Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Hepatitis C: Epidemiologi, Etiologi, dan Patogenitas
Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi virus. Virus Hepatitis C (VHC) merupakan salah satu virus dengan genom RNA yang dapat menyebabkan infeksi pada sel-sel hati (hepatosit) yang dapat menular melalui darah. VHC memiliki berbagai genotipe yang tersebar di berbagai belahan bumi yang telah teridentifikasi dan terklasifikasi. VHC tersusun atas berbagai protein yang merupakan hasil ekspresi RNA VHC. Protein tersebut terdiri atas protein struktural maupun non-struktural yang memiliki fungsi masing-masing, khususnya pada saat menginfeksi sel inang. Protein-protein VHC tersebut dapat menginisiasi sistem pertahanan tubuh sehingga timbul respon imum tubuh terhadap VHC. Genom VHC dapat mengalami mutasi sehingga mempu menghindari respon imun inangnya. Kegagalan respon imun tubuh untuk mengeliminasi VHC menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati hingga berpotensi mengalami sirosis bahkan kanker. Ko-ifeksi VHC dengan infeksi mikroorganisme lainnya atau bahan-bahan lainnya yang dapat menurunkan fungsi normal organ hati dapat memperparah perjalanan penyakit hati. Variasi genetik dan kecepatan VHC untuk bermutasi menyebabkan sulitnya memperoleh vaksin yang tepat untuk virus tersebut, sehingga berpotensi menjadi penyakit yang bersifat silent epidemic
Profil Pengobatan dan DRP’S pada Pasien Ganguan Lambung (Dyspepsia, Gastritis, Peptic Ulcer) Di RSUD Samarinda
Lambung merupakan organ pencernaan yang terletak setelah esofagus dan sebelum duodenum yang memiliki fungsi dalam proses anabolisme makanan. Gangguan lambung dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacteria pylori, pola makan, stres, dan efek samping dari obat NSAID dengan jumlah populasi penderita meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa gambaran mengenai karakteristik dan pola pengobatan di RSUD Samarinda pada pasien yang mengalami gangguan lambung serta profil DRP’s nya. Metode penelitian yang digunakan yaitu non eksperimental. Data yang di peroleh diambil secara prospektif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu incidental sampling. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mengalami gangguan lambung (dyspepsia, gastritis, petic ulcer disease) yang sedang menjalani terapi di RSUD Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengalami gangguan lambungdi dominasi oleh perempuan 55,7%, pada kelompok usia lansia awal 46-55 tahun 36,5%, pendidikan terakhir adalah SD 40,4%, pekerjaan wiraswasta 36,5%, mengonsumsi obat NSAID 59,6%, dan merokok 65,2%. Pasien dengan pola makan sering mengonsumsi makanan pedas 82,7%, mengonsumsi kopi 53,8%, dan makan tidak teratur 17,3%. Pola pengobatan yang diberikan saat di Rumah Sakit adalah pola pengobatan 1 yaitu 36,5%, pola pengobatan 4 sebesar 57,7% dan pola pengobatan 13 sebesar 5,8%. Dugaan terhadap profil DRP’s adalah interaksi obat moderate 80,6% dan interaksi obat minor 12,8%. Ada indikasi tidak mendapatkan terapi sebanyak 23% dan mendapatkan terapi tanpa indikasi sebanyak 5,7%. Pasien yang mengonsumsi Herbal dari kunyit dan temulawak sebanyak 65,4%
Skrining Fitokimia dan Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Tumbuhan Antimalaria Asal Indonesia
Telah dilakukan pengujian skrining fitokimia dengan tujuan mendeteksi senyawa metabolit sekunder pada beberapa tumbuhan, yakni batang Brotowali (Tinospora crispa), daun Jambu biji (Psidium guajava), kulit buah Manggis (Garcinia mangostana), buah Pare (Momordica charantia), daun Pepaya (Carica papaya), kulit batang Pulai sari (Alstonia scholaris) daun Sirsak (Annona muricata). Hasil pengujian yang diperoleh menyatakan bahwa tiap sampel tumbuhan tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa antimalaria
Formulasi dan Uji Efektivitas Salep Ekstrak Etanol Daun Dewa (Gynura segetum L) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak etanol daun dewa (Gynura segetum L) dan pada konsentrasi berapa yang efektif mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II. Ekstrak dibuat dengan metode meserasi menggunakan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih (Rattus novergicus) yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu salep ekstrak daun dewa 1%, 3%, 5%, kontrol negatif basis salep dan kontrol positif salep Mebo®. Pembuatan luka bakar derajat II menggunakan metode lempeng logam. Hasil analisis statistik uji menggunakan One Way ANOVA dan Tukey menunjukan hasil antar kelompok berbeda secara signifikan. Berdasarkan literatur, luka bakar derajat II dapat dapat sembuh selama 21 hari. Namun, pada salep ekstrak daun dewa 1% dan 3 % luka bakar sembuh pada hari ke 19 dan luka bakar yang paling cepat sembuh adalah pada pemberian salep ekstrak 5% karena pada hari ke 21 luka sudah tertutup
Perbandingan Kualitas Hidup Antara Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi CAPD dengan Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Comparison of Quality of Life Between Chronic Kidney Disease Patients Undergoing CAPD Therapy with Hemodialysis at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu keadaan klinis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara progresif lambat dan bersifat irreversible. Ginjal pasien PGK stadium 5 tidak berfungsi bak sehingga membutuhkan terapi pengganti ginjal (TPG) untuk bertahan hidup. Modalitas terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis (HD), Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan transplantasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup antara pasien PGK dengan CAPD dan PGK dengan HD di Unit Dialisis RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda agar mengetahui terapi mana yang lebih menguntungkan terhadap kualitas hidup pasien PGK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KDQOL SF 36. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Independent t-test digunakan untuk uji hipotesis. Pasien dengan kualitas hidup yang baik pada dengan CAPD yaitu sebanyak 13 orang (48,14%) sedangkan pada pasien PGK dengan HD yang mengalami kualitas hidup yang baik sebanyak 0 orang (0%). Uji Independent t-test menunjukkan nilai p adalah 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna perbandingan kualitas hidup pasien dengan CAPD dan kualitas hidup pasien dengan HD dengan perbandingan 13:0 yang mana lebih banyak didapatkan kualitas hidup yang baik pada pasien CAPD di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Depresi merupakan salah satu masalah psikiatri yang paling sering dihadapi oleh pasien-pasien dengan perjalanan penyakit yang bersifat kronis, seperti pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 62 orang pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis dan dipilih secara non-random dengan metode consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat depresi pada penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berada di rentang usia 46-52 tahun, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, tamatan SMA, dan sedang tidak memiliki pekerjaan. Sebagian besar responden telah menjalani hemodialisis selama lebih dari 12 bulan (66.1%) dan paling banyak mengalami depresi ringan (48.4%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai r -0.589. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan kekuatan korelasi/hubungan yang kuat dan arah korelasi yang negatif (semakin lama pasien menjalani hemodialisis, semakin rendah tingkat depresi yang dialaminya)
Karakterisasi Fungi Endofit Syzygium polyanthum (Wight) Walp. Berdasarkan Gen ITS Sebagai Penghasil Senyawa Antibakteri: Endophytic Fungi Characterization Syzygium polyanthum (Wight) Walp. Based on ITS Genes as Producers of Antibacterial Compounds
Penelitian ini diawali dengan menumbuhkan dari daun salam yang telah disterilkan menggunakan etanol 70% dan natrium hipoklorit. Skrining antibakteri dilakukan dengan menggunakan uji antagonis sebagai screening pertama melawan Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Salmonella thyposa. Penelitian ini menghasilkan 2 isolat fungi. Fungi endofit aktif difermentasi dan ekstraksi dengan etil asetat (EtOAc) dan metanol. Aktivitas antibakteri dari ekstrak EtOAc dan metanol diuji aktivitasnya menggunakan metode difusi disk. Satu isolat fungi endofit (XP1) terhadap lima dari bakteri yang diuji adalah S. aureus, P. Aeruginosa, E. Coli, S. thyposa, dan B.subtilis, memiliki daya hambat terbesar pada bakteri uji S. thyposa dengan diameter daya hambat sebesar 14,00 mm. Sedangkan pada isolat fungi endofit (XP2) terhadap lima dari bakteri yang diuji adalah S. aureus, P. Aeruginosa, E. Coli, S. thyposa, dan B.subtilis, memiliki daya hambat terbesar pada bakteri uji S. thyposa dengan diameter daya hambat sebesar 22,00 mm. Berdasarkan analisis filogenetik isolat XP 1 memiliki kemiripan dengan Penicillium sp. (homology 87%) sedangkan isolat XP2 memiliki kemiripan dengan Colletotrichium gloeosporioides (homology 98%)
Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rutin di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Penyakit ginjal kronis telah menjadi masalah kesehatan dunia yang salah satu penanganannya adalah hemodialisis. Status gizi pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis adalah hal yang harus diperhatikan, karena pada pasien tersebut sering terjadi malnutrisi dan dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 50 responden. Data status gizi dan kualitas hidup diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan 10 % responden memiliki status gizi normal, 56% responden mengalami malnutrisi ringan-sedang, dan 34% mengalami malnutrisi berat. Responden yang memiliki kualitas hidup baik 66% dan responden yang memilki kualitas hidup buruk 34%. Responden dengan malnutrisi cenderung memiliki kualtias hidup buruk, dan terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kualitas hidup (p = 0,000)
Analisis Efektivitas Biaya Hemodialisa dan Peritoneal Dialisa pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta 2019
Tingginya angka peningkatan gagal ginjal di Indonesia disertai dengan adanya peningkatan biaya pelayanan kesehatan serta jenis pengobatan yang tersedia menjadi masalah yang mempersulit masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini terutama terjadi pada kasus gagal ginjal menahun. Rumah sakit umum pusat fatmawati merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan pelayanan rawat inap dan rawat jalan dan pilihan pengobatan yang lengkap pada pasien gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui manakah dari dua jenis pengobatan hemodialisa dan peritoneal dialisa yang paling efektif dan efisien digunkanakan oleh pasien gagal ginjal. Desain penelitian ini menggunakan studi cohort dengan pendekatan prosfektif dan retrospektif. Jumlah sampel yang dipilih sebanyak 25 pasien rawat jalan yang menjalani pengobatan hemodialisa dan 25 pasien yang menjalani pengobatan dengan peritoneal dialisa yang aktif berobat pada periode Juli sampai September di rumah sakit umum pusat fatmawati Jakarta 2019. Hasil penelitian diperoleh data bahwa pengobatan dengan peritoneal dialisa lebih efektif dan efisien dibandingan dengan pengobatan secara hemodialisa di rumah sakit umum pusat fatmawati jakarta 2019
Aplikasi Antioksidan Tanaman Kecombrang Etlingera elatior terhadap Minyak Goreng Bekas
Kecombrang (Etlingera elatior) adalah salah satu tanaman dari famili Zingiberaceae dan merupakan tanaman yang digunakan masyarakat sebagai obat herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, bunga dan batang tumbuhan E. elatior pada minyak goreng bekas. Minyak goreng telah digunakan 3 kali penggorengan. Perawatan dilakukan dengan mencampurkan minyak goreng bekas dengan ekstrak (2:1) pada 50oC. Bilangan peroksida dari minyak goreng bekas yang diolah dan tidak diolah diukur dengan menggunakan metode titrasi iodometri. Penurunan bilangan peroksida yang dihasilkan pada ekstrak bunga E. elatior ialah 15,8%, ekstrak batang E. elatior ialah 55,3% dan ekstrak daun E. elatior ialah 72,8%. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak E. elatior dapat digunakan sebagai penghambat aktivitas radikal bebas yang baik