Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Potensi Ekstrak dan Fraksi Buah Maja (Aegle marmelos) sebagai Agen Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes: Potency of Ethanolic Extracts and Its Fractions of Maja Fruit (Aegle marmelos) as Antibacterial Agent Against Propionibacterium acnes 

    No full text
    Tanaman obat asal Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan sebagai obat adalah Maja (Aegle marmelos L.). Pemanfaatan buah maja di Indonesia masih terbatas. Berdasarkan studi literatur, belum ditemukan uji aktivitas antibakteri Buah Maja terhadap Propionibacterium acnes  (P. acnes). P. acnes adalah bakteri berbentuk batang dan termasuk golongan gram positif yang juga sebagai penyebab jerawat. Pengobatan jerawat umumnya menggunakan antibiotik, dimana meningkatnya penggunaan antibiotik memicu menurunnya efektivitas antibiotik akibat resistensi bakteri. Oleh karenanya, maka perlu dikembangkan penelitian obat baru dari bahan alam sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak  dan fraksi Buah  Maja dalam menghambat pertumbuhan P. acnes. Pengujian dilakukan menggunakan uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram. Kelompok uji terdiri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana, dan fraksi etil asetat dari Buah Maja dengan  konsentrasi 1, 5, 10, 15, dan 20 % b/v, tetrasiklin 0,003%b/v (kontrol positif) dan DMSO 10% b/v (kontrol negatif). Hasil analisis statistik pada hasil uji, menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri semakin meningkat seiring meningkatnya konsentrasi uji. Fraksi etil asetat memiliki daya hambat yang paling besar pada konsentrasi 1%- 15% dibandingkan dengan sampel lainnya. Sedangkan pada konsentrasi 20%, aktivitas antibakteri fraksi etil asetat sebanding dengan ekstrak etanol. Berdasarkan nilai diameter zona hambatnya, ekstrak dan fraksi buah Maja memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes , kategori sedang hingga kuat

    Laporan Kasus: Pengobatan pada Melena et causa NSAID Ulkus peptikum pada Pasien Anemia dan Nefrolitiasis dengan CKD

    No full text
    Melena atau berak darah adalah kondisi umum yang terjadi pada pasien dengan ulkus peptikum. Kami melaporkan kasus pasien yang mengalami melena et causa NSAID ulkus peptikum dengan riwayat hipertensi dan gagal ginjal dengan komplikasi anemia, nefrolitiasis serta CKD saat masuk rumah sakit

    Evaluasi Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Dengan Hipertensi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    No full text
    Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah. Secara klinis, DM seringkali disertai dengan berbagai penyakit kronis lainnya, salah satunya adalah hipertensi. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data rekam medik pasien DM dengan hipertensi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Berdasarkan data yang diperoleh dilakukan analisa mendalam terhadap pola pengobatan yang diterima pasien selama dirawat di RSUD tersebut dan diketahui bahwa pengobatan pasien DM dengan hipertensi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie telah sesuai dengan pedoman pengobatan yang berlaku

    Studi Kasus: Pasien Gagal Ginjal Kronis (Stage V) dengan Edema Paru dan Ketidakseimbangan Cairan Elektrolit

    No full text
    Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada penelitian ini pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang dilihat dari data rekam medik. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengkajian pengobatan pada pasien gagal ginjal kronik dengan komplikasi. Seorang pasien Ny. WN usia 42 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, dada berdebar, mual muntah, pusing, demam dan BAB encer. Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium diketahui diagnose pasien adalah gagal ginjal kronik (GGK) stage 5 disertai edema paru, dyspnea, hipokalsemia, hiponatremia dan hiperkalemia. Pasien memiliki riwayat Hipertensi yang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya gagal ginjal kronik (GGK).Terapi yang telah diberikan pada studi kasus ini adalah terapi yang telah sesuai dengan asuhan kefarmasian pada pasien GGK stage 5

    Formulasi dan Uji Sifat Fisik Facial Wash Ekstrak Methanol Daun Salam (Eugenia polyntha) sebagai Antioksidan dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil): Formulation and Physical Properties Test of Facial Wash Methanol Extract of Salam Leaf (Eugenia polyntha) as Antioxidant Using DPPH Method (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil)

    No full text
    Daun salam (Eugina polyntha) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat dibuat sediaan facial wash. Facial wash merupakan salah satu pembersih wajah yang digunakan untuk membersihkan sel kulit mati, kotoran, minyak dan kosmetik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat sediaan facial wash dengan variasi karbopol 940 yang memenuhi uji fisik sediaan dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Metode penelitian yaitu penelitian ini bersifat eksperimental dengan merancang formulasi sediaan facial wash daun salam dengan variasi karbopol 940 dan evaluasi sediaan fisiknya meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji stabilitas, uji iritaai dan uji hedonik. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Hasil evaluasi sifat fisik facial wash meliputi organoleptik formula 1, 2, 3, 4, 5, 6 memiliki bentuk sediaan gel, bau khas daun salam, dan warna hijau kehitaman. Sediaan homogen dan memiliki nilai pH pada rentang 4,5-6,5, tinggi busa pada formulasi ke 3 memenuhi standar, uji viskositas memenuhi standar pada formulasi ke 2 dan 3, , uji iritasi tidak adanya iritasi pada formulasi ke 3 dan untuk formulasi 1, 2, 4, 5, 6 memiliki sedikit iritasi, uji hedonik dilakukan dengan kriteria bentuk, warna dan bau yang banyak disukai pada formulasi ke 2. Pengujian Pengujian ststistik dengan hasil uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas dilakukan dengan uji One Way ANOVA dengan hasil untuk nilai p < 0,05. Hasil nilai  pada vitamin C sebesar 8,88 ppm sedangkan untuk sediaan facial wash daun salam sebesar 10,53 ppm. Pada penggunaan basis gel karbopol 940 mepengaruhi sifat fisik sediaan dengan p <0,05, dan nilai  sebesar 8,88 ppm untuk vitamin C sebagai kontrol positif dan sediaan facial wash  ekstrak metanol daun salm dengan nilai  sebesar 10,53 ppm

    Studi In Silico Potensi Antikanker Leukemia Limfositik Senyawa Alkaloid Indol terhadap Protein BCL-2: Study of In Silico Anticancer Action Potentials of Lymphocytic Leukemia Indole Alkaloid Compounds Against on BCL-2 Protein

    No full text
    BCL-2 adalah protein anti-apoptosis yang dapat menghambat kematian sel, memperpanjang waktu hidup sel, dan mengubah sel menjadi ganas, yang merupakan salah satu jalur yang ditargetkan dalam perkembangan terapi penyakit leukemia dengan mengikat serta menonaktifkan protein pro-apoptosis domain BH3. Alkaloid indol memiliki aktivitas farmakologi dan berkontribusi untuk pengembangan lead obat baru, dimana salah satu senyawa yang paling aktif memiliki berbagai aktivitas farmakologi, yaitu antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi alkaloid indol terhadap Bcl-2 in silico. Proses docking dimulai dari penyiapan ligan yang diambil dari situs web Pubchem. Struktur makromolekul tiga dimensi protein yang digunakan dalam studi docking ini adalah BCL-2 yang diunduh dari RCSB Protein Data Bank (www.rcsb.org) dengan nomor ID PDB 6O0K. Proses validasi dan docking dilakukan menggunakan perangkat lunak program AutodockTools dari MGLTools 1.5.6. Analisis interaksi ikatan kimia dilakukan menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2021 Client. Hasil energi ikatan dari validasi ligan bawaan venetoclax sebagai obat yang telah dikembangkan yaitu -14.46 kkal/mol. Diperoleh hasil dari analisis data energi ikatan dari tiga ligan, yaitu aspidodasycarpine, tetrahydroalstonine, dan kopsamine berurutan sebesar -6,76, -7,92, -7,57 kkal/mol. Apabila dibandingkan dengan tetrahydroalstonine yang memiliki nilai paling kecil diantara ketiga ligan lain maka dapat disimpulkan bahwa venetoclax masih lebih kecil sehingga menjadi lebih poten dibandingkan dengan tetrahydroalstonine

    Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Kandungan Vitamin C pada Aneka Kombucha Buah Tinggi Vitamin C: The Effect of Pasteurization on Vitamin C Level of Various Kombucha Fruits

    No full text
    Kombucha adalah teh yang difermentasi oleh simbiosis bakteri dan fungi selama 7-14 hari. Kehadiran mikroorganisme di dalam kombucha setelah fermentasi menimbulkan terjadinya proses fermentasi lanjutan. Semakin lama masa simpan kombucha, maka kombuchapun akan semakin asam.Semakin asam kombucha, maka vitamin C juga akan mengalami ketidak stabilan. Oleh karena itu diperlukan proses pemanasan untuk mengurangi jumlah mikroba (pasteurisasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pasteurisasi terhadap kandungan vitamin c pada aneka jenis kombucha. Setelah fermentasi kombucha selama 7 hari, kombucha dipanaskan selama 15 menit pada suhu 80°C kemudian, kadar vitamin C kombucha diukur menggunakan spektrofotometer UV-VIS dengan Panjang gelombang λ 265. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasteurisasi dengan suhu 80°C selama 15 menit mempengaruhi kadar vitamin C di dalam Kombucha. Kadar vitamin C pada aneka jenis kombucha menurun setelah terjadi proses pemanasan

    Penentuan Kualitas Madu Ditinjau dari Kadar Sukrosa dengan Metode Luff Schoorl

    No full text
    Telah dilakukan penentuan kadar sukrosa pada beberapa sampel madu. Pada penelitian ini diambil sampel sebanyak empat sampel yang diperoleh dari perbelanjaan kota Garut. Sampel diuji secara kuantitatif dengan metode Luff Schoorl. Prinsip dari metode Luff Schoorl adalah iodometri karena menggunakan ion iodida sebagai dasar penetapan kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak empat sampel yaitu madu A, madu B, madu C, dan madu D dengan kadar sukrosa berturut-turut adalah 1,29; 9,12; 13,91; dan 5,64%. Hal ini menunjukan bahwa pada sampel madu A yang diteliti memiliki kadar sukrosa yang sesuai dengan aturan standar mutu madu, sedangkan ketiga sampel lainnya yaitu madu B, madu C, dan madu D memiliki kadar sukrosa yang tidak sesuai dengan aturan standar mutu madu. Standar mutu madu menurut SNI 01-3545-2004 yaitu ≤ 5

    Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirih Hitam (Piper sp.) terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl)

    Get PDF
    Aktivitas antioksidan daun sirih hitam (Piper sp.) telah diuji menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun sirih hitam. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kasar dan ekstrak fraksi dengan berbagai pelarut, yakni metanol, n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Penelitian ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH dan absorbansi diukur pada spektrofotometer UV-Visible selanjutnya ditentukan nilai IC50 dengan menggunakan analisis regresi linier. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak metanol dengan nilai IC50 158,53 ppm, ekstrak fraksi etil asetat dengan nilai IC50 165,46 ppm, dan ekstrak fraksi n-butanol dengan nilai IC50 172,74 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun sirih hitam memiliki aktivitas antioksidan yang lemah

    Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Pengguna Antihipertensi dengan European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) Questionnaire dan Visual Analog Scale (VAS)

    No full text
    Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya diabetes melitus, stroke, osteoartritis dan gagal jantung. Hipertensi dengan dan tanpa komplikasi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi agar dapat dilakukan pencegahan dan evaluasi kualitas hidup pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah observasional cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan European Quality of Life Dimensions (EQ5D) Questionnaire dan Visual Analog Scale (VAS) pada 102 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan dengan mengubah skoring EQ5D menjadi indeks EQ5D, menentukan mean/median nilai VAS serta dilakukan uji t. Diperoleh 26 pasien (25,49%) tidak memiliki masalah pada kelima dimensi dengan indeks EQ5D tertinggi. Dimensi yang paling banyak dimiliki pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi adalah rasa sakit/tidak nyaman sebesar 63,72%. Kualitas hidup diukur menggunakan VAS diperoleh median 75. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan VAS dan terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan EQ5D

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇