Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Hubungan Tingkat Stres Kerja dengan Gangguan Somatoform pada Personel TNI Rindam Iskandar Muda Aceh Tahun 2023: The Relationship between Work Stress Levels and Somatoform Disorders in TNI Rindam Iskandar Muda Aceh Personnel in 2023

    No full text
    Work-related stress is common and affects physical and mental well-being. The Indonesian National Armed Forces (TNI), crucial for regional security, face high stress levels due to various demands. Somatoform disorders, characterized by significant physical symptoms without clear medical causes, can result from this stress among TNI personnel.. This study aims to determine the relationship between the level of work-related stress and somatoform disorders among TNI personnel at Rindam Iskandar Muda Aceh in 2023. The research employs a quantitative approach using observational analytics with a cross-sectional study of 237 respondents, utilizing the OSI-R and PHQ-15 questionnaires. The results indicate that the distribution of work-related stress levels is predominantly mild, with 155 respondents (65.4%) falling into this category. The distribution of somatoform disorders is also predominant, with 125 respondents (52.7%) experiencing minimal somatoform disorders. Based on the Rank-Spearman correlation test, the two variables have a significant relationship with a positive correlation direction

    Status Nutrisi Lansia di Panti Lansia. Suatu Studi Deskriptif

    No full text
    Pendahuluan: Indonesia mengalami pergeseran demografis di mana menurut proyeksi Badan Pusat Statistik proporsi lansia akan menjadi 12,7% dari seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2025. Panti lansia merupakan salah satu sektor jasa dalam industri kesehatan perawatan lansia. Penelitian ini dimotivasi untuk memotret keadaan keadaan lansia yang berada dalam perawatan institusi panti lansia. Fokus aspek yang ingin dilihat dalam penelitian ini adalah status nutrisi. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif potong lintang. Sampel diambil dari seluruh Lansia sebanyak 70 orang yang berada dalam satu Panti Lansia swasta yang berada di Penjagalan, Jakarta Utara. Instrumen yang digunakan Mini Nutritional Assessment (MNA-SF). Dalam penelitian ini juga dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah. Hasil: Ditemukan 57,14% lansia berada dalam risiko malnutrisi (skor MNA-SF 8 – 11) dan 12,86% lansia berada dalam keadaan malnutrisi (Skor MNA-SF 0 – 7). Sebesar 38,57% lansia bertekanan darah sistolik > 140 mmHg dan 27,14% tekanan darah diastoliknya > 90 mmHg. Juga ditemukan 12,86% lansia kadar gula darah sewaktunya lebih besar dari 140 mg/dL, di mana terdapat 3 lansia (4,29%) gula darah sewaktunya > 200 mg/dL. Kesimpulan: Cukup tinggi lansia di panti yang berada dalam keadaan risiko malnutrisi maupun malnutrisi sehingga hal ini membutuhkan perhatian agar pengelola panti lansia memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian nutrisi bagi lansia yang memadai

    Efektivitas Ramuan Herbal Sebagai Penurun Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Effectiveness of Herbal Conoction as a Blood Pressure Reduce in Patients with Hypertension

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan memerlukan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik responden, efektivitas ramuan herbal dalam menurunkan tekanan darah, serta efeknya terhadap peningkatan kualitas hidup penderita hipertensi. Ramuan herbal yang digunakan terdiri dari bawang dayak, seledri, bunga rosella, daun kelor, kunyit, meniran, dan temulawak yang diketahui  memiliki kandungan golongan senyawa dengan aktivitas antihipertensi. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimental dengan one group pre-test dan post-test dengan intervensi selama tujuh hari. Responden penelitian sebagian besar berusia 46-55 tahun 16 orang (53%), berjenis kelamin perempuan 22 orang (73%), berpendidikan sarjana 12 orang (40%) dan pekerjaan sebagai swasta 7 orang (23%). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah konsumsi ramuan herbal, dengan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 24,20 mmHg (p<0,05) dan diastolik sebesar 18,13 mmHg (p<0,05). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara outcome terapi dan kualitas hidup (p<0,05), menunjukkan tidak ada masalah berarti pada setiap aspek kualitas hidup yang diukur

    Aplikasi Farmakologis dan Formulasi Jamu sebagai Bahan Aktif dalam Produk Nutrasetikal dan Makanan Fungsional: Tinjauan Komprehensif: Pharmacological Applications and Jamu Formulations as Active Ingredients in Nutraceutical and Functional Food Products: A Comprehensive Review

    No full text
    Jamu, sebagai warisan pengobatan tradisional Indonesia, telah digunakan secara turun-temurun untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit. Seiring meningkatnya kesadaran global akan manfaat produk alami, potensi jamu kini dieksplorasi secara ekstensif dalam pengembangan produk nutrasetikal dan makanan fungsional modern. Artikel review komprehensif ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam aplikasi farmakologis dari bahan-bahan jamu, mengidentifikasi senyawa bioaktif, serta menganalisis tantangan dan inovasi dalam formulasi produk-produk tersebut. Kami mengulas peran ganda dari metabolit primer dan sekunder, dengan fokus pada senyawa bioaktif utama seperti kurkuminoid, andrografolida, dan gingerol, yang terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Selain itu, kami menganalisis tantangan formulasi kritis seperti stabilitas, bioavailabilitas, dan isu organoleptik. Solusi teknologi canggih seperti mikroenkapsulasi, nanoteknologi (nanoemulsi, liposom), dan penggunaan bioenhancers juga dibahas secara rinci. Kami menyimpulkan bahwa integrasi jamu ke dalam produk modern memerlukan pendekatan ilmiah yang ketat, termasuk standardisasi ekstrak, validasi klinis yang transparan, dan regulasi yang jelas, untuk menjamin keamanan dan khasiatnya. Artikel ini memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk penelitian dan pengembangan jamu di masa depa

    Hubungan Tingkat Stres dengan Stomatitis Aftosa Rekuren pada MahasiswaUniversitas Mulawarman: Correlation Between Stress Level and Reccurent Aphtous Stomatitis on Mulawarman University’s Students

    No full text
    Salah satu penyakit mulut yang sering terjadi ialah stomatitis aftosa rekuren (SAR), dengan karakteristik ulkus berulang terbatas pada mukosa mulut tanpa gangguan sistemik lainnya pada pasien. SAR dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan terganggu, terutama pada saat melakukan fungsi pengunyahan, penelanan, dan berbicara. Sejumlah faktor presdisposisi diduga memicu terjadinya SAR, diantaranya yaitu stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) pada mahasiswa sarjana dan diploma Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan sampel sebanyak 380 mahasiswa universitas Mulawarman, analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menyatakan stres pada mahasiswa sebesar 82% (311 mahasiswa) berada pada kategori sedang dan sebanyak 61% (231 mahasiswa) tidak mengalami SAR. Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres ringan dan sedang maupun stres sedang dan berat terhadap SAR dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres ringan dan berat terhadap SAR, dimana mahasiswa dengan tingkat stres ringan cenderung tidak mengalami SAR 1,731 kali lipat dibandingkan mahasiswa dengan stres berat. Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa Universitas Mulawarman

    Formulasi Spray Gel Ekstrak Etanol Batang Etlingera rubroloba Menggunakan HPMC sebagai Gelling Agent: Formulation Spray Gel of Etlingera rubroloba Ethanolic Extract Using HPMC as Gelling Agent

    No full text
    Tumbuhan herbal merupakan salah satu sumber penemuan metabolit sekunder untuk bahan aktif dalam pengobatan dan salah satunya adalah Etlingera rubroloba dari kelompok Zingiberaceae. Batang tumbuhan tersebut mengandung polifenol sebagai antioksidan alami. Aplikasi antioksidan alami dapat diberikan secara topikal melalui sediaan spray gel. Sediaan spray dalam bentuk gel menggunakan HPMC dapat menghasilkan visual jernih, viskositas stabil dan tidak mengiritasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimal HPMC dalam pembuatan spray gel ekstrak etanol E.rubroloba yang ditinjau dari evaluasi dan stabilitas fisik yang dihasilkan. Formulasi sediaan spray gel berdasarkan metode eksperimental optimalisasi basis gel dengan menambahkan ekstrak etanol E.rubroloba dalam variasi konsentrasi HPMC 0,1% (F1) ; 0,2% (F2); 0,3% (F3) ; 0,4% (F4); dan 0,5% (F5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1 dengan HPMC 0,1% memiliki sifat fisik dan stabilitas sediaan terbaik dengan organoleptik bening, berbau khas, dan agak kental, menghasilkan spray gel yang homogen, memiliki pH 6, viskositas 60 cps, bobot semprot 0,13 gram, waktu kering 1,14 menit, pola dan diameter penyemprotan menyebar dengan baik, serta stabil secara fisik melalui uji stabilitas metode sentrifugasi dan cycling test

    Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) terhadap Jantung Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Minyak Jelantah: Effect of Java Acid Leaf (Tamarindus indica L.) Ethanol Extract on Heart of White Rats (Rattus norvegicus L.) Induced Used Cooking Oil

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) terhadap histologi dan kadar enzim lactat dehidrogenase (LDH) jantung tikus yang diinduksi minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 tikus putih jantan yang dibagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, 2 dan 3 dosis (150 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 250 mg/kg BB), dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 ulangan. Tahapan penelitian ini adalah skrining fitokimia, uji flavonoid total, uji antioksidan, uji kualitas minyak, pengukuran kadar enzim lactat dehidrogenase (LDH) dan pengamatan histologi jantung. Analisis data yang digunakan adalah one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) 250 mg/kg BB merupakan dosis paling optimal menurunkan kerusakan histologi berupa persentase piknotik dengan rata-rata 30,40 % dan ketebalan miokardium jantung dengan rata-rata 852,8 um serta menurunkan kadar enzim lactat dehidrogenase (LDH) jantung dengan rata-rata 152 U/L. Ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) berpengaruh terhadap jantung tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi minyak jelantah

    Karakterisasi Pati Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) sebagai Bahan Tambahan Sediaan Farmasi: Characterization of Sucker Starch of Yellow Kepok Banana (Musa paradisiaca L.) as Pharmaceutical Excipient

    No full text
    Bonggol pisang merupakan bagian bawah tanaman pisang yang jarang dimanfaatkan dan dianggap sampah setelah pemanenan buah pisang. Komposisi bonggol pisang meliputi 76% pati, 20% air. Kandungan pati yang tinggi dalam bonggol pisang berpotensi untuk dikembangkan dalam industri farmasi sebagai bahan penghancur, pengisi, dan pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari sumber pati baru dan mengetahui karakterisasi pati bonggol pisang kepok kuning (Musa paradisiaca L.) sebagai alternatif bahan tambahan dalam sediaan farmasi. Metode isolasi pati bonggol pisang kepok kuning menggunakan metode bleaching dengan larutan bisulfit. Hasil penelitian uji karakterisasi pati bonggol pisang kepok kuning daerah Plamongansari dan Ambarawa putih kecoklatan, tidak berbau, dan tidak berasa. Pati bonggol pisang kepok kuning memiliki pH 6,51 dan 6,60; kadar air 11,74% dan 13,29%; kadar abu 0,74% dan 0,83%; kandungan lembap 12,28% dan13,50%; kecepatan alir 0,86 gram/detik dan 1,04 gram/detik; sudut istirahat 39,91° dan 39,89° sehingga pati bonggol pisang termasuk memiliki sifat alir yang cukup baik; daya pengembangan 80,36% dan 93,65%; kelarutan 18,28% dan 22,96%; ukuran partikel 32.984μm – 91.466μm, kadar pati 45,07% dan 51,48%. Pati yang dihasilkan selanjutnya di karakteristik gugus fungsinya dengan menggunakan FTIR terdapat gugus OH, C-H, C-O-C dan C-O yang sama dengan struktur kimia amilum

    Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.): Formulation and Evaluation of Nanoemulsion of Garlic (Allium sativum L.) Extract

    No full text
    Umbi bawang putih (Allium sativum L.) memiliki zat aktif berupa allicin yang bersifat termolabil, allicin sebagai antioksidan utama yang dapat mencegah radikal bebas. Nanoemulsi memiliki ukuran partikel 20-500 nm yang merupakan suatu sistem dispersi minyak dan air yang distabilkan oleh kombinasi surfaktan dan kosurfaktan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula terbaik dari variasi konsentrasi VCO 3%, 5%, 8% dan mengetahui kestabilan sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi diformulasikan dalam fase minyak VCO, surfaktan Tween 80, dan kosurfaktan PEG 400. Sediaan nanoemulsi dilakukan uji organoleptis, pH, viskositas, % transmitan, stabilitas. Formula terbaik dilanjutkan uji ukuran partikel, dan zeta potensial. Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way anova. Berdasarkan % transmitan tertinggi didapatkan formula terbaik sediaan nanoemulsi ekstrak umbi bawang putih pada konsentrasi VCO 8%, dengan karakteristik organoleptis kuning bening, bau khas, dan tidak memisah, pH 4,9, viskositas 7,0 d’Pas, % transmitan 96,11%. Sediaan nanoemulsi umbi bawang putih stabil setelah dilakukan uji stabilitas. Formula terbaik mempunyai ukuran partikel yaitu 607,0±53,4 nm dan nilai zeta potensial sebesar -5,7±0,86 mV. Semakin tinggi konsentrasi VCO maka stabilitas sediaan semakin baik, sediaan nanoemulsi yang memiliki stabilitas yang baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi VCO 8%

    Knowledge and Perception of Hebal Medicine Competencies Among First Year Medical Students

    No full text
    Based on the data of Riset Kesehatan Dasar by Ministry of Health  in 2018, result from the use of herbal plants, the proportion is 24.6% compared to the use of conventional drugs, which is 60%. The goverment program to improve the use of traditional medicine modalities is in line with the achievements of the profile of graduates from the Medical Study Program to realize graduates who have an understanding of health and wellness tourism. This study is useful for determining the influence of knowledge level on students\u27 perception of herbal medicine competencies of the Ganesha University of Education Medicine Study Program using an observational analytical research design with a cross sectional  approach conducted on students in the Ganesha Education University of Education Medicine Study Program. The sampling technique will use simple random sampling with a sample size of  94 people. Data collection uses questionnaires that have been tested for validity and reliability. Data analysis using the help of SPSS and Python 3.10 applications. The results of the study showed that the level of student knowledge had a bad average of 54.89 + 17.86 and student perception in the negative category with an average of 26.86 + 3.14. Chi-Square analysis  showed that there was significant correlation between the variable of knowledge level on perception with a value of p=0.0001 < 0.005. The further research recommended through the results of this study is research in the realm of medical education about the competence of herbal medicine in the implementation of herbal medicine in the medical education curriculum

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇