Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    The Problematic of Medicinal Plant: Negative effect of Catha Edulis (Khat) Abuse and Its Potential Benefits

    No full text
    Catha edulis (khat), belongs to a group of psychotropic plants, which has an amphetamine-like structure and contains many catin and cation. The plant contains hallucinogenic compounds and known for its calming effect. The excessive catin contained inside the fresh leave of khat could potentially induce a plenty of side effects especially when the leaves are directly consumed and uncooked. The side effects vary according to how long the plant has been consumed, started from local organ disruption to cardiovascular complication such as increased blood pressure to myocardial infarction. In the contrary, positive effects of the composition of khat have also been reported such as anti-inflammatory effect, antidiabetic, anticancer, immunomodulatory and increased improvement in respiratory diseases. Although myriad studies have been conducted to examine the best benefit obtained from the such plant, the legal issue on its utilization is still questionable. Therefore, khat consumption must be maintained with a proper and strong regulation to lessen the negative impacts. However, studies on the potency of khat are still ongoing. The literature review was written based on various books, journals, and search databases in Pubmed, Medline, Cochrane and Google Scholar to show the positive and negative effects of the habit in consuming khat

    Efektivitas Edukasi Obat untuk Pasien Diabetes Mellitus pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat: The Effectiveness of Medication Guidance for Diabetes Mellitus Patients during the Covid-19 Pandemic at the Cempaka Putih District Primary Health Care, Central Jakarta

    No full text
    Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi kontinu dan manajemen perawatan mandiri dari pasien DM. Untuk mendukung hal tersebut, pasien DM yang berobat di puskesmas dianjurkan tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Dalam kelompok Prolanis belum diketahui peran apoteker dalam penyampaian informasi obat dan konseling. Penelitian ini bertujuan menguji efek pemberian edukasi obat pada kelompok Prolanis DM selama masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan preposttest dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberi 3 tema edukasi terkait pengobatan DM dan diukur kadar HbA1c sebelum dan 12 minggu setelah perlakukan, sedangkan kelompok kontrol hanya diberi leaflet bahan edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar HbA1c (1,31%) pada kelompok intervensi (n=7) dan kenaikan HbA1c (0,51%) pada kelompok kontrol (n=17; p=0.078). Meskipun belum bermakna secara statistik karena keterbatasan subjek penelitian, edukasi penggunaan OHO yang tepat dapat menurunkan kadar HbA1c pasien DM.

    Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kesediaan Vaksinasi Covid-19 pada Masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara: The Relationship between Knowledge Level and Willingness to Vaccinate Covid-19 in the Community in Kutai Kartanegara Regency

    No full text
    Virus SARS coronavirus-2 dapat menyebabkan penyakit infeksi COVID-19. Ketika jumlah kasus COVID-19 melonjak, penularan virus corona harus dikendalikan dengan mengikuti berbagai program pemerintah salah satunya vaksin. Adanya pengembangan vaksin COVID-19 ini menimbulkan banyak permasalahan penolakan vaksinasi dikarenakan banyaknya isu hoax mengenai vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara karena kurangnya pengetahuan dapat mempengaruhi berbagai prilaku masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan data kuesioner yang berisi 20 pertanyaan, 10 pertanyaan variabel pengetahuan dan 10 pertanyaan variabel kesediaan yang di sebar secara offline di 4 puskesmas Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan cara random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 117 responden yang kemudian dicari hubungan kedua variabel dengan korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengetahui mengenai vaksinasi COVID-19 (90%) dan tidak mengetahui (10%) sedangkan responden menyatakan bersedia di vaksinasi (92%) dan tidak bersedia (8%). Dari hasil uji korelasi spearman’s rho penelitian ini didapatkan nilai signifikan 0,000 <0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,436. Kesimpulannya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, oleh karena itu semakin tinggi ilmu pengetahuan semakin besar pula ketersediaan untuk di vaksinasi

    Skrening Kandungan Kimia Macaranga gigantea Reichb.f. & Zoll Interaksi terhadap GSTs: Chemical Compound Screening Macaranga gigantea Reichb.f. & Zoll Interaction against GSTs

    No full text
    Penelitian Macaranga gigantea sebagai antioksidan sudah banyak dilakukan, Metode yang dipakai yaitu penangkap radikal DPPH dan Lipidperoksidasi. Metode isolasi  senyawa dari Macaranga gigantea  juga sudah dilakukan dan menghasilkan berbagai macam kandungan. Sehingga penelitian ini bertujuan mencari senyawa yang mempunyai interaksi paling stabil terhadap reseptor GSTs, karena GSTs adalah salah satu enzim yang berperan dalam antioksidan secara alami di dalam tubuh. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah docking dengan metode PLANTS, persiapan ligand dengan Marvin Beans, dan visualisasi dengan Discovery studio. Dari penelitian ini diperoleh skor docking yang lebih baik dari ligand original pada 1TDI yaitu corilagin (-94,764), glyasperin A (-86,784), macagigantin (-104,752), musennin (-82,217), skor docking yang terbaik ketika berikatan dengan 3LJR adalah macagigantin (-110,028) dan dengan 18GS adalah macagigantin (-83,675). Kesimpulan dari penelitian ini adalah macagigantin dari Macaranga gigantea  merupakan ligand potensial dalam hal stabilasi interaksi dengan reseptor

    Pengaruh Irama Sirkadian Terhadap Memori Jangka Pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: The Effect of Circadian Rhythm on Short-Term Memory in Medical Study of the Medical Faculty of Mulawarman University

    No full text
    Memori jangka pendek merupakan bentuk fungsi kognitif untuk menyimpan informasi yang tersedia dalam waktu yang singkat dimana hal ini penting untuk menunjang aktivitas pekerjaan maupun pembelajaran sehari-hari. Irama sirkadian adalah suatu perubahan fisik, mental, dan perilaku yang tejadi mengikuti siklus harian 24 jam yang diyakini sebagai faktor yang mempengaruhi memori jangka pendek, contohnya seperti siklus bangun tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobik rutin terhadap memori jangka pendek pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang ini menggunakan 94 responden laki-laki di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang terdiri atas Program Studi Kedokteran, Program Studi Kedokteran Gigi, dan D3 Keperawatan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan tipe irama sirkadian terbanyak ialah kronotipe malam yaitu 71 orang (76%) dengan nilai p = 0,031. Nilai memori jangka pendek didapatkan 41 orang (44%) dalam kategori baik dan 53 orang (56%) kategori tidak baik. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh irama sirkadian terhadap memori jangka pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

    Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga

    No full text
    Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik

    Hubungan Kepatuhan Pengobatan TB-RO terhadap Outcome Terapi Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan: Correlation between Tuberculosis Drugs Resistence Treatment Compliance and Outcome of Tuberculosis Therapy Patients at Muhammadiyah Lamongan Hospital

    No full text
    Ketidakpatuhan terhadap pengobatan akan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pada outcome terapi dan mengakibatkan terjadinya Basil Tahan Asam yang resisten terhadap pengobatan standar sehingga menyebabkan outcome terapi yang diterima tidak tercapai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan TB-RO terhadap outcome terapi pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian menggunakan metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB-RO di Rumah sakit Muhammaadiyah Lamongan yang datang berobat dan sudah terdaftar sebagai pasien di RS Muhammadiyah Lamongan, dengan jumlah sampel 30 pasien pemilihan sampel dilakukan dengan metode Consecutive Sampling. Pemilihan data dilakukan menggunakan kuesioner MARS-5 dan Rekam Medis. Data pada penelitian ini dianalisis dengan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan TB-Paru terhadap Outcome terapi pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien yang memiliki kepatuhan pengobatan tinggi sebesar 86,7% dengan kategori sembuh sebesar 83,3%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan TB-RO terhadap Outcome terapi pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dengan nilai p <0,05 pada hasil Uji Fisher’s Exact. Semakin tinggi tingkat kepatuhan akan semakin tinggi angka keberhasilan Outcome terapi yang didapatkan, namun semakin rendah tingkat kepatuhan akan semakin rendah angka keberhasilan Outcome terapi pasien TB-RO

    Identifikasi Senyawa Flavonoid dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Terpurifikasi Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) terhadap Staphylococcus aureus: Qualitative-Quantitative Test of Flavonoid Compound and Antibacterial Activity of Beluntas Leaves Purified Extract against Staphylococcus aureus

    No full text
    Salah satu tanaman asli Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai obat yaitu beluntas (Pluchea indica L.). Aktivitas biologis pada daun beluntas tidak terlepas dari peranan senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya, salah satunya senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan dan kadar senyawa flavonoid pada ekstrak terpurifikasi daun beluntas, serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak. Penelitian dimulai dari proses ektraksi dan purifikasi ekstrak, pengujian senyawa flavonoid secara kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan penentuan kadar flavonoid total serta pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi daun beluntas memiliki senyawa flavonoid yang ditandai dengan noda kuning-kecokelatan pada plat KLT dengan nilai Rf yang hampir sama dengan senyawa kuersetin murni yaitu 0,96 (kuersetin) dan 0,93 (sampel ekstrak terpurifikasi daun beluntas). Kadar flavonoid total yang diperoleh pada sampel yaitu 27,9 mg/g kuersetin. Ekstrak terpurifikasi daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri dengan Konsentrasi Bunuh Minimum sebesar 2,5%. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian menunjukkan ekstrak terpurifikasi daun beluntas mengandung senyawa flavonoid dan dapat dimanfaatkan serta dikembangkan sebagai bahan obat, salah satunya sebagai antibakteri

    Optimalisasi Nilai Bilangan Penyabunan Minyak Kelapa Hasil Pengolahan dengan Pemanasan Terkontrol: Optimization of Saponification Numbers of Processed Coconut Oil by Controlled Heating

    No full text
    Minyak kelapa adalah salah satu bagian dari kelapa yang dimanfaatkan sebagai minyak goreng. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi optimal nilai bilangan penyabunan minyak kelapa yang diperoleh dari variasi waktu pemanasan. Metode penelitian ini berupa pengukuran nilai bilangan penyabunan secara titrasi asam basa dan penentuan kondisi optimum bilangan penyabunan minyak kelapa berdasarkan variasi suhu dan waktu pemanasan penyabunan terhadap minyak kelapa yang diperoleh dari variasi waktu ekstraksi 10-15 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi waktu dan suhu pemanasan penyabunan menyebabkan terjadinya perbedaan nilai bilangan penyabunan minyak kelapa. Pada pemanasan penyabunan 30 menit suhu 50°C-70°C, nilai bilangan penyabunan minyak kelapa lebih rendah dari pada pemanasan penyabunan 60 menit suhu 50°C-70°C. Nilai bilangan penyabunan terendah terjadi pada minyak kelapa hasil ekstraksi selama 10 menit sebesar 107,66 mg KOH/gram pada pemanasan penyabunan 50°C selama 30 menit dan nilai bilangan penyabunan tertinggi terjadi pada minyak kelapa hasil ekstraksi selama 35 menit sebesar 230,528 mg KOH/g pada pemanasan penyabunan 60°C selama 60 menit. Hasil terbaik diperoleh pada pemanasan penyabunan 60°C selama 60 menit dari semua minyak hasil ekstraksi dan jenis perlakuan dimana nilai bilangan penyabunannya lebih mendekati rentang nilai yang dipersyaratkan SNI sebesar 180-265 mg KOH/gram

    Pemberian ko-kemoterapi Fraksi Etil AsetatAkar Pasak Bumi (Eurycoma LongifoliaJack) Terhadap Ekspresi Protein Ki-67 pada Tikus Model Kanker Payudarayang diinduksi DMBA

    No full text
    Kanker payudara dapat terjadi karena paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap aktivitas proliferasi protein Ki-67pada Tikus SD yang diinduksi DMBA.Akar pasak bumi(Eurycoma longifoliaJack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivoterhadap 5 Kelompok tikus galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia analisis data KolmogorofSmirnof, uji Levenedan uji Kruskal Wallis.Hasil nilai rata-rata% ekspresiprotein Ki-67juga terjadi penurunan padakelompok ko kemoterapiDMBA+Doxorubicin+APB (8,89±3,20)%dibandingkan kelompok DMBA+Doxorubicin (12,73±3,37)%dan kelompok DMBA+APB (11,37±5,16)%, dan terdapat perbedaan yang bermakna dengan kelompok DMBA+Doxorubicin dengan nilai signifikansi 0,020 (p<0,05) namun tidak berdeda bermakna dengan DMBA+APB dengan nilai signifikansi 0,114 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ko kemoterapifraksi etil asetat akar pasak bumi dapat menurunkan ekpresi protein Ki-67 pada tikus model kanker payudara yang diinduksi DMBA

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇