Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Pengaruh Konsumsi Pemanis Buatan Rendah Kalori Sukralosa dan Glikosida Steviol Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Pengidap Diabetes Melitus Tipe 2: The Effect of Consumption Low Calories Artificial Sweetness Sucralose and Steviol Glycosides on Blood Glucose Levels of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus

    No full text
    Pemanis buatan rendah kalori telah diklaim menjadi kelompok pemanis yang aman dan disarankan penggunaannya bagi penderita diabetes karena tidak mempengaruhi kadar glukosa darah pasien setelah konsumsinya. Sukralosa dan glikosida steviol merupakan pemanis rendah kalori yang umum ditemukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien pengidap diabetes melitus tipe 2, melihat profil kadar gula darah pasien setelah pemberian gula rendah kalori serta melihat perbandingan profil kenaikan kadar gula darah pasien antara produk sukralosa dan glikosida steviol. Metode penelitian true-eksperimental, dengan desain pra dan pasca tes pemilihan kelompok secara acak, serta purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. 15 pasien dibagi menjadi kelompok pembanding, kelompok perlakuan yang diberikan glikosida steviol dan kelompok perlakuan yang diberikan sukralosa dengan dosis 2,5 g kemudian diperiksa kadar gula darah di menit ke 0, 60, 120, dan 180. Hasil analisa diperoleh pengaruh setelah perlakuan pemberian gula rendah kalori, menit ke 60 terdapat kenaikan sebesar 7,9, di menit ke 120  kadarnya turun sebesar 13,5 dan di menit 180 terjadi penurunan sebesar 29,3 sedangkan untuk perbandingan profil kenaikan kadar gula darah pasien antara produk, glikosida steviol menaikkan kadar gula darah lebih tinggi=7,9 dibanding kelompok lain

    Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv) sebagai Antinflamasi: Activity of Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv) Leaves Methanol Extract as Anti-inflammatory

    No full text
    Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol daun alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv) terhadap penghambatan denturasi protein secara in vitro telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol daun alang-alang. Metode yang digunakan ialah metode uji kualitatif berdasarkan perwarnaan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder dan metode in vitro menggunakan protein berupa Bovine serum albumin (BSA) yang diinduksi oleh panas untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol daun Alang-alang dan natrium diklofenak sebagai control positif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol daun alang-alang mengandung flavonoid, fenolik dan steroid. Uji aktivitas ekstrak metanol daun alang-alang dalam IC50 adalah 125,937 ppm. Ekstrak metanol daun alang-alang memiliki potensi sebagai antiinflamasi

    Status Gizi Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program S1 Angkatan 1

    No full text
    Indonesia saat ini mengalami permasalahan gizi kurang dan gizi lebih. Status gizi ini dapat memengaruhi kualitas kesehatan sumber daya manusia. Pada tahun 2020 Universitas Pertahanan Republik Indonesia membuka program S1 untuk memenuhi keperluan sumber daya manusia pada instansi militer dan Kementrian Pertahanan. Perlu upaya deteksi dini status gizi agar kejadian malnutrisi dapat ditindak lanjuti. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional pada 288 subjek mahasiswa S1 Universitas Pertahanan. Pengukuran status gizi dilakukan melalui perhitungan Indeks Masa Tubuh dan persentase masa lemak dengan alat Bioelectrical impedance analysis. Berdasarkan indeks masa tubuh, terdapat 8% dari seluruh subjek mengalami obesitas, 64,6% gizi normal, 20,1% overweight, dan 7,3% gizi kurang. Jika dikelompokan berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 6,7% laki-laki obesitas, 24,7% overweight, 7,3% gizi kurang, dan 61,2% gizi normal, sedangkan pada perempuan, terdapat 10% obesitas, 70% normal, 12,7% overweight, dan 7,3% gizi kurang. Berdasarkan persentase lemak tubuh, dari seluruh subjek didapatkan hasil 83.3 % subjek normal, sedangkan 16,7% mengalami obesitas. Jika diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, obesitas terjadi sebanyak 2,2% pada laki-laki dan 40% pada perempuan. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi obesitas maupun gizi kurang pada seluruh mahasiswa menurut indeks masa tubuh termasuk rendah, namun, proporsi mahasiswa dengan risiko overweight dan obesitas menurut persentase lemak cukup tinggi

    Honey Purity Analysis of Trigona sp. species in Royal Honey Sakah, Bali

    No full text
    Honey is a sweet liquid produced by bees and derived from the nectar of flowers. The increasing circulation of fake honey has alarmed the public. An analysis of the purity of honey still needs to be reported. This study aimed to analyze the purity of honey from Trigona sp. at Royal Honey Sakah. The qualitative design was used during the study in May 2022 at Royal Honey Sakah. Three honey samples from different bees were analyzed to determine how much water, sugar, and viscosity they had. Our findings show that the purity of honey depends on moisture content, sugar content, and viscosity and that these three parameters depend on the quality of nectar produced from flower plants around the place of cultivation. The purity level in sugar, water, and viscosity content in three types of honey, including Apis dorsata honey, wild forest honey (Tetragonula biroi), and tenganan local honey (Apis sp.), all meet the quality requirements of honey according to SNI 8664: 2018. Therefore, the higher the sugar concentration, the less water there is in the honey, and the higher the viscosity, the more pure or authentic the honey is. People who will consume honey are expected to be able to identify the quality of honey in terms of its viscous structure, no bubbles resembling heated sugar, and a dark brown or concentrated color. Honey is declared pure if there is no further processing other than filtering from the source

    Efek Pemberian Gel Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) sebagai Antiinflamasi Metode CarrageenanInduced Air Pouch: The Effect of Administering Ethanolic Extract Gel from Ekor Naga(Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Leaves as an Anti-InflammationCarrageenan-Induced Air Pouch Method

    No full text
    Ekstrak etanol daun ekor naga  (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) telah diteliti memiliki efek sebagai agen antiinflamasi. Penenlitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan topikal gel ekstrak daun ekor naga sehingga dapat menjadi menjadi langkah lanjut dari penelitian sebelumnya sebagai upaya pengembangan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental design. Kelompok perlakuan dibagi menjadi lima kelompok yaitu: Kontrol positif (Hidrokortisone), Formula 0 (Basis Gel), Formula 1 (Konsentrasi Ekstrak 10%), Formula 2 (Konsentrasi Ekstrak 15%), dan Formula 3 (Konsentrasi Ekstrak 20%). Hewan uji yang digunakan masing-masing kelompok perlakuan 5 ekor. Data yang didapat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak ekstrak maka semakin baik efek antiinflamasinya. Namun berdasarkan data evaluasi sediaan pada penelitian sebelumnya tentang formulasi gel maka disimpulkan bahwa formula 2 merupakan formula terbaik dengan efek yang secara statistic hampir sama dengan formula 3 serta memiliki stabilitas gel yang baik dalam formulasi

    Oksidasi Serium Berdasarkan Agen Pengoksidasi: Oxidation of Cerium Based on Oxidizing Agents

    No full text
    Logam tanah jarang (LTJ) merupakan nama yang diberikan untuk 15 unsur dari kelompok lantanida serta 2 unsur memiliki sifat kimia yang sama sehingga termasuk dalam unsur LTJ, yaitu skandium dan yttrium. Penggunaan LTJ ini memicu berkembangnya material baru untuk diaplikasikan, salah satunya adalah logam serium. Saat ini, serium banyak diaplikasikan dalam bidang industri guna meningkatkan kualitas produk, salah satu contohnya sebagai katalis untuk meningkatkan power output dari baterai Ni-MH. Dalam dunia kesehatan, serium dikembangkan dalam penggunaanan sensing elektrokimia serta biosensor elektrokimia, digunakan juga sebagai sistem penghantar obat, antioksidan, dan deteksi berbagai penyakit dengan memanfaatkan karakteristik serium. Pemisahan serium dari LTJ dapat dilakukan dengan metode oksidasi serium(III) menjadi serium(IV), sehingga sangat penting untuk memanfaatkan sifat valensi serium yang dapat diubah agar serium terpisah dari LTJ(III) lainnya. Dalam larutan asam, oksidasi Ce(III) menjadi Ce(IV) dapat terjadi melalui oksidasi kimia dengan oksidator kuat seperti persulfat, permanganat, atau perklorit dengan oksidasi elektrokimia atau dengan oksidasi secara langsung. Tinjauan ini membahas beberapa oksidator yang umum digunakan, seperti kalium permanganat (KMnO4), natrium hipoklorit (NaOCl), hidrogen peroksida (H2O2), asam sulfat (H2SO4), dan caro’s acid (H2SO5)

    Analisis Trend Peresepan Golongan Antipsikotika Tipikal dan Atipikal  di Tiga Puskesmas di Kota Banjarmasin Periode 2019-2021: Trend Analysis of Prescribing Typical and Atypical Antipsychotics at Three Health Centers in Banjarmasin City for the 2019-2021 Period

    No full text
    Antipsikotika menjadi pilihan pertama dalam tatalaksana pengobatan skizofrenia dengan tujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah kekambuhan. Penelitian  bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis perubahan pola penggunaan antipsikotika berdasarkan kategori nama obat, golongan, dan bentuk sediaan pada peresepan pasien skizofrenia dari tahun 2019 hingga 2021 di tiga Puskesmas di Banjarmasin. Jenis penelitian berupa penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.  Sejumlah 154 buah sampel berupa rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan frekuensi penggunaan antipsikotika berdasarkan kategori nama obat, yaitu obat haloperidol, klorpromazine, trifluperazin, klozapin, dan risperidon; berdasarkan kategori golongan antipsikotika diperoleh data penggunaan golongan antipsikotika tipikal terus  mengalami peningkatan dibanding golongan atipikal; dan berdasarkan kategori bentuk sediaan tidak terjadi perubahan, berupa peresepan antipsikotika dalam bentuk tablet. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan peresepan antipsikotika golongan tipikal dan terjadi peningkatan penggunaan obat haloperidol dan klorpromazin  pada periode tahun 2019-2021 di tiga Puskesmas

    Penentuan LC50 Fraksi Metanol dan n-Heksana Daun Paku Sisik Naga (D.pilloselloides) di Kawasan Universitas Mulawarman dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT): Determination of LC50 Extract of Methanol and n-Hexane of Dragon Scale Fern Leaves (D. pilloselloides) in the Area of Mulawarman University Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan menentukan kadar toksisitas dari ekstrak daun paku sisik naga (D.Pilloselloides) yang terdapat di kawasan Universitas Mulawarman. Ekstrak dibuat menggunakan cara maserasi menggunakan pelarut metanol dan n-heksan. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT menggunakan larva udang Artemia salina yang telah dipelihara hingga berumur 48 jam. Uji fitokimia pada ekstrak daun paku sisik naga fraksi metanol menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenolik. Sedangkan untuk fraksi n-heksan terdapat kandungan alkaloid dan steroid. Hasil uji toksisitas menunjukkan ekstrak daun paku sisik naga bersifat toksik dengan nilai LC50 dari fraksi metanol dan fraksi n-heksan berturut-turut adalah 44,67 ppm dan 239,88 ppm

    Analisis Kadar Kafein dalam Green Bean dan Roasted Bean Kopi Robusta (Coffea canephora) Temanggung Menggunakan Spektrofotometer UV: Analysis of Caffeine Levels in Green Bean and Roasted Bean of Robusta Coffee (Coffea canephora) Temanggung Using UV Spectrophotometer

    No full text
    Kopi robusta adalah salah satu jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu proses yang dapat menentukan kualitas kopi adalah proses roasting. Tingkatan proses roasting biji kopi dapat diklasifikasikan menjadi light, medium dan dark.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh roasting terhadap kadar kafein dalam biji kopi robusta yang berasal dari Temanggung. Biji kopi dianalisis secara organoleptis, pH dan di ukur densitasnya. Seduhan serbuk biji kopi diekstraksi cair-cair dengan kloroform, filtrat yang diperoleh diuapkan sehingga terbentuk kristal. Hasil kristal dianalisis secara organoleptis, analisa kualitatif dengan reagen Parry dan analisa kuantitatif dengan spektrofotmeter UV. Persentase kadar kafein dalam sampel kopi dianalisis menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan proses roasting mempengaruhi warna, bau, ukuran biji kopi dan densitas serta pH  berkisar antara 4,65-4,73. Hasil uji kualitatif membuktikan bahwa dari semua sampel kopi robusta, yaitu green bean, light, medium, dan dark roasting mengandung kafein. Uji kuantitatif menyatakan bahwa kadar kafein terendah adalah green bean (0,64%) dan  tertinggi adalah dark roasting (1,58%)

    Formulasi Nanonanoemulgel Tea Tree Melaleuca alternifolia Oil dengan Menggunakan Full Factorial Design: Formulation Nanonanoemulgel Tea Tree Melaleuca alternifolia Oil using Full Factorial Design

    No full text
    Tea tree oil (TTO) merupakan minyak esensial yang berasal dari Melaleuca alternifolia mengandung terpinen-4-ol. TTO memiliki aktivitas sebagai antimikroba. TTO gel bersifat hidrofobik sehingga membutuhkan sistem penghantaran untuk bisa berpenetrasi melewati stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat nanoemulgel TTO, menggunakan Carbopol 940 dan  Tween 80 digunakan sebagai surfaktan. Optimasi dan formulasi pada rancangan full factorial design adalah konsentrasi gelling agent Carbopol 940 (X1) dan konsentrasi  emulgator tween 80 (X2). Optimasi formula ini bertujuan untuk mendapatkan hasil optimal pada variabel tergantung (Y) yaitu ukuran partikel (Y1), daya sebar (Y2), dan zeta potensial (Y3). Ukuran partikel dari nanoemulgel TTO memiliki rentang 363,5± 0.13 sampai 813,5 ± 0,5 nm, daya sebar memiliki rentang 5,8 ± 0,4 sampai 7,2 ± 0,2 cm, dan zeta potensial memiliki rentang nilai 20,9 ± 0,8 sampai 57,5 ± 0,6 mV. Variabel bebas memiliki nilai signifikan terhadap ukuran partikel dengan nilai p < 0,05, namun memiliki efek tidak signifikan terhadap daya sebar dan Zeta potensial, dengan nilai p > 0,0

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇