Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Formulasi Krim Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata)

    No full text
    Ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) mempunyai aktivitas antibakteri yang cukup baik terhadap beberapa bakteri patogen diantaranya bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap beberapa bakteri patogen tersebut untuk kemudian diformulasi menjadi bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaannya serta mengetahui pengaruh formulasi krim fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E.coli. Krim memiliki konsentrasi fraksi etil 6%, 8% dan 10%. Krim dievaluasi  (organoleptis, viskositas, pH dan daya sebar) serta aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Hasil pengamatan sifat fisik krim menunjukkan dengan adanya kenaikan konsentrasi fraksi etil asetat akan menyebabkan peningkatan viskositas secara berturut-turut 3,26 Pa.s; 3,34 Pa.s dan 3,58Pa.s, penurunan pH secara berturut-trurut,56; 7,39 dan  7,27 serta  penurunan daya sebar krim secara berturut-turut 5,1cm; 4,7cm and 4,0cm. Uji organoleptis (bentuk, warna, bau dan homogenitas) menunjukkan adanya stabilitas pada sediaan krim. Krim memiliki warna hijau dengan kontras warna yang sesuai dengan konsentrasi fraksi etil yang digunakan, berbau khas daun kirinyuh dan memiliki homogenitas yang baik. Krim dengan fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh memberikan aktivitas daya hambat pada bakteri S.aureus secara berturut-turut 12,52mm; 13,90mm dan 12,42 mm. Pada bakteri E. aeruginosa memberikan aktivitas daya bunuh secara berturut-turut 13.21 mm; 13.70 mm dan 12.49 mm. Pada bakteri E.coli dengan daya bunuh berturut-turut adalah 13.46 mm; 13.30 mm dan 13,18 m

    Formulasi Sediaan Krim Anti Acne dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) terhadap Propionibacterium acnes

    No full text
    Bawang dayak (Eleutherine bulbosa(Mill.)urb) merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Tengah. Secara empiris bawang dayak digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, salah satu jenis penyakit kulit adalah jerawat, sehingga perlu dilakukan pengujian daya hambat ekstrak etanol bawang dayak terhadap salah satu bakteri penyebab jerawat (P.acnes). Dalam dunia farmasi masih belum ada dilakukan penelitian pembuatan krim anti acne ekstrak etanol umbi Bawang Dayak, maka peneliti melakukan penelitian pembuatan krim anti acne ekstrak etanol umbi Bawang Dayak untuk meningkatkan efisiensi penggunaan obat tradisional. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang dayak positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan katekol dengan zona hambat tergolong moderate activitypada konsentrasi 1% dan weak activitypada konsentrasi lainnya (5%, 10% dan 15%), namun secara statistik masing-masing ekstrak tidak ada perbedaan yang bermakna (P=0.340).Berdasarkan evaluasi sediaan krim hasil uji organoleptis krim anti acne memiliki warna coklat tuadan berbau khas, uji homogenitas homogen, uji daya lekat memiliki hasil daya lekat yang sesuai dengan syarat, uji daya sebar memenuhi syarat dan uji pH memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit yaitu 6. Berdasarkan hasil tersebut maka evaluasi krim anti acne ekstrak bawang dayak memenuhi syarat uji fisik, namun perlu dikembangkan lebih lanjut ke arah stabilitas dan efektifitas sediaan krim terhadap bakteri penyebab jerawat

    Reviuw Beberapa Bioaktivitas dan Senyawa Kimia Organisme Laut untuk Kefarmasian

    No full text
    Laut sebagai habitat organisme, sangat karakteristik dan ekstrim dibandingkan lingkungan daratan. Lingkungan ekstrim tersebut memungkinkan proses metabolisme mahluk hidup yang ada di dalamnya menjadi karakteristik dan menghasilkan sejumlah metabolit sekunder yang karakteristik untuk pertahanan. Metabolit sekunder adalah senyawa tertentu yang hanya dimiliki oleh orgnisme tertentu, dan golongan senyawa tersebut sangat bernilai untuk kefarmasian antara lain sebagai bahan baku untuk obat, nutraceutical, kosmetik, hingga alat kesehatan. Sejumlah jenis senyawa dengan aktivitas biologi sangat penting untuk kefarmasian yang bersumber dari organisme laut adalah (a) Aktivitas sitotoksik bersumber dari senyawa Sinularin, Crassin Acetate, Cytarabine, Fludarabine, Aplysistatin, Geranylhydroquinone, Asperidol (b) Aktivitas Cardiovascular untuk (i) Aktivitas untuk Cardiotonic yaitu senyawa Laminin, Octopamine, Saxitoxin, Autonomium Chlorides (ii) Aktivitas untuk Hypotensive yaitu Spongosine, Doridosine, Aaptameine, Hymenin (c) Marine Toxin yaitu senyawa golongan Polytoxin, seperti Palytoxin; senyawa golongan Red Tide Toxin seperti Tetrodotoxin, Brevetoxin berupa Pb Tx-1 dan Pb Ts-1; serta golongan Ciguatera Toxin yaitu Ciguatoxin (d) Aktivitas Antimikrobial seperti Zonarol, Prepacifenol, Polyhalo-3-Butene-2-one; Tetrabromo-2-heptanone; 2-Cyano-4,5-dibromopyrrole, Aeroplysinin (+) dan (-); Eunicin (e) Aktivitas untuk Antibiotic yaitu Okadaic Acid, Acanthfolicin, Norhalichondrin A; serta (f) Miscellaneous Aktif untuk Kefarmasian yaitu Latrunculin A dan B; Kainic Acid, Domoic Acid, Vidarabine, Aplysinopsin, Barettin, Nereistotoxin serta senyawa 28-Deoxyzoanthenamine

    Penetapan Kadar Total Flavonoid, Fenolat, dan Karotenoid, serta Uji Aktivitas Antioksidan dari Daun dan Kulit Batang Tanaman Kenitu (Chrysophyllum cainito L.)

    Get PDF
    Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan ialah kenitu (Chrysophyllum cainito L.) yang merupakan  famili sapotacea. Tanaman ini juga biasa digunakan masyarakat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid, fenol serta aktivitas antioksidan pada daun dan kulit batang kenitu. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks bertingkat menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Penetapan  kadar  flavonoid dan fenol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Visibel. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryllhydrazil).  Hasil penetapan kadar menunjukkan kandungan flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak n-heksan daun (6,106 mg Qe/ 100 mg), kandungan fenol tertinggi terdapat pada ekstrak etanol daun (24,483 mg GAE / 100 mg ) dan kandungan karotenoid tertinggi terdapat pada ekstrak daun etil asetat (6,2386±0,0138 mg BE/100mg). Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak etanol daun kenitu memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dengan nilai IC50  10,81 ppm

    Profil Kelengkapan Informasi oleh Apoteker tentang Cara Penggunaan Sediaan Handihaler® yang Mengandung Tiotropium Bromida Di Apotek Wilayah Surabaya Timur

    No full text
    Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit kronik yang dapat dikontrol dengan pengobatan. Handihaler® dapat menjadi pilihan dalam mengontrol PPOK, tetapi penggunaan teknik Handihaler®yang masih kurang pada pasien dapat menyebabkan pengobatan menjadi tidak optimal, oleh karena itu diperlukan peran apoteker untuk menjelaskan cara penggunaan Handihaler®. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik informasi cara penggunaan Handihaler® yang diberikan apoteker di apotek di Surabaya Timur. Penelitian ini penelitian non-eksperimental dengan metode cross sectional study, dan menggunakan teknik observasi berupa checklist. Pengambilan sampel dengan metode non random sampling dengan menggunakan teknik purposive. Data diolah dengan analisis statistik deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 22 apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah 1, 2, 3, dan 4 dapat dijelaskan dengan benar, sedangkan tidak ada apoteker yang dapat menjelaskan langkah 16. Oleh karena itu apoteker komunitas perlu meningkatkan pengetahuan untuk mendukung peran apoteker dalam memberikan informasi cara penggunaan obat inhaler sehingga meningkatkan efektifitas terapi PPOK

    Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017

    No full text
    Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadaran. Pengobatan demam tifoid dapat dilakukan dengan cara pemberian terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik dengan biaya yang relatif tinggi belum tentu bisa menjamin efektivitas kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya antibiotik dari pasien demam tifoid di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). Metodepengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarakan catatan rekam medis pasien demam tifoid yang di rawat inap periode Januari hingga Desember 2017. Data efektivitas biaya pengobatan antibiotik dianalisis dengan nilai ACER. Hasil penelitian dari 79 pasien menunjukkan bahwa penderita demam tifoid terbanyak diderita oleh perempuan dengan persentase 53,16 % dan berusia usia 6 hingga 11 tahun dan 26 hingga 35 tahun dengan persentase yang sama sebanyak 17,72 % dengan lama rawat inap 4 hari dan obat antibiotik yang memiliki efektivitas lebih baik adalah ampisilin yang dapat menurunkan suhu demam sebesar 36,70 ºC dengan biaya Rp. 46.695,77 selama 4,3 hari dengan nilai ACER yaitu Rp. 398.543

    Pemberian Ko-Kemoterapi Fraksi Etil Asetat Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) terhadap Ekspresi Protein NF - K β pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi DMBA

    Get PDF
    Kanker payudara terjadi karena adanya paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Drug of choice untuk kanker payudara adalah Doxorubicin, namun menimbulkan efek samping dan toksik pada sel normal maka diperlukan penelitian ko-kemoterapi dalam hal ini digunakan fraksi etil asetat akar pasak bumi yang dapat bersifat sebagai antiinflamasi dan apoptosis.  Penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko-kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap ekspresi protein NF-K? pada Tikus SD yang diinduksi DMBA. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivo terhadap 5  Kelompok tikus  galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1 hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia  analisis data Kolmogorof Smirnof, uji Levene, uji ANOVA atau Kruskal Wallis. Hasil nilai rata-rata % ekspresi protein NF-K? adalah (6,64± 11,28)%, (39,53± 16,49)%, (18,10± 15,08%, (16,66± 12,51)% dan (15,39± 8,76)%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan Doxorubicin dapat menurunkan ekspresi protein NF - K β dan terhadap tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi DMBA

    Identifikasi Metabolit Sekunder Dan Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Jamur Endofit Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.)

    Get PDF
    Eksploitasi berlebihan untuk memperoleh metabolit sekunder dari bahan alam dapat menyebabkan kepunahan bahan alam tersebut, sehingga solusi yang tepat yaitu melalui pengembangan mikroba endofit sebagai penghasil metabolit sekunder. Jamur endofit berpotensi menghasilkan metabolit sekunder seperti inangnya. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, maka diduga dapat pula isolat jamur endofit yang terdapat dalam jaringan daun beluntas menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya sehingga memungkinkan memiliki efek yang sama pula dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder yang dihasilkan isolat jamur endofit dari daun beluntas. Pengujian aktivitas sebagai antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan menggunakan kertas cakram (paper disc). Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Dari hasil isolasi jamur endofit diperoleh tiga isolat yaitu isolat jamur endofit putih, isolat jamur endofit hitam 1 dan isolat jamur endofit hitam 2 yang ketiganya memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu fenol dan alkaloid. Dari ketiga isolat jamur endofit hanya satu jamur yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan keempat bakteri uji tersebut yaitu ekstrak isolat jamur endofit hitam 2. Aktivitas antibakteri ekstrak isolat jamur endofit hitam 2 ditunjukkan dengan adanya daya hambat pada Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa, dengan daya hambat berturut-turut sebesar 5,474 mm, 5,206 mm, 5,057 mm, dan 5,107 mm

    Kajian Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Glaukoma di Salah Satu Rumah Sakit di Bandung

    Get PDF
    Latar belakang: Glaucoma menempati urutan kedua (12,3%)setelah katarak (47,8%) sebagai penyebab kebutaan kedua diseluruh dunia.Interaksi Obat merupakan salah satu Drug Related Problems(DRPs) yang dapat mempengaruhi terapi pasien.Tujuan Penelitian adalah mengkaji  potensi interaksi obat glaukoma pada pasien rawat jalan di salah satu rumah sakit di Bandung. Metode Penelitian:deskriptif,pengumpulan data secara retrospektif melalui data rekam medik pasien.Hasil: hasil analisis yang dapat diambil yaitu data kuantatif meliputi jumlah pasien glaukoma yang paling banyak yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 46,90 %, jumlah pasien paling banyak yaitu berada pada kelompok umur > 65 (manula) sebesar 34.96 %, jumlah pasien berdasarkan diagnosis glaukoma yaitu glaukoma sudut tertutup sebesar 51,77%, jumlah pasien penggolongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan beta bloker sebanyak 42,70 %,  jumlah pasien berdasarkan rute pemberian obat yang paling banyak digunakan dengan rute pemberian tetes mata sebanyak 68,14  %, kemudian data kualitatif meliputi jumlah Resep obat glaukoma berdasarkan kesesuaian dosis yaitu 100% sesuai,  jumlah potensi interaksi obat anti glaukoma adalah sebesar 19,46%. Kesimpulan: Potensi interaksi obat anti glaukoma yaitu  pada kombinasi obat timolol-brimodine dan betaxolol brimodine serta acetazolamide – glycerol dengan klasifikasi moderat : Cukup signifikan secara klinis. Biasanya menghindari kombinasi; menggunakannya hanya dalam keadaan khusus

    Efektivitas Akupunktur “GI” terhadap Pengobatan Stres pada Pasien di Klinik Akupunktur Sukamenak dan UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB

    Get PDF
    Penelitian mengenai pengaruh akupunktur “GI” pada pengobatan stres telah dilakukan pada pasien stres yang melakukan terapi akupunktur di Klinik Akupunktur Sukamenak dan UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Akupunktur “GI” terhadap penurunan tingkat stres pada pasien, serta untuk memperkuat kegunaan dan posisi akupunktur “GI” dalam sistem kesehatan sebagai terapi komplementer. Penelitian ini merupakan studi observasional konkuren secara kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan selama 3 bulan melalui wawancara dengan parameter utama skala stres. Analisis pengaruh terapi Akupunktur “GI” terhadap pasien stres dapat diamati melalui penurunan skor stres pada responden yang rutin melakukan terapi akupunktur dan juga pengaruh usia, dan jenis kelamin terhadap penurunan skor stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna (r= -0,998) antara penurunan skor stres dengan jumlah terapi akupunktur “GI”, adanya hubungan jumlah terapi akupunktur “GI” yang dilakukan dengan penurunan skor stres. Selain itu, penelitian ini membuktikan adanya pengaruh jenis kelamin terhadap efektivitas terapi akupunktur “GI”. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupunktur “GI” berperan dalam penekanan gejala stres, prospektif sebagai terapi alternatif ataupun komplementer bagi penderita stres

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇