Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Profil Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pemerintah di Kota Mataram Tahun 2018
Pasien hipertensi seringkali mendapatkan beragam terapi atau polifarmasi untuk mencegah terjadinya komplikasi, namun berpotensi meningkatkan Drug Related Problems (DRPs). DRPs merupakan permasalahan yang mungkin terjadi ketika memperoleh terapi obat sehingga perlu dilakukan identifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kejadian DRPs pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pemerintah di Kota Mataram tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan data restrospektif dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Permasalahan dan penyebab DRPs pada masing-masing pasien diklasifikasikan berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe Foundation Versi 8.03 (PCNE V8.03). Hasil penelitian ini diperoleh 113 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan 75 pasien mengalami kejadian DRPs. Pola penggunaan antihipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Provinsi NTB tahun 2018 didominasi golongan Calcium Chanel Blocker (CCB) (47.42%). DRPs yang terjadi secara berurutan dari yang paling tinggi adalah kejadian efek buruk obat mungkin terjadi (50.44%), obat tidak tepat menurut pedoman/formularium (34.51%), obat tanpa indikasi (7.96%), gejala atau indikasi tidak diterapi (3.53%), dan terlalu banyak obat yang diresepkan untuk indikasi (3.53%)
Tes Takayama sebagai Sarana Identifikasi Sampel Darah Terpapar Media Dekomposisi Tanah: Takayama Test as a Means of Identification of Blood Samples Exposed to Soil Decomposition Media
Dalam kasus kriminalitas, bercak darah menjadi salah satu penanda suatu tindak kejahatan. Bercak yang ditinggalkan pada suatu objek sekecil apapun dapat dijadikan sebagai barang bukti, entah berasal dari manusia atau bukan. Pelaku kejahatan sering berusaha menghilangkan jejak perbuatannya dengan menyembunyikan atau membuang barang yang terkena bercak darah dengan harapan menyulitkan proses penyidikan. Penelitian ini mengacu pada penggunaan Tes Takayama dalam menentukan asal bercak darah. Tes ini merupakan salah satu sarana untuk menguji apakah bercak yang ditemukan benar darah atau bukan, dan mengkonfirmasi apakah darah berasal dari manusia atau bukan. Berdasarkan banyaknya kasus yang pelakunya melakukan pembuangan barang bukti, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana kegunaan Tes Takayama untuk mengidentifikasi bercak darah pada kain dengan pengaruh media pembusukan tanah.Penelitian menggunakan desain True Experimentaldengan randomisasi dan kelompok kontrol. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari pengamatan selama 30 hari, Tes Takayama menunjukkan hasil positif dan dapat mengidentifikasi adanya bercak darah pada media pembusukan tanah. Hasil positif dinyatakan dengan adanya kristal hemokromogen yang terbentuk pada bercak darah yang sudah tepapar tanah. Bentukan kristal hitam kecokelatan ditemukan pada bercak yang terpapar media tanah
Studi Efikasi dan Pemantauan Reaksi Obat Merugikan dari Antiplatelet pada Pasien Pasca Stroke Iskemik di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung: Efficacy Study and Monitoring of Adverse Drug Reactions of Antiplatelet Therapy in Post-Ischemic Stroke Patients at dr. Hasan Sadikin General Hospital
Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi. Resiko kejadian stroke ulang meningkat pada pasien yang telah mengalami stroke sebelumnya. Terapi antiplatelet dapat mencegah terjadinya stroke ulang pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberhasilan terapi pencegahan stroke ulang pada pasien stroke iskemik yang menerima terapi antiplatelet dan mengidentifikasi reaksi obat merugikan yang terjadi selama penggunaan obat tersebut. Penelitian menggunakan metode kohort prospektif dengan pembanding internal dengan pengambilan sampel secara non- probability menggunakan teknik consecutive sampling dan diperoleh 45 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 3 bulan setelah penggunaan antiplatelet, stroke ulang hanya terjadi pada 1 orang (5%) yang menggunakan terapi asetosal dan 8 orang (40%) pada pasien yang mengalami putus obat antiplatelet sebelum 3 bulan. Selama penggunaan asetosal terjadi beberapa reaksi obat merugikan seperti nyeri ulu hati (13,95%), mual (6,98%), ekimosis (4,65%), dan berkurangnya turgor kulit (2,36%). Terdapat perbedaan bermakna untuk kejadian stroke ulang (p<0.05) antara kelompok pengguna asetosal dengan kelompok yang mengalami putus obat selama 3 bulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan asetosal efektif mencegah stroke ulang selama tiga bulan penelitian berdasarkan angka kejadian stroke ulang. Reaksi Obat merugikan yang terjadi hanya 26,83% berupa nyeri ulu hati, mual, dehidrasi dan ekimosis
Profil Hematologi Pasien Covid-19 Berdasarkan Beratnya Kasus: Haematology Profile of Covid-19 Patients Based on the Severity of Cases
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi pasien Covid -19 berdasarkan beratnya kasus. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu data klinik pasien, darah lengkap pasien, NRL, dan ALC. Hasil penelitian yaitu a) karakteristik pasien COVID-19 beratnya bahwa kasus pada perempuan lebih banyak dari laki-lak, b) tidak adanya pengaruh kadar hemoglobin pada pasien COVID-19, c) nilai hematokrit tidak mempengaruhi kejadian COVID-19, d) terdapat pengaruh leukosit terhadap gejala pasien COVID-19, e) tidak ada pengaruh trombosit dengan angka kejadian COVID-19, dan f) terdapat pengaruh NLR terhadap gejala pasien COVID-19, dan g) terdapat pengaruh ALC terhadap gejala pasien COVID-19. Kesimpulan penelitian ini yaitu a) terdapat perbedaan profil leukosit, NLR, dan ALC pada pasien COVID-19, b) tidak terdapat perbedaanprofil hemoglobin, hematokrit, dan trombosit pada gejala pasien COVID-19, dan c) terdapat perbedaan bermakna profil hematologi pada pasien COVID-19 dapat bermanfaat membantu mengklasifikasikan pasien COVID-19 berdasarkan beratnya kasus
Optimasi Waktu Perendaman dan Waktu Ekstraksi Pembuatan Gelatin dari Sisik Ikan Nila Hitam (Oreocharomis niloticus) sebagai Gelling Agent: Optimization of Soaking Time and Extraction Time for Making Gelatin from Black Tilapia (Oreocharomis niloticus) Fish Scales as a Gelling Agent
Hampir sekitar ¾ dari berat total ikan nila merupakan limbahnya, sehingga pemanfaatan limbah sisik ikan nila sebagai gelatin belum banyak dilakukan. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui adanya pengaruh perendaman dan waktu ekstraksi optimum terhadap mutu gelatin dan mengetahu kondisi optimum waktu perendaman dan waktu ekstraksi dengan rancangan Central Composite Design (CCD) dan kondisi optimum ditentukan dengan Respon Composite Design (RSM). Kondisi yang akan dirancang adalah dengan menggunakan 2 variabel indipenden dengan variasi waktu perendaman (12 jam, 24 jam, dan 36 jam) dan variasi waktu ekstraksi (1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dan respon yang akan dilihat yaitu rendemen (%), viskositas (cP), dan pH. Hasil penelitian didapatkan kondisi optimum waktu perendaman 27.082 jam dan waktu ekstraksi 2.989 jam, dengan rendemen 3.4356%, viskositas 2.3933 cP dan pH 3.8107, dengan hasil parameter evalusi organoleptik (berwarna bening kecoklatan, bertektur serbuk kasar, beraroma khas ikan nila), rendemen (3.4356%.), pH (3.8107), kadar air (7.66%), kadar abu (0.18%), identifikasi gelatin (positif biuret, millon dan xantoprotein), viskositas (2.3933 cP), kadar protein (90.91%) dan kekuatan gel 5.417 (Bloom)
Jamur Endofitik BJS-3 Asosiasi Sambiloto (Andrographis paniculata): Skiring Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan: Endophytic Fungal BJS-3 Associated Sambiloto (Andrographis paniculata): Screening Phytochemistry and Antioxidant Activity
Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah salah satu anggota keluarga Acanthaceae yang mampu mensintesis beragam senyawa bioaktif dan memiliki aktivitas biologis. Salah satu aktivitas tersebut adalah antioksidan. Sumber alternatif pencarian metabolit sekunder dengan aktivitas antioksidan dari sambiloto adalah dengan memanfaatkan jamur endofitik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan metabolit sekunder dan menentukan sifat antioksidan (IC50) dari jamur BJS-3 yang berasosiasi dengan biji sambiloto. Tahapan riset ini meliputi inokulasi, optimasi, fermentasi, dan ekstraksi dengan pelarut etil asetat dan diperoleh ekstrak etil asetat (EtOAc). Ekstrak EtOAc jamur BJS-3 tersebut dianalisis kandungan metabolit sekunder dan sifat antioksidannya. Hasil uji fitokimia pada jamur endofitik BJS-3 menunjukkan positif bahwa ekstrak tersebut mengandung terpenoid dan senyawa fenolik. Sementara itu, uji aktivitas antioksidan mengindikasikan bahwa ekstrak jamur BJS-3 berpotensi sebagai agen antioksidan yang tergolong kuat (IC50 = 67,58 ppm)
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak Etanol Tanaman Crassocephalum crepidioides (Benth.): Antioxidant and Sunscreen Activity of Ethanol Extract of Crassocephalum crepidioides (Benth.)
Tumbuhan sintrong (Crassocephalum crepidioides) memiliki metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, steroid, dan tannin. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dan bunga sintrong menggunakan spektrofotometri UV-Vis diperoleh nilai IC50 yaitu 23,56ppm (bunga) dan 0,62 ppm (daun). Keduanya termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Kategori sunblock ekstrak daun sintrong diperoleh berdasarkan nilai %Tedan %Tp, sedangkan untuk bunga diperoleh kategori fast tanning berdasarkan %Te, dan berdasarkan %Tp diperoleh kategori suntan standar (konsentrasi 200-300 ppm) serta proteksi ekstra (konsentrasi 400-600 ppm). SPF ekstrak daun dan bunga sintrong termasuk dalam kategori proteksi minimal
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara Linn) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Telah dilakukan penelitian aktivitas antiinflamasi akstrak daun tembelekan (Lantana Camara Linn) pada tikus putih (Rattus Norvegiens). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis efektif dari ekstrak daun tembelekan yang memberikan efek antiinflamasi paling baik terhadap edema buatan pada telapak kaki tikus putih. Penelitian menggunakan metode pembentukan edema buatan dan mengukur volume kaki tikus putih secara berkala dengan menggunakan alat pletismometer. Dosis yang digunakan untuk ekstrak adalah 750mg/kgBB, 1000mg/kgBB, 1250mg/kgBB dan 1500mg/kgBB. Data hasil penelitian selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis varian (Anava) dua arah, pengujian lanjutan uji BNJD (Beda Nyata Jujur Duncan). Hasil peneltian yang dihasilkan adalah dosis efektif ekstrak daun tembelekan yaitu 1500mg/kgBB yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling baik dibandingkan dengan dosis 750mg/kgBB, 1000mg/kgBB, 1250mg/kgBB.
Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol, Fraksi Non Polar, Semipolar Serta Polar Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis
Penyakit infeksi masih merupakan penyakit utama dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tumbuhan sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol, fraksi nonpolar, semipolar dan polar daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis serta golongan senyawa kimianya yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirsak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi padat. Untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol daun sirsak dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis. Bioautografi dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sirsak yang berkhasiat sebagai antibakteri yang ditunjukkan dengan adanya zona jernih pada media yang telah diinokulasi bakteri dan ditempeli plat KLT hasil elusi ekstrak etanol daun sirsak. Uji Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak heksan:etil asetat (7:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak, fraksi nonpolar, semipolar dan polar mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis dengan KHM berturut-turut sebesar 2,5% 3%; 3,5%; 4% dan 4,5% b/v. Hasil KLT menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sirsak adalah polifenol, antron, antranol, triterpenoid saponin, dan steroid saponin. Golongan senyawa dari ekstrak tersebut yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumonia adalah senyawa golongan saponin, polifenol, dan antakinon. Sedangkan Golongan senyawa dari ekstrak tersebut yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis adalah senyawa golongan polifenol dan antrakinon
Bioaktivitas Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap Larva Udang A. salina LEACH Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Telah dilakukan penelitian Bioaktivitas Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap Larva Udang A. salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Penelitian ini bertujuan melihat bioaktivitas ekstrak daun keladi birah terhadap larva udang A. salina Leach. Bioaktivitas ekstrak daun keladi birah dilihat dari kematian larva udang A. salina Leach, kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan tabel Reed and Muench. Nilai LC50 dari masing-masing ekstrak kasar metanol, fraksi n heksana, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol adalah 68,86 ppm, 25,80 ppm, 20,89 ppm dan 21,33 ppm. Hasil pengujian brine shrimp lethality test diperoleh hasil bahwa daun keladi birah memiliki bioaktivitas terhadap larva udang A. salina Leach