Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
    420 research outputs found

    Uji Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Perbedaan Tingkat Kematangan Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH: Antioxidant Activity Test Based on Differences in Avocado (Persea americana Mill.) Ripeness Levels Using the DPPH Method

    No full text
    Buah alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas ini sangat dipengaruhi oleh metabolit yang terkandung pada buah alpukat. Namun demikian pembentukan metabolit-metabolit aktif ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pematangan buah. Sepanjang pengetahuan kami belum ada laporan ilmiah mengenai aktivitas antioksidan buah alpukat dengan tingkat kematangan yang berbeda. Sehingga peneliti ingin mengetahui aktivitas antioksidan berdasarkan perbedaan tingkat kematangan buah alpukat. Buah alpukat yang diamati adalah buah alpukat mentah, matang pohon, dan matang peram. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Hasil aktivitas antioksidan yang diperoleh berupa nilai IC50 (inhibition concentration) dari buah alpukat mentah sebesar 39,83 ppm, alpukat matang pohon sebesar 30,29 ppm, dan alpukat matang peram sebesar 28,60 ppm. Ketiganya tergolong sebagai antioksidan yang sangat kuat, dengan aktivitas antioksidan terbaik pada alpukat matang peram. Hal ini memperlihatkan bahwa perbedaan tingkat kematangan buah mempengaruhi aktivitas antioksidannya

    Pengadaan Bahan yang Baik, Ketepatan Dosis dan Monitoring Efek Samping Merupakan Langkah untuk Mendapatkan Obat Herbal yang Berkualitas

    No full text
    Obat tradisional asli milik bangsa Indonesia adalah jamu. Jamu telah menjadi bagian budaya dan kekayaan alam Indonesia dan hasil Riset  Kesehatan Dasar Tahun 2010 menunjukkan bahwa penggunaan jamu oleh masyarakat Indonesia lebih dari 50%. Bahan baku yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan hasil klinis yang bagus. Bahan baku yang bermutu meliputi 3 aspek yaitu Aman, bermutu dan berkhasiat. Dosis yang tepat membuat tanaman obat bisa digunakan untuk pengobatan sedangkan jika berlebih bisa menjadi racun. Dosis bisa dibedakan menjadi 2 jenis antara lain untuk formula empiris dan formula baru, sehingga penentuan dosisnya pun akan berbeda antara 2 formula tersebut. Penggunaan  obat  tradisional  secara  umum  dinilai  lebih aman  daripada penggunaan  obat  modern. Hal  ini  karena  pada tanaman  obat terdapat  suatu  mekanisme   yang  disebut  sebagai  penangkal  atau  dapat  menetralkan  efek  samping tersebut,  yang  dikenal  dengan  SEES  (Side  Effect  Eleminating Subtanted). Ada beberapa tanaman obat yang baru diketahui melalui penelitian mengenai efek samping yang timbul ataupun interaksi yang bersamaan antara obat tradisional dan dengan obat konvensional. Sehingga monitoring obat tradisional sangat dibutuhkan dalam fasilitas pelayanan kesehatan

    Jamur Endofit Dari Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr.)

    No full text
    Bawang dayak (Eleutherine palmifolia Merr.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan, yang secara empiris bagian umbinya telah digunakan dalam pengobatan degeneratif. Jamur endofit memainkan peran dalam produksi metabolit sekunder. Jamur endofit merupakan jamur yang dapat hidup pada bagian daun, batang maupun akar pada tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi jamur endofit yang terdapat pada umbi bawang dayak dan mengetahui karakteristiknya secara mikroskopik dan makroskopik. Isolasi jamur endofit dilakukan pada medium Yeast Extract Agar (YEA) dan Malt Extract Agar (MEA) dengan teknik sterilisasi permukaan menggunakan alkohol 70% dan NaOCl 1%. Hasil isolasi jamur endofit pada medium MEA diperoleh 1 isolat berwana putih yang bergenus Geotrichum sp. dan pada medium YEA diperoleh 2 isolat berwarna hitam yang bergenus Aspergillus sp. dan berwarna putih

    Isolasi dan Karakterisasi Jamur Endofit Akar Merung (Captosapelta tomentosa)

    No full text
    Jamur endofit merupakan sekelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan inangnya. Tumbuhan merung (Coptosapelta tomentosa) oleh masyarakat kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah digunakan sebagai obat encok atau sakit pinggang, menambah stamina, obat hipertensi, diabetes melitus, afrodisiaka, serta antikanker. Jamur endofit diisolasi dari akar merung dan menghasilkan 5 isolat yang diberi kode isolat JE1, JE2, JE3, JE4, dan JE5. Isolat jamur endofit JE1, JE2, JE3, JE4, dan JE5 memiliki karakteristik berturut-turut adalah hitam, hijau tua dengan tepi orange, merah kehitaman, hijau kekuningan, dan hijau dengan tepi putih

    Karakterisasi Simplisia, Ekstrak, dan Fraksi Daun Sukun (Artocarpus altilis) Serta Bioaktivitas Terhadap Artemia salina Leach

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian dengan judul Karakterisasi Simplisia, Ekstrak, dan Fraksi Daun Sukun (Artocarpus altilis) Serta Bioaktivitas Terhadap Artemia salina Leach. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter mutu simplisia dan ekstrak daun sukun serta bioaktivitas ekstrak dan fraksi daun sukun terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Reed and Muench untuk mendapatkan nilai Lethality Concentration 50% (LC50). Hasil organoleptis menunjukkan bahwa daun sukun bertulang daun menyirip, lebar dan berbulu kasar di permukaan atas dan bawah daun. Pengamatan mikroskopik daun menunjukkan bentuk stomata daun sukun merupakan tipe anomositik. Tipe ini memiliki tiga atau lebih sel tetangga dan sulit untuk dibedakan. Persentase susut pengeringan yang diperoleh dari simplisia daun sukun sebesar 11,2%, kadar larut air dan kadar larut etanol sebesar 2,03% dan 1,4% serta kadar abu total, kadar abu larut air, dan kadar abu tidak larut asam daun sukun sebesar 10,3%, 1,7%, dan 9,1%. Persentase kadar larut air dan etanol pada ekstrak daun sukun sebesar 17,1% dan 6,9%, kadar abu total, kadar abu larut air, dan kadar abu tidak larut asam ekstrak daun sukun sebesar 3,3%, 1,2%, dan 0,7%. Daun sukun memiliki nilai LC50 dari masing-masing ekstrak kasar, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol sebesar 434,9 ppm, 537,03 ppm, 448,2 ppm, dan 670,5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa esktrak maupun fraksi daun sukun berpotensi sebagai pestisida

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    Full text link
    Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk di Indonesia. Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan untuk mengobati penyakit ini, penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan obat tidak efektif dan memberikan dampak buruk bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data diambil pada periode Januari-September 2015, dan didapatkan data sebanyak 56 kasus. Hasil penelitian berdasarkan umur menunjukkan bahwa pasien demam tifoid paling banyak berusia 5-24 tahun sebanyak 34 pasien (61%), berdasarkan jenis kelamin didaptakan hasil laki-laki lebih banyak daripada perempuan yaitu sebanyak 34 pasien (60,71%).  Hasil dari penggunaan antibiotik didapatkan penggunaan terbanyak adalah antibiotik sefrikason sebanyak 24 pasien (42%). Dari hasil evaluasi diketahui bahwa 100% tepat indikasi, 100% tepat pasien, 91% tepat obat, dan 80% tepat dosis

    Aktivitas Ekstrak Temu Kunci (Boersenbergia pandurata Roxb. Schlecht.) terhadap Jamur Penyebab Pitiriasis Versikolor (Malassezia sp. Malassezia globosa & Malassezia furfur)

    No full text
    Malassezia merupakan jamur dimorfik lipofilik salah satu penyebab penyakit Pitiriasis Versikolor. Boesenbergia pandurata Roxb. Schlecht. merupakan salah satu suku jahe-jahean (Zingiberaceae) yang ditemukan di Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai "temu kunci". Secara etnobotani tanaman ini telah banyak dimanfaatkan, salah satunya sebagai pengobatan terhadap infeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai KHM dan KBM ekstrak etanol temu kunci, serta golongan senyawa yang memberikan aktivitas antijamur terhadap Malassezia sp., yaitu Malassezia globosa dan Malassezia furfur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi agar (Disk diffusion), dilusi cair (Broth Dilution), dan KLT Bioautografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol B. pandurata memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1% dan KBM pada konsentrasi 10%. Profil kromatogram menunjukan spot senyawa yang memberikan aktivitas, masing-masing berada pada rf 0.11-0.64, yang ditandai dengan zona bening pada rf tersebut. Senyawa kimia yang memberikan aktivitas tersebut merupakan golongan senyawa flavonoid, kalkon  dan turunannya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa B. pandurata sangat berpotensi sebagai antijamur penyebab Pitiriasis Versikolor

    Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Resistensi dan PenggunaanAntibiotik pada Masyarakat di Desa Kota Bangun Seberang

    No full text
    Antibiotik merupakan obat yang cukup tinggi digunakan di Indonesia untuk mengobati infeksi. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang antibiotik menyebabkan penggunaannya menjadi tidaktepat. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik pada akhirnya akan meningkatkan masalah kesehatanberupa resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilakuterhadap resistensi dan penggunaan antibiotik pada masyarakat di desa Kota Bangun Seberang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis observasional dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan cara interview menggunakan kuesioner yang terdiri dari pertanyaan mengenai resistensi dan penggunaan antibiotik. Pengumpulan sampel sebanyak 80 orang menggunakan teknik sampling purposive. Data di analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas pada kategori baik sebesar 55%, sikap responden mayoritas pada kategori cukup sebesar 47,5%, dan perilaku responden mayoritas pada kategori baik sebesar 51,25%. Uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan korelasi antara tingkatpengetahuan dan sikap, serta hubungan antara sikap dan perilaku responden mengenai resistensi danpenggunaan antibiotik (sig > 0,01), dan terdapat hubungan korelasi positif yang sangat kuat antaratingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik responden (sig < 0,01)

    Pengaruh Buku Saku "Smart Tension" Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Hipertensi Di Puskesmas Juanda Samarinda: The Influence of the “Smart Tension” Pocket Book on the Effectiveness of Hypertension Therapy in Patients at Juanda Samarinda Public Health Center

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian dini di dunia termasuk di Indonesia. Optimalisasi penggunaan obat antihipertensi dapat diwujudkan melalui pelayanan kefarmasian komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), salah satunya dengan media buku saku. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian buku saku ”Smart Tension” terhadap efektivitas terapi pasien hipertensi di Puskesmas Juanda Samarinda. Metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental satu grup dengan desain pretest-posttest. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Wilcoxon dan Paired sample t-test. Responden penelitian berjumlah 40 orang, mayoritas responden adalah perempuan (67,5%), usia 56-60 tahun, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan IRT, penyakit penyerta DM, serta lama menderita 2-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 20,05±1,467 menjadi 21,73±0,554 (p=1,000) serta penurunan tekanan darah sistolik dari 144,97±17,42 menjadi 137,87±16,11 (p=0,003) dan diastolik dari 83,00±8,75 menjadi 79,72±8,73 (p=0,001). Pemberian buku saku hipertensi sebagai media edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan efektivitas terapi pada pasien hipertensi

    Formulasi Snack Bar Tinggi Kalsium Dari Tepung Limbah Cangkang Telur Sebagai Sumber Nutrisi Kalsium: Formulation of Snack Bar High Calcium From Egg Shell Waste Flour as a Source of Calcium Nutrients

    No full text
    Osteoporosis merupakan kelainan pada tulang yang disebabkan oleh gangguan metabolisme dikarenakan ketidakmampuan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan zat-zat yang diperlukan dalam proses pematangan tulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalsium. Fungsi utama kalsium adalah mengisi kepadatan tulang. Cangkang telur dapat menjadi salah satu sumber nutrisi kalsium karena kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi. Cangkang telur mengandung komponen kalsium karbonat 94%, kalium fosfat 1% dan magnesium karbonat 1%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kalsium dalam tepung cangkang telur serta memformulasikan tepung cangkang telur dalam suatu sediaan snack bar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yaitu pengukuran kadar kalsium menggunakan spektrofotometri serapan atom pada tepung cangkang telur serta memformulasikan tepung cangkang telur dalam bentuk sediaan snack bar dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9%. Pengukuran kadar kalsium pada tepung cangkang telur didapatkan hasil yaitu 24,5%. Hasil pengukuran kadar kalsium pada snack bar dengan penambahan tepung cangkang telur 3%, 6% dan 9% yaitu 0,38%, 0,58% dan 0,69%. Maka, dapat disimpulkan bahwa cangkang telur memilki kandungan kalsium yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium sehari-hari

    42

    full texts

    420

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇