Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Kemampuan Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) terhadap Escherichia coli
Daun nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) diketahui mengandung flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai senyawa antibakteri, digunakan dalam pengobatan antidiare, demam, bisul, penyakit kulit, analgesic dan imunomodulator. Escherichia coli adalah salah satu contoh bakteri penyebab penyakit di dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) terhadap Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dengan ekstraksi daun nangka menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 70%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan konsentrasi ekstrak etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, kontrol positif digunakan kloramfenikol 0,1% dan kontrol negative digunakan akuades. Hasil pengukuran zona hambat ekstrak etanol daun nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) dengan konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100% terhadap bakteri Escherichia coli secara berurutan sebesar 9,3 mm, 9,8 mm, 10,48 mm dan 11,31 mm. Kloramfenikol 0,1% pada bakteri Escherichia coli sebesar 17,48 mm, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) memiliki aktivitas antibakteri dalam kategori sedang sampai kuat terhadap Escherichia coli. Berdasarkan hasil pengujian dari ekstrak etanol daun nangka terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 40% merupakan perlakuan dengan konsentrasi hambat minimum. Hal ini didasarkan pada analisa statistik menggunakan Shapiro-wilk test p-value lebih dari 0,05 atau signifikasi lebih dari 0,05. Ini menunjukan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal sehingga dilanjutkan dengan analisis One way ANOVA. Berdasarkan uji tersebut memiliki signifikasi kurang dari 0,05 dengan keputusan yang berarti terdapat perbedaaan bermakna dari hasil perlakuan pada daya hambat antibakteri masing-masing konsentrasi ekstrak etanol daun nangk
Aktivitas Anti-Inflamasi In Vitro Ekstrak Etanol Daun Vernonia amygdalina DELILE Dengan Pengujian Stabilisasi Membran
Peradangan adalah proses normal sebagai respon terhadap jejas, yang berperan penting dalam proses penyembuhan. Namun proses peradangan yang kronis akan menimbulkan masalah bagi pasien. Untukmengatasinya digunakan agen anti-inflamasi yang memiliki efek samping terkait penggunaannya. Hal ini membuat pentingnya pencarian alternatif obat anti-inflamasi, terutama yang berasal dari bahan alam.Vernonia amygdalina Delile dikenal masyarakat lokal dengan nama “Daun Bismillah” merupakan salah satu sumber bahan alam yang potensial sebagai agen anti-inflamasi. Tumbuhan ini digunakan sebagai obat tradisional dan digunakan sebagai material dalam penelitian ini. Metode pengukuran anti-inflamasi in vitro yang digunakan adalah pengukuran aktivitas stabilisasi membran dari ekstrak etanol daun V. amygdalina. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan EC50 (p<0,05) antara indometasin sebagai kontrol positif, dengan ekstrak etanol daun V. amygdalina konsentrasi 1% dan 10%. Hasil EC50 V. amygdalina menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang potensial. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun V. amygdalina memiliki aktivitas anti-inflamasi, yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahanalam baru untuk agen anti-inflamasi
Formulasi Infusan Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Gel Antiseptik Tangan
Melimpahnya sumberdaya alam Indonesia khususnya dalam pemanfaatannya sebagai bahan obat maupun kosmetik. formulasi sediaan obat tidak hanya mengandalkan bentuk fisik sediaan yang baik tetapi juga efektivitas/khasiat yang baik. Sasaran penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan gel antiseptik dengan bahan aktif daun sirih merah yang efektif membunuh mikroba ditangan serta daya hambat terhadap beberapa mikroba uji yang patogen. Bahan segar diekstraksi kemudian diformulasi dengan basis gel. Sediaan gel dengan berbagai konsentrasi diuji stabilitas berdasarkan penyimpanannya. Efektifitas sediaan tersebut di uji terhadap mikroba tangan dan beberapa mikroba patogen. Potensi efektifitas sediaan diperoleh dengan membandingkan dengan sediaan kontrol berbahan aktif etanol dan triklosan. Sediaan gel antiseptik ekstrak daun sirih merah baik stabil pada penyimpanan suhu 18-27oC dengan pH 5,5 dan memiliki warna bening kekuningan. Konsentrasi sediaan gel antiseptik efektif pada 25% terhadap mikroba tangan yang setara dengan handsanitizer alkohol, sedangkan pada konsentrasi efektif 15% terhadap Candida albican; konsentrasi 20% terhadap Candida utilis; dan 25% terhadap Vibrio cholera, keseluruhannya setara dengan handsanitizer alkohol
Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus L.) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus
Indonesia adalah salah satu negara peringkat kedua di dunia terbanyak mengkonsumsi mie instan. Produk ini disukai oleh semua kalangan terutama ibu hamil sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi mie instan terhadap perkembangan janin. Penelitian ini menggunakan hewan mencit sebagai hewan uji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek teratogenik pemberian air rebusan mie instan pada mencit hamil (Mus musculus L.) konsentrasi 30%, 50%, dan 70% berdasarkan pengamatan morfologi fetus mencit selama masa kehamilan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 60 hewan percobaan mencit betina dalam masa kehamilan yang dibagi kedalam 10 kelompok, 1 kelompok diberikan aquadest sebagai kelompok kontrol dan 9 kelompok diberikan air rebusan mie instan dalam 3 merk berbeda dengan konsentrasi 30%, 50%, dan 70% yang diberikan pada hari ke-6 kehamilan sampai hari ke-15 kehamilan. Kemudian pada hari ke-18 mencit 6082183betina dikorbankan dengan cara dislokasi leher untuk melihat efek teratogenik berdasarkan morfologi pada fetus. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan jumlah rata-rata fetus mati pada setiap kelompok (p= 0,05), perbedaan berat badan (p= 0,0001), dan panjang badan (p= 0,0001) serta ditemukan adanya satu fetus yang mengalami cleftpalate atau kelainan pada langit-langit mulut fetus mencit pada perlakuan air rebusan mie instan konsentrasi 70%
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Metode Induksi Bakteri dan CBC-Diff
Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman familia Caricaceae yang telah dikenal luas dan memiliki multi manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang dilakukan secara in vivo pada tikus putih galur wistar dengan metode CBC-Diff. Pengamatan aktivitas imunomodulator dilakukan terhadap parameter konsistensi feses, jumlah monosit, neutrofil, leukosit, dan limfosit. Pada hari ke-7 dan 14 tikus diinduksi dengan bakteri Shigella dysentriae dan dilakukan pengambilan darah melalui ekor tikus pada hari ke-0, 7, 8, 9, 14, 15, 16, dan 21 untuk melihat jumlah leukosit dan komponennya. Hasil pemeriksaan sampel darah dengan Hematology analyzer menunjukkan bahwa parameter neutrofil mengalami peningkatan pada hari ke-8 dan penurunan pada hari ke-9, monosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, leukosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, dan limfosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-16. Berdasarkan hasil analisis secara statistik dengan metode Analisis varian (ANAVA) diperoleh simpulan bahwa ekstrak daun papaya menunjukkan aktivitas imunostimulan yang signifikan dan dosis 800 mg/kg BB menunjukkan aktivitas imunomodulator tertinggi ditinjau dari parameter neutrofil dan monosit
Pengaruh Variasi Konsentrasi Karaginan Kombinasi Emulgator Anionik dan Nonionik Terhadap Formulasi Losion Astaxanthin Ekstrak Minyak Cincalok
Cincalok merupakan makanan khas Kalimantan Barat, Indonesia. Cincalok terbuat dari fermentasi udang rebon, di dalam udang rebon terkandung senyawa astaxanthin. Antaxanthin memiliki sifat antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 18,75 ppm. Astaxanthin dari ekstrak minyak cincalok dapat diformulasikan menjadi sediaan losion untuk perawatan kulit. Sediaan losion dibuat dalam 4 formula. Formula F1 dan F2 menggunakan kombinasi emulgator anionik (asam stearat dan TEA), pada formula F3 dan F4 menggunakan kombinasi emulgator nonionik (Span 60 dan Tween 60). Konsentrasi karaginan sebagai agen viskositas yaitu 0,75% pada F1 dan F3, serta konsentrasi 1% pada F2 dan F4. Semua sediaan losion kemudian diuji sifat fisiknya antara lain uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH , viskositas,dan ukuran globul. Sediaan losion juga diuji kadar astaxanthin yang terdapat dalam sediaan losion. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula F3 adalah formula paling baik berdasarkan sifat fisik dan uji kadar astaxanthin dalam sediaan losion
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Preklinik Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship between Body Mass Index and Waist Circumference with Sleep Quality of Pre-clinical Students in Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University
Tidur merupakan kondisi tidak sadar yang dapat disadarkan dengan rangsangan sensorik ataupun rangsangan lainnya. Gangguan tidur yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, gagal jantung, stroke gangguanmemori dan depresi. Kualitas tidur dipengaruhi salah satunya oleh obesitas. Obesitas berasosiasi dengan kualitas tidur melalui pengaruhnya menyebabkan obstructive sleep apneu(OSA), peningkatan sitokin proinflamasi dan gangguan pencernaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dengan kualitas tidur mahasiswa Preklinik Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data kualitas tidur dikumpulkan menggunakan kuesioner PSQI sementara data indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dikumpulkan dengan melakukan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan injak, dan lingkar pinggang menggunakan pita antropometri. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 81,2% responden memiliki kualitas tidur buruk, responden dengan kategori obesitas sebanyak 28,2% dan responden yang mengalami obesitas sentral sebanyak 35,9%. Hasil uji hipotesis menggunakan chi square menunjukkan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang keduanya memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur (p=0.046 dan p=0.027)
Hubungan Usia Menarche, Status Gizi, Stres dan Kadar Hemoglobin Terhadap Kejadian Dismenorea Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman: Relationship between Menarche Age, Nutritional Status, Stress, and Hemoglobin Levels on the Incidence of Primary Dysmenorrhea in Students of Faculty of Medicine, University of Mulawarman
Dismenorea primer adalah kondisi nyeri atau kram perut bagian bawah tanpa adanya masalah ginekologi yang dapat menjalar ke punggung atau paha bagian dalam dan terjadi sebelum atau selama menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche, status gizi, stres dan kadar hemoglobin terhadap kejadian dismenorea primer. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman angkatan 2018-2019, didapatkan sampel sebanyak 87 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner WaLIDD score, Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42, pengukuran langsung berat badan, tinggi badan dan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian didapatkan responden paling banyak mengalami dismenorea primer sedang (51,7%), usia menarche kategori normal (47,1%), status gizi overweight (35,6%), stres tingkat sedang (35,6%) dan kadar hemoglobin (Hb) normal (66,7%). Ada hubungan antara usia menarche (p=0,016), status gizi (p=0,042) dan stres (p=0,035), tetapi tidak ada hubungan kadar Hb (p=0,055) dengan kejadian dismenorea primer
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Batang Pepaya (Carica papaya Linn.) terhadap Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 Secara In Vitro
Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 merupakan mikroorganisme patogen yang menjadi penyebab terjadinya penyakit diare, meningitis, dan infeksi lainnya. Pengobatan yang umum untuk penyakit infeksi adalah antibiotik, akan tetapi terjadi banyak resistensi terhadap antibiotik yang disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat. Kasus resitensi tersebut mengakibatkan diperlukannya terapi alternatif untuk agen antibakteri yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang memiliki potensi tinggi sebagai agen antibakteri. Batang pepaya mempunyai potensi sebagai agen antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 yang merupakan bakteri patogen penyebab infeksi pada manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada fraksi batang pepaya terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dengan menggunakan metode difusi cakram serta untuk mengetahui fraksi batang pepaya yang memiliki zona hambat paling tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental. Sampel penelitian adalah batang pepaya yang di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian difraksinasi dengan menggunakan metode partisi cair – cair menggunakan pelarut n-heksana, diklorometana, dan aquadestilata. Fraksi batang pepaya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa yang terkandung didalamnya. Kontrol positif yang digunakan yaitu tablet eritromisin 500 mg dan kontrol negatif yang digunakan yaitu masing-masing pelarut fraksi. Fraksi batang pepaya masing-masing dibuat dengan konsentrasi 1%. Analisa statistik dilakukan dengan menggunakan metode uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, serta Mann-Whitney. Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi batang pepaya menunjukkan hasil bahwa fraksi batang pepaya mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922. Fraksi n-heksana, diklorometana, dan aquadestilata batang pepaya masing-masing dengan konsentrasi 1% secara berurutan mempunyai rata-rata diameter zona hambat sebesar 12,57 ± 0,23 mm, 15,33 ± 0,35 mm, dan 18,97±0,58 mm. Aktivitas antibakteri diperkirakan berasal dari aktivitas senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang terkandung di dalam fraksi batang pepaya
Pengaruh Sikap Higiene Tidur Terhadap Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman
Kondisi gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Gizi kurang adalah kurangnya asupan energi dan protein dalam periode waktu lama sehingga membawa dampak negatif pada kesehatan anak. Apabila asupan energi dan protein tidak terpenuhi, pencapaian pertumbuhan dan perkembangan salah satunya perkembangan motorik yang baik pada anak dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi dan perkembangan motorik anak yang ideal pada usia 3-5 tahun di Kelurahan Pulutan, Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan instrument data status gizi berdasarkan WHO Z-Score, form Denver Developmental Screening Test II (DDST II) 10 Menit serta kuesioner untuk mengumpulkan data lainya berupa data demografi (data orang tua, data anak dan pengukuran antropometri). Kuesioner disebarkan pada 98 anak yang diwakilka