Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN REMINDER TERHADAP OUTCOMETERAPI DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI GERIATRIK DI RSUD A.WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia yang merupakan penyakit degeneratif yang berakibat polifarmasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian leaflet dan reminder terhadap ketercapaian outcome terapi dan kepatuhan pasien. Pemberian leaflet dan reminder merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektifitas terapi dan kepatuhan pada pasien geriatrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental prospektif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian leaflet dan reminder pada rata-rata perbandingan tekanan darah sistol sebelum dan sesudah dengan nilai p value yaitu 0,020 sedangkan pada rata-rata perbandingan tekanan darah diastol sebelum dan sesudah tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai p value yaitu 0,173 dan tidak ada pengaruh yang signifikan dari pemberian leaflet dan reminder terhadap kepatuhan responden hipertensi geriatrik dengan p value yaitu 0,915. Pengontrolan gaya hidup pada pasien hipertensi geriatrik dengan pengaruh pemberian konseling tambahan dari apoteker diharapkan untuk dapat di teliti lebih lanjut
Formulasi Krim Antioksidan Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)
Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) merupakan tumbuhan asli Indonesia. Ekstrak etil asetat daun cempedak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 4,282 ppm. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan ekstrak etil asetat daun cempedak sebagai bahan utama dalam pembuatan sediaan krim antioksidan. Krim diformulasi dengan membandingkan konsentrasi ekstrak etil asetat daun Cempedak yaitu 1,6%, 0,16% dan 0,016%.. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi dan uji stabilitas dengan metode Freeze Thaw. Hasil yang diperoleh sediaan krim terbaik adalah sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak sebesar 0,016% dengan nilai IC50 sebesar 5,91 ppm sebelum penyimpanan dan 10,57 ppm setelah penyimpanan
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata) dengan Metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol dan fraksi (n-heksan dan etil asetat) dari ekstrak rimpang temu kunci. Penentuan potensi aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan besarnya korelasi dihitung dengan persamaan regresi. Hasil penelitian pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan, ekstrak etanol rimpang temu kunci diperoleh nilai IC50 sebesar 112,342 ppm. Aktivitas antioksidan dari fraksi n-heksana diperoleh nilai IC50 sebesar 164,006 ppm dan aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat diperoleh nilai IC50 sebesar 162,224 ppm
Karakterisasi Fisikokimia Pati Buah Pisang Talas (Musa paradisiaca var Sapientum L) Sebagai Eksipien Formulasi Tablet
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi pati yang diperoleh dari buah pisang talas (Musa paradisiaca var Sapientum L) sebagai salah satu tanaman khas Kalimantan Timur yang dimanfaatkan sebagai eksipien tablet. Pati diperoleh dengan merendam buah pisang talas yang telah dihaluskan dalam air suling. Endapan yang dihasilkan kemudian dikeringkan menggunakan oven dengan temperatur 40 °C. Rendemen pati yang diperoleh adalah sebesar 10,05% (b/b) dengan kadar air sebesar 6,03% (b/b). Karakterisasi pati dilakukan terhadap pemerian makroskopis dan mikroskopis, pH, kadar amilosa, sifat alir, kompressibilitas, dan ukuran partikel. Hasil menunjukan bahwa pati pisang talas berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai eksipien formulasi tablet
Potensi Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus) Sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah: Uji In Vivo Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) secara tradisional digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas penurunan kadar glukosa darah antara ekstrak daun keji beling dengan glibenklamid sebagai oral antidiabetic. Metode pengujian yang digunakan adalah metode uji tolerasi glukosa oral (UTGO). Tikus yang digunakan yaitu tikus jantan sebanyak 15 ekor dengan galur wistar dan memiliki berat badan antara 200-250 gram. Tikus tersebut dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan Na CMC, kelompok kontrol positif yang diberikan glibenklamid, dan tiga kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan tiga variasi dosis yaitu 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 150 mg/kgBB. Pembebanan glukosa dosis 4,5 g/kgBB diberikan 15 menit setelah pemberian sediaan uji dan diberikan secara peroral. Cuplikan darah diambil dari vena lateralis ekor tikus pada menit ke 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120. Hasil yang didapat dianalisis secara visual berdasarkan rata-rata volume penurunan kadar glukosa darah per waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling dengan dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 150 mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis terbaik yang didapatkan yaitu 100 mg/kgBB, namun dosis tersebut masih memiliki potensi yang lebih rendah dibandingkan dengan obat glibenklamid
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol dan Ekstrak Air Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Kulit buah naga merah telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, berdasarkan data empiris masyarakat menggunakan kulit buah naga sebagai obat untuk diabetes, pelentur pembuluh darah, dan penyakit jantung dengan cara menyeduhnya dengan air kemudian airnya diminum. Sedangkan untuk mengolah kulit buah naga merah menjadi sebuah sediaan umumnya menggunakan pelarut etanol. Sehingga dilakukan pengujian untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol kulit buah naga merah dan ekstrak air kulit buah naga merah. Skrining fitokimia merupakan suatu tahap seleksi awal untuk mendeteksi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid dan steroid, uji tanin, uji flavonoid dan uji saponin. Berdasarkan skrining fitokimia, ekstrak etanol kulit buah naga merah menunjukkan hasil positif pada uji alkaloid yakni pada pereaksi meyer dan dragendorff serta uji flavonoid. Ekstrak air kulit buah naga merah menunjukkan hasil positif pada uji alkaloid pada pereaksi dragendorff dan pada uji flavonoid
Kesesuaian Waktu Pemberian Obat Hemodialisa Di RSUD A.W Sjahranie Samarinda
Hemodialisa didefinisikan sebagai pergerakan larutan dan air dari darah pasien melewati membran semipermeabel (dialyzer) ke dalam dialysate. Pemberian obat pada penyakit hemodialisa ditinjau berdasarkan kesesuaian obat (terdialisis atau tidak) serta waktu pemberian obat (sebelum atau sesudah hemodialisis). Tujuan dari penelitian ini mengetahui kesesuaian obat pada pasien dengan hemodialisis. Studi ini merupakan penelitian observasi dan data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan yang pemberiannya sesuai adalah amlodipine, calos, amoxicilin, dan isosorbit dinitrat. Obat-obatan yang tidak sesuai pemberiannya adalah asam folat, diazepam, valsartan, tramadol dan furosemide
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi dari Daun Pandan Duri (Pandanus tectorius)
Pandan Duri (Pandanus Tectorius) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Pandanaceae (pandan-pandanan). Tumbuhan-tumbuhan dari keluarga pandan-pandanan telah diketahui memiliki banyak manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun pandan duri. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan fraksinasi sehingga diperoleh ekstrak metanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol. Aktivitas antioksidan daun pandan duri diuji dengan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol berturut-turut adalah 305,11 ppm, 398,29 ppm, 178,78 ppm, dan 118,47 ppm
Formulasi Body scrub Ekstrak Etanol Daun Kokang (Lapisanthes amoena) Sebagai Antioksidan: Formulation Of Body Scrub Ethanol Extract Of Cokaline Leaf (Lapisanthes amoena) As An Antioxidant
Daun kokang (Lapisanthes amoena) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan body scrub yang mengandung ekstrak etanol daun kokang (Lapisanthes amoena) serta menguji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan ekstrak dilakukan dengan metode DPPH. Sediaan body scrub diformulasikan dengan konsentrasi (0,0067%). Formula kemudian dievaluasi karakteristik fisikokimia (organoleptik, homogenitas, pH, tipe krim, viskositas, daya sebar, daya lekat) dan uji nilai IC50 dari sediaan body scrub. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa formula telah memenuhi persyaratan fisikokimia yang sudah ditetapkan. Hasil nilai IC50 yang diperoleh dari ekstrak adalah 67,15 ppm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan body scrub menggunakan metode DPPH diperoleh nilai persen penghambatan yaitu 56,92% menunjukkan aktivitas antioksidannya sedikit menurun dibandingkan ekstrak murni namun tetap memiliki potensi antioksidan
Studi Etnofarmasi Tanaman Berkhasiat Obat Pada Suku Paser Di Desa Samurangau Dan Desa Tepian Batang Kabupaten Paser: Ethnomedicinal Study on Medicinal Plants of Paser Tribe in Samurangau Village and Tepian Batang Village of Paser Regency
Informasi mengenai tanaman berkhasiat obat yang digunakan secara tradisional pada suku- suku di indonesia masih kurang dieksplorasi, salah satunya pada suku Paser Kalimantan Timur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tanaman serta ramuan yang digunakan oleh masyarakat Suku Paser. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling yang dilakukan di desa Tepian Batang dan desa Samurangau, kabupaten Paser. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara terbuka dengan menggunakan kuisioner terstruktural. Penelitian dilanjutkan dengan survei, dokumentasi, identifikasi, dan studi literatur tanaman. Hasil penelitian diperoleh informasi mengenai 46 spesies tanaman dan 12 ramuan untuk mengobati 38 penyakit. Tanaman yang paling banyak direkomendasikan oleh penduduk suku paser adalah ombung (Blumea balsamifera (L.) DC) yang digunakan untuk mengobati batuk, demam, batuk berdahak dan diperuntukkan bagi wanita pasca melahirkan. Cara penggunaan tanaman herbal yang paling banyak adalah diminum (55%). Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun (48%) dan yang paling sedikit adalah umbi (1%). Habitat tanaman yang digunakan paling banyak diperoleh dari hutan (53%) dan paling sedikit adalah dari tepi sungai (3%). Berdasarkan hasil studi etnofarmasi disimpulkan bahwa terdapat 46 spesies tanaman obat dan 12 jenis ramuan berkhasiat obat yang dapat menjadi dasar penemuan obat baru