Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Profil Aktivitas Enzim Alkaline Phosphatase (ALP), Aspartate Aminotransferase (AST), dan Alanine Transaminase (ALT) Pada Tikus Hiperlipidemia yang Diberi Madu Fermentasi Bawang Tunggal

    No full text
    Madu terfermentasi dengan bawang putih telah diketahui memiliki kandungan senyawa fenolat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suplementasi madu fermentasi terhadap profil aktivitas enzim Alkaline Phosphatase (ALP), Aspartate Aminotransferase (AST), dan Alanine Transaminase (ALT) pada Tikus Hiperlipidemia.  Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus jantan dengan berat badan 200-250 dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, P1 yang diberi madu fermentasi dosis 0,2 mg/kg BB/hari, kelompok P2 yang diberi madu fermentasi dosis 0,5 mg/kg BB/hari, kelompok P3 yang diberi madu fermentasi dosis 1 mg/kg BB/hari dan kelompok P4 yang diberi simvastatin dosis 1.008 g/l. Kadar ALP, AST, dan ALT serum diukur dengan fotometer. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi ALP p=0,152, AST p=0,839, dan ALT p=0,025 dengan p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kadar ALP dan AST yang diberikan madu fermentasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan, sedangkan kadar ALT yang diberikan madu fermentasi memberikan pengaruh yang signifikan

    Tingkat Keberhasilan Terapi Radioiodin Pertama pada Pasien Graves’ Disease

    No full text
    Graves’ Disease merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peningkatan sekresi hormon tiroid. Salah satu pengobatannya adalah terapi radioiodin / ablasi dengan sodium iodida-131. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan pasien Graves’ Disease yang menjalani ablasi tiroid pertama. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data penelitian didapatkan dari rekam medik pasien di Instalasi Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode 2018-2023. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 90 pasien. Hasil terapi menunjukkan 45.5% pasien tetap hipertiroid. Kriteria usia < 40 tahun sebanyak 60%, dan usia >= 40 tahun sebanyak 40%, dengan rerata 37 tahun; jenis kelamin laki-laki sebanyak 19%, dan perempuan 81%; rerata nilai radioaktivitas dengan penyerapan Technetium-99m pertechnetate sebelum terapi sebesar 19%, dan sesudah terapi sebesar 6.62%; sesudah terapi, kadar hormon tiroid yang rendah dicapai oleh 15.5% dari jumlah sampel, normal 39%, dan tinggi 45.5%. Keberhasilan ablasi dicapai oleh 29% pasien

    Integrasi Akupunktur dan Akupresur pada Layanan Kesehatan Primer dan Modern: Bukti Klinis, Tata Kelola Keselamatan, Model Implementasi, dan Perangkat Operasional: Integration of Acupuncture and Acupressure in Primary and Modern Healthcare: Clinical Evidence, Safety Governance, Implementation Models, and Operational Tools

    No full text
    Integrasi akupunktur dan akupresur ke dalam layanan kesehatan primer dan layanan kesehatan modern semakin mendapat perhatian sebagai strategi peningkatan mutu layanan, khususnya dalam pengelolaan nyeri muskuloskeletal kronik dan manajemen gejala yang umum dijumpai dalam praktik klinik sehari-hari. Pergeseran epidemiologi penyakit menuju dominasi kondisi kronik, keterbatasan penggunaan terapi farmakologis jangka panjang, serta meningkatnya permintaan pasien terhadap pendekatan yang lebih holistik dan berpusat pada individu mendorong sistem kesehatan mengadopsi intervensi nonfarmakologis yang aman, terstandar, dan dapat dievaluasi secara ilmiah. Secara biologis, akupunktur dikaitkan dengan modulasi jalur nyeri dan inflamasi melalui mekanisme neuro-imuno-humoral, termasuk pelepasan adenosin lokal yang memediasi efek antinosiseptif, aktivasi sistem opioid endogen, serta pengaruh pada lintasan perifer, spinal, dan supraspinal pada nyeri persisten. Bukti tersebut memberikan dasar rasional bagi pemanfaatan akupunktur sebagai bagian dari perawatan multimodal, terutama pada nyeri kronik. Secara klinis, uji pragmatis di layanan primer dan meta-analisis berbasis individual patient data menunjukkan manfaat bermakna akupunktur pada beberapa sindrom nyeri kronik, khususnya sebagai terapi adjuvan. Dari perspektif keselamatan, kejadian tidak diinginkan umumnya ringan dan sementara, meskipun pelaporan yang tidak konsisten masih menjadi tantangan. Artikel ulasan naratif ini mensintesis bukti mekanistik dan klinis, prinsip tata kelola keselamatan, standar pelaporan intervensi, serta strategi implementasi integrasi akupunktur dan akupresur menggunakan kerangka CFIR dan evaluasi RE-AIM, guna mendukung program klinis yang aman, terukur, dan berkelanjutan

    In Silico Study of Bajakah Compounds (Spatholobus suberectus) to ProteaseSARS-CoV-2 Inhibitor

    No full text
    Coronavirus Disease 2019 or COVID-19 is caused by a virus called Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2. Until now, there is no specific treatment guide in dealing with COVID-19 in Indonesia. The curative pharmacological therapy for COVID-19 used is antiviral such as lopinavir, ritonavir, and oseltamivir, currently based on trial and error. This study carried out a Molecular Docking Analysis of 16 compounds owned by the Bajakah plant (Spatholobus suberectus). Oseltamivir was used as a control, and validation was carried out on a natural ligand, namely boceprevir against the main protease CoV or Mpro, 7C6S and the result was 1.47 Å using Toshiba hardware and AutoDock Tools, ChemSketch, Discovery Studio, Avogadro, UCSF Chimera software. Lipinski Rules of Five (RO5) analysis and ADMET analysis using SWISSADME and admetSAR. Licochalcone A compound had the best binding energy and inhibition constant values of -7.98 kcal/mol and 1.42 ?M. In contrast, the 6-Methoxyeriodictyol compound had fewer binding energy and inhibition constants, namely -5.24 kcal/mol and 143.04 ?M, respectively. In addition to the licochalcone A compound, the afrormosin compound, 3\u274\u277\u27-trihydroxyflavone, formononetin, cajanin, and dihydrokaempferol showed good binding energy values and inhibition constants compared to oseltamivir (control), so that these compounds have the potential to inhibit Mpro SARS-COV-2 or the virus that causes COVID-19. Analysis of Lipinski Rules of Five and ADMET is used to determine the properties of a molecule on the pharmacokinetics of drugs in the human body, and the results obtained to meet the requirements so that it is potentially effective for oral consumption

    Evaluasi Kualitatif Dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di RSPAD Gatot Soebroto Periode Januari 2021-Desember 2022: Qualitative and Quantitative Evaluation of Antibiotic Use in Hospitalized Pneumonia Patients at RSPAD Gatot Soebroto Period January 2021-December 2022

    No full text
    Pneumonia is a disease with inflammation of the lung parenchyma by microorganisms, chemicals, radiation, drugs and others. The high prevalence of infectious diseases in Indonesia is due to the widespread and inappropriate use of antibiotics. One of the indicators of quality and antimicrobial resistance control programs in hospitals is the evaluation of antibiotic use qualitatively and quantitatively. This study aims to evaluate the use of antibiotics in hospitalized pneumonia patients at RSPAD Gatot Soebroto based on qualitative (Gyssens) and quantitative (ATC/DDD & DU 90%) methods for the period January 2021-December 2022 and the relationship between rationality and length of stay. The study design was cross-sectional and data collection was retrospective, namely medical records from January 2021 to December 2022. The population was all medical records of pneumonia patients who were hospitalized in January 2021-December 2022. The sample used in the study was data from the period January 2021 - December 2022 that met the inclusion and exclusion criteria. Bivariate data analysis using chi square. The results of the study obtained an analysis of the relationship between the rationality of antibiotic use in pneumonia patients and the length of hospitalization in 2021, namely p = 0.001 and in 2022, namely p = 0.016, meaning that there is a relationship between the rationality of antibiotic use in pneumonia patients and the length of hospitalization in the period January 2021-December 2022

    Performa Skor G8 dalam Memprediksi Lama Rawat Inap Pasien Geriatri Non-Kanker di RS Atma Jaya: Performance of the G8 Score in Predicting Length of Stay in Non-Cancer Geriatric Patients at Atma Jaya Hospital

    No full text
    Pendahuluan Skor G8 merupakan alat skrining untuk menilai kondisi klinis pasien geriatri dengan penyakit kanker secara ringkas. Alat ini terdiri dari 8 pertanyaan, memuat aspek gizi, kognitif dan fungsional sehingga dapat dipergunakan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk melihat performa skor G8 dalam memprediksi LoS pasien geriatri non-kanker. Metode Penelitian ini mencakup pasien geriatri yang dirawat inap di RS Atma Jaya melalui IGD dan selesai dirawat bersama oleh Tim Terpadu Geriatri selama Februari–Maret 2024. Skor G8 dihitung oleh dokter IGD. Uji statistik deskriptif dilakukan pada variabel usia, lama rawat dan skor G8. Hubungan skor G8 sebagai prediktor LoS dinyatakan dalam persamaan regresi linear. Hasil Sebanyak 109 pasien memenuhi kriteria inklusi. Rerata skor G8 seluruh responden adalah 9,31± 2,63; rerata LoS responden 5,81+5,24 hari; rerata usia responden 71,25±7,33 tahun. Hubungan skor G8 dengan LoS dapat dimodelkan dengan regresi linear dengan estimasi parameter konstanta: 13,00 (p = 1,63x10-10); estimasi parameter koefisien skor G8: -0,73 (p = 9,8x10-5). Kecocokan suai dilihat dari R-kuadrat 0,1328 dan statistik-F 16,38 (p = 9,8x10-5)

    Balutan Madu Kapok (Ceiba pentandra) untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Gangguan Integritas Jaringan pada Ulkus Kaki Diabetik: Kapok Honey (Ceiba pentandra) Wraps to Overcome Nursing Problems of Tissue Integrity Disorders in Diabetic Foot Ulcers

    No full text
    Ulkus kaki diabetik adalah masalah paling umum pada penderita diabetes melitus (DM). Penggunaan madu untuk perawatan luka kaki diabetik di ruang perawatan masih belum pernah digunakan. Perawatan luka di ruang perawatan masih menggunakan obat topikal modern. Tujuan penelitian yaitu mengetahui keefektifan pemberian madu kapok (Ceiba pentandra) terhadap masalah keperawatan gangguan integritas jaringan pada ulkus kaki diabetik pada asuhan keperawatan pasien DM tipe 2. Desain penelitian yaitu studi kasus. Sampel penelitian yaitu satu orang pasien yang dirawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan SOP balutan madu randu dengan dosis setiap 2 hari sekali sebanyak 5 kali intervensi, dan instrumen skala BWAT untuk menilai keadaan luka. Metode analisis menggunakan proses asuhan keperawatan. Total skor penilaian pre-post test terhadap luka menggunakan skala BWAT menunjukkan penurunan di setiap intervensi (hari ke-5 dari skor 18 ke 17). Perawatan luka dengan balutan madu randu dapat mengatasi masalah keperawatan gangguan integritas jaringan. Hal ini ditunjukkan dengan indikator penurunan skor skala BWAT dari pre-test ke post-test

    Potensi Ekstrak Kasar Enzim dari Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.) Merr.) sebagai Obat Fibrinolitik Alami dengan Metode Clot Lysis In Vitro: Potential of Crude Enzymes from Black Soybean Tempeh (Glycine soja (L.) Merr.) as a Natural Fibrinolytic Medicine with Clot Lysis In Vitro Method

    No full text
    Enzim fibrinolitik adalah enzim yang dapat digunakan untuk memecah fibrin. Pada terapi trombus (penyakit kardiovaskular), enzim ini memiliki aktivitas yang mirip dengan plasmin yaitu mampu menurunkan fibrin dengan menghidrolisis fibrin menjadi produk terlarut dan menghambat pembentukan bekuan fibrin yang dapat memicu adanya penyakit kardiovaskular. Tempe kedelai hitam memiliki berbagai manfaat salah satunya adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko penggumpalan darah. Karena kandungan enzim protease pada kedelai hitam yang mampu mendegradasi benang fibrin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi tempe kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merr) dapat menghasilkan ekstrak enzim sebagai obat fibrinolitik alami. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan bahan, ekstraksi kasar enzim dari tempe kedelai hitam dengan sentrifugasi, pemurnian ekstrak kasar enzim menggunakan garam ammonium sulfat 80%, penetapan kadar protein enzim dengan metode Lowry serta pengujian potensi fibrinolitik dengan metode clot lysis secara in vitro. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam pengujian adalah 12,5 ; 25 ; 50 dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar enzim tempe kedelai hitam mampu melisiskan bekuan darah. Kadar protein sampel ekstrak tempe kedelai hitam setelah dilakukan pemurnian menggunakan ammonium sulfat sebesar 245,76 μg/mL. Persentase lisis bekuan darah yang optimum pada konsentrasi 100% dari sampel yang setelah dilakukan pemurnian yaitu sebesar 59%

    Total Fenolik, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms): Total Phenolic, Flavonoid, and Antioxidant Activity of Water Hyacinth Extract and Fraction (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms)

    No full text
    Eceng gondok merupakan gulma air yang sangat cepat pertumbuhannya. Keberadaannya di perairan mengakibatkan kerugian yang besar bagi lingkungan, sosial maupun ekonomi. Namun di sisi lain, eceng gondok memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid, alkaloid, steroid, terpenoid, antosianin, tannin, fenolik, antraquinon dan quinon. Senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai agen antioksidan, antibakteri, antifungi, antitumor, antikanker, antikoroner dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik dan flavonoid pada ekstrak dan fraksi tanaman eceng gondok serta nilai IC50 yang menggambarkan efektivitas antioksidannya. Ekstrak diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Fraksinasi terhadap ekstrak etanol eceng gondok menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji flavonoid pada ekstrak etanol yaitu 0,023±0,0015gEQ/g, fraksi etil asetat 0,028±0,0015gEQ/g, fraksi n-heksana 0,008±0,0005gEQ/g, dan fraksi air 0,002±0,0005gEQ/g. Hasil uji kadar fenolik herba eceng gondok pada ekstrak etanol sebesar 5,403 ± 0,910mgGAE/g, fraksi etil asetat sebesar 1,810 ± 0,225mgGAE/g, fraksi n-heksana sebesar 0,457 ± 0,290mgGAE/g dan fraksi air adalah sebesar 0,147 ± 0,151mgGAE/g. Nilai IC50 untuk ekstrak etanol sebesar 48,64 mg/mL, fraksi etil asetat sebesar 223,27 mg/mL, fraksi air 451,86 mg/mL, fraksi n-heksana 845,00 mg/mL

    Studi In Silico Potensi Senyawa Jambu Biji (Psidium guajava) sebagai Inhibitor α-Amilase dan α-Glukosidase

    No full text
    Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi, di mana enzim α-amilase dan α-glukosidase berperan penting dalam proses pencernaan karbohidrat. Menghambat kedua enzim ini merupakan strategi efektif untuk mengendalikan hiperglikemia setelah makan (postprandial). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari Psidium guajava sebagai inhibitor alami dengan menggunakan metode molecular docking secara in silico. Lima senyawa, yaitu Morin, Apigenin, Quercetin, (+)-Catechin, dan Psiguadial D dipilih berdasarkan aturan Lipinski. Docking dilakukan menggunakan AutoDockTools versi 1.5.6 dan divalidasi melalui redocking ligan asli ke enzim α-amilase (PDB: 1OSE) dan α-glukosidase (PDB: 3W37), dengan nilai RMSD kurang dari 2 Å. Psiguadial D menunjukkan ikatan paling kuat terhadap α-amilase dengan energi pengikatan -8,55 kcal/mol, sedangkan Apigenin memiliki afinitas terbaik terhadap α-glukosidase dengan energi -6,21 kkal/mol yang lebih baik dibandingkan Akarbosa sebagai pembanding. Visualisasi interaksi mengkonfirmasi adanya ikatan kuat pada residu katalitik utama enzim. Hasil ini menunjukkan bahwa Psiguadial D dan Apigenin berpotensi menjadi agen antidiabetik alami melalui mekanisme penghambatan enzim

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇