Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
    420 research outputs found

    Kajian Pola Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rapak Mahang

    No full text
    Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan dan keberhasilan pengobatan pada pasien TB paru di Puskesmas Rapak Mahang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan retrospektif 57 data pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan 58% laki-laki dan 42% perempuan penderita TB. Berdasarkan usia 61,5% terjadi pada usia dewasa, 35% pada usia lansia, dan 3,5% pada usia remaja. Berdasarkan kategori pengobatan 96% pasien termasuk dalam kategori 1 dan 4% termasuk dalam kategori 2. Berdasarkan hasil pengobatan sebanyak 84% pasien sembuh, 11% pasien gagal, dan 5% pasien meninggal. Pasien meninggal tidak dilakukan observasi lanjutan mengenai penyebab kematiannya

    Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien Diabetic Foot di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Agustus-Oktober 2016

    No full text
    Kasus ulkus dan gangren diabetik merupakan kasus diabetic foot yang banyak dirawat di rumah sakit. Untuk menanggulangi penyakit ini digunakan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri penginfeksi diabetic foot uji kepekaan bakteri terhadap beberapa antibiotik pilihan. Penelitian ini dilakukan secara prospektif. Pengoleksian sampel diawali dengan pengumpulan rekam medis pasien, kemudian dilanjutkan dengan pengoleksian sampel pus (nanah). Setelah itu dilakukan kultur bakteri yang dilanjutkan dengan karakterisasi yang meliputi uji mikroskopi dengan pengecatan gram. Selanjutnya dilakukan identifikasi biokimia dan uji sensitivitas antibiotik dengan menggunakan Vitex 2 system version 06.01 (biomereux). Berdasarkan pola kepekaan bakteri didapatkan Acinetobacter sp muncul sebagai bakteri  resisten 100 % terhadap (amoksiklav dan 60 % koloninya resisten terhadap seftriakson dan sefotaksim) Pseudomonas aeruginosa yang resisten 100 % terhadap Amoksiklav, Seftriakson, Sefotaksim. Sedangkan MRSA dan S. haemolyticus  resisten terhadap semua turunan Methicillin dan Betalaktam

    Aktivitas Antijamur Sediaan Gel dengan Bahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Turi (Sesbania grandiflora L)

    No full text
    Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antijamur dari daun Sesbania grandiflora L yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari daun Sesbania grandiflora L yaitu dengan mengamati zona hambat ekstrak dan sediaan gel terhadap jamur Malasezzia furfur. Aktivitas antijamur ekstrak ditentukan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penghambatan pertumbuhan jamur. Aktivitas antijamur ekstrak daun turi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% diuji terhadap jamur Malasezzia furfur, konsentrasi terbaik terdapat pada konsentrasi 7,5% terhadap jamur Malasezzia furfur. Basis gel dibuat dengan konsentrasi  1%, 1,5% dan 2% dengan bahan utama carbopol, konsentrasi basis gel terbaik terdapat pada konsentrasi 1% yang diuji secara organoleptis dan fisik, kemudian dicampurkan basis 1% dengan eksstrak 2,5% dan diuji aktivitas antijamur. Zona hambat ekstrak dibandingkan dengan sediaan gel yang telah dibuat

    Pengaruh Drug-Drug Interactions (DDI’s) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Salah Satu Rumah Sakit Di Samarinda

    No full text
    Banyak faktor yang mengakibatkan target terapi tidak tercapai dalam suatu pengobatan, salah satunya adalah terjadinya interaksi obat-obat. Hipertensi merupakan penyakit dengan kemungkinan besar komplikasi yang akan berdampak dalam penggunaan obat yang kompleks atau polifarmasi serta penggunaannya dalam jangka waktu yang panjang sehingga meningkatkan pula risiko terjadinya interaksi obat-obat. Interaksi obat-obat didentifikasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pencapaian target terapi hipertensi. Studi kohort retrospektif ini dianalisis dengan chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi obat-obat yang didentifikasi melalui drugs.com database memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tercapainya target terapi hipertensi (<140/90 mmHg) terhadap penurunan tekanan darah sistol (p value 0,03) dan diastol (p value 0,01). Pasien yang mengalami interaksi obat-obat berisiko mengalami tekanan darah sistol tidak terkontrol (?140 mmHg) sebesar 3,30 kali lebih besar dibandingkan pasien yang di dalam terapinya tidak mengalami interaksi obat-obat (95% CI 1,10-9,86). Pasien yang mengalami interaksi obat-obat berisiko mengalami tekanan darah diastol tidak terkontrol (?90 mmHg) sebesar 4,00 kali lebih besar dibandingkan pasien yang di dalam terapinya tidak mengalami interaksi obat-obat (95% CI 1,33-12,03). Dibutuhkan penelitian lain yang serupa dengan jumlah subjek yang lebih banyak dan data dikumpulkan secara prospektif untuk mengetahui interaksi obat-obat aktual

    Identifikasi Metabolit Sekunder dan Bioaktifitas Ekstrak Metanol Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus B.)

    Get PDF
    Stres oksidatif merupakan salah satu penyebab penyakit degeneratif di Indonesia. Stres oksidatif adalah keadaan dimana jumlah radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan di dalam tubuh. Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus B.) adalah tanaman yang kaya akan kandungan flavonoid dan saponin. Dimana  senyawa-senyawa tersebut telah banyak dilaporkan sebagai agen antioksidan. Hal ini melatarbelakangi peneliti untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak metanol umbi suweg dan uji daya antioksidan dalam ekstrak metanol umbi suweg secara kualitatif. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif yaitu metode uji tabung dengan pereaksi tetes dan menggunakan metode lempeng KLT dengan pereaksi semprot. Uji daya antioksidan seraca kualitatif dilakukan pada lempeng KLT dengan pereaksi semprot 0,008% DPPH dalam metanol. Identifikasi metabolit sekunder dan uji aktifitas antioksidan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) terhadap ekstrak metanol umbi suweg menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid , serta aktivitas antioksidan

    Analisis Kadar Total Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelubut (Passiflora foetida L.)

    No full text
    Dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kadar Total Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelubut (Passiflora foetida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total flavonoid serta potensi antioksidan ekstrak daun kelubut (Passiflora foetida). Pengujian kandungan total flavonoid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi dan alumunium klorida, gambaran hasil flavonoid yaitu menggunakan ekuivalen kuersetin sebagai standar. Sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dan gambaran aktivitas antioksidan yaitu dinyatakan dengan IC50. Hasil yang didapat lalu dihitung dengan menggunakan analisis data regresi linier. Hasil kadar total flavonoid tertingi terdapat pada fraksi etil asetat sebesar 5.44 mg QE/g dan hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak daun kelubut (P. foetida) berpotensi sedang yang terdapat pada fraksi etil asetat sebesar 105.840 ppm

    Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Batang Banyuru (Pterospermum celebiqum Miq.) Dengan Variasi Phytocream®

    No full text
    Telah dilakukan penelitian Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Batang Banyuru (Pterospermum Celebiqum Miq.) Dengan Variasi Phytocream® Penelitian ini mengenai pengaruh emulgator phytocream® terhadap kestabilan fisik sediaan krim dari ekstrak etanol kulit batang banyuru (Pterospermum celebiqum Miq.). Dengan tujuan penelitian, untuk mendapatkan suatu sediaan dengan formula krim yang stabil, menggunakan emulgator phytocream® tipe M/A dari ekstrak etanol kulit batang banyuru. Ekstrak etanol kulit batang banyuru diperoleh dari hasil maserasi dengan etanol 96%. Di rotavaporasi dan liofilisasi untuk mendapatkan ekstrak kering. Ekstrak etanol kulit batang banyuru diformulasi dalam sediaan krim dalam variasi konsentrasi emulgator phytocream® 5, 7, dan 9 %. Evaluasi kestabilan fisik krim meliputi uji organoleptis, kriming, viskositas, pH dan pengukuran tetes terdispersi serta inversi fase sebelum dan setelah kondisi penyimpanan dipercepat selama 12 jam pada suhu 5°C dan 35°C. Pengamatan menunjukkan tidak ada perubahan secara organoleptis, warna dan bau pada tiga formula krim. Data penelitian menunjukkan secara signifikan tidak terjadi adanya kriming, inversi fase, perubahan viskositas, pH, dan ukuran fase terdispersi. Hasil penelitian pada tiga formula krim tipe M/A dengan variasi konsentrasi emulgator phytocream®  adalah stabil secara fisik

    Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia) Secara In-Vitro

    Get PDF
    Curcuma caesia memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan yang tinggi memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas tabir surya. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk menyerap atau memantulkan sinar matahari sehingga dapat mencegah gangguan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan potensi tabir surya dari kunyit hitam (Curcuma caesia). Metode yang digunakan dimulai dari pengumpulan sampel, ekstraksi dengan cara maserasi, dan pengujian tabir surya secara in-vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm yang diukur pada panjang gelombang UV yaitu 292,5-372,5 nm. Berdasarkan hasil pada penelitian, konsentrasi efektif ekstrak sebagai tabir surya yakni pada konsentrasi 150 ppm dengan %Te sebesar 5,760 dan %Tp sebesar 0,816 serta profil tabir surya ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh adalah %Te termasuk dalam kategori proteksi ekstra sedangkan %Tp termasuk dalam kategori sunblock

    Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.)

    No full text
    Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) adalah salah satu tanaman obat yang secara empiris berpotensi sebagai obat antidiabetes, obat antimalaria dan obat antikanker. Daun Afrika diharapkan dapat menghambat peningkatan radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar matahari karena Daun Afrika mengandung senyawa flavanoid yang merupakan senyawa antioksidan dan senyawa fotoprotektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai IC50 sebagai nilai aktivitas antioksidan Daun Afrika menggunakan metode DPPH, dan juga mengetahui nilai persentase transmisi eritema (% Te) dan persentase transmisi pigmentasi (% Tp) ekstrak yang kemudian dimasukkan kedalam kategori profil aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol Daun Afrika memiliki nilai IC50 sebesar 175, 021 ppm. Aktivitas tabir surya pada konsentrasi 50 ppm-250 ppm sangat baik digunakan sebagai pencegahan dari pigmentasi kulit dengan profil tabir surya sunblock dan perlindungan ekstra, namun aktivitasnya sangat rendah dalam mencegah terjadinya eritema pada kulit dengan nilai % Te yang berada di atas 18%

    Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Delile) dan Aktivitas Antibakterinya

    No full text
    Secara empiris daun afrika (Vernonia amygdalina delile) telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai tumbuhan obat, salah satunya penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sabun cair merupakan sabun yang memiliki bentuk cairan menghasilkan busa lebih banyak daripada sabun padat sehingga lebih menarik. Penelitian ini, memiliki tujuan untuk membuat kemanfaatan daun afrika tersebut dapat dengan mudah untuk diaplikasikan, sehingga diformulasikan dalam bentuk sabun cair yang memenuhi standar juga memiliki efek antibakteri. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif dan kuantitatif eksperimental laboratorium. Ekstrak didapatkan dengan maserasi simplisia dengan etanol 96%, lalu dibuat variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% dalam sediaan. Basis formula dibuat dengan memvariasikan konsentrasi VCO yaitu 20%, 25%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula basis 1 (F1) dengan konsentrasi ekstrak 5% memiliki karakteristik optimum, hasil uji organoleptik warna hijau tua, berbentuk cairan yang memiliki wangi khas peppermint, nilai pH 10,80, viskositas 19 dpa.s, bobot jenis 1,086 g/mL, kadar air 29,5%, stabilitas busa 95,56%, dan kadar asam lemak bebas 0,33%. Hasil uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escerichia coli menunjukkan diameter daya hambat sebesar 23,8 mm dan 25 mm berturut-turut

    42

    full texts

    420

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇