Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Aktivitas Antiinflamasi In Vitro dan In Vivo Ekstrak Etanol Daun Mangga Arumanis (Mangifera indica L.): In Vitro and In Vivo Anti-Inflamatory Activities of Ethanol Extract Mangifera indica L. Leaves

    No full text
    Inflammation is a normal process designed to protect oneself and promote healing of body tissues. The mechanism of action of flavonoids as antiinflammatory is through the inhibition of arachidonic acid and the secretion of lysosomal enzymes. The ethanol extract of Mangifera indica L. leaves (EEML) contains flavonoids and is widely used as a medicine empirically. This study was conducted to evaluate the antiinflammatory effect of EEML in vitro and in vivo. In vitro study of the antiinflammatory activity of EEML based on its effect on the stability of blood membranes using UV-Vis spectrophotometry method. While the in vivo activity was tested using the carrageenan induction method on white rats of the Wistar strain. In vitro activity was expressed as EC50 and in vivo activity was expressed as % edema reduction. The results showed that ethanol extract was able to increase membrane stability with an EC50 value of 8.56 ?g/ml better than positive control aspirin with EC50 21.57 ?g/ml. In vivo test results showed that the administration of EEML doses of 200 mg/kg.bw, 400 mg/kg.bw, and 800 mg/kg.bw was not significantly different from the positive control in reducing edema. EEML has shown antiinflammatory effects in vitro and in vivo, so it has the potential to be developed as an antiinflammatory agent

    Potensi Senyawa Fitokimia pada Tumbuhan dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Melitus: Potential of Phytochemical Compounds in Plants in Lowering Blood Glucose Levels in Diabetes

    No full text
    Diabetes melitus adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia atau tingginya glukosa dalam darah karena gangguan dalam sekresi maupun respons terhadap hormon insulin. Menurut data dari International Diabetes Federation, prevalensi diabetes melitus di seluruh dunia sudah sangat tinggi, yaitu 537 juta pada tahun 2021. Akan tetapi, sudah ada berbagai obat alternatif alami yang dapat digunakan untuk menangani penyakit tersebut. Dalam beberapa penelitian, banyak tanaman yang sudah teruji khasiatnya sebagai obat antidiabetes alami karena kandungan fitokimianya. Studi literature review ini dilakukan dengan pencarian data melalui Google Scholar dan Science Direct dalam kurun  waktu 10 tahun terakhir (2013-2022). Dari 29 artikel yang sesuai diperoleh hasil bahwa beberapa kandungan fitokimia pada tumbuhan seperti alkaloid dengan kemampuannya memperbaiki sel beta pankreas, flavonoid sebagai astringen, saponin dengan kemampuannya menstimulasi sekresi insulin dari sel beta pankreas, dan tanin sebagai antioksidan alami berpotensi menurunkan glukosa darah pada diabetes melitus tipe 1 dan 2

    Analisa Perbandingan Kadar Vitamin C Sediaan Kapsul Bubuk Bawang Putih (Allium sativum, L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Comparative Analysis of Vitamin C Contents in the Garlic (Allium sativum, L.) Powder Capsules Using the UV-Vis Spectrophotometric Method

    Get PDF
    Antioksidan dan penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel yaitu fungsi dari vitamin C. Sumber Vitamin C adalah buah-buahan dan sayuran seperti bawang putih.  Bawang putih dapat digunakan sebagai alternatif terapi oleh masyarakat dalam bentuk kapsul bubuk dalam berbagai merk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C pada lima merk sediaan kapsul bubuk bawang putih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu spektrofotometri UV-Vis dan validasi metode seperti uji linieritas, uji presisi, uji akurasi, dan uji LOD dan LOQ. Berdasarkan hasil penelitian didapat panjang gelombang Vitamin C yaitu 247nm dan diperoleh hasil linieritas dalam rentang konsentrasi 5ppm, 10ppm, 15ppm, 20ppm, 25ppm dengan nilai koefisien korelasi yaitu 0,966, limit deteksi 0,160ppm dan limit kuantitasi yaitu 0,365ppm. Akurasi dari metode ini ditentukan berdasarkan hasil perolehan kembali menggunakan metode spike standar, sedangkan presisi diukur dengan menghitung simpangan baku relatif. Kadar vitamin C dalam sampel 1 sebesar 1,755ppm, sampel 2 sebesar 1,444ppm, sampel 3 sebesar 1,231ppm, sampel 4 sebesar 1,134ppm, sampel 5 sebesar 0,853ppm. Hasil penelitian disimpulkan bahwa analisis dalam penetapan kadar vitamin C pada kapsul bubuk bawang putih dengan spektrofotometri UV-Vis  terdapat perbedaan bermakna dari kadar vitamin C pada lima merek kapsul bubuk bawang putih yang menggunakan analisis statistika SPSS16 dengan metode Kruskal Wallis yaitu mendapatkan nilai p = 0,009

    Formulasi dan Evaluasi Sabun Padat Transparant Ekstrak Frezzed Drying Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L) Sebagai Sabun Anti Jerawat: Formulation and Evaluation of Transparent Solid Soap Extract Freezed Drying Sappan wood (Caesalpinia Sappan L) As Anti-Acne Soap

    No full text
    Acne (acne vulgaris) is an abnormal condition of the skin due to the production of excess oil glands that cause clogging of skin pores. Acne develops into inflammation (inflammatory acne) when infected with bacteria, especially the Propionibacterium acnes bacteria. Secang wood extract (Caesalpinia sappan L) contains Brazilin flavonoids which are known to have inhibitory properties against the Propionibacterium acne bacteria. One of the acne treatments is using acne soap. Therefore, this study aims to obtain a transparent soap preparation formula with the active ingredient of Secang wood extract (Caesalpinia sappan L), formulation techniques and to determine the antibacterial activity against P. acne bacteria that causes acne. So it is hoped that Secang wood can be developed into a medicinal cosmetic product, which has economic value. The colour of transparent soap is light purple to dark purple red, with a solid texture and a distinctive VCO aroma, has a pH of 9.3-9.7. The levels of free fatty acids / free alkalis are 0.04-0.4% , unsweetened fats 0.29-0.34% , have a water content of 18% -30.6% , have total fat content 15.96% -30.98% . The inhibitory diameter of transparent solid soap F4 = 24.50 mm was greater than F0 = 21.67 mm but it was not significantly differen

    Hubungan antara Usia, Lama Keluhan Nyeri Abdomen, Nilai Leukosit, dan Rasio Neutrofil Limfosit dengan Kejadian Apendisitis Akut Perforasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship between Age, Duration of Abdominal Pain, Leukocyte Value, and Neutrophil Lymphocyte Ratio with the Incidence of Acute Appendicitis Perforation at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    No full text
    Acute appendicitis is an infection that occurs in the appendix vermiformis or commonly known in the community with inflammation of the appendix. The incidence of appendicitis in the world is quite high and diagnosis is still a challenge in surgery. Delay in establishing a definite diagnosis of appendicitis has implications for suboptimal management and can lead to complications in the form of perforation. Perforation of the appendix vermiformis will result in peritonitis and can cause uncontrolled sepsis and intra-abdominal abscess. Age and delay in diagnosis are factors that play a role in the occurrence of perforation of the appendix vermiformis. The longer the complaint of abdominal pain experienced in acute appendicitis, the higher the possibility of perforation. Leukocyte count and lymphocyte neutrophil ratio is a laboratory test that can help diagnose acute appendicitis. The purpose of this study was to determine the relationship between age, duration of abdominal pain, leukocyte value, and neutrophil lymphocyte ratio with the incidence of acute appendicitis perforation. The design of this study uses a cross-sectional study with observational analytic methods. Data were taken from the medical records of patients with a diagnosis of acute appendicitis who received appendectomy at the Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Regional General Hospital for the period 2018-2019 using purposive sampling technique and obtained 105 research samples. Bivariate analysis was performed using the chi-square test and fisher test if the expected count less than 5. The analysis results obtained a significant relationship between age (p=0,015), duration of abdominal pain (p=0,000), leukocyte value (p=0,049), and neutrophil lymphocyte ratio (p= 0,000) with the incidence of acute appendicitis perforation

    Kinerja Bidan dalam Memberikan Pelayanan Antenatal Care: Suatu Kajian Pustaka: Performance of Midwives in Providing Antenatal Care Services: A Review

    No full text
    Tahun 2017 sebanyak 106 puskesmas di Indonesia yang melakukan komponen Antenatal Care (ANC) secara baik dan benar menurut standar 9T, 7T, 5T berturut-turut sebesar 18,8%, 23,2%, dan 31,7%. Puskesmas yang memiliki seluruh peralatan, obat, dan media penunjang ANC 9T hanya sebesar 20,4% saja. Bidan yang melakukan pelayanan ANC sesuai standar hanya seperlimanya saja. Tujuan penelitian ini untuj menganalisis kinerja bidan dalam memberikan pelayanan Antenatal Care dan faktor-faktor yang mempengaruhi dilihat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 20 jurnal terindeks, baik jurnal nasional maupun internasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Metode review dengan pendekatan sistematis. Sebanyak 13 jurnal menyatakan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care sudah baik (>50%). 5 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan usia. 5 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan sarana prasana. 4 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan pelatihan. 4 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan masa kerja. 10 dari 12 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kinerja. 8 dari 11 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja. 3 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja. 3 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja bidan. Dapat disimpulkan kinerja bidan sudah baik. Faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu usia, sarana prasarana, pelatihan, masa kerja, pengetahuan, motivasi, kepemimpinan, dan beban kerja. Faktor yang paling banyak diteliti yaitu pengetahuan. Faktor yang paling berpengaruh yaitu sarana prasarana dan masa kerja

    Uji Boraks pada Beberapa Kerupuk Mentah dari Pasar Tradisional Kota Jambi: Borax Test on Some Raw Crackers from Jambi City Traditional Market

    Get PDF
    Boraks dilarang penggunaannya pada makanan tetapi boraks masih sering ditambahkan di beberapa makanan salah satunya kerupuk. Kerupuk yang mengandung boraks jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan seperti kerusakan pada hati, sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan boraks dan kadar boraks pada kerupuk mentah dari pasar Tradisional Kota Jambi. Metode yang digunakan untuk analisis boraks pada kerupuk mentah menggunakan kertas kunyit (tumerik) dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian 10 sampel kerupuk mentah diperoleh 1 sampel mengandung boraks yaitu kerupuk nasi dari hasil uji kualitatif dengan kertas tumerik. Dari hasil uji dengan spektrofotometer UV-Vis diperoleh panjang gelombang maksimum dari larutan sampel 415 nm yang sama dengan panjang gelombang maksimum larutan standar boraks, pada hasil uji kuantitatif diperoleh kadar boraks sampel tersebut sebesar 139,23 µg/g

    Hubungan antara Ukuran Massa dan Derajat Tumor dengan Glasgow Coma Scale Pra dan Pasca Tumor Reseksi Bedah Meningioma dan Karnorfsky Performance Scale Pasca Tumor Reseksi Bedah Meningioma di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Januari 2018 – Maret 2020: Relationship between Mass Size and Tumor Degree with Glasgow Coma Scale Pre and Post Tumor Resection Meningioma Surgery and Karnorfsky Performance Scale Post Tumor Resection Meningioma Surgery at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda January 2018 – March 2020AuthorsBerta Ramadhani Ishaq

    No full text
    Meningioma merupakan tumor primer intrakranial yang umum dijumpai, yaitu sekitar 37% dari seluruh tumor sistem saraf pusat, meningioma juga merupakan tumor jinak ekstraaksial atau tumor yang terjadi diluar jaringan parenkim otak dan mengalami peningkatan angka kejadian pada populasi usia tua. Sekitar 20% dari meningioma bersifat jinak dan 4% dapat mengalami kekambuhan walaupun telah direseksi total. Tumor ini masih butuh banyak penelitian lebih lanjut yang dikarenakan masih membutuhkan bukti jelas mengenai tumor ini mulai dari etiologi hingga pemulihan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara ukuran massa, lokasi, dan derajat tumor dengan Glasgow Coma Scale (GCS) pra dan pasca tumor reseksi bedah Meningioma dan Karnorfsky Performance Scale (KPS) pasca tumor reseksi bedah Meningioma. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari ruang rekam medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis Meningioma dan telah menjalani Reseksi Bedah Saraf di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dalam periode Januari 2018 – Maret 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga didapatkan 31 pasien dalam penelitian ini. Hasil yang didapatkan terdapat adanya hubungan antara ukuran massa tumor dengan GCS pra maupun pasca reseksi bedah Meningioma, terdapat hubungan antara ukuran massa dan derajat tumor dengan KPS pasca reseksi bedah Meningioma, terdapat hubungan antara derajat tumor dengan GCS pra reseksi bedah Meningioma, dan terdapat hubungan antara derajat tumor dengan GCS pasca reseksi bedah Meningioma. Tidak terdapat adanya perbedaan antara GCS pra dengan pasca reseksi bedah namun terdapat adanya hubungan dalam hasil tersebut

    Faktor Penyebab Perbedaan Selisih Klaim Negatif Tarif Ina-Cbgs dengan Tarif Riil di RSUD Dr. Moewardi: Factors Causing Differences in Difference between Ina-Cbgs Rates of Negative Claims and Real Tariffs at RSUD Dr. Moewardi

    No full text
    RSUD Dr. Moewardi sebagai rumah sakit tipe A di wilayah Surakarta pada Tribulan 1 2020 didapatkan hasil selisih klaim negatif dari 2680 berkas tersebut sebesar Rp.-14.813.367.921. Salah satu kasus yang menyebabkan selisih negatif tinggi adalah kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section yaitu sejumlah 73 berkas yang menyebabkan selisih negatif sebesar  Rp.-361.971.358. Besarnya biaya selisih negatif ini dapat menyebabkan Rumah sakit mengalami kerugian. Metode dalam penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan cross sectional yaitu meneliti data secara langsung pada saat penelitian. Populasi penelitian adalah berkas klaim BPJS pada Triwulan ke 1 pada bulan Januari-Maret 2020 yang mempunyai selisih Negatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode Purposive sampling dengan kriteria inklusi berkas klaim yang memiliki selisih negatif kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section dengan kode Ina-Cbgs (O-6-11-I, O-6-11-II, O-6-11-III) dan kriteria eksklusi berkas klaim negatif dengan kasus obgyn tidak menggunakan tindakan Cesarean Section dan berkas klaim negatif dengan kasus bukan obgyn. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 73 berkas. Analisis faktor penyebab perbedaan besarnya selisih klaim negatif yang terdiri dari Kelas perawatan, Severity level, LOS (Length Of Stay), dan Jumlah diagnosis komplikasi akan diuji menggunakan One way ANOVA dengan menggunakan program IBM SPSS 22. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kelas perawatan nilai p-value tidak signifikan karena 0,338 >0,05, severity level nilai p-value tidak signifikan karena 0,796 >0,05, Los (Length Of Stay)  nilai p-value signifikan karena 0,000 <0,05, jumlah diagnosis komplikasi nilai p-value tidak signifikan karena 0,443 >0,05. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkatan LOS dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs. Tidak terdapat perbedaan tingkatan kelas, severity level, dan jumlah diagnosis komplikasi dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs

    Identifikasi Faktor-Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah: Identification of the Factors of Anemia in Pregnant Women in Amahai District, Central Maluku Regency

    No full text
    Latar Belakang penelitian adalah anemia yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi kekurangan darah merah pada trimester I - II dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 gr / dl dan trimester III <10,5 gr / dl. Penyebab anemia kehamilan misalnya kekurangan zat besi, pendarahan kehamilan, jarak kehamilan terlalu dekat, paritas, umur ibu, dan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan melihat kejadian faktor-faktor yang memengaruhi anemia pada ibu hamil. Metode penelitian adalah desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei analitik, dilakukan di wilayah Kecamatan Amahai – Kabupaten Maluku Tengah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Cross Sectional Survey, kriterianya ibu hamil trimester II - III menderita Anemia di wilayah Kecamatan Amahai. Hasil penelitian oleh berbagai faktor, usia ibu hamil berkisar 20 - 35 tahun (81%), berpendidikan SMA (71%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (84%). Pengetahuan ibu hamil cukup (81%). Kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe tidak patuh (74%). Sosial budaya dengan kategori mitos atau pantangan makan (68%), pengobatan dan pencegahan anemia (90%). Riwayat kehamilan kehamilan kehamilan trimester II (77%), trimester III (23%), kadar Hb kurang (100%), status paritas Primigravida (48%), penyulit kehamilan (13%). Layanan kesehatan Antenatal Care, yaitu tidak rutin melakukan kunjungan (32%), petugas periksaan kehamilan oleh Bidan (84%), tempat kehamilan kehamilan diluar fasilitas kesehatan (68%), tidak mendapatkan pengetahuan, informasi dan pengetahuan (10%). Rerata semua kebutuhan gizi ibu hamil berkategori kurang dari 80% angka kecukupan gizi, begitupula juga rerata persentasenya. Kesimpulan dalam penelitian ini berbagai faktor terkait, perlu memberikan informasi yang mudah dilaksanakan ibu hamil dengan memanfaatkan kader kesehatan setempat

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇