Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
    420 research outputs found

    Kajian Pengobatan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC)

    No full text
    Gagal ginjal gronik merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan yang bersifat persisten dan menetap. Pasien gagal ginjal kronik umumnya disertai dengan penyakit penyerta lain sehingga meningkatkan kompleksitas pengobatan dan meningkatnya jumlah penggunaan obat yang juga akan meningkatkan potensi Drug Related Problems (DRP’s). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan dan mengidentifikasi DRP’s pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). DRP’s yang diidentifikasi adalah interaksi obat potensial. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) periode Januari 2017- Agustus 2017 dan diperoleh 21 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik didominasi oleh perempuan 61,91%, pada kelompok usia 46 – 55 tahun (lansia awal) 57,14 %. Penyakit penyerta terbanyak adalah Diabetes Melitus 30,76%. Jumlah penggunaan obat responden  umumnya menggunakan 6 – 10 obat sebanyak 10 pasien (47,62 %) dengan penggunaan terbanyak obat sistem kardiovaskular 31,66%. DRP’s yang ditemukan yaitu interaksi obat,  berdasarkan dengan presentase tingkat keparahan yaitu mayor 1,72%, moderate 53,45 dan minor 44,82%

    Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    No full text
    Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%

    Efek Anti Inflamasi Sari Buah Nanas (Ananas comosus L.) dan Apel Hijau (Pyrus malus L.) pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.)

    No full text
    Inflamasi merupakan suatu respons protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan trauma fisik, zat kimia, atau zat mikrobiologik. Nanas mengandung enzim bromelain yang merupakan enzim proteolitik dan apel mengandung senyawa-senyawa flavonoid seperti kuersetin, keduanya memiliki efek antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi sari buah nanas (Ananas comosus L.) dan apel hijau (Pyrus malus L.) sebagai anti inflamasi dengan metode pletismometer setiap 60 menit selama 6 jam yang dibandingkan dengan natrium diklofenak. Hewan uji diberikan secara oral 1 jam sebelum diinduksi dengan 0,1 mL karaginan 2%. Hewan uji dibagi ke dalam IV kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol (-) Na CMC 0,5% , kelompok II kontrol (+) natrium diklofenak 50 mg, kelompok III konsentrasi terbaik nanas tunggal 60%, dan kelompok IV konsentrasi terbaik apel tunggal 56%. Hasil volume telapak kaki yang didapatkan, dilaporkan secara deskriptif antara sari buah nanas tunggal dibandingkan Natrium diklofenak pada jam ke 1 dan ke 6 yaitu 4,59 mL dengan 4,06 mL ; 4,05 mL dengan 4,01 mL. Kemudian sari buah apel tunggal dibandingkan Natrium diklofenak pada jam ke 1 dan ke 6 yaitu 4,67 mL dengan 4,06 mL ; 4,01 mL dengan 4.01 mL. Dapat disimpulkan bahwa sari buah nanas dan apel hijau memiliki potensi yang lebih kecil sebagai antiinflamasi dibandingkan dengan natrium diklofenak 50 mg

    Uji In Vivo Aktivitas Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa) Sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa) sebagai penurun kadar glukosa darah. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode refluks untuk menentukan presentase rendemen dari ekstrak batang brotowali. Pengujian dilakukan dengan membagi 5 kelompok hewan coba (tikus) masing-masing terdiri dari 3 replikasi. Kelompok 1 yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok 2 yaitu kelompok kontrol positif, kelompok 3,4 dan 5 yaitu kelompok uji dengan dosis masing-masing 40,25; 80,5 dan 161 mg/kgBB. Hasil dari penelitian ini diperoleh presentase rendemen sebesar 3,52% dari berat ekstrak 8,8 gram. Terdapataktivitas antidiabetes ekstrak batang brotowali pada dosis 40,25; 80,5 dan 161 mg/dl dengan dosis terbaik yaitu dosis 161 mg/kgBB dan berpotensi sebagai antidiabetes dibandingkan dengan metformin

    Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Buah Libo (Ficus Variegata B.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar

    No full text
    Buah Libo merupakan salah satu tumbuhan di Indonesia yang telah dilakukan penelitian dan terbukti berpotensi sebagai sumber bahan antioksidan, sitotoksik atau antikanker, pembasmi larva Aedes aegypti dan sebagai antibakteri. Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks sehingga usaha untuk menemukan suatu agen penyembuhan luka yang efektif terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraksi etil asetat buah libo dalam proses penyembuhan luka sayat. Fraksi etil asetat buah libo diperoleh dari proses maserasi dengan -heksan lalu dilanjutkan maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak yang didapatkan dilanjutkan dengan proses fraksinasi menggunakan pelarut etil-asetat. Fraksi diberikan secara topikal dalam tiga tingkatan konsentrasi yaitu 1%, 5%, dan 10%. Fraksi diujikan terhadap luka sayat sepanjang 2 cm pada punggung tikus. Kontrol positif yang digunakan adalah Povidone Iodine, sedangkan kontrol negatif diberikan air suling sebagai plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah libo dapat mempercepat menyembuhkan luka sayat pada tikus putih. Kelompok uji dengan konsentrasi 10% memiliki efek terbaik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat

    Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata Blume) sebagai Tabir Surya

    No full text
    Libo (Ficus variegata Blume) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimasi basis dan menghasilkan formula lotion ekstrak buah libo yang stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya. Optimasi basis dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi trietanolamin sebagai emulgator. Lotion ekstrak buah libo diformulasi dengan menambahkan ekstrak buah libo masing-masing 0,5% dan 1% kemudian dilakukan evaluasi fisik meliputi pengukuran pH, viskositas, dan daya sebar sebanyak 2 minggu pada suhu kamar, serta uji stabilitas fisik dengan metode Freeze-Thaw sebanyak 2 siklus. Aktivitas tabir surya diuji secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis yang paling optimal adalah B4 yaitu dengan konsentrasi trietanolamin 0,4%. Formula sediaan yang paling stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya yang baik adalah F2, dengan kosentrasi 1% ekstrak buah libo, dengan suntan standar dan sunblock

    Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat

    No full text
    Daun beluntas (Pluchea indica L) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (Pluchea indica L) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,612 mm dan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri Propionibacterium acne sebesar 9,849 mm pada pH 6,5

    Identifikasi Metabolit Sekunder, Uji Toksisitas dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Gamal (Gliricidia sepium)

    No full text
    Gliricidia sepium merupakan tanaman dari famili Fabaceae yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat luar ruam  kulit, demam, dan gangren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, untuk mengetahui toksisitas dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun gamal (G. sepium). Hasil skrining fitokimia pada ekstrak etanol positif mengandung alkaloid, saponin, fenolik, tanin, dan steroid. Pada fraksi n-heksan positif mengandung alkaloid dan steroid serta pada fraksi etil asetat positif mengandung alkaloid, saponin, fenolik, dan tanin. Metode uji toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan penentuan nilai LC50  menggunakan analisa probit. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai LC50  ekstrak etanol 409.5 ppm, fraksi n-heksan 350.63 ppm  dan fraksi etil asetat 463.15 ppm. Metode uji aktivitas antioksidan yang digunakan adalah metode peredaman DPPH. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi diperoleh hasil nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat berturut-turut adalah 350.1 ppm, 784,98 ppm dan 166,6 ppm. Dari data tersebut dapat ditafsirkan bahwa fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik

    Formulasi Sediaan Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)

    No full text
    Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang dapat membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Daun cempedak memiliki aktivitas sebagai tabir surya dan dapat diaplikasikan dalam bentuk lotion. Ekstrak daun cempedak yang diekstraksi dengan n-heksana dan dilanjutkan dengan metanol, diformulasi dalam 3 formula lotion yaitu F1, F2, dan F3. Lotion hasil formulasi dievaluasi berupa pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan pengujian aktivitas tabir surya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion yang diperoleh keduanya memiliki konsistensi setengah padat yang homogen, berbau khas oleum rosae, serta berwarna putih (F1), cokelat (F2), cokelat tua (F3). Daya sebar dan pH lotion berada pada rentang yang sesuai dengan standar sedian lotion. Lotion F2 dan F3 yang mengadung ekstrak daun cempedak memiliki aktivitas tabir surya kategori suntan standar pada penilaian %Te dan %Tp dan kategori proteksi maksimal pada penilaian SPF. Pada formula lotion F1 atau basis sediaan, nilai yang diperoleh pada %Te dan %Tp serta SPF tidak berada pada rentang penilaian aktivitas sebagai tabir surya atau formula F1 tidak menunjukkan adanya aktivitas sebagai tabir surya

    Analisis Kebutuhan Informasi Obat Pada Pasien Geriatri Dengan Diabetes Mellitus Di Kota Samarinda

    No full text
    Pada pasien diabetes mellitus sering terjadi polifarmasi hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat, kerentanan deprsi, gangguan kongnitif, risiko hipoglikemia dan risiko terjatuh pada kelompok geriatri. Pada kelompok geriatri penggunan obat harus dipertimbangkan beberapa masalah yang sering timbul diantaranya adalah kemampuan untuk mengurus diri, sering lupa instruksi pengobatan, mengalami tremor dan gangguan visual. Hal ini yang dapat menyulitkan pasien untuk menggunakan obat secara tepat sesuai dengan instruksi tenaga. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskritif non experimental dengan pengambilan data pasien geriatri diabetes mellitus secara prospektif di Apotek Instalasi Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dan Apotek Instalasi Rawat Jalan RS Islam Samarinda. Penelitian ini dibagi  dua tahap yaitu tahap kualitatif dan kuantitati. Pada tahap kualitatif dengan  melakukan wawancara in depth interview dan tahap kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner. Hasil penelitian pada tahap kualitatif menunjukan beberapa kebutuhan pelayanan informasi obat yang dibutuhkan oleh pasien geriatri diabetes diantaranya yaitu: (1) penulisan etiket yang ditulis dengan jelas dan besar; (2) menuliskan kegunaan obat;(3) menyampaikan dengan jelas cara penggunaan obat; (4) membuatkan catatan kecil kapan mengunakan obat dan cara penggunaanya; (5) menyampaikan efek samping obat-obat. Pada Tahap kuantitatif diperoleh data persentase penulisan etiket 68, 98%; kegunan obat 57,89%; cara penggunaan obat 55,79%; catatan kecil 45,67%; efek samping obat 37, 65%. %. Kebutuhan pelayanan informasi obat pada pasien diabetes mellitus bahwa penulisan etiket yang jelas dan besar merupakan kebutuhan terpentin

    42

    full texts

    420

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇