Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Penerapan Teknik Nanopresipitasi pada Nanoenkapsulasi Teofilin dengan Variasi Konsentrasi Polimer dan Surfaktan: Application of Nanoprecipitation Technique on Theophylline Nanoencapsulation with Variation of Polymer Concentration

    No full text
    Teofilin merupakan derivat xantinyang digunakan dalam terapi asma yang menyebabkan relaksasi otot polos, khususnya dilatasi otot polos bronkus. Sejauh ini bentuk sediaan farmasi teofilin sangat beragam dan sebagian besar ditujukan untuk penggunaan secara oral. Pemberian obat peroral diketahui rentan menyebabkan gangguan saluran cerna seperti indigesti. Selain itu, stabilitasnya juga mudah berubah karena adanya pengaruh enzim, pH, dan degradasi mikroba. Salah satu sistem penghantaran obat yang menjanjikan adalah nanoenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formula optimum dari nanoenkapsulasi teofilin (NET) menggunakan sistem optimasi. Nanoenkapsulasi teofilin dipreparasi dengan menerapkan variasi konsentrasi PEG 6000 dan SLS mulai dari perbandingan terkecil 1:1 hingga terbesar 3:1. Adapun karakterisasi yang dilakukan terhadap lima formula NET meliputi persentase transmitan, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas (PDI). Formula optimum NET terpilih kemudian ditetapkan zeta potensialnya menggunakan Particle Size Analyzer. Perbandingan antara PEG 6000 dan SLS sebesar 1,667:1 merupakan komposisi paling optimum yang mampu menghasilkan NET dengan ukuran partikel 11,9 nm, PDI 0,12 μm, dan zeta potensial sebesar +18,87 mV

    Literature Review tentang Hubungan Psikologis terhadap Kejadian Hiperemesis Gravidarum: Literature Review about the Relationship Between Psychology on the Hyperemesis Gravidarum Occurrence

    No full text
    Mual dan muntah mempengaruhi sampai >50% kehamilan. Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu. Angka kejadian hiperemesis gravidarum di Indonesia masih cukup banyak. Penyebab penyakit ini belum dapat diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan erat kaitannya dengan hormon tiroid, infeksi Helicobacter pylori, dan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan psikologis terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Literature review ini dilakukan dengan pencarian studi pada database atau search engine yang dapat diakses seperti Google Scholar, Harzing’s Publish, dan Pubmed. Tahun publikasi dibatasi dari tahun 2016-2021 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dari hasil pencarian studi diperoleh 27 studi dari jurnal Internasional dan Regional yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebanyak 654.363 wanita hamil yang terbagi menjadi kelompok kasus dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan psikologis berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum (96,3%). Disimpulkan bahwa faktor psikologis berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum.

    Distribusi Pencabutan Gigi Akibat Karies  Berdasarkan Karakteristik Sosiodemografi pada  Pasien Poli Gigi Puskesmas Tanah Grogot Tahun 2017-2019: Distribution of Tooth Extraction Due to Caries Based on Sociodemographic Characteristics in Dental Polyclinic Patients at Tanah Grogot Public Health Center 2017-2019

    No full text
    Karies gigi menjadi kondisi yang paling banyak dijumpai di rongga mulut terutama pada seseorang yang memiliki kebersihan mulut yang buruk. Menurut Riskesdas, karies menjadi proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia. Di Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Paser, sebanyak 53,02% penduduk memiliki keluhan gigi berlubang. Masyarakat menganggap pencabutan gigi merupakan pilihan jika terjadi kerusakan terutama karies. Hal tersebut dikarenakan pengaruh budaya dan keyakinan masyarakat bahwa pencabutan akan menyelesaikan masalah. Berbagai penelitian mengatakan kehilangan gigi karena pencabutan disebabkan oleh karies dikaitkan dengan pengaruh karakteristik seseorang seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini mengetahui distribusi pencabutan gigi akibat karies berdasarkan karakteristik sosiodemografi pada pasien poli gigi puskesmas Tanah Grogot tahun 2017-2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan subyek data rekam medis berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data dikelompokkan berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan regio gigi yang dicabut. Hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Usia 35-44 tahun sebanyak 44 pasien (26,38%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 97 pasien (59,4%) merupakan kategori yang paling banyak dilakukan pencabutan akibat karies. IRT dengan jumlah 58 pasien (35,6%) menjadi pekerjaan dengan angka paling tinggi dalam pencabutan gigi. Gigi posterior terutama rahang bawah, merupakan gigi yang paling sering dicabut pada kasus karies gigi sebanyak 91 kasus (55,83%).

    Usia dan Paritas Tidak Berhubungan dengan Ekspresi Estrogen Reseptor (ER) dan Progesteron Reseptor (PR) pada Kanker Payudara Invasif No Special Type (NST) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Age and Parity Are Not Related with Estrogen Receptor (ER) and Progesterone Receptor (PR) Expression in Invasive Breast Cancer of No Special Type (NST) at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda

    No full text
    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemui pada perempuan serta menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2020 terdapat kurang lebih 65.000 kasus baru, dengan perkiraan jumlah kasus dalam 5 tahun terakhir sejumlah 200.000 kasus. Status reseptor hormonal Estrogen Receptor (ER) dan Progesterone Receptor (PR) dipakai sebagai standar dalam menentukan prognosis dan prediksi terhadap respon dari suatu modalitas terapi tertentu pada kanker payudara invasif NST melalui pemeriksaan imunohistokimia. Faktor risiko terkait hormon yang mempengaruhi paparan estrogen dan progesteron diduga berkaitan dengan kanker payudara yang mengekspresikan ER/PR positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR pada kanker payudara invasif NST. Penelitian ini merupakan studi analitik cross sectional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari 82 sampel kanker payudara invasif NST di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode 2019-2020 dengan teknik purposive sampling. Analisis hubungan pada semua variabel menghasilkan nilai p>0,05. Hubungan antara usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR menghasilkan nilai p secara berurutan 0,344 dan 0,977. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR pada kanker payudara invasif NST di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    Potensi Aktivitas Antibakterial Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea): Potential Antibacterial Activity of Telang Flower Extract (Clitoria Ternatea)

    No full text
    Angka beban global yang diakibatkan oleh kejadian resistensi antimikroba mendorong untuk dilakukan lebih banyak studi yang menelusuri strategi terapi terbaru guna mengurangi penambahan angka morbiditas dan mortalitas terutama pada negara dengan kasus penyakit infeksi yang sering.Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan ialah melalui pengamatan terhadap potensi alam. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman hias yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Asia Pasifik, Amerika Selatan dan Madagaskar. Warna ungu terang yang menjadi khas tanaman tersebut sudah banyak dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami di beragam masakan Asia. Selain itu, tanaman ini juga telah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional dalam berbagai sediaan, terutama seduhan rebusan. Namun, pendekatan saintifik diperlukan untuk mendukung pernyataan berbasis empiris. Komponen antimikroba milik bunga telang tidak hanya terbatas pada bagian kelopak bunganya saja namun semua bagian tubuhnya, mulai dari akar hingga batang. Proses ekstraksi tanaman bunga telang menunjukkan komponen fitokimia yang berkhasiat terutama sebagai antimikroba melawan E. coli dan Bacilus cereus. Oleh karena itu, ulasan ini dibuat guna mengkompilasiberbagai penelitian yang melaporkan aktivitas antibakteri Clitoria ternatea

    Validasi dan Analisis Allopurinol dan Deksamethason pada Jamu Pegal Linudi Kabupaten Semarang dengan KLT dan Spektrofotometri UV-Vis

    No full text
    Jamu masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan. BPOM melarang penggunaan Bahan Kimia Obat di dalam sediaan jamu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode serta analisis kandungan allopurinol dan deksamethason di dalam jamu pegal Linu yang beredar di Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah KLT untuk analisis kualitatif dan Spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kuantitatif. Sampel yang digunakan terdiri dari 8 sampel jamu pegal linu dan asam urat yang beredar di Ungaran, yang tidak terdaftar pada BPOM. Fase Diam yang digunakan adalah Lempeng Silika Gel GF 254 Fase Gerak yang digunakan kloroform:etil asetat 1:4. Dari 8 sampel yang dianalisis terdapat 2 sampel yang mengandung Allopurinol, yaitu sampel E dan F yang mempunyai harga Rf sebesar 0,2 sama dengan harga Rf baku allopurinol yang digunakan dan tidak ada sampel yang mengandung deksametason. Kadar allopurinol pada sampel E sebesar 2,1% dan dalam sampel F sebesar 1,14%. Hasil validasi metode yang dilakukan diperoleh nilai RSD = 0,75%, perolehan kembali 98,2- 101,6 %, batas deteksi = 1,09 ppm dan batas kuantifikasi = 3,66 ppm. Terdapat 2 sampel jamu yang mengandung allopurinol dengan kadar 2,17% dan 1,14%. Metode spektrofotometri UV-Vis yang digunakan memenuhi persyaratan validasi

    Profil Perawatan Karies Gigi pada Anak Usia 0-18 Tahun di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Periode 2018–2021

    No full text
    Data kesehatan gigi Provinsi Kalimantan Timur di Laporan Riskesdas 2018 mengemukakan bahwa prevalensi penduduk yang menerima perawatan gigi dari tenaga medis gigi di Kalimantan Timur adalah sebanyak 13,8%. Karies gigi rentan terjadi pada usia anak-anak karena banyaknya konsumsi makanan kariogenik. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien anak berusia 0–18 tahun di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie pada tahun 2018–2021 sebanyak 847 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan yang banyak diterima anak usia 0–18 tahun adalah perawatan saluran akar, jenis kelamin yang paling banyak menerima perawatan adalah pasien perempuan, dan regio gigi yang paling sering mendapatkan perawatan karies adalah regio kanan bawah

    Analisis Interaksi α-Amilase Bacillus licheniformis (BLA) dan Mutannya (MTBLA) dengan Maltoheptaosa pada Suhu Tinggi menggunakan Metode In Silico

    No full text
    α-Amilase merupakan enzim yang menghidrolisis pati menjadi oligosakarida yang digunakan di sektor industri makanan dan kesehatan. Produk hidrolisis seperti maltopentosa dapat menjadi sumber makanan tinggi nutrisi untuk pasien gagal ginjal dan defisit kalori. Oleh sebab itu, peningkatan termostabilitas enzim perlu dilakukan untuk memenuhi kriteria industri. Pada penelitian ini kami mempelajari pengaruh mutasi ?-amilase Bacillus licheniformis (BLA) terhadap aktivitasnya pada suhu 298 dan 373 K secara in silico melalui analisis interaksi enzim-substrat. Maltoheptaosa digunakan sebagai model substrat. Pada suhu 373 K, mutasi Asn190Phe berperan langsung membentuk interaksi dengan substrat sedangkan mutasi Gln264Ser tidak berperan langsung. Pada suhu 298 K mutasi Asn265Tyr berperan langsung terhadap interaksi enzim-substrat. Pada penelitian ini, kami menemukan hubungan antara interaksi enzim-substrat terhadap aktivitas, faktor yang paling menentukan adalah interaksinya dengan residu katalitik. Pada suhu 298 K, total interaksi mutan BLA (MTBLA)-maltoheptaosa sedikit lebih kuat dibandingkan BLA-maltoheptaosa. Namun, interaksi maltoheptaosa dengan residu katalitik pada BLA lebih kuat daripada MTBLA. Hal ini bersesuaian dengan eksperimen sebelumnya pada suhu 298 K. Pola yang mirip terlihat pada 373 K, sehingga aktivitas MTBLA pada suhu 373 K juga tidak lebih baik daripada BLA

    Sifat Mekanik dan Morfologi Poliblend Polipropilena dengan Poli(ε-Kaprolakton) yang Disintesis Menggunakan Katalis Zr β-diketonate sebagai Kandidat Material untuk Pembuatan Benang Jahitan Operasi: Mechanical and Morphology Properties of Polyblelend Polypropylene with Poly(ε-Caprolactone) that Synthesized using Zr β-Diketonate Catalyst as a Material Candidate for the Manufacture of Surgical Sutures

    No full text
    Polipropilena (PP) merupakan salah satu jenis polimer sintetis yang dapat digunakan sebagai bahan benang jahitan operasi. Namun, PP memiliki kelemahan karena sulit terdegradasi. Hal ini disebabkan karena PP memiliki sifat permeabilitas yang kecil sehingga ketahanannya terhadap air sangat baik. Padahal, benang jahitan operasi harusnya memiliki sifat permeabilitas yang lebih besar sehingga dapat terdegradasi secara terkontrol. Untuk mengatasi hal tersebut, PP perlu dicampur dengan polimer lain agar diperoleh poliblend yang memiliki sifat degradasi terkontrol seperti poli(ε-kaprolakton) (PCL). PCL yang digunakan pada penelitian ini merupakan hasil polimerisasi ε-CL menggunakan katalis Zr β-diketonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dan morfologi poliblend PP/PCL. Pencampuran polimer dilakukan menggunakan teknik blending dan penguapan pelarut dengan 5 perbandingan (b/b): 10/0, 10/1, 10/2, 10/3, dan 10/4. Karakterisasi sifat mekanik dilakukan dengan menggunakan uji tarik dan karakterisasi morfologi poliblend dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Kompatibilitas campuran terbaik diperoleh pada perbandingan poliblend PP/PCL 10/4 dengan nilai kekuatan tarik sebesar 9,394 MPa dan nilai kemuluran sebesar 15%. Campuran ini memiliki sifat mekanik paling maksium dibandingkan komposisi poliblen lainnya. Selanjutnya, berdasarkan analisis SEM dapat diketahui bahwa telah terjadi interaksi fisik antara PP dengan PCL. Selain itu, campuran PP/PCL telah berhasil dilakukan dan poliblend yang dihasilkan bersifat biokompatibel

    Perbandingan Aktivitas Antioksidan Infusa Simplisia Segar dan Simplisia Kering Daun Buni (Antidesma bunius L. Spreng) dengan Metode DPPH: Comparison of Antioxidant Activity of Infused from Fresh Simplicia and Dried Simplicia of Buni Leaves (Antidesma bunius L. Spreng) with DPPH Method

    No full text
    Daun buni atau Antidesma bunius L. Spreng merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan senyawa flavonoid daun buni dan mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan sediaan infusa simplisia kering dan simplisia segar daun buni. Prosedur penelitian ini meliputi pengumpulan bahan, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan infusa, identifikasi senyawa flavonoid, serta uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif dengan metode radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Data yang didapatkan berupa nilai IC50 yang diperoleh dari persamaan regresi linier antara % inhibisi terhadap konsentrasi larutan uji. Nilai IC50 dianalisis dengan uji statistik non parametric dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil identifikasi senyawa flavonoid menunjukkan infusa daun buni positif mengandung senyawa flavonoid. Nilai IC50 infusa simplisia segar dan infusa simplisia kering daun buni berturut-turut 303,646±3,731 ppm dan 197,344±0,819 ppm. Infusa simplisia segar memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah, sedangkan infusa simplisia kering memiliki aktivitas antioksidan lemah. Infusa simplisia segar dan infusa simplisia kering daun buni memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda signifikan (p?0,05). Berdasarkan data yang diperoleh simplisia kering daun buni lebih direkomendasikan dalam pembuatan infusa sebagai antioksidan dibandingkan simplisia segar

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇