Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sisik Naga (Pyrrosia Piloselloides L.) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Mencit Hiperkolesterolemia: Effect of Dragon Scales Leaf Ethanol Extract (Pyrrosia Piloselloides L.) on Reducing Total Cholesterol Levels in Hypercholesterolemic Mice

    No full text
    Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular seperti strok, aterosklerosis dan jantung koroner. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides L.). Sebanyak 25 ekor mencit putih jantan diinduksi hiperkolesterolemia dengan makanan diet lemak tinggi (MDLT) ±14 hari, mencit dinyatakan hiperkolesterolemia jika kadar kolesterol total (KT) >230mg/dl, kemudian dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, pembanding (simvastatin), dan kelompok yang diberi ekstrak uji dosis 25, 50, 100 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 15 hari, pada hari ke 0, 5, 10 dan 15 dilakukan pemeriksaan kadar KT. Data dianalisis dengan Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan dosis ekstrak uji dan waktu berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap penurunan kadar KT mencit. Semua kelompok dosis ekstrak etanol daun sisik naga memberikan efek penurunan KT pada mencit dan nilai persentase penurunannya sebanding dengan kelompok yang diberi simvastatin. Hasil ini menunjukkan ekstrak etanol daun sisik naga berpotensi dalam menurunkan kadar kolesterol total mencit hiperkolesterolemi

    Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dan Ekstrak Etanol Daun Mangrove (Rhizopora mucronata.) Terhadap Kadar Glukosa Dan Histopatologi Pankreas Mencit Putih Jantan (Mus musculus L.): Antidiabetic Activity Test of Combination of Ethanol Extract of Butterfly Pea Flowers (Clitoria termatea L.) And Etanol Extract of Mangrove Leaves (Rhizopora mucronata.) on Glucose Levels And Pancreatic Histopathology of Male White Mice (Mus musculus L.)

    No full text
    Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan daun mangrove (Rhizopora mucronata.) mengandung senyawa yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antidiabetes dan gambaran histopatologi pankreas pada mencit yang diinduksi aloksan setelah pemberian kombinasi ekstrak bunga telang dan daun mangrove. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Dalam penelitian menggunakan 40 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 8 kelompok. Kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (glibenklamid 0,65 mg/kg BB), kelompok ekstrak bunga telang dosis 500 mg/kgBB, kelompok ekstrak daun mangrove 125 mg/kg BB. Pada hari ke 15 mencit diambil organ pankreas untuk diperiksa histopatologinya. Data kadar glukosa darah dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bunga telang dan daun mangrove dosis (125 mg/kg BB : 93,75 mg/kg BB) efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit. Skor kerusakan piknosis, karioeksis, dan kariolisis digunakan untuk menilai histopatologi pankreas. Pemberian kombinasi ekstrak bunga telang dan daun mangrove (25%:75%) juga dapat mengurangi kerusakan sel pankreas pada mencit

    Status Nutrisi, Komorbiditas dan Fungsi Kognitif pada Lansia Perempuan di Panti Wreda

    No full text
      Background Cognitive impairment is a condition of decreased brain capacity that affects memory, concentration, and decision-making abilities. Nutritional issues have been linked to cognitive function. The presence of comorbid diseases can contribute to cognitive impairment through mechanisms such as vascular damage, neuroinflammation, and metabolic dysregulation. Understanding the complex interactions between nutritional status, comorbidities, and cognitive function is crucial for the early identification of at-risk individuals and the development of prevention and therapeutic strategies to maintain cognitive function.   Methods This research involves the elderly (seniors) from the Al Madiniyah Family Welfare Center. Cognitive status was assessed using the MoCA-Ina instrument (Montreal Cognitive Assessment-Indonesian Version) and nutritional status using the MNA-SF instrument (Mini Nutritional Assessment-Short Form). Patient medical history was obtained through interviews with patients. Data was analyzed using descriptive statistics, and the relationships between variables were tested using multivariate analysis.   Results This study involved 23 female subjects. The characteristics of the respondents\u27 distribution based on age classification enter the middle elderly category with 11 subjects (47.83%), with an average age of the respondents being 72.9 years. The most common highest education level was primary school (SD) with 10 subjects (43.48%). The average MoCA-Ina score was 16.9, with a minimum score of 3 and a maximum of 29. There was 1 subject (4.36%) with severe dementia, 4 subjects (17.39%) with moderate dementia, 7 subjects (30.43%) with mild dementia, 9 subjects (39.13%) with mild cognitive impairment, and 2 subjects (8.69%) normal. Nutritional status measured by MNA-SF had an average score of 10.3, with a minimum score of 3 and a maximum of 14. There were 3 subjects (13.04%) with malnutrition, 14 subjects (60.87%) at risk of malnutrition, and 6 subjects (26.09%) with normal nutrition. For chronic disease data, out of 23 respondents, hypertension is the most common comorbidity (34.69%), followed by hypercholesterolemia (16.33%) and hyperuricemia (10.20%). Other comorbidities found include stomach disease, osteoarthritis, heart disease, cataracts and only 1 subject with diabetes mellitus

    Formulasi dan Evaluasi Sediaan Blemish Balm Cream yang Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) sebagai Anti-aging dan Tabir Surya: Formulation and Evaluation of Blemish Balm Cream Containing Pomegranate Peel Extract (Punica granatum L.) as Anti-aging and Sunscreen

    No full text
    Dewasa ini seringkali muncul keluhan terkait kesehatan kulit wajah, dimana diantaranya meliputi kulit kering, keriput, dan tampak kusam. Salah satu cara menjaga kulit wajah agar tetap sehat yaitu dengan penggunaan Blemish Balm Cream. BB cream merupakan sediaan kosmetik wajah berbentuk ringan daripada foundation yang terdiri dari formula face powder dan foundation cream. Sediaan tersebut memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi yang dilengkapi perlindungan terhadap sinar matahari dengan tingkat coverage medium. Kandungan polifenol kuat seperti flavonoid dan tanin pada kulit buah delima dapat memberikan manfaat sebagai antioksidan serta bahan tabir surya. Penelitian ini dilakukan agar mendapatkan formulasi yang optimum dari hasil evaluasi sediaan BB Cream dengan ekstrak kulit buah delima. Hasil evaluasi mutu selanjutnya diterapkan dengan pengujian organoleptis, homogenitas, tipe krim, stabilitas, hedonik, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan distribusi ukuran partikel. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya secara in vitro pada sediaan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak kulit delima sebesar 15% menghasilkan nilai antioksidan paling optimum sebesar 33,651 ppm dan nilai SPF sebesar 6,493. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa sediaan BB Cream tersebut cocok untuk dikembangkan lebih lanjut untuk manfaat anti-aging dan tabir surya

    Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Diare terhadap Mahasiswa Farmasi Universitas Tanjungpura: Knowledge and Behaviour Assessment of Diarrhea Self-Medication among Pharmacy Undergraduate in Tanjungpura University

    No full text
    Swamedikasi dilakukan untuk mengatasi keluhan atau penyakit ringan seperti penyakit diare. Tingkat pengetahuan dan perilaku individu dalam penentuan dan penggunaan obat diare dapat mempengaruhi swamedikasi diare sehingga tidak terjadi penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat semester, pengetahuan dan perilaku mahasiswa farmasi Universitas Tanjungpura tahun 2021/2022 terhadap swamedikasi diare. Metode penelitian dilakukan secara retrospektif potong lintang berbentuk kuesioner. Metode stratified random sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Analisis rank-spearman digunakan untuk menganalisis hubungan tingkat semester, pengetahuan dan perilaku responden terhadap swamedikasi diare. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa dari 232 responden, mayoritas responden adalah perempuan, berusia 21 tahun, memperoleh obat dari apotek tanpa resep (81,03%), dan menggunakan obat diare golongan adsorben. Responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (9,91%), cukup (28,45%) dan kurang (61,64%) dan tingkat perilaku tepat (79,74%) dan tidak tepat (20,26%). Hasil p-value menunjukkan hubungan tingkat semester terhadap pengetahuan yaitu 0,142; hubungan tingkat semester terhadap perilaku 0,256 dan hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku 0,318. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan positif berkategorikan sangat rendah pada tingkat semester terhadap pengetahuan dan hubungan signifikan positif berkategorikan rendah pada tingkat semester terhadap perilaku dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku berkategorikan rendah

    Kajian Interaksi Obat pada Pasien Gagal Ginjal Rawat Inap di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot: Drug Interaction Studies in Patients with Kidney Failure Inpatient at Panglima Sebaya Hospital, Tanah Grogot

    No full text
    Pasien gagal ginjal akut maupun kronik umumnya memiliki penyakit penyerta sehingga banyak obat yang sering diresepkan. Meningkatnya kompleksitas obat yang digunakan akan menyebabkan peningkatan resiko kejadian interaksi obat, yang secara potensial mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien gagal ginjal rawat inap di RSUD Panglima Sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian 64 rekam medik pasien yang memenuhi syarat inklusi menunjukkan bahwa karakteristik pasien terbanyak adalah laki-laki sebanyak 34 pasien (53,13%), usia rentang 46-55 tahun (lansia awal) sebanyak 19 pasien (29,69%), jumlah penyakit penyerta 1-2 penyakit sebanyak 50 pasien (78,13%) dengan penyakit penyerta yaitu anemia sebanyak 27 pasien (28,13%). Jumlah penggunaan 6-10 obat paling banyak diberikan kepada 31 pasien (48,44%) berupa obat sistem kardiovaskular yaitu 149 peresepan (31,17%). Potensi interaksi obat yang ditemukan yaitu 12% minor, 80% moderate, dan 8% major

    Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan saat Pandemi COVID-19: Correlation between Gadget Usage Duration with Asthenopia Incidence in Nursing Students during Covid-19 Pandemic

    No full text
    Astenopia merupakan keluhan subjektif pada mata yang disebabkan adanya gangguan pada sistem akomodasi mata yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan seperti penggunaan gawai. Gejala astenopia dapat berupa gejala okuler, gejala visual dan gejala ekstraokuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia.  Penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dan dilanjutkan dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah responden yang diperoleh sebanyak 203 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner durasi penggunaan gawai dan Visual Vatigue Index. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil analisa data didapatkan 3,9% responden memiliki durasi penggunaan gawai ringan, 79,8% durasi penggunaan gawai sedang dan 16,3% durasi penggunaan gawai berat. Kemudian 28,6% responden tidak mengalami astenopia dan 71,4% responden mengalami astenopia serta tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia (p=0,422 atau p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19

    Pengaruh Penerapan Clinical Pathway pada Peresepan Antibiotik Pasien Tifoid Anak di Rumah Sakit Swasta X Kota Bogor: Effect of Clinical Pathway on Antibiotic Prescribing for Children Typhoid Patients at Hospital X Bogor

    No full text
    Tifoid terjadi hampir di seluruh dunia. Untuk mengurangi variasi antibiotik di rumah sakit khususnya pada pasien rawat inapmaka dibuatlah Clinical pathway. Adapun tyjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi clinical pathway terhadap peresepan antibiotik untuk pasien Tifoid anak di ruang rawat inap Rumah Sakit Swasta X di Bogor. Penelitian ini bersifat observasional comparative study membandingkan peresepan antibiotik sebelum penerapan clinical pathway dan setelah penerapan clinical pathway. Uji Chi square digunakan untuk membandingkan rasionalitas penggunaan antibiotik, lama rawat dan kesesuaian pilihan antibiotik dengan pedoman. Diperoleh sampel sebanyak 81 orang sebelum penerapan clinical pathway dan 78 orang setelah penerapan clinical pathway. Sebelum penerapan clinical pathway penggunaan antibiotik rasional sebanyak 48.88% dan setelah penerapan clinical pathway meningkat menjadi 67.05%. (p = 0,016). Berdasarkan hasil uji statistik menujukkan pasien yang memiliki lama rawat ? 5 hari sebelum penerapan clinical pathway sebanyak 52 pasien (64.19%) dan sebelum penerapan clinical pathway sebanyak 68 pasien (87.17%) (p = 0,001). Sebanyak 68,89% pemilihan antibiotik sebelum penerapan clinical pathway telah sesuai dengan pedoman tata laksana dan setelah penerapan clinical pathway meningkat menjadi 88.64%. (p = 0,001). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi clinical pathway di Rumah Sakit X di kota Bogor telah meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik

    Hubungan Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan Pasien di Apotek Wilayah Kecamatan X Kota Surakarta Tahun 2022: Correlation of Quality of Pharmaceutical Services and Patient Satisfaction in Pharmacy of X District Surakarta in 2022

    No full text
    Mutu pelayanan kefarmasian mengacu pada tingkat kesempurnaan suatu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Pihak apotek wajib meninjau aspek meliputi bukti fisik, empati, jaminan, daya tanggap dan reliabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kecamatan X Kota Surakarta tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei menggunakan kuesioner terhadap 8 apotek dan 225 pasien. Data pelayanan kefarmasian disimpulkan berdasarkan kategori mutu pelayanan kefarmasian di apotek. Kepuasan pasien dianalisis dengan membandingkan bobot realita dan ekspektasi berdasarkan variabel yang mempengaruhi kepuasan pasien. Selanjutnya dianalisis untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien menggunakan SPSS 23 uji spearsman’s rho. Mutu pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kecamatan X Kota Surakarta tahun 2022 memperoleh skor rata-rata sebesar 63,62% (cukup) dan rata- rata persentase tingkat kepuasan pasien sebesar 79,55 % (puas). Hasil uji korelasi spearman’s rho sebesar 0,994 hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien

    Aktivitas Antioksidan Jamur Endofitik BS-1 yang Diisolasi dari Bunga Sambiloto Menggunakan Beras Putih sebagai Media Pertumbuhan: Antioxidant Activity of Endophytic Fungus BS-1 Isolated from Sambiloto Flowers Using White Rice as Growth Media

    No full text
    Sambiloto merupakan tumbuhan dari famili Acanthaceae dilaporkan menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas salah satunya bersifat antioksidan. Selain menggunakan tumbuhan alaminya, sumber lainnya untuk menentukan adanya bioaktivitas sebagai antioksidan dari sambiloto yaitu menggunakan jamur endofitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dan skrining fitokimia dari jamur endofitik BS-1 yang berkolonisasi dengan bunga sambiloto (Andrographis paniculata) menggunakan beras putih sebagai media pertumbuhan. Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari tahap inokulasi, optimasi, kultivasi, dan diekstraksi menggunakan etil asetat sehingga didapatkan ekstrak pekat etil asetat (EtOAc). Ekstrak EtOAc jamur endofitik BS-1 dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa jamur endofitik BS-1 positif mengandung berbagai metabolit sekunder, di antaranya yaitu steroid, fenolik, dan alkaloid. Senyawa fenolik pada ekstrak jamur endofitik BS-1 ini dapat berpotensi sebagai antioksidan, yang didukung oleh hasil uji antioksidan, dimana ekstrak jamur endofitik BS-1 memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 38,61 ppm

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇