedah sesar (Cesarean section) di RSUD Abdul wahab Sjahranie Samarinda yang dilihat dari aspek jenis dan golongan antibiotik, rute, dosis, frekuensi, dan waktu pemberian dan menilai kualitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar (Cesarean section) berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluative dengan pengambilan data secara retrospektif pada 120 catatan rekam medik pasien bedah sesar. Data yang diambil pada bulan Januari hingga Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien bedah sesar terbanyak adalah pasien usia 20-35 tahun sebesar 85,83%, pasien dengan indikasi terbanyak adalah persalinan preterm sebesar 20% dan berdasarkan analisis kualitas penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens menunjukkan penggunaan antibiotik kategori IV ialah 100%

    Skrinning Fitokimia Infusa Bawang Putih (Allium sativum) dan Infusa Kemangi (Ocimum basilicum): Phytochemical Screening of Garlic (Allium sativum) and Basil (Ocimum basilicum) Infusions

    No full text
    Bawang putih (Allium sativum) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman yang biasa di konsumsi dan juga digunakan sebagai obat herbal. Bawang putih (Allium sativum)  diketahui mengandung senyawa flavonoid, saponin, allicin. Sedangkan kemangi (Ocimum basilicum)  mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan eugenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan senyawa metabolit sekunder dari infusa bawang putih dan infusa kemangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini infudasi. Hasil penelitian rendemen infusa bawang putih 70% dan infusa kemangi sebesar 20%, pada pengujian Skrining fitokimia menunjukkan bahwa infusa bawang putih mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin sedangkan infusa kemangi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, terpenoid, dan steroid. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen dari ekstrak bawang putih tidak kurang dari 26% dan infusa kemangi tidak kurang dari 5,6% sehingga memenuhi standar dari farmakope herbal

    Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes : Phytochemical Screening and Antibacterial Activity Test of Bidara (Ziziphus mauritiana) Leaf Extract Against Propionibacterium acnes Bacteria

    No full text
    Bidara (Ziziphus mauritiana) merupakan salah satu tanaman di Indonesia yang telah banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Salah satu khasiat yang terdapat pada tanaman ini ialah sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rendemen, senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bidara memiliki nilai rendemen sebesar 14,97% dengan beberapa senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, ekstrak daun bidara dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan kategori sedang pada kosentrasi 15% dan 20% dengan zona hambat sebesar 5,41 mm dan 6,43mm

    Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Kalus Pada Eksplan Daun Sirih Hitam (Piper acre Blume)

    No full text
    Sirih hitam memiliki banyak manfaat dibidang kefarmasian hanya penggunaannya masih sangat terbatas karena sulit untuk diperoleh oleh karena itu dilakukan upaya pengembangbiakan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi efektif zat pengatur tumbuh yang dapat menumbuhkan kalus daun sirih hitam. Eksplan daun sirih hitam ditumbuhkan pada medium Murashige Skoog dengan variasi konsentrasi zat pengatur tumbuh Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dengan perbandingan beruturut-turut IBA 1 ppm : BAP 2 ppm; IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2,5 ppm : BAP 2 ppm; dan IBA 3 ppm : BAP 2 ppm. Hasil yang didapatkan adalah kalus tumbuh pada medium Murashige Skoog dengan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm

    Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Walp)

    No full text
    Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan infeksi kulit. Terdapat beberapa tanaman yang berpotensi aktif sebagai antibakteri seperti tanaman kelor dan tanaman salam dengan kandungan kimia golongan flavonoid, alkaloid, dan fenol yang berperan dalam menghambat aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor dan daun salam terhadap bakteri E. coli dan S.aureus. Metode yang digunakan yaitu metode disc diffusion. Konsentrasi terbaik yang dihasilkan ekstrak daun kelor yaitu pada konsentrasi 4% dengan zona bening sebesar 7,209 mm untuk E.coli dan 7,718  mm untuk S.aureus, sedangkan pada daun salam pada konsentrasi 2% sebesar 7,278 mm untuk E.coli dan 7,773 mm untuk S.aureus. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kombinasi ekstrak dengan perbandingan 1:1, 1:2 ,2:1 , dan 2:2 terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Hasil penelitian menunjukkan, nilai KBM masing-masing perbandingan tersebut adalah 9,080 mm; 9,704 mm; 9,573 mm; 10,111 mm untuk bakteri E.coli, sedangkan bakteri S.aureus 7,805 mm; 9,092 mm; 9,077 mm; 9,780 mm. Kesimpulan dari pengujian ini bahwa kombinasi ekstrak memiliki efek antibakteri terhadap Eschericia coli dan Staphylocccus aureus

    Observasi Klinik Perubahan Kadar Malondialdehid pada Perokok dan Non-Perokok dengan Pemberian Minuman Antioksidan Jus Buah Naga Merah (H.Polyrhizus)

    No full text
    Malondialdehid (MDA) adalah salah satu biomarker terjadinya stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) terhadap kadar MDA urin pada responden perokok dan non-perokok. Pemberian jus buah naga merah dilakukan selama 7 hari dengan dosis 200 gram/orang. Diukur kadar MDA responden perokok dan non-perokok pada hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7 dan dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada ?= 531 nm. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata penurunan kadar MDA urin pada 5 responden perokok secara berturut-turut adalah 1,140;0,527;0,421;0,038;0,052 mg/dl (rata-rata= 0,435 mg/dl). Sedangkan 3 responden non-perokok, terjadi penurunan kadar MDA urin yaitu 1,033;0,505;0,842 mg/dl (rata-rata=0,793 mg/dl) dan terjadi kenaikan MDA urin pada 2 responden non-perokok yaitu 0,123;0,271 mg/dl (rata-rata=0,197 mg/dl). Dari data observasi klinik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) memiliki aktifitas sebagai antioksidan

    Efektivitas Penyuluhan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Menggunakan Metode Reminder dan Booklet Di Instalasi Rawat Jalan RSUD A.W. Sjahranie

    No full text
    Pengetahuan pasien tentang penyakit dan terapi DM memegang peranan penting dalam mengontrol kadar glukosa darah serta kepatuhan pasien dalam menjalankan terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi berupa booklet dan reminder terhadap kadar glukosa darah dan kepatuhan pasien DM tipe2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD A. W. Sjahranie dibandingkan dengan kontrol. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan metode eksperimen. Hasil penelitian berdasarkan umur paling banyak berusia   56-65 tahun dengan persentase pada sampel 43,33% dan kontrol 46,67%, berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yakni 60% pada sampel dan 56,67% pada kontrol, berpendidikan SMA sampel 70% dan kontrol 65%, dan paling banyak berprofesi sebagai ibu rumah tangga dengan persentase pada sampel 55% dan kontrol 51,67%. Pada kelompok edukasi mayoritas pasien mengalami penurunan kadar glukosa darah tetapi hal ini tidak terjadi pada kelompok kontrol. Berdasarkan sisa obat (pill count) diperoleh kepatuhan pada kelompok edukasi 35 pasien (58,33%) dan kelompok kontrol 12 pasien (20%). 28 pasien dari 35 pasien yang patuh mengalami penurunan kadar glukosa darah sedangkan pada kelompok kontrol 10 pasien dari 12 pasien yang patuh mengalami penurunan kadar glukosa darah

    42

    full texts

    420

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇