Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Uji Aktivitas Antioksidan Kombucha Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia) dan Kombucha Pasak Bumi (Eurycoma longifolia jack)
Kombucha adalah minuman hasil fermentasi dari teh, gula, dan kultur kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan karena mengandung vitamin B, vitamin C, dan asam glukoronat. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia) dan pasak bumi (Eurycoma longifolia jack) adalah dua tanaman khas Kalimantan yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada teh kombucha bawang tiwai dan kombucha pasak bumi. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada teh kombucha bawang tiwai dan kombucha pasak bumi dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% pada waktu fermentasi 8 dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kombucha bawang tiwai memiliki aktivitas antioksidan yang paling baik dengan waktu fermentasi 14 hari dengan nilai IC50 sebesar 0,2%
Potensi Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot Linnaeus) Sebagai Tabir Surya
Tumbuhan Gedi (Abelmoschus manihot Linnaeus) merupakan tanaman tropis famili Malvacea dimana secara tradisional daun gedi merah dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji potensi tabir surya pada ekstrak daun gedi, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat dengan menggunakan metode perhitungan %Te dan %Tp. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui profil tabir surya ekstrak daun gedi dalam berbagai variasi konsentrasi yang dikategorikan tabir surya. Aktivitas tabir surya diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 292,5-372,5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas tabir surya ekstrak daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra yaitu berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp, aktivitas tabir surya fraksi n-heksan daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp, dan aktivitas tabir surya fraksi etil asetat daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp.
Aktivitas Antibakteri Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis
Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) secara tradisional telah digunakan untuk mengobati penyakit alergi pada kulit seperti ruam pada wajah, bisul dan jerawat. Zat aktif yang terkandung dalam tanaman tersebut antara lain flavonoid, tannin dan saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dilakukan uji aktivitas antibakteri dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi 25%, 37,5%, 50%, 62,5% dan 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah belimbing wuluh memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis adalah 75 %. Potensi antibakteri sari buah belimbing wuluh terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis adalah sangat signifikan terhadap kontrol positif amoksisilin
KAJIAN TERAPI ASMA DAN TINGKAT KONTROL ASMA BERDASARKAN ASTHMA CONTROL TEST (ACT)
Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan sumbatan saluran napas yang bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Prioritas pengobatan penyakit asma sejauh ini ditujukan untuk mengontrol gejala agar tidak terjadi serangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya asma berupa riwayat keturunan, riwayat merokok, riwayat terpapar asap rokok dan alergi serta penggunaan terapi kontroler dan tingkat kontrol asma dengan menggunaan kuisioner Asthma Control Test (ACT). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode prospektif dengan pemaparan hasil secara deskriptif. Sampel penelitian ialah pasien dengan usia > 18 tahun dan diagnosis utama asma di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik berupa jenis kelamin perempuan (57,69%), usia 45-59 tahun (42,30%). Faktor risiko yang mempengaruhi asma berupa riwayat keturunan (53,84%), riwayat merokok (34,63%), riwayat terapar asap rokok (70,07%) dan alergi (57,69%). Penggunaan terapi kontroler symbicort® yang berisi Budesonid dan Formoterol fumarate dihydrate (15,38%) dengan frekuensi penggunan rutin (23,08%). Terapi yang diberikan dari Rumah Sakit yaitu Symbicort® dan N-Asetilsistein (46,16%). Tingkat kontrol asma berdasarkan skor ACT yang memiliki proporsi tertinggi yaitu pasien dengan asma tidak terkontrol sebanyak (84,62%)
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsiccum frutescens L.) terhadap Staphylococcus epidermidis : Phytochemical Screening and Antibacterial Activity Test of Cayenne Pepper Leaf Extract (Capsiccum frutescens L.) against Staphylococcus epidermidis
Cayenne pepper leaves (Capsiccum frutescens L.) are a plant that has many benefits, one of which is in the health sector. Scientifically, cayenne pepper leaves act as an antioxidant, antibacterial and can prevent diabetes. This activity is caused by the chemical compounds contained in the plant. This research aims to determine the antibacterial activity of cayenne pepper leaf extract. The extraction process was carried out using 70% ethanol solvent using the maceration method. From the extraction results, 221.5 grams of thick extract was obtained so that the yield value was 31.57%. The results of the phytochemical screening test on the 96% ethanol extract of cayenne pepper leaves (Capsiccum frutescens L.) showed that the 96% ethanol extract of cayenne pepper leaves contained alkaloids, saponins, tannins, terpenoids and flavonoids. The results showed that cayenne pepper leaf extract has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis bacteria with inhibitory extract power at concentrations of 5%, namely 1.82 mm, 10%, namely 3.42 mm, and 15%, namely 6.04 mm
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.): Phytochemical Screening and Sunscreen Activity Test of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Leaf Ethanol Extract
Rambutan (Nephelium lappaceum L.) is a tropical plant that is widely found in Indonesia and can be used as sunscreen to protect the skin from UV radiation. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolite compounds and the sunscreen activity of rambutan leaf extract. Phytochemical screening results show that rambutan leaf extract contains flavonoids tannins and saponins, Rambutan leaf extract 100 ppm has sunscreen activity in the sunblock category with a %Te value of 0,58 and %Tp 31,28; and an SPF value of 23,09, including the ultra protection category
Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Hormonal terhadap Tekanan Darah pada Akseptor KB di Kota Samarinda
Indonesia merupakan negara berkembang dengan berbagai jenis masalah yang dihadapi salah satunya adalah tingginya pertumbuhan penduduk. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah membentuk program keluarga berencana(KB). Salah satu jenis program KB adalah kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal dapat mempengaruhi kesehatan akseptor KB, salah satunya mempengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap tekanan darah akseptor KB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kohort retrospektif dilakukan pada 139 responden yang dipilih dengan cara random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui karakteristik pasien dan analitik untuk mengetahui tekanan darah awal dan akhir akseptor KB. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah awal sebesar 103/74.78 mmHg dan tekanan darah akhir sebesar 110/75.22 mmHg. Kontrasepsi hormonal memberikan pengaruh pada kenaikan tekanan darah
Ekstraksi Polifenol Total dari Daun Kadamba (Mitragyna speciosa Korth) Menggunakan Metode Choline Chloride-Sorbitol based Microwave Assisted Extraction
This research was conducted to determine the influence of the use of the choline chloride-sorbitol based microwave assisted extraction (MAE) method against the total extraction of polyphenols from the leaf Kadamba (Mitragyna speciosa Korth). Simplisia extracted using solvent (green solvent) choline chloride-sorbitol with a ratio of 1:1; 1:2 and 1:3 g/g with sample and solvent ratio of 1:10 g/mL, microwave strength is 50% watt and performed for 10 minutes, the extract solution has been obtained and then done determination of total levels of polyphenols by using folin ciocalteu reagents and further measured its absorption with the UV-VIS spectrophotometer device at a wavelength of 770 nm. Based on the results of the study, obtained the levels of polyphenols from each comparison of solvent used against the sample of 334 mg of GAE/g samples (1:1 g/g solvent); 372 mg GAE/g samples (1:2 g/g solvents) and 299 mg of GAE/g samples (1:3 g/g solvents). Based on the results of the study can be concluded that the method of choline chloride-sorbitol based microwave assisted extraction (MAE) can be used to extract the polyphenols from Kadamba leaves easily, quickly and efficiently
Evaluasi Terapi Obat Antiplatelet pada Pengobatan Pasien Stroke di Instalasi Rawat Inap RSUD AM Parikesit Tenggarong Periode Tahun 2014
Antiplatelet memiliki peranan penting dalam pengobatan stroke, pemberiaan antiplatelet bekerja dengan cara mengurangi agregasi platelet sehingga dapat menghambat pembentukan trombus pada sirkulasi arteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan penggunaan antiplatelet pada pasien stroke di Instalasi Rawat Inap RSUD AM PARIKESIT berdasarkan pedoman antiplatelet Canadian Cardiovascular Society Guideline tahun 2011, dan PERDOSSI yang meliputi tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non eksperimental (deskriptif). Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu data dari catatan rekam medik pasien. Subjek penelitian adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi diagnosis utama stroke mulai dari awal sampai akhir perawatan baik yang mendapatkan terapi antiplatelet maupun yang tidak mendapatkan terapi antiplatelet selama perawatan. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan analisis deskriptif. Hasil penilitian ini pola pengobatan penyakit stroke yaitu antiplatelet tunggal yang digunakan adalah Aspirin (48,6%), cilostazol (25%) dan clopidogrel (11,1%). Antiplatelet kombinasi yang digunakan adalah aspirin + clopidogrel (2,7%), cilostazol + clopidogrel (11,1%) dan aspirin + cilostazol (1,3%). Hasil analisis ketepatan penggunaan antiplatelet adalah tepat indikasi adalah 100%, tepat pasien adalah 100%, tepat obat adalah 87,5%, tepat dosis adalah 90,2%
Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Artritis Gout di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang Periode 2022: Evaluation of Drug Use in Gout Arthritis Patients in the Outpatients Installation of Pupuk Kaltim Bontang Hospital Period 2022
Artritis gout adalah penyakit akibat deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, ginjal, dan jaringan ikat lainnya sebagai akibat dari hiperurisemia yang dapat menimbulkan nyeri, bengkak, gangguan gerak sendi, dan bahkan tophi. Tanpa pengobatan yang rasional, akan terjadi overdiagnosis dan tata laksana yang tidak adekuat yang dapat memperparah gout. Penelitian ini menggunakan studi observasional dan dengan metode deskriptif pada 87 sampel di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang Periode 2022. Hasil penelitian karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak pada kelompok usia 46-55 tahun dengan jumlah 25 pasien (28,7%), berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan jumlah sebanyak 75 pasien laki-laki (86,2%), berdasarkan gejala paling banyak adalah nyeri dengan jumlah 69 kasus (68,3%), dan berdasarkan diagnosis paling tinggi adalah artritis gout akut dengan jumlah 76 pasien (87,3%). Hasil penelitian menunjukkan terapi antipirai yang paling banyak digunakan adalah Allopurinol yaitu sebanyak 62 pasien, diikuti dengan Kolkisin yang digunakan oleh 47 pasien. Untuk terapi analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi golongan NSAID digunakan oleh 23 pasien dan Paracetamol digunakan oleh 6 pasien