Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Identifikasi Faktor-Faktor Terkait Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Semarang

    No full text
    Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI)merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Kesehatan ibu menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung program pembangunan kesehatan di Indonesia. Penurunan jumlah AKI merupakan salah satu target dalam programMillenium Development Goals (MDGs) yang kini telah berganti menjadi Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga pembahasan mengenai kejadian preeklamsia yang berdampak pada kematian ibu menjadi sangat penting. Tujuan: untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan diagnosa medis preeklamsia pada tahun 2016-2018. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan kuota sampling, sampel yang terkumpul sebanyak 30 responden dalam kurun waktu dari tahun 2016-2018. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner yang karakterisitik pertanyaan berisi perilaku ANC, pola hidup, riwayat penyakit, status paritas. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, bagan, persentase dan rerata dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh 60% ibu dengan risiko rendah (20-35 tahun), tingkat pendidikan 86,6% (SMA/SMK), pekerjaan 70% (ibu rumah tangga), pemeriksaan ANC 100%, status gravida 73,3% (multigravida), kehamilan kembar 0%, pola hidup makan teratur 100%, konsumsi buah dan sayur 50%, olah raga rutin pada trimester III (43,3%), riwayat hipertensi 30%, obesitas 10%. Faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia dalam penelitian ini diantaranya adalah riwayat pendidikan, pekerjaan, status multipara ibu dan status gizi berlebih dan obesitas

    Pengaruh Konsentrasi PVA terhadap Stabilitas dan Aktivitas Antioksidan Masker Peel Off Ekstrak Kulit Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen)

    No full text
    Jengkol skin (Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen) has antioxidant activity because it contains flavonoid compounds, saponins, and alkaloids, so jengkol skin can be used as a facial treatment. The peel off mask preparation was chosen because is one type of cosmetic that is easy to use because it utilizes the ability to release the film layer when applied to the skin so that it can increase comfort in use and is expected to increase the antioxidant activity of jengkol skin extract. Components of masks such as PVA (Polyvinyl Alcohol) which act as filming agents, affect the physical properties of the mask, because it is the material underlying the peel off mask. A stability test needs to be carried out to ensure the durability of the mask during storage. This study aims to determine the stability and antioxidant activity of peel off masks of jengkol skin from various concentrations of PVA. The method used is maceration with 70% ethanol solvent. PVA was used with concentrations of 6%, 8% and 10%. The physical properties test includes organoleptic test, pH test, homogenity test, adhesion test, dispersion test, dry time test, and viscosity test. The antioxidant test of peel off mask preparations was carried out by DPPH method (1,1 Difenyl-2-picrylhydrazil). Based on the results of the study, it was obtained that the peel off mask preparation was stable for a maximum of 21 days of storage. Formula with a PVA concentration of 10% is the formula that has the best physical properties during storage but is the most unstable formula because there are more white lumps than other formulas on the 28th day. The IC50 values ??were 420.9 ?g/mL, 397.4 ?g/mL and 434.1 ?g/m

    Prediksi dan Identifikasi Struktur Protein EGFR Kanker Paru dengan Mutasi Titik L718Q/T790M Secara Pemodelan Homologi In Silico

    No full text
    EGFR receptors play an important role in the growth of cancer cells, and these receptors have undergone various types of mutations. At this time, the effect of the L718Q / T790M point mutation on the EGFR receptor is not known, therefore the aim of this study is to predict the EGFR structure with the L718Q / T790M point mutation using in silico homology modeling. The mutant protein was successfully modeled using SWISS-Model expasy webserver and showed good evaluation results after the protein was minimized as indicated by the results of the Ramachandran outlier score of 0%, clashscore 0.98, and MolProbity 1.15. Identification of the active site of the mutant protein shows a conformational change of the active site that causes a steric collision between the inhibitor group and the amino acid side chain of the mutant protein

    Efektivitas Antibakteri Senyawa Kurkumin terhadap Foodborne Bacteria: Tinjauan Curcuma longa untuk Mengatasi Resistensi Antibiotik

    No full text
    Resistensi antibiotik berdampak negatif terhadap keamanan pangan dan kesehatan dengan meningkatnya jumlah kejadian resisten pada bakteri yang dibawa makanan (foodborne bacteria), terutama makanan yang berasal dari hewan ternak. Kunyit atau Curcuma longa memiliki kandungan aktif terbesar berupa kurkumin, yang diketahui memiliki aktivitas biologis luas dan toksisitas rendah. Kurkumin memperlihatkan efektivitas antibakteri yang lebih baik daripada ekstrak C. longa pada penelitian in vitro dan in vivo sehingga memiliki potensi besar sebagai senyawa alternatif antibakteri karena murah, mudah ditemukan, dan aman untuk digunakan. Namun, kurkumin bersifat hidrofobik, yang membuatnya sulit larut di dalam tubuh. Oleh karena itu, kurkumin memerlukan formulasi lain untuk meningkatkan bioavailabilitasnya. Studi literatur ini membahas aktivitas antibakteri kurkumin terhadap foodborne bacteria yang meliputi berbagai formulasi kurkumin, mekanisme kerja, serta toksisitanya

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asfiksia Neonatorum: Suatu Kajian Literatur: Factors Affecting Asphyxia Neonatorum: A Literature Review

    No full text
    Asfiksia neonatorum didefinisikan sebagai kegagalan memulai dan mempertahankan pernafasan pada neonatus. Penyebab kematian neonatus terbanyak kedua di Indonesia adalah asfiksia neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum dan pembagiannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kepustakaan atau kajian literatur. Pencarian literatur telah dilakukan pada minggu kedua dan ketiga bulan Desember tahun 2020. Literatur yang digunakan adalah jurnal dan buku sebanyak minimal 15 judul yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi asfiksia dapat dibagi menjadi faktor resiko antepartum dan faktor resiko intrapartum. Faktor resiko antepartum antara lain preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, dan perdarahan. Faktor resiko intrapartum antara lain prematuritas, sindrom aspirasi mekonium, dan presentasi bokong

    Analisis Efektivitas Biaya Pasien PROLANIS DM Tipe 2 di Puskesmas Kota Bandung: Cost Effectiveness Analysis of PROLANIS Patients with DM Type 2 at Bandung Health Centers

    No full text
    Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan terapi pengobatan yang membutuhkan biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya pelaksanaan program penanggulangan penyakit kronis (Prolanis) DM tipe 2 di FKTP Kota Bandung dan untuk mengetahui parameter apakah yang paling mempengaruhi efektivitas biaya tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif non-experimental dengan menggunakan data rekam medis pasien DM tipe 2 Prolanis di FKTP Kota Bandung pada tahun 2015 dan 2016 dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 246 pasien. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui parameter yang paling mempengaruhi efektivitas biaya. Uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai ACER yang tidak berbeda signifikan antara tahun 2015 dan 2016, dimana nilai t hitung (0,202) < t tabel (4,303) dengan nilai signifikansi α 0,859 < 0,050. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan Prolanis DM tipe 2 pada tahun 2015 (ACER = Rp. 1.095,97) lebih cost-effective dibandingkan tahun 2015 (ACER = Rp. 1.268,96). Biaya obat golongan biguanida merupakan faktor yang paling mempengaruhi efektivitas biaya Prolanis diabetes DM tipe 2 pada tahun 2015 dan 2016.

    Analisis Karakteristik dan Profil Pengobatan Pasien Demam Berdarah Dengue Anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Samarinda Medika Citra Tahun 2020-2021

    No full text
    Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan virus dengue. Pada umumnya pengobatan DBD bersifat suportif dan simptomatik. Pengobatan suportif merupakan pengobatan dengan pemberian cairan pengganti bagi tubuh seperti cairan intravena. Sebagai terapi simptomatis, dapat diberikan antipiretik berupa parasetamol. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik serta profil pengobatan pasien anak yang terdiagnosis DBD di instalasi rawat inap Rumah Sakit Samarinda Medika Citra tahun 2020-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang kemudian akan dijabarkan secara deskrptif. Berdasarkan hasil karakteristik pasien terbanyak yaitu pada pasien anak laki-laki (62,4%) dengan pasien usia anak sekolah (6-18 tahun) sebanyak (80%) adapun derajat keparahan yang dialami oleh pasien anak DBD yaitu derajat 1 sebesar (78,4%) dengan rata-rata lama perawatan 4 hari (28,8%) berat badan rata-rata pasien anak dengan DBD adalahh 20-<40kg (56,8%). Gejala klinis yang paling banyak dialami pasien yaitu mual muntah (34,8%). Adapun tatalaksana yang diberikan kepada pasien berupa terapi suportif sebanyak (100%), dan pemberian terapi simptomatik antipiretik (17,4%), antibiotic (8,7%), antiulkus (8,7%), antiemetic (8,6%). Kesimpulan dari penelitian ini pengobatan suportif yang paling banyak diberikan yaitu terapi rehidrasi sedangkan untuk terapi simptomatik yaitu antipiretik-analgetik dan antiulkus

    Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

    No full text
    Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif yang memiliki habitat alami pada manusia dan mudah resisten terhadap antibiotik. Alternatif yang lebih aman untuk mengatasi masalah infeksi Staphylococcus aureus yaitu dengan memanfaatkan bahan aktif antimikroba dari tanaman obat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah eceng gondok. Eceng gondok merupakan tanaman yang memiliki kemampuan mengahambat aktivitas bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri maserat ekstrak, fraksi teraktif dari fraksi etanol 96%, fraksi diklorometana, fraksi N-heksan dan konsentrasi optimum fraksi aktif daun eceng gondok terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daun eceng gondok diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dilakukan proses fraksinasi menggunakan pelarut etanol, diklorometana dan N-heksan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan metode difusi cakram kertas. Fraksi teraktif dilakukan seri konsentrasi 15%, 30%, dan 45%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan maserat ekstrak daun eceng gondok memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter rata-rata 10,3 mm. Fraksi etanol merupakan fraksi teraktif yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil rata-rata diameter 21 mm. Konsentrasi optimum dari fraksi teraktif adalah konsentrasi 15% dengan diameter rata-rata 13,67 m

    Keterbatasan Pangan Balita Perkotaan dan Pedesaan Provinsi Papua Indonesia pada Masa Pandemi COVID-19: Urban and Rural Food Limitations of the Province of Papua Indonesia during the COVID-19 Pandemic

    No full text
    Corona Virus disease – (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang ditemukan bulan desember 2019  di Kota Wuhan, China. COVID-19 merupakan golongan virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Akibat  gangguan sistem pernapasan,  gejala ringan, flu, infeksi paru-paru, dan menyerupai  penyakit pneumonia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak social distancing dan lockdown pada  keterbatasan  pangan balita perkotaan dan pedesaan. Metode Cross-sectional digunakan pada analisis keterbatasan pangan  balita perkotaan  dan  pedesaan  masa pandemi COVID-19 Provinsi Papua yang dilakukan Maret – Juli 2020. Tempat penelitian di Kabupaten/kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya, mewakili semua Kabupaten di Provinsi Papua. Populasi seluruh balita, sampel balita di perkotaan dan pedesaan. Analisis data mengunakan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pandemi COVID-19 perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,012),transportasi bahan makanan perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001), pekerjaan kepala keluarga perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,002), pendapatan kepala keluarga perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,004), sumber vitamin  mineral perkotaan dan pedesaan ( p-value < 0,001),  sumber protein (10 – 15%) perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001), sumber karbohidrat (60-75%) perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,028), sumber lemak (10-20%) perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,019), sumber energi (1250-1750 kkal) perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001). Tidak ada perbedaan bantuan Pemerintah perkotaan dan pedesaan pada pandemi COVID-19 Provinsi Papua (p-value = 0,564). Dapat disimpulan  bahwa pembatasan status sosial ekonomi pada masa pandemic COVID-19, berdampak pada keterbatasan pangan balita perkotaan dan pedesaan Provinsi Papua. Balita perkotaan dan perdesaan mengkonsumsi makanan jumlah dan sumber zat gizi berbeda

    Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Kedondong (Spondias Pinnata) (L.F) Kurz) terhadap Proliferasi Sel Limfosit Mencit Balb/C beserta Uji Kandungan Flavonoid

    No full text
    Paparan benda asing yang bersifat patogen secara terus menerus dapat menurunkan sistem imun, sehingga tubuh membutuhkan senyawa imunomodulator yang mengandung flavonoid. Flavonoid dapat meningkatkan proliferasi sel limfosit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunmodulator ekstrak etanol daun kedondong terhadap proliferasi sel limfosit mencit galur balb/c yang diinduksi vaksin hepaitis B beserta uji kandungan flavonoid. Ekstrak daun kedondong diekstraksi secara maserasi dengan etanol 96%. Ekstrak diberikan secara p.o pada kelompok perlakuan dosis 5, 10 dan 20% kontrol positif levamisol l0,45 mg/20gram BB, kontrol dengan vaksin CMC-Na 0,5% dan kontrol normal selama 46 hari. Sel limfosit diisolasi dari limpa dan diuji proliferasi sel limfosit menggunakan MTT Assay. Identifikasi senyawa flavonoid ekstrak dengan pereaksi Mg dan HCl. Hasil Optical Density (OD) dianalisis statistik Kruskall-Wallis Test dilanjutkan Mann-Whitney taraf kepercayaan 95%. Sedangkan identifikasi kandungan kimia dibandingkan dengan pustaka acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kedondong memiliki aktivitas terhadap peningkatan proliferasi sel limfosit pada konsentrasi 10% dan mengandung senyawa flavonoid. Ekstrak etanol daun kedondong memiliki aktivitas imunomodulator dan mengandung senyawa flavonoid

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇