Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Penggunaan Smartphone Berpengaruh Terhadap Gejala Computer Vision Syndrome: Smartphone\u27s Usage Affects Computer Vision Syndrome Symptoms

    No full text
    Smartphone yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila penggunaannya berlebihan dan tidak tepat. Durasi dan jarak penggunaan smartphoneyang tidak tepat akan menimbulkan gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross –sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi dan jarak penggunaan smartphone dengan gejala CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda. Sumber data penelitian menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner dengan Google form. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang berjumlah 177 mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan D-3 Keperawatan. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi –Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda banyak yang mengalami gejala CVS (82,5%), gejala CVS lebih banyak (73,4%) dialami mahasiswa yang menggunakan smartphonedengan durasi ≥ 4 jam/hari (p = 0,000) dan 59,9% dalam jarak penggunaan < 29,2 cm (p = 0,001). Disimpulkan bahwa durasi dan jarak penggunaan smartphoneberhubungan dengan gejala CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda

    Review: Kandungan Kalium dan Natrium dalam Air Kelapa dari Tiga Varietas Sebagai Minuman Isotonik Alami: Review: Potassium and Sodium Content in Coconut Water from Three Varieties As Natural Isotonic Drinks

    No full text
    Air kelapa secara alami memiliki kandungan mineral dan gula yang dapat dijadikan sebagai minuman isotonik karena mempunyai kesetimbangan elektrolit yang sama dengan cairan tubuh. Kalium dan natrium adalah dua dari beberapa mineral yang terkandung dalam air kelapa dan merupakan unsur utama minuman isotonik. Di Indonesia, kelapa yang paling banyak dihasilkan adalah kelapa dari 3 varietas yakni kelapa dalam (Tall Coconut), kelapa genjah (Dwarf Coconut) dan kelapa hibrida (Hybrid Coconut). Ketiga varietas kelapa tersebut memiliki kandungan kalium dan natrium yang berbeda. Penulisan review artikel ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kalium dan natrium yang terdapat dalam air kelapa dari 3 varietas, sehingga dapat diketahui varietas kelapa mana yang paling baik untuk digunakan sebagai minuman isotonik alami. Dalam penyusunan review ini digunakan teknik studi pustaka dengan membahas jurnal ilmiah yang memiliki topik terkait analisis kadar mineral dalam kelapa. Hasil review artikel menunjukkan bahwa air kelapa varietas kelapa dalam memiliki kadar kalium tertinggi yaitu sebesar 299.06 mg/100 mL dan varietas kelapa hibrida memiliki kadar kalium terendah yaitu 216.81 mg/100mL. Sedangkan kadar natrium tertinggi ada pada varietas kelapa genjah yaitu sebesar 16,22 mg/100mL dan kadar terrendah ada pada varietas kelapa dalam sebesar 11,03 mg/100mL. Karena mineral terbesar yang diperlukan dalam minuman isotonik menurut SNI 01-4452-1998 adalah natrium, maka dari hasil dapat disimpulkan bahwa air kelapa varietas genjah (Dwarf Coconut) adalah varietas kelapa yang paling baik untuk digunakan sebagai minuman isotonik alami

    Hubungan Usia, Kadar Hemoglobin Pretransfusi dan Lama Sakit terhadap Kualitas Hidup Anak Talasemia di Samarinda: The Relation between Age, Pre-transfusion Hemoglobin Level and Duration of Sickness on Quality of Life in Children with Thalassemia in Samarinda.

    No full text
    Thalassemia is a genetic disease caused bya disturbance in the process of forming the hemoglobin chain of red blood cells that decreased the production or formation of hemoglobin. Children with Thalassemia will have transfusions for their whole life to maintain blood hemoglobin levels. The older age of the child will also increase the frequent of blood transfusions to support the child’s growth.  Long and continuous transfusions also inadequate treatment will cause complications that affect the quality of life for people with Thalassemia. This study aims to analyze the relation between age, pre-transfusion hemoglobin level and duration of sickness on quality of life in children with Thalassemia in Samarinda. This research was an analytic observational study with a cross sectional design. The subjects were 32 children, aged 2-18 years, with major Thalassemia who werethe members of POPTI Samarinda. The data collected by medical records and the result from patient’s interview using PedsQl 4.0.  Statistical analysis use Pearson Test. The resultshows there isno relation between age and quality of life in children with Thalassemia (p = 0.136), there is relation between pre-transfusion hemoglobin level with the quality of life in children with Thalassemia (p = 0.040) and there is relation between duration of sickness and quality of life in children with Thalassemia (p = 0.036).  Based on the results of this study, it can be concluded that age has no relation to quality of life in children with  Thalassemia. Pre-transfusion hemoglobin level and duration of sickness have relation to quality of life in children with Thalassemia

    Analisis Kadar Alkohol pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Analysis of Alcohol Content in Traditional Alcoholic Beverages with UV-Vis Spectrophotometry Method

    No full text
    Arak adalah minuman beralkohol jenis minuman keras yang dihasilkan dari proses fermentasi nira yang berasal dari tanaman siwalan. Alkohol adalah senyawa organik dengan gugus fungsi –OH (hidroksil). Telah dilakukan penelitian dengan juduk “Analisis Kadar Alkohol Pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar alkohol pada minuman beralkohol tradisional (Arak) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan parameter-parameter validasi yaitu: ketelitian, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitas (LOD dan LOQ), ketepatan. Hasil penelitian didapatkan nilai RSD = 1.796799126 %, persamaan regresi linear y = -0.6759x + 0.8573 dan koefisien regresi R2 = 0.9977, LOD = 0.056 mg/L, LOQ = 0.187 mg/L dan % perolehan kembali = 91.5 %, menunjukkan bahwa parameter validasi ini cukup baik dan layak digunakan untuk penentuan kadar alkohol. Uji kuantitatif penetapan kadar alkohol sampel minuman beralkohol tradisional (arak)  didapatkan kadar 58 %

    Profil Hematologi Pasien Malaria Rawat Inap di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser Periode Januari 2015-Maret 2018: Hematological Profile of Inpatient Malaria Patients at RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, January 2015-March 2018

    No full text
    Malaria merupakan penyakit menular tropis yang disebabkan oleh Plasmodium yang terdapat pada nyamuk Anopheles betina. Pada infeksi malaria dapat menyebabkan perubahan hematologi. Tujuan: Untuk mengetahui profil hematologi pasien malaria rawat inap di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser periode Januari 2015-Maret 2018. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan metode cross-sectional. Data berasal dari rekam medik 120 pasien malaria dengan teknik purposive sampling. Hasil: Angka kejadian malaria tahun 2015 sebanyak 37 pasien (31%), tahun 2016 sebanyak 40 pasien (33%), tahun 2017 sebanyak 30 pasien (25%) dan Januari-Maret 2018 sebanyak 13 pasien (11%). Pasien malaria banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki sebesar 105 pasien (87,5%) dan usia 15-64 tahun sebesar 112 pasien (93,3%). Sebanyak 64 pasien (53,3%) terinfeksi Plasmodium falciparum, 53 pasien (44,2%) terinfeksi Plasmodium vivax, dan 3 pasien (2,5%) terinfeksi mixed infection. Pada profil hematologi menunjukkan 63 pasien (52,5%) memiliki kadar hemoglobin normal, 105 pasien (87,5%) mengalami trombositopenia, dan 81 pasien (67,5%) memiliki jumlah leukosit normal. Kesimpulan: Kejadian malaria paling banyak tahun 2016, dominan pada laki-laki dan usia produktif, terinfeksi P. falciparum, dengan kadar hemoglobin dan jumlah leukosit normal, serta trombositopenia

    Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship Between Sleep Quality and Stress Level in Student of Medical Faculty of Mulawarman University

    No full text
    Sleep is an important biological process for optimal life and health. Good quality of sleep will make the body feel refreshed and fit again when waking from sleep. Sleep quality which is an important factor for health consists of quantitative components, such as sleep duration, as well as qualitative components such as sleep latency, sleep disturbances, and daytime dysfunction. Poor sleep quality can interfere with the neuroendocrine function of the stress response, leading to the occurrence of stress-related disorders such as depression and mood disorders. This study, which uses observational analytical methods with a cross-sectional approach, aims to determine the relationship between sleep quality and stress levels in students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University. Sleep quality measured by Pittsburgh’s Sleep Quality Index questionnaire and stress level measured by Perceived Stress Scale questionnaire with the help of google form. The research sample consisted of students of the Faculty of Medicine of Mulawarman University which amounted to 353 students from the class of 2017, 2018, 2019 and 2020 Medical Studies Program. The results showed that more students of Mulawarman University Faculty of Medicine had poor sleep quality (75.9%), and experienced moderate stress levels (75.1%). Moderate stress levels were most experienced by respondents who had poor sleep quality (60.9%) with a value relationship of p= 0.000. It can be concluded that there is a significant relationship between sleep quality and stress levels in students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University

    Hubungan Kadar Hemoglobin Terglikosilasi (HbA1c) dengan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) Pasien DM Tipe II di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Relationship between Glycosylated Haemoglobin (HbA1c) Levels with Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) in Type II DM Patients in Primary Health Care Facilities

    Get PDF
    Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik yang prevalensinya semakin meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, salah satunya berupa penyakit ginjal diabetik ditandai penurunan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG). Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diharapkan dapat mengelola penyakit kronis seperti DM tipe II, sehingga meminimalkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan eLFG pasien DM tipe II di FKTP. Penelitian ini merupakan studi analitik korelatif cross-sectional, mengumpulkan data rekam medis 64 pasien DM tipe II yang terdaftar Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) salah satu FKTP di Samarinda. Analisis menggunakan uji pearson. Hasil penelitian didapatkan 64 subjek yang diperiksa, rerata usia 58,45 tahun, terdiri atas 26 laki laki (40,6%) dan 38 perempuan (59,4%). Rerata kadar HbA1c 7,6%, sedangkan rerata eLFG 60,04 mL/min/1.73m2. kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan eLFG berupa korelasi negatif (r=-0,404; p=0,001). Sehingga, diperlukan strategi pengelolaan DM tipe II yang optimal dari FKTP untuk meminimalkan komplikasi jangka Panjang

    Aktivitas Antioksidan Produk Kopi dan Teh di Kota Samarinda: Antioxidant Activity of Coffee and Tea Products in Samarinda City

    No full text
    Radikal bebas menjadi penyebab banyak permasalahan pada tubuh. Minuman seduhan kopi dan teh menjadi minuman sehari-hari banyak orang dan memiliki aktivitas antioksidan sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan berbagai produk kopi dan teh yang beredar di Kota Samarinda, menggunakanmetode DPPH. Aktivitas antioksidan tertinggi pada kopi SK3 sebesar 95,24%. Sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi pada teh ST9 sebesar 88,26%

    Analysis of Platelet Count on Liver Cirrhosis Patients Based on Child-Pugh Classification

    No full text
    Liver cirrhosis is described as a diffused pathological process which marked with fibrosis and architectural changes of normal liver that becomes an abnormal nodular structure. Liver cirrhosis is caused by chronic liver disease of virus nor non virus. Thrombocytopenia is a hematology abnormality which frequently found on liver cirrhosis patients. Severity level and prognosis of liver cirrhosis can be determined by Child-Pugh classification. This research aims to know the difference of mean platelet count on liver cirrhosis patients based on Child-Pugh classification. It applied analytic observational method with cross-sectional design. The data was taken from medical records of patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda of 2018-2020 period. Statistical analysis was using Kruskal-Wallis test. The results showed liver cirrhosis patients in Child-Pugh C is at most. Mean platelet count of liver cirrhosis with Child-Pugh A is 73.250/?l, Child-Pugh B is 126.370/?l, and Child-Pugh C is 148.375/ ?l. Based on statistical test, the score p = 0,19 (p > 0,05), there are no differences of mean platelet count among the three Child-Pugh classifications

    Profil Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Diare Infeksi di RSUD Provinsi NTB Tahun 2018: Profile of Drug Related Problems (DRPs) Use of Antibiotics in Pediatric Patients with Infectious Diarrhea in at the RSUD Provinsi NTB in 2018

    No full text
    Diare infeksi merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak dengan persentase kejadian sebesar 42%. Pada tahun 2018 Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia dengan insiden diare infeksi tertinggi. Penatalaksanaan diare infeksi yang kurang tepat dapat meningkatkan peluang terjadinya Drug Related Problems (DRPs).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Drug Related Problems (DRPs) penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan diare infeksi di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling terhadap pasien anak usia 1-11 tahun periode Januari hingga Desember 2018 di RSUD Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukkan dari 22 pasien 31,81% mengalami DRPs dengan total kejadian 11. Kategori DRPs yang terjadi berurutan dari yang paling banyak adalah kategori obat tanpa indikasi (45,46%), dosis obat terlalu rendah (27,27%), dan interaksi obat (27,27%). Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kejadian DRPs cukup banyak terjadi pada pasien anak dengan diare infeksi terutama pada kategori obat tanpa indikasi

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇