Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Total Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Sauerkraut Kubis Singgalang (Brassica oleracea var. capitata L.) dengan Konsentrasi Garam yang Berbeda
Bakteri Asam Laktat merupakan kelompok bakteri penghasil asam laktat sebagai produk utamanya dalam proses fermentasi dan merupakan agen probiotik yang baik dan aman bagi manusia. BAL banyak ditemukan pada produk makanan olahan fermentasi salah satunya pada sauerkraut. Sauerkraut merupakan produk fermentasi yang hanya menggunakan kol dan garam dalam proses pembuatannya. Sauerkraut dapat dibuat dari berbagai jenis sayuran sebangsa kol seperti contohnya Kubis Singgalang (Brassica oleracea var. capitata L.). Kol dapat difermentasi menjadi sauerkraut menggunakan garam dengan konsentrasi tertentu. Penelitan dilakukan dengan 3 kelompok perlakuan yaitu Sauerkraut Kubis Singgalang dengan pemberian konsentrasi garam 2%, 2,5%, dan 3%. Hasil penelitian didapatkan bahwa total BAL terbanyak terdapat pada penambahan garam 2,5% yaitu 186,67×106 cfu/ml. Sedangkan total BAL pada konsentrasi 2% yaitu 83,33×106 cfu/ml dan konsentrasi 3% yaitu 51×106 cfu/ml. Jumlah tersebut sudah memenuhi standar minimum BAL dalam tiap produk dan memenuhi standar minimum agar bermanfaat bagi tubuh manusia
Laporan Kasus: Terapi Covid-19 pada Pasien dengan Komorbid Hipertensi: Case Report: Covid-19 Therapy in Patients with Comorbid Hypertension
Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus korona. Berdasarkan World Health Organization (WHO), COVID-19 merupakan tragedi dalam dunia Kesehatan secara global. Manifestasi klinis yang umum adalah batuk, demam, nafas pendek dan kasus terburuk dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ, syok sepsis dan asidosis metabolik yang sulit dikoreksi. Dimana orang yang lanjut usia dan memiliki komorbid umumnya memiliki prognosis yang buruk. Terapi yang tepat dan cepat diharapkan dapat menyelamatkan pasien. Namun belum banyak bukti ilmiah yang mengkaji efektivitas dan keamanan terapi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan keamanan terapi COVID-19 pada pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi. Pada kasus ini pasien mendapatkan terapi antibiotik berupa: azitromicin, ceftriakson, meropenem, levofloxacin; terapi antivirus berupa hidroksiklorokuin; terapi simptomatik diberikan paracetamol, acetylsistein dan zinc; terapi suportif berupa salbutamol dan dexamethasone; terapi hipertensi diberikan amlodipin; terapi antikoagulan diberikan Heparin; terapi tambahan diberikan vitamin C 1000 mg/24 jam sebagai antioksidan. Pasien mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Sardjito dan tidak terdapat efek perburukan pada pasien setelah mendapat terapi tersebut. Pasien diperbolehkan pulang setelah perawatan tanpa keluhan dengan hasil swab PCR terakhir menunjukkan hasil negatif.
Gambaran Pola Asuh Anak Obesitas Usia 5–12 Tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
Obesitas merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Banyak masyarakat dan orang tua beranggapan bahwa seorang anak yang memiliki postur tubuh gemuk kelihatan sehat dan menggemaskan. Sehingga hal ini yang membuat banyak orang tua merasa bangga jika memiliki anak dengan postur tubuh gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola asuh anak obesitas usia 5–12 tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sehingga pada akhirnya akan menjadi masukkan kepada orang tua dan dengan demikian upaya pencegahan dapat dilakukan agar prevalensi terjadinya obesitas di kalangan anak usia Sekolah Dasar bisa dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in depth interview). Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anak yaitu pola asuh demokratis. Ketika anak meminta sesuatu kepada orangtua tidak langsung diberikan, namun harus ada syarat atau hal tertentu yang dikerjakan oleh anak. Kesimpulan dari penelitian ini, pola asuh makan yang diterapkan yaitu emotional feeding dan control over eating
Evaluasi Terapi Obat Diare pada Pasien Balita Rawat Jalan di Puskesmas Tanjung Pinang, Kota Jambi Tahun 2019
Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Di indonesia diperkirakan penderita diare sekitar 60 juta keadaan setiap tahunnya, sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak-anak dibawah umur 5 tahun. Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan terapi pengobatan diare pada pasien balita Di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi tahun 2019. Meliputi jenis kelamin, usia, obat diare yang digunakan, tepat indikasi penyakit, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder yaitu berdasarkan data resep dan buku riwayat penyakit. Penelitian ini dilakukan pada periode januari-desember tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi terapi obat diare pada pasien balita berdasarkan jenis kelamin ialah pada laki-laki (50,27%), berdasarkan usia ialah 2 – 5 (58,91%), dan berdasarkan obat diare yang paling banyak digunakan ialah oralit (47,58). Sedangkan data kualitatif yaitu tepat indikasi ialah oralit (100%), tepat dosis ialah zinc (94,01%), tepat cara pemberian ialah oralit (100%) dan tepat lama pemberian ialah Oralit (100%). Evaluasi penggunaan obat diare berdasarkan kerasionalan obat yang paling banyak digunakan adalah oralit
Identifikasi Daun Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam) secara Makroskopis dan Mikroskopis: Macroscopic and Microscopic Identification of Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.) Leaves
Pemanfaatan dan pengembangan tanaman tradisonal menjadi investasi besar bagi keberlangsungan masyarkat Indonesia. Pengobatan tradisional memiliki persyaratan tersendiri agar menjamin keaslian atau kebenaran bahan baku yang digunakan. Sangkareho (Callicarpa longifoliaLam.) merupakan keluarga dari Lamiaceae dan salah satu spesies dari genus Callicarpa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data informasi ilmiah mengenai makroskopik serta mikroskopik dari daun sangkareho. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati daun segar serta serbuk simplisia pada daun sangkareho. Hasil organoleptik daun segar sangkareho berwarna hijua, bau khas daun sangkareho lemah, serta rasa pahit, sementara serbuk simplisia berwarna hijau agak kecoklatan, bau khas serbuk sangkareho kuat, dan rasa pahit. Makroskopik yang diperoleh daun sangkareho berwarna hijau tua pada pada bagian permukaan atas dan berwarna hijau muda pada bagian bawah daun, rasa pahit, bau khas daun sangkareho, bentuk daun memanjang lonjong, permukaan daun agak berambut, panjang daun 11-17cm, lebar 3,5-6cm, daun agak tipis, tepi daun bergerigi, dan ujung daun meruncing, sedangkan untuk serbuk simplisia memiliki tekstur yang padat, halus, tidak berserabut dan kering, berwarna hijau agak kecoklatan, rasa pahit, serta berbau khas daun sangkareho
Analisis Efektivitas Single Use dan Reuse Dialyzer pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar: Analysis of the Effectiveness of Single Use and Reuse Dialyzers in Patients with Chronic Kidney Failure at Mardi Waluyo Hospital, Blitar City
Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal (GFR < 15 ml/mnt/1,73 m2 ) sehingga tubuh gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan elektrolit. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal kronik. Proses hemodialisis dapat dilakukan selama dua atau tiga kali dalam seminggu selama tiga sampai lima jam. Alat yang digunakan pada terapi hemodialisis berupa dialyzer yang dapat digunakan sekali pakai (single use dialyzer) dan berulang (reuse dialyzer). Efektivitas hemodialisis dapat diketahui berdasarkan nilai Kt/V, nilai URR dan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan single use dan reuse dialyzer terhadap karakteristik pasien, nilai Kt/V, nilai URR dan kadar haemoglobin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan rekam medis dengan sampel sebanyak 39 orang. Data dianalisis menggunakan Statistical Package Social Sciences (SPSS) dengan teknik analisa Chi-Square. Hasil analisis data dapat dikatakan signifikan apabila nilai p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terdadap efektifitas penggunaan single use dan reuse dialyzer dilihat dari nilai Kt/V (p = 0,649), URR (p = 0,685, dan hemoglobin (p = 0,789)
Laporan Kasus: Kajian Pengobatan CKD Stage 5 dengan Hiperkalemia
Gagal Ginjal Kronis adalah kondisi ketidaknormalan penurunan fungsi ginjal. Laporan Kasus ini berfokus pada kondisi pasien yang mengalami gagal ginjal kronis dengan kondisi hiperkalemia. Pasien mengalami hipertensi dengan tekanan darah 180/ 90 mmHg, saturasi oksigen 92%. Pasien mengeluhkan lemas, nyeri ulu hati, mual, tidak mau makan, kulit gatal dan bengkak pada kedua kaki. Hasil laboratorium darah diketahui nilai Leukosit yaitu 6,2×103/µl, Ureum 255 mg/dL, Kreatinin 7,2 mg/dl , Natrium 138 mmol/L , Kalium 7,0 mmol/L, serta Hemoglobin 6,3 g/dl dan diagnosa adalah CKD stage V
Review: Pengaruh Faktor Risiko Terhadap Induksi Persalinan
Induksi persalinan telah menjadi salah satu intervensi yang paling umum dalam kebidanan modern, dimana semakin banyak wanita hamil di seluruh dunia yang menerima intervensi induksi persalinan untuk melahirkan bayi mereka. Induksi persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh faktor risiko terhadap induksi persalinan. Systematic review ini dilakukan dengan pencarian studi pada database atau search engine yang dapat diakses seperti Pubmed, Clinical Key, Google Scholar, Research Gate, atau Science Direct, dan dibatasi terbitan tahun 2015-2020 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian diperoleh sebanyak 270 studi dan tersisa 48 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan pada 71,1% hasil studi, jumlah paritas mempengaruhi induksi persalinan pada 90 % hasil studi, indeks massa tubuh mempengaruhi induksi persalinan pada 66,7% hasil studi, dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada 90,3% hasil studi. Disimpulkan bahwa usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan, tetapi jumlah paritas, indeks massa tubuh dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada sebagian besar studi yang diinklus
Uji Efektivitas Patch Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Penyembuhan Luka Sayat Punggung Kelinci (Oryctolagus cuniculus): Effectiveness Test of Patch Green Betel Leaf Extract (Piper betle L.) on Healing of Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Back Wounds
Daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih hijau dalam bentuk patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik, mengetahui ekstrak daun sirih hijau memiliki efek penyembuhan luka sayat, mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yang efektif dalam menyembuhkan luka sayat. Pengembangan dalam bentuk patch karena memiliki kelebihan yaitu efek terapi lama, praktis, dan nyaman digunakan. Formula patch menggunakan konsentrasi ekstrak yaitu 2%, 6%, dan 10%. Patch diuji mutu fisiknya, pemeriksaan stabilitas, dan penetapan kadar zat aktif. Pengamatan efektivitas penyembuhan luka dilakukan setiap hari sebelum pemberian perlakuan meliputi panjang luka, waktu penyembuhan, eritema, edema, tingkat kekeringan, keropeng, dan nanah. Data pengamatan penyembuhan luka dianalisis menggunakan SPSS Kruskall-Wallis dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan ekstrak daun sirih hijau dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik. Ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 2%, 6%, dan 10% memberikan efek penyembuhan luka sayat. Konsentrasi ekstrak yang efektif sebagai penyembuh luka sayat yaitu 6%
Formulasi dan Evaluasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L.Merr) dalam Sediaan Gel sebagai Anti Jerawat: Formulation and Evaluation of Dayak Union Extract (Eleutherine palmifolia L.Merr) in Gel Preparations as Antiacne
Tanaman bawang dayak (Eleutherine palmifolia L.Merr) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Secara empiris, tanaman ini digunakan untuk mengobati jerawat pada kulit yang disebabkan salah satunya oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi ekstrak bawang dayak dalam sediaan gel sebagai anti jerawat pada konsentrasi ekstrak 1%, 5%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berwarna coklat, tekstur semi padat yang homogen, aroma khas bawang dayak, rentang pH rata-rata sediaan F1, F2, dan F3 adalah 4,6-6,0, rentang uji viskositas menunjukkan nilai 4140-9420 cP, rentang hasil uji daya sebar 4,07-4,51, dan indeks iritasi sediaan F1, F2, dan F3 nilainya 0 (tidak mengiritasi). Pengujian aktivitas anti jerawat didapatkan rata-rata zona hambat F1 0,26 mm, F2 0,35 mm, dan F3 0,861 mm dimana kontrol positif menggunakan Medklin® 1% diameter zona hambatnya 1,83 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan F3 memiliki sediaan yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan nilai daya hambat bakteri yang paling besar