Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Dosis 7 Kgy Terhadap Kualitas Mikrobiologi Biskuit Pati Umbi Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze): Effect of 7 Kgy Dosage Gamma Irradiation on Microbiological Quality of Tubers Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) Starch Biscuits

    No full text
    Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan ?-glikosidik. Pati terdiri dari butiran-butiran kecil yang disebut granula. Pati termodifikasi merupakan pati telah mengalami perubahan sifat menjadi lebih baik dari pati alaminya. Pemanfaatan pati lokal seperti umbi taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) sebagai alternatif tepung komposit (umbi taka : tepung terigu) untuk mengurangi ketergantungan pada tepung terigu¹. Mengenai pengaruh modifikasi pati taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) dengan menggunakan komponen minyak jahe. Salah satu pemanfaatan pati umbi taka tersebut dapat dibuat menjadi bahan pangan seperti biskuit. Hampir semua bahan pangan tercemar oleh berbagai mikroorganisme dari lingkungan sekitar seperti Esherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Kapang Khamir. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk biskuit taka memenuhi persyaratan kualitas biskuit.Berdasarkan penelitian ini, karakteristik biskuit umbi taka menghasilkan kadar air sebesar 4.567%, kadar abu sebesar 1.396%, kadar protein sebesar 8.718%, karbohidrat sebesar 75.28%, dan kandungan kalori sebesar 417.99 dan jumlah bakteri Salmonella sp dan Escherichia coli 0 cfu. Hasil pengujian AKK dan ALT yang memenuhi persyaratan SNI biskuit 2011 adalah ALT dosis 7 kGy, AKK tanpa iradiasi dan iradiasi 7 kGy pada  H-0 dan H-30 yaitu ? 104 dan yang tidak memenuhi persyaratan adalah ALT dosis 7 kGy H-60 dan tanpa iradiasi pada  H-0, H-30, H-60 yaitu ≥ 104

    Formulasi dan Evaluasi Hidrogel Mukoadhesif Metronidazole Menggunakan Kombinasi Kitosan dan Natrium Karboksimetilselulosa

    Get PDF
    Antibiotik metronidazole merupakan suatu antibiotik yang sering digunakan pada pengobatan infeksi, salah satu penggunaannya adalah dalam pengobati infeksi Helicobacter pylori. Antibiotik ini memiliki kelarutan yang relatif tinggi pada kondisi asam yaitu 30,6 mg/mL pada pH 1, sebagai upaya untuk mengoptimalkan kelarutan tersebut maka dilakukan pengembangan sediaan yang bertahan lama pada kondisi lambung sediaan tersebut adalah dalam bentuk hidrogel mukoadhesif yang dapat mempertahankan waktu tinggal di lambung lebih lama sehingga terapi infeksi H.pylorilebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh penggunaan kombinasi polimer kitosan dan natrium karboksimetilselulosa yang dapat mengontrol pelepasan metronidazole secara in vitro dalam sediaan hidrogel. Metode yang digunakan untukmemprediksi formula tersebut adalah menggunakandesain faktorial yang selanjutnya diambil formula optimumnya. Rancangan formula awal untuk memprediksi formula optimum terdiri dari 4 formula dengan perbandingan polimer Jurnal Sains dan Kesehatan kitosan dan natrium karboksimetilselulosa berturut-turut 0,5:1,5; 1,0:1,5; 0,5:3,0; dan 1,0:3,0. Hasil pengamatan menunjukkan formula optimum dengan perbandingan polimer kitosan dan natrium karboksimetilselulosa sebesar 1,0% (kitosan) dan 3,0% (natrium karboksimetilselulosa), dengan respon untuk kemampuan mengembang sebesar 96,95%; kekuatan mukoadhesif sebesar 0,1911 N/cm2; dengan pelepasan obat sebesar 67,457 % dan mekanisme pelepasan obat mengikuti sistem difusi Fick. Berdasarkan uji independent sampel t-test pada program SPSS 22 menjelaskan bahwa formula hasil observasi tidak berbeda siginifikan dengan hasil prediksi (p-value>0,05).  

    Pengaruh Penambahan Bonggol Nanas Pada Susu Kacang Hijau

    Get PDF
    Penelitian kali ini memanfaatkan limbah bonggol nanas dengan tujuan uji ketahanan dan cita rasa dari formulasi antara susu kacang hijau-bonggol nanas. Bonggol nanas yang merupkan salah satu limbah yang cukup melimpah di indonesia dan belum termanfaatkan secara optimal ternyata memiliki kandungan gizi dan senyawa bromelain yang banyak manfaatnya untuk kesehatan, tidak hanya itubonggol nanas ini juga bermanfaat untuk mencegah kanker dan sinusitis. Pengkombinasian antara kacang hijau-bonggol nanas dalam pembuatan susu merupakan salah satu upaya untuk peningkatan gizi didalamnya. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan daya simpan dan cita rasa susu kacang hijau-bonggol nanas. Penelitian ini terdiri dari dua metode yaitu eksperimen untuk menguji daya simpan susu dan survei dengan jumlah responden sebanyak 28orang untuk cita rasa susu

    Sitotoksisitas Ekstrak Kayu Beta-Beta (Lunasia amara) pada Sel Kanker Payudara T47D

    Get PDF
    Penyakit kanker merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Kanker menjadi penyebab kematian yang tinggi dan masalah ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan kanker, namun angka kesakitan dan kematian masih tetap tinggi.Penggunaan obat sintetik dan kemoterapi sering tidak selektif. Bahan anti kanker tidak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel normal sehingga menimbulkan efek samping yang serius [20]. Hal ini mendorong untuk menemukan obat anti kanker yang lebih selektif dan sensitif. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan eksplorasi terhadap tanaman yang berpotensi sebagai anti kanker. Kayu beta-beta (Lunasia amara) berpotensi sebagai anti kanker karena mengandung senyawa aktif dan efek antioksidan yang tinggi. Oksigen aktif dan radikal bebas berhubungan dengan beberapa kasus secara fisiologi dan patologis seperti kanker, peradangan, kekebalan, penuaan, mutagenik dan karsinogenik. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dan pengeringan ekstrak dengan rotary eveporator. Pada penelitian akan di lakukan kajian sitotoksisitas dari ekstrak kayu beta-beta dengan menggunakan sel kanker payudara T47D, untuk pengembangan penggunaan tanaman ini sebagai kandidat obat baru untuk kanker. Ekstrak etanol sebagai sampel uji diarahkan untuk pengujian yang berkelanjutan dari tanaman kayu beta-beta

    Toksisitas Ekstrak Etanol Mangrove Sonneratia alba terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti

    Get PDF
    Mangrove Sonneratia alba adalah salah satu spesies mangrove yang dapat ditemukan di pantai Kalimantan Timur. Mangrove Sonneratia alba mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri, dan antijamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak etanol mangrove Sonneratia alba terhadap larva Ae. aegypti. Sampelnya adalah bakau Sonneratia albayang diperoleh dari Hutan Bakau Sambera dari Muara Badak, Kalimantan Timur. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol selama 3 ×24 jam. Ekstrak etanol yang diperoleh kemudian dilakukan uji fitokimia dan metode uji toksisitas BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mangrove Sonneratia alba pada akar mengandung flavonoid, fenolik dan triterpenoid; kulit kayu mengandung flavonoid, alkaloid, fenolat, dan triterpenoid; daun mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid,dan triterpenoid; dan buahnya mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil pengujiantoksisitas bagian jaringan dari empat bagian ekstrak mangrove S. alba, memiliki LC50lebih besar dari 1000 ppm sehingga toksisitas ekstrak etanol dari empat bagian mangrove S. albadalam kategori lemah.Jurnal Sains dan Kesehatan  

    Alkaloid Furokuinolin Dan Asam Sinamat Ter-O-Geranilasi Dari Kulit Batang Melicope hookeri T.G. Hartley

    No full text
    Satu senyawa alkaloid furokuinolin yakni evolitrin (1) dan satu senyawa asam sinamat ter-O-geranilasi yakni asam trans 3-metil-4-geranil kafeat (2) telah diisolasi dari kulit batang Melicope hookeri. Struktur kedua senyawa ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS dan NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap murin leukemia P-388 memperlihatkan IC50 4,06 ± 0,15 dan 4,86 ± 0,30 μg/ml dan kedua senyawa memperlihatkan aktivitas moderat

    Formulation and Physical Characterization of Onion (Allium ascalonicum L) Bulb Extract in Cream Using Tween 80 and Span 60 as the Emulgator

    No full text
    In Indonesia, it is not uncommon to find children who suffer from fever which can occur due to the change of weather from the rainy season during the dry season or vice versa. Communities in rural areas generally use onion (Allium ascalonicum L) to relieve fever in children. Cream preparations are made by varying the concentration of the emulgator to determine the effect of different concentrations of the emulgator on the physical characteristics of the cream preparation. The emulgator used is tween 80 and span 60 with a concentration of Formula 1: 3.5%, Formula 2: 3.75%, formula 3: 4%. Physical evaluations carried out in this study were organoleptic, pH, homogeneity, cream washability, cream type, viscosity, spreadability, adhesion, and freeze-thaw tests. The results of the study it can be concluded that the differences in the concentration of the emulgator can affect the physical characteristics of the cream preparation, namely in the spreading test and the adhesion test shows that F3 (4%) can reduce the spreadability of the cream preparation but can be attached to a long time when compared to F1 (3.5%) and F2 (3.75%). The physically optimal cream preparation formula is F1 and F2 because it meets all the requirements in the evaluation test

    Senyawa Alkaloid Furokuinolin dari Kulit Batang Zanthoxylum acanthopodium DC

    Get PDF
    Dua senyawa alkaloid furokuinolin, diktammin (1) dan skimmianin (2) telah berhasil diisolasi dari kulit batang Zanthoxylum acanthopodium DC. Penentuan struktur kedua senyawa alkaloid ditetapkan berdasarkan analisis spektrum UV, IR, MS,1D dan 2D NMR. Uji aktivitasantikanker senyawa 1–2 terhadap sel murine leukemia P-388 memperlihatkan nilai IC 50 10,41 dan 4,85 μg/ml

    Karakterisasi Senyawa Bioaktif Antimikroba Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine Bulbosa (MILL.) URB.)

    Get PDF
    Eleutherine bulbosa adalah tanaman khas suku Kalimantan yang telah digunakan secara turun-temurun sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakterisasi senyawa aktif antimikroba E. bulbosa. Tahapan penelitian diawali dengan ekstraksi E.bulbosa dengan pelarut metanol dan partisi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, n-butanol. Uji Skrining antimikroba ekstrak methanol, n-heksana, etil asetat, dan n-butanol dengan konsentrasi1 mg/mL. Ekstrak n-heksana difraksinasi dengan kromatografi cair vakum dan direfraksinasi kembali menggunakan sepacore. Fraksi aktif diisolasi dengan kromatografi lapis tipis preparatif dan diperoleh isolat aktif E. bulbosa. Hasil Identifikasi berdasarkan kromatogram menunjukkan isolat aktif E.bulbosa adalah golongan naphthalene. Interpretasi data spektroskopi FTIR isolat aktif E.bulbosa menunjukkan adanya gugus OH hidroksil, CH alifatik, dan C=O. Hasil Interpretasi data 1H NMR isolat aktif E. bulbosamenunjukkan Data 1H NMR memperlihatkan adanya spektrum dari atom H-6 dengan nilai δ6,92 ppm Mult. doblet dan J 10,5 Hz, spektrum dari atom H-8 dengan nilai δ 7,75 ppm, Mult. doblet dan J 10,5 Hz, spektrum dari atom H-9 dengan nilai δ6,29 ppm, dan spektrum H-11 dengan nilai δ 3,21 ppm. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) isolat aktif E.bulbosa terhadap bakteri uji V. cholera, B. subtilis, S. mutans, S. aureus0,0125%dan  

    Kepuasan Kerja Profesi Apoteker Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

    No full text
    Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tenaga kesehatan mempunyai peran penting bagi rumah sakit. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut tidak terlepas dari terpenuhinya kepuasan kerja pegawai rumah sakit yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, kepuasan kerja tenaga kesehatan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan kerja tenaga Apoteker dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSDI Banjarbaru. Penelitian ini bersifat deskriftif yang menjelaskan tentang kepuasan kerja tenaga kesehatan (Apoteker). Aspek kepuasan kerja yang diukur adalah kepuasan terhadap beban kerja dan kepuasan terhadap insentif yang diperoleh. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Juni 2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 9 orang Apoteker. Hasil penelitian menyatakan bahwa 100% responden merasa puas terhadap beban pekerjaannya dan 88,99% responden merasa tidak puas tehadap insentif yang diperoleh

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇