Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
    420 research outputs found

    Analisis Karakteristik dan Penggunaan Obat Pada Pasien Asma Di Puskesmas Remaja Kota Samarinda

    Full text link
    Asma adalah penyakit dengan spekrum gejala yang luas dan gejala yang sering dilaporkan pasien kepada dokter sangat beragam, tergantung dari persepsi masing-masing pasien. Pendekatan terbaru dalam penatalaksanaan pasien asma yaitu pasien dapat hidup bebas tanpa terganggu oleh gejala penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik pasien dan penggunaan obat pada pasien asma di Puskesmas Remaja Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Remaja Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan presentase tertinggi karakteristik pasien asma berdasarkan jenis kelamin yaitu jenis kelamin laki-laki sebesar 17 pasien (57%), berdasarkan usia yaitu usia 30-50 tahun sebanyak 15 pasien (50%), dan berdasarkan penyakit penyerta terbanyak yaitu tonsilitis sebanyak 5 pasien (50%). Obat yang sering diresepkan oleh dokter kepada pasien di Puskesmas Remaja Samarinda dengan indikasi asma yaitu pemberian kombinasi obat salbutamol dan deksametason dengan rute pemberian oral

    Uji Aktivitas Fraksi Etil Asetat Buah Gambas (Luffa acutangula(L.) Roxb.) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus)

    No full text
    Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolism karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin. Pengobatan untuk penderitaa diabetes mellitus salah satunya dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengobatan tradisional. Luffa acutangula (L.) Roxb. telah digunakan secara tradisional sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, metabolit sekunder dan dosis efektif fraksi buah gambas dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Fraksinasi dilakukan dengan menggunakan metode fraksinasi cair-cair. Subjek penelitian berupa tikus putih jantan berjumlah 15 ekor tikus yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif menggunakan Na-CMC, kelompok kontrol positif menggunakan glibenklamid dengan dosis 0,09 mg/200grBB dan fraksi etil asetat buah gambas dengan varian dosis (15 mg/KgBB; 20 mg/KgBB dan 30 mg/KgBB) yang diberikan secara oral dengan metode uji toleransi glukosa. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah puasa, 30 menit setelah diinduksi glukosa dan pada menit ke-30, 45, 60, 90 dan 150 setelah diberi perlakuan. Rendemen fraksi etil asetat yang didapatkan sebanyak 0,793%. Golongan metabolit sekunder yang terdeteksi didalam fraksi etil asetat buah gambas ialah alkaloid dan fenol. Pemberian fraksi etil asetat buah gambas dengan dosis 20 mg/KgBB memberikan hasil yang lebih baik terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan dosis 15mg/KgBB dan 30mg/KgBB

    Aktivitas Sediaan Gel Antiseptik Berbahan Aktif Fraksi N-Butanol Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.)

    No full text
    Berbagai macam jenis virus, bakteri dan jamur menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik. Untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan jamur, salah satu cara yang paling tepat adalah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan, maka mencuci tangan merupakan suatu kebutuhan. Tetapi tidak semua tempat menyediakan air bersih yang dapat digunakan untuk mencuci tangan. Muncul produk inovasi pembersih tangan yang sering disebut hand sanitizer. Gel merupakan salah satu bentuk sediaan yang digemari sebagai hand sanitizer. Daun alamanda telah diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan fraksi n-Butanol menunjukkan ativitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-Butanol daun alamanda setelah diformulasi menjadi sediaan gel antispetik. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan gel antiseptik dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-butanol sebelum diformulasi menghasilkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan setelah diformulasikan menjadi sediaan gel antiseptik

    Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Sawo (Manilkara zapota)

    No full text
    Sawo (Manilkara zapota) merupakan tanaman yang diketahui memiliki berbagai manfaat, yaitu salah satunya sebagai obat diare dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari fraksi etil asetat dari kulit buah sawo. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi lalu fraksinasi sehingga diperoleh fraksi etil asetat yang kemudian diuji aktivitas antibakteri dan antioksidan dengan metode KLT bioautografi. Fraksi kulit buah sawo memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri E.coli dan S.aureus dengan berbagai perbandingan eluen heksana:etilasetat (H:E) yaitu perbandingan 2:3, 3:3, 3:4, 3:5 dan 7:3. Aktivitas antioksidan diperoleh pada eluen H:E 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, dan 5:5

    Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr)

    Full text link
    Belimbing hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) merupakan salah satu spesies tumbuhan di Kalimantan Timur banyak digunakan dalam pengobatan. Akan tetapi belum ada laporan mengenai aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak, aktivitas tabir surya, dan kategori tabir surya. Penelitian ini menggunakan ekstrak dengan perbedaan waktu perendaman maserasi yaitu 24 jam, 48 jam dan 72 jam kemudian dianalisis dengan spektrofotometri Uv-Vis pada ekstrak tersebut. Berdasarkan nilai %Te dan %Tp, ekstrak belimbing hutan pada waktu 24 jam, 48 jam dan 72 jam memiliki aktivitas tabir surya masuk dalam kategori sunblock dan perlindungan ekstra dalam efektivitas tabir surya

    Formulasi Pasta Gigi dari Limbah Cangkang Telur Bebek

    No full text
    Cangkang telur bebek merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang dapat digunakan sebagai bahan abrasif dalam pasta gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar kalsium yang terkandung di dalam cangkang telur bebek sebelum pembuatan sediaan dan dalam sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek, mengetahui formula sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek dan mengetahui stabilitas fisik pasta gigi berbahan cangkang telur bebek. Kadar kalsium yang terkandung dalam cangkang telur bebek dan dalam sediaan pasta gigi cangkang telur bebek ditentukan menggunakan metode titrasi kompleksometri. Optimasi basis dilakukan dengan membuat 3 formula yang masing-masing formula dilakukan variasi konsentrasi Na.CMC dan gliserin. Basis pasta gigi kemudian dilakukan evaluasi fisik. Basis yang terbaik selanjutnya akan dilakukan uji stabilitas fisik dan dilanjutkan dengan memformulasikan basis tersebut menjadi pasta gigi cangkang telur bebek. Pasta gigi cangkang telur bebek tersebut kemudian akan dilakukan uji stabilitas fisik untuk mengetahui kestabilan sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 7,53% sedangkan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 2,14%. Konsentrasi Na-CMC yang menghasilkan basis pasta yang optimum terdapat pada konsentrasi 1% dengan konsentrasi gliserin sebesar 35% yang ditinjau dari hasil evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan pembentukan busa serta uji sentrifugasi. Basis dan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek dinyatakan stabil dan sesuai dengan standar parameter stabilitas fisik pasta gigi yang telah ditetapkan

    Analisis Minimalisasi Biaya (Cost-Minimization Analysis) Pasien Gastritis Rawat Inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    No full text
    Biaya pelayanan kesehatan, khususnya biaya obat, telah meningkat beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah obat gastritis. Tingkat kejadian penyakit gastritis di Indonesia adalah 40, 8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Banyak masyarakat membutuhkan obat-obat yang lebih ekonomis dan efisien, sehingga dibuat suatu analisis yaitu analisis farmakoekonomi yang menggambarkan dan menganalisa biaya obat untuk sistem perawatan kesehatan. Salah satunya adalah CMA (Cost-Minimization Analysis) dimana metode ini digunakan untuk mengetahui atau membandingkan dua atau lebih terapi yang memiliki biaya paling minimal dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini terdapat 15 kasus pada periode 2017. Obat gastritis yang paling sering digunakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yaitu ranitidine dan pantoprazol dimana 5 kasus yang menggunakan terapi ranitidine dan 10 kasus yang menggunakan terapi pantoprazole. Hasil penelitian menunjukkan obat Ranitidin memiliki biaya paling minimal yaitu sebesar Rp.5.200.079,- dibandingkan dengan Pantoprazol sebesar Rp.14.256.345,-

    Isolasi dan Karakterisasi Fungi Endofit Tumbuhan Brotowali (Tinospora crispa)

    No full text
    Fungi endofit adalah salah satu sumber senyawa bioaktif yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai macam jenis fungi endofit secara makroskopis dan mikroskopis dari tumbuhan Brotowali (Tinospora crispa) yang dapat menjadi kandidat dari fungi endofit yang dapat memproduksi senyawa bioaktif. Isolasi endofit dari batang Brotowali dilakukan pada medium PDA dan diperoleh 5 isolat fungi endofit

    Formulasi Sediaan Serum Wajah dari Ekstrak Sarang Burung Walet

    No full text
    Sarang burung walet (Edible bird’s nest) termasuk dalam family Apodidae. Sarang burung walet mengandung beberapa protein dan asam amino, glutathione serta antioksidan. Sarang burung walet juga mengandung EGF (Epideral grow factor)yang berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel. Serum wajah merupakan sediaan dengan zat aktif konsentrasi tinggi dan viskositas yang rendah, yang dapat menghantarkan film tipis dari bahan aktif pada permukaan kulit. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk melihat stabilitas formulasi sediaan serum wajah dari ekstrak sarang burung walet (Edible bird’s nest). Hasil penelitian ini menghasilkan sediaan serum wajah. Hasil dari pengujian fisik terlihat sediaan serum wajah ekstrak sarang burung walet terlihat stabil tanpa ada endapan

    Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Penderita Hipertensi Di Puskesmas Wonorejo Tahun 2015

    Full text link
    Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah dalam arteri yang melebihi batas normal dan  kenaikan ini bertahan pada keadaan istirahat dengan batas normal teratas tekanan sistolik 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Di Indonesia,  tingkat kesadaran akan kesehatan masih rendah sehingga jumlah pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi dan yang tidak mematuhi minum obat kemungkinan lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik  pasien hipertensi dan mengetahui pola pengobatan pasien hipertensi. Metode penelitian ini dilakukan secara prospektif dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Wonorejo menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (57%), mayoritas pasien berumur 60-69 tahun (43%), memiliki penyakit penyerta (47.2%), lama menderita hipertensi selama 1-5 tahun (33,33%), tidak ada riwayat hipertensi keluarga (53,33%), berdasarkan gaya hidup, pasien yang kurang melakukan akivitas fisik (53,33 %), pasien yang biasa mengkonsumsi makanan asin (66,66%), pasien yang biasa merokok (26,67%) dan (0%) tidak ada yang mengkonsumsi alkohol. Pola pengobatan pemilihan golongan dan jenis obat yang sering digunakan adalah golongan diuretik, ACE inhibitor, penghambat kanal kalsium dan agonis ?2 sentral. Jenis obat yang digunakan yaitu Furosemid (10%), Captopril (26,66 %), Amlodipin (56,66 %), Nifedipin (6,66 %), Reserpine (6,66 %) dan Clonidine (3,33 %)

    42

    full texts

    420

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇