Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Keterkaitan Antara Kejadian ISPA, Indeks Massa Tubuh (IMT), Dan Prestasi Akademis Pada Siswa Sekolah Dasar di Manokwari: Relationship Between the Incidence of Acute Respiratory Infections (ARI), Body Mass Index (BMI), and Academic Achievement in Elementary School Students in Manokwari
Pada tahun 2013-2015 angka kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada balita dan anak usia sekolah dasar (? 15 tahun) di Indonesia mencapai yang tertinggi yakni sebanyak 82%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara kejadian ISPA, Indeks Massa Tubuh, dan prestasi akademis pada siswa sekolah dasar di Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian study cross sectional, pada siswa SD di Manokwari dengan jumlah responden sebanyak 72 anak. Identifikasi kejadian ISPA dengam cara menanyakan riwayat gejala ISPA, penilaian status gizi dengan pengukuran antropometeri IMT/U, dan prestasi akademis menggunakan nilai raport (laporan pendidikan). Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 39 anak yang mengalami ISPA, 10 anak yang memiliki status gizi kurang, dan 48 anak memiliki prestasi akademis yang cukup. Berdasarakan hasil uji korelasi tidak terdapat hubungan antara ISPA dengan prestasi akdemis (p = 0,882) maupun status gizi dengan prestasi akademis (p = 0,514). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat keterkaitan antara kejadian ISPA dan status gizi dengan prestasi akademis pada siswa sekolah dasar di Manokwari sehingga kemungkinan terdapat factor lain diluar penelitian ini yang juga mempengaruhinya
Kajian Metode Ekstraksi dan Analisis Senyawa Astaxanthin yang Terkandung dalam Udang: Study of Extraction Methods and Analysis of Astaxanthin Compounds Contained in Shrimp
Astaxanthin merupakan senyawa yang memiliki beragam aktivitas bermanfaat yang terdapat dalam organisme laut, sebagai contoh yaitu udang. Bagi beberapa negara, udang merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor ekspor dimana daging udang diolah untuk kegiatan ekspor dan bagian kepala, cangkang, karapas, dan ekornya tidak digunakan atau bahkan menjadi limbah. Kurangnya pengetahuan dan metode pengolahan yang tepat menjadi salah satu penyebab banyaknya limbah yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam limbah udang masih terkandung senyawa astaxanthin yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi suatu produk atau olahan yang dapat memiliki nilai tambah. Di dalam tinjauan ini dihimpun data ekstraksi dan identifikasi senyawa astaxanthin dalam udang, sehingga dapat menjadi referensi dalam menentukan metode ekstraksi dan identifikasi senyawa astaxanthin. Beberapa spesies udang juga telah diteliti terkait kandungan astaxanthin dan menunjukkan bahwa senyawa astaxanthin yang terkandung dalam setiap spesies bervariasi. Beragamnya kandungan astaxanthin baik pada spesies yang sama maupun spesies yang berbeda dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dari masing-masing spesies udang
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Keluhan Tension Type Headache pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship between Smartphone Use and Tension Type Headache Complaints in Students of the Faculty of Medicine, University of Mulawarman
Tension Type Headache (TTH) merupakan jenis nyeri kepala primer terbanyak di dunia, diperkirakan sekitar tiga milyar orang mengalami kelainan nyeri kepala, 1.89 milyar dengan TTH dan 1.04 milyar dengan migraine. Pengguna smartphone di Indonesia diperkirakan sudah lebih dari 100 juta orang. Masalah kesehatan terbanyak yang pernah dilaporkan dari pengguna smartphone adalah TTH, yaitu 75,71% dari responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi dan durasi penggunaan Smartphone dengan keluhan TTH pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Durasi dikategorikan menjadi lebih dari 3 jam dan kurang dari sama dengan 3 jam, posisi dikategorikan menjadi duduk dan berdiri. Penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional ini menggunakan responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang terdiri dari angkatan 2017, 2018, dan 2019 sebanyak 141 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 77 orang (54,6%) mengalami TTH, 135 orang (95,7%) menggunakan smartphone dengan durasi lebih dari 3 jam, dan 103 orang (73%) menggunakan smartphone dengan posisi berbaring. Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan durasi penggunaan smartphone dengan nilai p=0,285 (p>0,05) dan tidak terdapat hubungan posisi penggunaan smartphone (p=0,114) dengan keluhan TTH
Hubungan Lama Penggunaan Amlodipine dengan Derajat Keluhan Mata Kering pada Pasien Hipertensi: Relationship of duration of use of Amlodipine with Severity of Dry Eye Symptoms in Hypertensive Patients
Mata kering merupakan penyakit pada permukaan mata yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa penelitian melaporkan hubungan penggunaan amlodipine dengan kejadian mata kering. Namun, penelitian mengenai faktor lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering masih kurang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering pada pasien hipertensi. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2020. Data diperoleh dari 30 pasien berusia antara 41-65 tahun yang diambil dengan teknik purposive sampling di Klinik Mitra Keluarga Samarinda. Penelitian ini menggunakan lembar rekam medik dan kuesioner Ocular Surface Disease Index. Hasil penelitian ini didapatkan lama penggunaan amlodipine dan derajat keluhan mata kering memiliki hubungan yang bermakna (p = 0,005) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,496) dengan uji Spearman. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering, yaitu semakin lama menggunakan obat amlodipine maka derajat keluhan mata kering semakin berat
Efek Penghambatan Ekspresi ERβ Bebas oleh Fraksi n-Butanol Daun Semanggi (Marsilea crenata Presl.) pada Sel hFOB 1.19: Inhibitory Effect of Free-ERβ Expression by n-Butanol Fraction of Semanggi (Marsilea crenata Presl.) Leaves on hFOB 1.19 Cells
Wanita pascamenopause dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, diantaranya adalah osteoporosis yang diakibatkan karena gangguan produksi hormon estrogen dalam tubuh. Salah satu alternatif yang muncul dan berpotensi untuk menggantikan hormon estrogen adalah fitoestrogen. Daun M. crenata diketahui mengandung senyawa fitoestrogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi n-Butanol daun M. crenata dalam meningkatkan aktivitas osteoblas pada proses pembentukan tulang terhadap sel hFOB 1.19. Penelitian ini menggunakan metode ICC dengan bantuan instrumen CLSM. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian fraksi n-Butanol dengan varian konsentrasi62,5; 125; dan 250 ppm, serta pemberian genistein sebagai kontrol positif pada sel hFOB 1.19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi n-Butanol daun M. crenata memiliki kandungan senyawa estrogenik sebagai agen untuk meningkatkan aktivitas osteoblas melalui penurunan ekspresi ER? bebas sel hFOB 1.19 dan konsentrasi 62,5 ppm sebagai konsentrasi optimal dengan nilai ekspresi 594.108 AU
Validasi Metode Penetapan Kadar Boraks pada Kerupuk Puli Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis: Validation of Methods of Borax Concentrations Determination in Puli Crackers Using a UV-Vis Spectrophotometer
Rice cracker or known as Krupuk puli is the kind of deep-fried crackers in Indonesia that made of rice seasoned with spices and flavor enhancer. Most Rice cracker sellers that peddle their products in the Ngunut traditional market, so that the sellers have to make or prepare the rice cracker as well as possible to make the cracker can be sold. In this case, most manufacturers add hazardous materials (borax) in the process of making rice crackers. The purpose of this research is to validate the method and to know the borax level of rice crackers sold in the Ngunut traditional market by using the UV-Vis spectrophotometry method. Optimization of borax wavelength in the wavelength range of 500-600 nm. The prepared samples are analyzed using UV-Vis spectrophotometry at the maximum wavelength that is 506 nm. The next step, is, validation methods, including linieritas test, accuracy test, precision test, and LOD test & LOQ. The result of this study obtained the optimum wavelength is 506 nm. Based on the validation methods that have been done, obtained the results of inference linearity in the concentration range of 5ppm; 20ppm; 35ppm; 50ppm; 65ppm with a physical value of R2 correlation of 0.993,%recovery by 96.5%, the precision value obtained by 0.375%, and the LOD value of 48.565 ppm amounting and a Loq value of 161.381 ppm. The borax level in sample A amounted to 1,380 ± 1.824 ppm, sample B of 852.1 ± 2.367 ppm, sample C of 1,373 ± 1.824 ppm, and sample D of 185.9 ± 1.788 ppm
Formulasi Nanoemulsi dengan Bahan Dasar Minyak Ikan (Oleum Iecoris Aselli)
Minyak ikan merupakan sumber alami asam lemak tidak jenuh atau minyak polyunsaturated fatty acid (PUFA) omega-3 (n-3), terutama eicosapentaenoic acid (C20: 5n-3; EPA) dan docosahexaenoic acid (C22: 6n-3; DHA). Minyak ikan bermanfaat bagi kesehatan Minyak ikan umumnya dibuat dalam bentuk sediaan emulsi, namun absorbsinya kurang bagus dan sering kali terjadi creaming selama masa penyimpanan sehingga menyebabkan terjadinya penurunan dosis. Perlu adanya modifikasi bentuk sediaan emulsi menjadi nanoemulsi karena dapat meningkatkan absorbsinya, dan membantu melarutkan obat yang lipofilik, meningkatkan bioavailabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan yang paling baik untuk menghasilkan nanoemulsi. Formula Terdiri dari perbandingan minyak:surfaktan:kosurfaktan 9 perbandingan tween80:PEG400 dan 9 perbandingan tween80:propilenglikol, dari hasil pengadukan magnetik stirer dengan perputaran 600rpm suhu pemanasan 700C selama 1 jam, dan disimpan. dan setelah 24 jam dilakukan uji % transmitan yang didapatkan, dipilih enam perbandingan tertinggi yaitu perbandingan Tween80:PEG400 G (7:1) 94,02%, H (8:1) 95,32%, I (9:1) 96,88%, dan tween80:propilenglikol O (6:1) 96,20%, Q (8:1) 96,14%, R (9:1) 96,25%. dimasukan kedalam formula sediaan menjadi F1-F6. Dari ke-6 formula sediaan didapatkan perbandingan tween80:propilenglikol (8:1) yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan ukuran partikel 88nm, dengan %transmitan >96%
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Sebelum Menghadapi OSCE
Anxiety is a very familiar term that describes a state of worry, anxiety, fear, and in peace with various physical grievances. Medical students experience a level of mental exhaustion that includes anxiety. Medical faculty students have a hectic schedule of lectures, tutorial activities, practicum, lab skills and the demands to study independently outside those hours so that the pressure on physical and mental conditions is relatively more severe than other education. In addition to learning activities, medical students also conduct Objective Structural Clinical Examination (OSCE) exams as an instrument testing clinical skill of medical students. The many thoughts about the material to be learned between theory, clinical skills in the OSCE exam, osce atmosphere, OSCE testers observing participants directly, unpreparedness following the OSCE, OSCE mechanism and the same time interval of each stase make osce known as a test that causes quite high anxiety. This research aims to find out the picture of anxiety levels of students of The Faculty of Medicine Universitas Mulawarman before facing the OSCE. This research is a descriptive observational study with cross-sectional design. Sampling using stratified random sampling techniques. This level of anxiety was measured using the English version of the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire which was translated into Indonesian with 14 items. The sample was obtained by 96 students. In this study, 27 students (28.12%) with mild anxiety levels, 29 students (30.21%) with mild to moderate anxiety levels, 40 students (41.67%) with moderate to severe anxiety levels
Prediksi Aktivitas Fitoestrogenik Senyawa Golongan Flavonoid terhadap Receptor Estrogen α (ER- α) dengan pendekatan In Silico: Prediction of Phytoestrogenic Activity of Flavonoid Compounds against Estrogen Receptor α (ER- α) with In silico approach
Tubuh manusia akan mengalami penuaan dan menyebabkan kenaikan resiko penyakit dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Fenomena tersebut dapat muncul salah satunya akibat penurunan homeostasis tubuh karena menurunnya hormon estrogen. Salah satu senyawa yang berpotensi mengatasi keadaan tersebut adalah fitoestrogen dari golongan flavonoid. Potensi senyawa flavonoid dengan aktivitas fitoestrogenik, dapat diketahui dengan melakukan pengamatan In silico terhadap Estrogen Receptor ? (ER-?) dengan molecular docking. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme senyawa fitoestrogen melalui jalur ER-dependent lain seperti ER-?. Tahapan molecular docking dilakukan menggunakan plug-in Autodock Vina dalam PyRX 0.8. Hasilnya diketahui senyawa apigenin, quercetin, kaempferol, katekin, genistein dan daidzein memiliki interaksi agonis terhadap ER-α. Interaksi yang diperoleh dapat menggambarkan bahwa senyawa tersebut mampu memberikan aktivitas estrogenik ketika membentuk ikatan ligan reseptor.
Uji Aktivitas Antidiabetes Minyak Ikan Sepat Rawa (Trichopodus Trichopterus) Asal Kalimantan Selatan: Antidiabetic Activity of Swamp Fish (Trichopodus Trichopterus) Oil from South Kalimantan
Ikan sepat rawa (Trichopodus trichopterus) termasuk ikan komoditas penting Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dan dosis terbaik dari minyak ikan sepat rawa (T. trichopterus). Pengujian kuantitatif yaitu uji bilangan iod dan pengujian antidiabetes menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan dan diukur kadar gula darahnya menggunakan alat glukometer. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok I diberikan kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kelompok II diberikan glibenklamid dengan dosis 0,013 mg/20gBB, kelompok III, IV, dan V diberikan minyak ikan sepat rawa dengan dosis 0,26 mg/20 gBB; 0,52 mg /20 gBB; dan 0,78 mg/20 gBB. Hasil pengujian bilangan iod yang dilakukan 3 kali replikasi didapat rata-rata 37,95 g/100 g. Pada pengujian uji aktivitas antidiabetes, kelompok glibenklamid sebagai antidiabetes terbaik dengan persentase penurunan sebesar 63,52%, kontrol negatif memiliki persentase penurunan 6,81%, minyak ikan sepat rawa menunjukkan bahwa dosis 0,78 mg/20gBB merupakan dosis paling baik dengan persentase penurunan sebesar 20,26%, diikuti oleh dosis 0,52 mg/20gBB dengan persentase penurunan sebesar 19,07% dan dosis 0,26 mg/20gBB sebesar 6,81%. Minyak Ikan Sepat Rawa (T. trichopterus) dosis 0,52 mg/20gBB dan dosis 0,78 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antidiabetes namun tidak sebanding dengan kontrol positif