Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Pengembangan Sediaan Emulgel dari Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Tetrahydrocurcumin Sebagai Pencerah
Kosmetik digunakan untuk berbagai tujuan misalnya untuk membuat penampilan menarik. Dari sekian banyak jenis kosmetik yang digunakan, krim pencerah kulit banyak diminati terutama oleh para wanita di Asia, termasuk Indonesia, agar diperoleh tampilan kulit wajah yang putih dan bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi sediaan emulgel pencerah kulit yang mengandung THC-NLC untuk penggunaan topikal. THC-NLC dibuat dengan menggunakan metode emulsifikasi dengan menggunaan campuran antara PEG-8 beexwax (Apifil) sebagai lemak padat, Grapeseed Oil sebagai lemak cair, plantacare sebagai surfaktan dan tween 80 sebagai kosurfaktan. Karakterisasi THC-NLC dilakukan dengan menentukan ukuran partikel, zeta potensial, morfologi dan mengukur aktivitas hambatan enzim tyrosinase. Selanjutnya THC-NLC diformulasi dalam bentuk Emulgel dan dilakukan analisis parameter sediaan dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi morfologi pada pemeriksaan Transmission Electron Microscope (TEM), THC-NLC memiliki bentuk bola dengan diameter 100 nm. Ukuran partikel THC-NLC rata-rata adalah 78,26 nm. Hasil uji inhibisi enzim tirosinase menunjukkan bahwa THC-NLC memiliki nilai IC50 1,1050 mcg/ml, lebih baik dibandingkan dengan Asam kojic sebagai kontrol positif (IC50 51,6663 mcg/ml). Studi in vivo sediaan emulgel THC-NLC menunjukkan tidak ada efek iritasi pada kulit punggung kelinci. Dapat disimpulkan bahwa sediaan emulgel THC-NLC memiliki aktivitas sebagai pencerah dan aman untuk digunakan secara topikal
Hubungan Usia dengan Kadar Prostate Specific Antigen pada Penderita Benign Prostatic Hyperplasia di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kelainan hiperplasia sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat yang masih menjadi penyakit di bidang urologi dengan angka kesakitan tertinggi kedua di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya BPH salah satunya adalah kadar PSA. Semakin tinggi kadar PSA maka semakin cepat laju pertumbuhan prostat. Kadar PSA meningkat sebanding dengan pertambahan usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia pasien dengan kadar PSA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data mengenai variabel usia dan kadar PSA pasien diambil dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia pasien adalah 63,62 tahun dan rata-rata kadar PSA pasien didapatkan 12,65 ng/ml. Terdapat hubungan bermakna antara usia dan kadar PSA (p=0,049)
Profil Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Diare Infeksi di RSUD Provinsi NTB Tahun 2018
Diare infeksi merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak dan salah satu penyebab kematian anak-anak di dunia dengan data yang diperoleh yaitu 42%. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi ke-3 insiden diare tertinggi denganpersentase 14,8%. Hal ini menyebabkan diare infeksi memiliki peluang terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kejadian Drug Related Problems(DRPs) penggunaan antibiotik pada pasien anak yang menderita diare infeksi di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total samplingterhadap pasien anak usia 1-11 tahun periode Januari hingga Desember 2018 di RSUD Provinsi NTB. Hasil dari penelitian ini memperoleh 7 pasien mengalami kejadian DRPs dari total 22 pasien. Jumlah kejadian DRPs sebesar 11 kejadian. Kejadian DRPs yang dialami pasien secara berurutan antara lain, obat tanpa indikasi 45,45%, dosis rendah 27,27% dan interaksi obat 27,27%
Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Sepsis di Ruang ICU RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019
Saat ini resistensi antibiotik menjadi perhatian dunia karena dampaknya terhadap peningkatan angka morbiditas, mortalitas, biaya terapi dan kegagalan terapi. Pada ruang yang dibatasi disebut juga dengan antibiotik restriksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pasien Sepsis di Ruang ICU RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan ICU, penggunaan antibiotik terbilang tinggi, sehingga risiko resistensi antibiotik juga tinggi. Restriksi antibiotik merupakan strategi di dunia kesehatan untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik dengan cara membatasi penggunaan antibiotik, antibiotik data secara retrospektif dan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian karakteristik pasien menunjukkan sampel dominan perempuan 21 pasien (55,3%), rentang usia >65 tahun 15 pasien (39,5%), lama rawatan <7 hari 21 pasien (55,3%), meninggal 23 pasien (60,5%) dan penyakit penyerta DM Tipe II 4 pasien (12,5%). Hasil penelitian antibiotik restriksi yang digunakan pasien meliputi: meropenem 31 pasien (69%), levofloxacin 7 pasien (15,6%), ciprofloxacin 2 pasien (4,5%), cipoferazon 1 pasien (2,2%) dan ceftazidim 1 pasien (2,2%). Angka persentase penggunaan antibiotik restriksi dari tahun 2017 – 2019 adalah 100%, 75% dan 76%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu nilai persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien Sepsis mengalami penurunan pada tahun ke-2 dan cenderung menetap di tahun berikutnya. Nilai persentase tertinggi yaitu ditahun 2017 sebesar 100% terendah ditahun 2018 sebesar 75%
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Status Perdarahan terhadap terjadinya Komplikasi pada Anak dengan Infeksi Dengue di RSUD Abdul Wahab Sjaharanie Samarinda
Beberapa studi mendapatkan hasil bahwa pada anak dengan infeksi dengue dapat ditemukan komplikasi dengan beberapa faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara usia, jenis kelamin dan status perdarahan terhadap terjadinya komplikasi pada anak dengan infeksi dengue di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 110 rekam medis dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 36 orang (32,7%) mengalami komplikasi. Status perdarahan memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya komplikasi (p = 0,026, OR 2,52, IK 95%; 1,10;5,76), usia (p = 0,799) dan jenis kelamin (p = 0,347) tidak berhubungan dengan terjadinya komplikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa status perdarahan berhubungan dengan terjadinya komplikasi pada anak dengan infeksi dengue di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Studi Pustaka Peningkatan Nilai SPF (Sun Protection Factor) pada Tabir Surya dengan Penambahan Bahan Alam: Review: Additional Natural Materials to Enhance SPF (Sun Protection Factor) Value of Sunscreen Product
Paparan sinar matahari berlebih menimbulkan efek merugikan bagi kulit seperti eritema, immediate pigment darkening, fotoaging dan fotokarsinogenik. Salah satu upaya untuk mencegahnya yaitu menggunakan tabir surya. Filter UV organik dapat terdegradasi oleh radiasi sinar UV, yang mengurangi keefektifannya dan menghasilkan produk fotodegradasi yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau fotodermatosis. Sehingga tabir surya harus diformulasikan untuk menghasilkan proteksi maksimal dan pengaplikasiannya dapat diterima. Pada Review Artikel ini dilakukan penelusuran pustaka dari artikel yang telah dipublikasikan dalam skala Nasional maupun Internasional untuk melihat pengembangan peningkatan kinerja tabir surya, yaitu tabir surya yang ditambahkan bahan alam termasuk senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai SPF. Didapat hasil penelusuran pustaka yaitu bahan alam dari minyak kedelai, kulit buah rambutan, blueberry, batang Aulonemia aristulata (Döll) McClure., bocaiúva almond oil, biji kakao, Scutellaria radix, dan senyawa bioaktif oleuropein, rutin, asam ferulat, kafein, dan morin dapat meningkatkan SPF dan dapat dibentuk mejadi bentuk sediaan emulsi, nanoemulsi, emulsi dengan sistem nanopartikel, Gelatin Nanoparticles (GNPs), Nanostructured Lipid Carriers (NLC), dan mikropartikel
Hubungan Kadar Hemoglobin Sebelum Operasi dengan Kebutuhan Transfusi Sel Darah Merah Intra Operasi pada Pasien Bedah Pintas Arteri Koroner di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: The Correlation between Preoperative Hemoglobin Level and Red Blood Cell Transfusion Intraoperative among Patients with Coronary Artery Bypass Graft at RSUD Abdul Wahab Sjahranie
Bedah Pintas Arteri Koroner adalah prosedur pembedahan yang bertujuan membuat saluran baru untuk menghilangkan penyumbatan pada arteri koroner. Pada saat operasi sedang berlangsung transfusi sel darah merah dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar hemoglobin, dan jumlah transfusi sel darah merah yang dibutuhkan pada dasarnya dapat diperkirakan dengan memantau kadar hemoglobin sebelum operasi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud untuk mencari hubungan antara kadar hemoglobin sebelum operasi dengan kebutuhan transfusi sel darah merah intra operasi. Desain penelitian ini analitik observasional metode cross sectional, diambil menggunakan teknik non probability sampling; Purposive sampling. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 35 sampel dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan pasien dengan kadar hemoglobin sebelum operasi yang normal mendapatkan 0 – 249cc transfusi sel darah merah intra operasi sebanyak 18 pasien (51,4%) sedangkan pasien dengan kadar hemoglobin sebelum operasi yang normal mendapatkan 250 – 500cc hanya 5 pasien (14,3%), dan pasien dengan kadar hemoglobin sebelum operasi yang tidak normal mendapatkan 250 – 500cc tranfusi sel darah merah intra operasi sebanyak 10 pasien (28,6%) sedangkan pasien dengan kadar hemoglobin sebelum operasi yang tidak normal mendapatkan 0 – 249cc hanya 2 pasien (5,7%), bedasarkan hasil tersebut menunjukan adanya hubungan kadar hemoglobin sebelum operasi dengan kebutuhan transfusi sel darah merah inra operasi dengan nilai p = 0,000 (p <0,05)
Ketepatan Obat, Dosis, dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Kanker Paru di Rumah Sakit X Jawa Barat Periode 2019-2021: Appropriate Use of Medicines, Doses, and Potential Drug Interactions in Lung Cancer Patients at X Hospital West Java for the 2019-2021 Period
Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Di Indonesia, Kanker paru merupakan jenis kanker dengan kasus baru tertinggi dan penyebab utama kematian pada penduduk laki-laki danperempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan regimen kemoterapi serta potensi interaksi obat pada pasien kanker paru di Rumah Sakit X Jawa Baratperiode 2019-2021.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektifdari data rekam medik pasienkanker paru di Rumah Sakit X Jawa Baratperiode 2019-2021.Toolkityang digunakanNCCN (National Comprehensive Cancer Network) 2021, Formularium Nasional (Fornas) 2019,dan Drugs Interaction Checkeryaitu www.drugs.com. Berdasarkan regimen obat yang digunakan terdapat 94 pasien (89,52%) tepat obat,dan 71 pasien (67,62%) tepat dosis. Hasil penelitian menunjukan regimen yang tidak tepat yaitu carboplatin-etoposid 6 pasien (54,50%), cisplatin-doxorubicin 1 pasien (9,10%), carboplatin-vinorelbin 1 pasien (9,10%).Dari total keseluruhan pasien terdapat potensi interaksi obat sebanyak 482kasus. Interaksi obat yang terjadi pada tingkat signifikansimayor sebanyak 34 kasus(7,05%), tingkat signifikansimoderat sebanyak 425kasus (88,17%) dan tingkat signifikansi minor 23 kasus (4,78%)
Hubungan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Selama Terapi Radiasi dengan Respon Tumor pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Kanker serviks menempati peringkat ke empat jenis kanker pada wanita yang paling umum, dimana kasus baru kanker serviks lebih sering muncul di negara berkembang dibanding negara maju, yaitu sebesar 76% kasus pada semua kelompok usia. Di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi. Pengobatan utama pada pasien kanker serviks adalah operasi atau radiasi. Terapi radiasi sendiri dapat menyebabkan penurunan proses pembentukan sel-sel darah merah sehingga sel darah merah akan menurun. Secara fisiologis, penurunan kadar hemoglobin dapat mendorong pertumbuhan tumor dan merusak respons terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi radiasi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian analitik observasional dengan metode cohort dilakukan pada 102 pasien kanker serviks yang melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum terapi dan selama terapi radiasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah 50-59 tahun (45.1%). Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang tidak berhubungan adalah kadar hemoglobin sebelum terapi (p = 0.572) dan kadar hemoglobin selama terapi (p = 0.466). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Potensi Interaksi Obat Pasien Covid-19 di Salah Satu Rumah Sakit Kalimantan Selatan: Factors Associated with Potential Drug Interactions in Covid-19 Hospitalized Patients
Tatalaksana pengobatan pada pasien COVID-19 diberikan antivirus, terapi suportif dan terapi simptomatik. Penggunaan beberapa jenis obat tersebut membuat pasien COVID-19 berpotensi mengalami interaksi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit. Penelitian obeservasional retrospektif cross sectional ini dilaksanakan di salah satu rumah sakit Kalimantan Selatan. Sampel yakni rekam medis pasien COVID-19 yang mendapat terapi dan rawat inap di rumah sakit periode Januari-Maret 2021 Instrumen penelitian mengkaji potensi dan mekanisme interaksi obat meliputi situs IBM Micromedex , DrugBank Interaction Checker dan Stockley Drug Interactions 9th Edition. Hasil diperoleh sebanyak 82 rekam medis dianalisis potensi interaksi obat. Persentase pasien mengalami potensi interaksi obat sebesar 69,5%. pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit. Mekanisme interaksi obat pada pada pasien COVID-19 pada berpotensi pada fase farmakokinetika. Faktor berhubungan potensi interaksi obat pasien COVID-19 yakni usia (p=0.034; OR 0.327, CI 0.11-0.94), jumlah obat yang digunakan selama dirawat (p=0.002; OR 14.00, CI 1.76-111.11) dan lama dirawat (p=0.000; OR 0.009 , CI 0.001-0.07). Kesimpulan, faktor berhubungan potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit meliputi usia, jumlah obat yang digunakan selama dirawat dan lama dirawat