Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Asosiasi Usia, Jenis Kelamin, Masa Studi, dan Indeks Prestasi Kumulatif Terhadap Kepuasan Hidup: Association of Age, Gender, Study Period, Grade Point Average to Life Satisfaction

    No full text
    Usia, jenis kelamin, masa studi, dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sering kali digunakan sebagai standar masyarakat untuk mengukur pencapaian. Namun, setiap individu secara inheren menilai keadaan dan tujuan sendiri yang disebut sebagai kepuasan hidup (KH). Penelitian ini menganalisis hubungan, korelasi, dan pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap KH pada 94 mahasiswa kedokteran Universitas Mulawarman yang dipilih secara acak dari tiga angkatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner self-report dengan menggunakan Satisfaction with Life Scale. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa usia, masa studi, dan IPK secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap KH, namun hanya masa studi yang berpengaruh secara parsial. Uji Chi-Square dan lambda menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berhubungan dan tidak berkorelasi dengan KH. Uji Pearson menunjukkan bahwa IPK dan masa studi berkorelasi negatif dengan KH, sedangkan usia tidak berhubungan. Temuan ini menunjukkan bahwa masa studi yang lebih lama dan IPK yang lebih tinggi dapat menurunkan kepuasan hidup sehingga memperkuat dampak dari tekanan akademik

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak Dan Fraksi Daun Kadamba (Mitragyna Speciosa Korth.) Dengan Metode Peredaman ABTS [(2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)]: Antioxidant Activity Of Kadamba Leaf Extract And Fraction (Mitragyna speciosa Korth.) Using ABTS [(2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)] Radical Scavenging Method

    No full text
    Research on antioxidant activity test of Kadamba leaf extract and fraction (Mitragyna speciosa KORTH.) using ABTS scavenging method has been conducted. This study aims to determine the secondary metabolites of antioxidant activity of Kadamba leaf extract and fraction against ABTS radicals. Antioxidant activity test was conducted using ABTS scavenging method. Kadamba leaves were extracted using methanol solvent and fractionated using n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol solvents. The results showed that the IC50 values ​​of crude extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and n-butanol fraction were 81.417 ppm; 60.050 ppm; 96.059 ppm; and 160.673 ppm, respectively. Methanol extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction have strong antioxidant activity, namely 50 ppm > IC50 < 100 ppm, while the n-butanol fraction has weak antioxidant activity, namely IC50 > 150 ppm

    Potensi Antinyeri Neuropatik Perifer Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa) Pada Mencit Model Thermal Induced Hyperalgesia-Allodynia: Anti-Peripheral Neuropathic Pain Potency of Ethanol Extract of Brotowali Stem (Tinospora crispa) in Mice Model of Thermal Induced Hyperalgesia-Allodynia

    No full text
    Nyeri neuropatik perifer (NNP) merupakan suatu kondisi klinis yang seringkali dialami  oleh penderita penyakit kronis. Terbatasnya pilihan serta tingginya risiko efek samping obat yang ada menjadi alasan utama pentingnya upaya eksplorasi dan penemuan obat baru, salah satunya melalui obat herbal. Pengujian ini dilakukan sebagai investigasi awal untuk mengembangkan Brotowali (Tinospora crispa) sebagai obat herbal untuk menangani kondisi NNP yang dilakukan untuk melihat aktivitas ekstrak etanol batang brotowali (EEB) dalam menghambat terjadinya hyperalgesia-allodynia yang merupakan manifestasi klinis utama nyeri neuropatik perifer. Pengujian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan model thermal induced hyperalgesia-allodynia dengan suhu konstan (43 ± 0,1  ˚C) terhadap 25 ekor mencit yang dibagi menjadi kelompok kontrol pembawa, kontrol obat dan kelompok uji EEB (125, 250, 500 mg/Kg BB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan EEB memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik dibanding kelompok kontrol yang tidak diberikan sampel uji. Hal ini teramati dari adanya penurunan yang signifikan (p < 0,05; 0,01) pada parameter uji, yakni frekuensi terjadinya jumping, grooming dan paw-licking. Adapun persentase proteksi dan efektivitas terbaik ditunjukkan oleh dosis 500 mg/Kg BB mencapai 76,05% dan 94,74%. Berdasarkan kajian awal ini, maka Brotowali memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai obat herbal untuk penanganan alternatif NNP.

    Scavenger Tobacco Smoke: An Exploratory Survey on Usage and Perceived Health Benefits in Indonesia

    No full text
    Tobacco has been recognized as a medicinal plant for thousands of years; however, tobacco smoke is now a major risk factor for degenerative diseases due to heavy metal contamination. Scavenger Tobacco Smoke (STS) was developed as a solution by incorporating scavenger complex compounds, a combination of antioxidants and scavenger molecules that neutralize free radicals and bind heavy metals. STS produces smoke particles sized 70–100 nm, smaller than those of conventional cigarettes, offering potential therapeutic benefits. This study aimed to describe the usage patterns of STS in Indonesia through a survey of 209 respondents conducted from November 2023 to August 2024. The results showed that 63% of STS users were from East Java, and 56% were former commercial cigarette smokers. The primary reasons for use were a healthier lifestyle ("healthy smoking") (57.1%) and diseases reason (27.1%), including cancer. Additionally, 73% reported improved fitness, and 40% experienced enhanced quality of life. These findings highlight the even though limited distribution of STS and its potential to transform smoking into a safer and therapeutic option

    Evaluasi Farmakologis dan Toksikologis Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitragyna speciosa) sebagai Kandidat Analgesik Selektif COX-2 dengan Aktivitas Stimulan Sistem Saraf Pusat dan Profil Keamanan Akut pada Mencit

    No full text
    Kratom (Mitragyna speciosa) is a tropical plant containing various bioactive alkaloids such as mitragynine, 7-hydroxymitragynine, speciogynine, and paynantheine, known for their analgesic and stimulant activities. Unlike classical opioids, kratom has been reported to possess a lower risk of dependence and may act through inhibition of non-opioid inflammatory pathways such as cyclooxygenase (COX) and Toll-like receptor 4 (TLR4). This study aimed to evaluate the inhibitory activity of kratom leaf ethanol extract on COX-1 and COX-2 enzymes, assess its acute toxicity in mice, and determine its central nervous system (CNS) stimulant potential through the natatory exhaust test. The 96% ethanol extract of kratom leaves was tested for COX-1 and COX-2 inhibition using the TMPD assay method. Acute toxicity was evaluated following OECD guideline 423 at doses ranging from 5 to 2000 mg/kg BW in female mice. The stimulant activity test was conducted using the natatory exhaust method in male mice at doses of 50, 100, and 150 mg/kg BW. Statistical analysis was performed using ANOVA followed by Tukey’s test with a 95% confidence level. The extract exhibited 74.38% inhibition of COX-2 and 2.47% inhibition of COX-1 at a concentration of 1000 ppm, yielding a selectivity ratio of 30:1. Acute toxicity testing showed an LD₅₀ > 2000 mg/kg BW, categorized as mildly toxic, with no significant organic alterations. CNS stimulant activity increased up to 280% at a dose of 150 mg/kg BW compared to the negative control. The ethanol extract of kratom leaves demonstrates potential as a selective COX-2 analgesic with CNS stimulant effects and a favorable acute safety profile. Its pharmacological mechanism likely involves COX-2 inhibition and enhanced dopaminergic transmission

    Saintifikasi Jamu pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit: Kerangka Ilmiah, Tata Kelola Klinis, Keselamatan Pasien, dan Strategi Implementasi Berbasis Bukti: Scientification of Herbal Medicine in Hospital Healthcare: Scientific Framework, Clinical Governance, Patient Safety, and Evidence-Based Implementation Strategy

    No full text
    Saintifikasi jamu di lingkungan rumah sakit menghadapi tantangan kompleks terkait prinsip keselamatan pasien, mutu layanan, dan akuntabilitas klinis. Hal ini menuntut pergeseran paradigma dari sekadar aktivitas penelitian menjadi sebuah arsitektur sistem pelayanan yang terintegrasi. Tujuan artikel ini bertujuan menyusun kerangka konseptual dan operasional saintifikasi jamu di rumah sakit, meliputi rasionalisasi integrasi, standar metodologi, tata kelola klinis, serta desain keselamatan pasien. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan naratif-kritis (narrative-critical review) yang mengintegrasikan literatur ilmiah dan pedoman internasional terkait protokol uji klinik (SPIRIT 2013, CONSORT), kerangka kerja phytovigilance, serta penilaian kausalitas risiko (RUCAM) dan interaksi obat-herbal. Hasil yang diperoleh integrasi saintifikasi jamu yang efektif memerlukan penyelarasan antara bukti ilmiah dan alur pelayanan, termasuk prioritas indikasi klinis, standardisasi produk, dan integrasi formularium. Bukti klinis pada indikasi seperti osteoartritis dan dispepsia menunjukkan potensi manfaat, namun membutuhkan validasi eksternal yang ketat. Aspek keselamatan pasien harus dijamin melalui sistem phytovigilance yang mencakup pelacakan batch produk dan skrining interaksi obat-herbal, khususnya pada pasien polifarmasi. Kesimpulannya Saintifikasi jamu dapat memperkuat layanan kesehatan integratif di rumah sakit apabila didukung oleh tata kelola klinis yang tegas, metodologi transparan, dan sistem keselamatan proaktif, sehingga mentransformasi jamu menjadi intervensi komplementer berbasis bukti yang teruku

    Polimorfisme CYP2R1 dan CYP27B1 serta Status Vitamin D terhadap Respons Imun: Tinjauan Scoping

    No full text
    Vitamin D plays a key role in immune regulation, and genetic polymorphisms in vitamin D–metabolising enzymes may influence circulating 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D] levels and immune-related outcomes. Objective: This scoping review aimed to map existing evidence on the association between CYP2R1 and CYP27B1 polymorphisms, vitamin D status, and immune-related outcomes in human studies. Methods: A scoping review was conducted in accordance with the PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) guidelines using PubMed, ScienceDirect, and Wiley Online Library for studies published between 2013 and 2023. Results: Eight studies met the inclusion criteria, including randomised controlled trials, cohort studies, and case–control studies. Polymorphisms in CYP2R1 consistently showed significant associations with circulating 25(OH)D levels and response to vitamin D supplementation, whereas CYP27B1 variants demonstrated heterogeneous effects depending on population characteristics and clinical context. Conclusion: Genetic variability in CYP2R1 and CYP27B1 influences vitamin D status and may modulate immune-related outcomes. However, evidence directly linking these polymorphisms to immune function remains limited, highlighting the need for standardized clinical trials

    Tinjauan Kritis Metode Ekstraksi Laktoferin dan Implikasinya terhadap Aplikasi Pangan serta Konsumsi Manusia

    No full text
    Lactoferrin is a major bioactive protein in milk with broad potential as a functional food component. However, the quality and bioactivity of lactoferrin are strongly influenced by the extraction methods employed. This review article aims to critically examine various lactoferrin extraction methods, ranging from conventional approaches to membrane-based and integrated systems, and their implications for food applications and human consumption. The discussion focuses on the relationship between extraction methods, structural integrity, purity level, and lactoferrin bioactivity. This review demonstrates that lactoferrin produced using different extraction methods does not necessarily exhibit equivalent functional quality, even when derived from the same raw material source. Therefore, the selection of extraction methods should consider specific food application objectives rather than extraction efficiency alone. This review highlights the importance of extraction strategies oriented toward biological function, food safety, and consistency of quality to support the effective and sustainable utilization of lactoferrin as a functional food ingredient

    Efek Konsumsi Kopi terhadap Kadar MDA (Malondialdehid) Tikus Terpapar Asap Rokok: Effect of Coffee Consumption on the Levels of MDA (Malondialdehyde) in Rats Exposed to Cigarette Smoke

    No full text
    Kopi merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih. Selain manfaatnya sebagai minuman yang mengurangi rasa kantuk, kopi juga dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri serta aktivitas antidiabetes. Namun, sepanjang pengetahuan kami, belum ada laporan ilmiah mengenai kemampuan kopi dalam meredam peningkatan kadar MDA hewan coba yang dipaparkan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan seduhan kopi dalam mengurangi kadar MDA hewan coba yang dipaparkan asap rokok. Kopi yang digunakan pada penelitian ini adalah kopi instan jenis kopi robusta yang memiliki aktivitas peredaman radikal DPPH yang paling baik. Kadar MDA diukur menggunakan metode TBARS. Didapatkan hasil bahwa seduhan kopi dapat menurunkan kadar MDA sebesar 11,84%. Data ini mengungkapkan kemampuan kopi dalam mengurangi efek negatif dari paparan asap rokok

    Pengaruh Pelatihan Manajemen Pasien dengan Kondisi Gaduh Gelisah terhadap Self-Efficacy Staf Medis dan Non Medis RS Atma Jaya: The Effect of Patient Management Training for Agitated Conditions on the Self-Efficacy of Medical and Non-Medical Staff at Atma Jaya

    No full text
    Gangguan gaduh gelisah adalah gangguan psikomotor yang ditandai dengan peningkatan aktivitas motorik dan psikologis. Pelatihan manajemen gaduh gelisah menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat self-efficacy antara staf medis dan non medis di RS Atma Jaya setelah mendapatkan pelatihan manajemen pasien dengan kondisi gaduh gelisah. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2023 dengan 32 staf di RS Atma Jaya yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa workshop yang terdiri dari tiga bagian, yaitu introduksi manajemen gaduh delisah, de-eskalasi verbal dan restrain fisik. Efektivitas pelatihan diukur melalui kuesioner pre-test dan post-test dengan analisis uji T berpasangan menggunakan software Statistical Package for the social Sciences (SPSS). Responden terdiri dari 31,3% laki-laki dan 68,8% perempuan, dengan 84,4% staf medis dan usia 33,19 ± 9,1 tahun. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor self-efficacy setelah pelatihan (t = -7,458, p = 0,000). Sebanyak 87.5% responden merasa akan membutuhkan lagi pelatihan manajemen pasien gaduh gelisah sebagai bentuk penyegaran di kemudian hari. Dengan demikian, pelatihan ini dapat dijadikan sebagai program rutin bagi staf rumah sakit guna meningkatkan keselamatan pasien, tenaga kesehatan dan lingkungan kerja secara keseluruhan

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇