Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Zizipus Mauritiana L.) pada Kulit Akibat luka Bakar dalam Berbagai Varian Konsentrasi Ekstrak Terhadap Hewan Uji Kelinci (Oryctolagus cuniculus L.): Effectiveness of Bidara Leaf Extract (Zizipus Mauritiana L.) on Skin Due to Burns in Various Variants of Extract Concentration Against Rabbit (Oryctolagus cuniculus L.) Test Animals
Tumbuhan Bidara merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan secara empiris di masyarakat. Olehnya itu perlu dilakukan penelitian fitokimia dalam mendapatkan informasi ilmiah tentang kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa aktif dan menganalisis efektivitas ekstrak daun Bidara (Zizipus Mauritiana L.) dalam meregenerasi sel kulit akibat luka bakar dalam berbagai variasi konsentrasi. Skrining fitokimia merupakan proses identifikasi senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan, meliputi senyawa alkaloid, flavanoid, tannin dan saponin. Berdasarkan hasil skrining diketahui bahwa ekstrak daun Bidara positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid, tannin dan saponin. Uji efektivitas ekstrak daun Bidara merupakan suatu penelitian eksperimental yang dilakukan dengan menggunakan hewan uji kelinci dengan indikator luka bakar yang terdiri dari diameter luka dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh pada masing-masing kelompok perlakuan dianalisis dengan menggunakan tekhnik uji beda ANOVA (rancangan Tuckey HSD). Berdasarkan uji ANOVA diperoleh nilai tidak signifikan 0,812 pada hari ke-7 , signifikan 0,025 pada hari ke-14, dan signifikan 0,008. pada hari ke- 21
Hubungan Obesitas dengan Komplikasi Maternal dan Luaran Perinatal
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan komplikasi maternal dan luaran perinatal yang merugikan. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan obesitas dengan komplikasi maternal dan luaran perinatal. Systematic review ini dilakukan dengan pencarian studi pada database seperti Pubmed, Google Scholar, Science Direct atau Clinical Key dan studi yang diamati adalah studi terbitan tahun 2016-2020 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian studi diperoleh sebanyak 74 studi dan 31 studi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Dari 31 studi yang diamati, terdapat 16 studi yang menganalisis hubungan obesitas dengan preeklampsia, 25 studi yang menganalisis hubungan obesitas dengan diabetes gestasional, 16 studi yang menganalisis hubungan obesitas dengan kelahiran prematur, 15 studi yang menganalisis hubungan obesitas dengan kematian janin, dan 19 studi yang menganalisis hubungan obesitas dengan makrosomia. Berdasarkan systematic review ini dapat disimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan kejadian preeklampsia, diabetes gestasional, kelahiran prematur dan makrosomia. Namun obesitas tidak berhubungan dengan kematian janin
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin dalam Pencegahan Stunting di KUA Kabupaten Tana Toraja: Effect of Nutrition Education on Knowledge and Attitudes of Prospective Bride and Groom in Preventing Stunting at KUA Tana Toraja Regency
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stuntingpada anak dapat dicegah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau disebut juga sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan, Kabupaten Tana Toraja menjadi salah satu dari 10 Kabupaten Darurat Stunting, dimana Tana Toraja berada pada urutan ke tiga setelah Enrekang dan Sinjai. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin dalam mencegah stunting Di Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode quasi eksperimen, dengan rancangan One-group pre-post test design,hasil dari penelitian ini menunjukkan ada perubahan pengetahuan dan sikap dari calon pengantin setelah diberikan edukasi gizi, dimana rata-rata responden sudah mulai memperbaiki pola makan untuk mempersiapkan kehamilan dari edukasi gizi yang telah diberikan sebelumnya
Depresi pada Komunitas dalam Menghadapi Pandemi COVID-19: A Systematic Review
Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan panik, rasa takut, khawatir, dan merasakan ada ancaman, semuanya akan menimbulkan emosi dan fikiran negatif sehingga berdampak kepada kesehatan mental. Tujuan: mengetahui tingkat depresi terhadap komunitas yang menghadapi pandemik COVID-19. Metode: pencarian database meliputi Google Scholar, Science Direct dan Proquest dengan kata kunci depresi dalam menghadapi COVID-19 dan koesioner Self-rating Depression Scale. Kriteria artikel yang dipilih ialah terbit tahun 2016-2020 dengan teks penuh dan berbahasa Inggris. Systematic Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil: Analisis dari lima belas artikel menunjukkan bahwa depresi komunitas disebabkan oleh faktor sosial dengan adanya kejadian tragis, tuntutan, peran sosial maupun dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya. Gejala yang muncul pada depresi diantaranya rasa takut, panik, cemas, stres dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kesimpulan: Komunitas memiliki resiko yang tinggi untuk terkena depresi selama wabah COVID-19 berlangsung. Adapun yang melatar belakangi tingkat depresi pada komunitas selama pandemi berlangsung diantaranya tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun soisal (social distancing) bahkan melakukan karantina wilayah (lockdown) untuk menghambat penyebaran virus corona
Peranan Sel Limfosit Dalam Imunulogi: Artikel Review
Limfosit ditemukan dalam darah dan limfonodi. Selain sel Natural Killer (NK), sel T dan sel B adalah berbagai bentuk limfosit. Masing-masing sel ini memainkan peran mendasar dalam respons imun adaptif tubuh. Sel B berperan penting dalam respon imun, secara resmi dikenal sebagai prekursor sel penghasil antibodi: sel plasma. Penemuan dewasa ini menunjukkan bahwa peran sel B lebih jauh dari sekedar menghasilkan antibodi. Terdapat berbagai sub tipe sel limfosit B yang berbeda dengan peran yang berbeda, baik pada respon innate maupun adaptif, yang mencakup pengenalan antigen, pemrosesan, dan penyajiannya pada sel T, serta produksi sitokin yang berdampak dan memodulasi respons terhadap patogen. Secara klasik, telah dipertimbangkan bahwa limfosit B tidak memiliki kemampuan fagositik yang memungkinkan mereka untuk menginternalisasi, memproses, atau bahkan terinfeksi oleh patogen bakteri. Berdasarkan informasi terbaru, ditunjukkan bahwa sel B dapat dengan mudah terinfeksi oleh bakteri patogen dan bereaksi terhadap infeksi tersebut. Sel T berperan dalam respon imun sitotoksik. Sel T termasuk dalam sistem imun adaptif dan melakukan beragam fungsi dalam regulasi imun, peradangan, serta respons imun protektif. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ditunjukkan bahwa sel T pada dasarnya terlibat di seluruh spektrum fisiologi dan patologi jaringan, tidak hanya dalam reaksi atau penyakit yang dianggap sebagai respon imunologis tulen, tetapi juga, mengutip beberapa contoh, terlibat dalam metabolisme, perbaikan jaringan, disbiosis, dan kehamilan. Penelitian dasar pada sel T juga merupakan cikal bakal yang melahirkan era baru imunoterapi yang melibatkan banyak peneliti dalam menemukan obat untuk kanker. Ulasan artikel ini bertujuan untuk lebih memahami temuan terbaru mengenai pembentukan dan mekanisme kerja limfosit, terutama pada sistemimunitas adaptif. Pada artikel review ini dijelaskan berbagai bentuk limfosit dan peran imunomodulatornyadalam kesehatan dan penyakit
Aktivitas Anti Candida albicans ATCC 14053 Sediaan Pasta Gigi Gel Ekstrak Daun Jengkol(Archidendron pauciflorum) dengan Kombinasi Na-CMC dan Karbomer
Ekstrak daun jengkol memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans karena mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Spesies Candida albicans paling banyak ditemukan dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia seperti sariawan dan lesi pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak daun jengkol menjadi sediaan pasta gigi gel dengan membedakan variasi konsentrasi karbomer sebagai gelling agent. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel daun jengkol diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 7,5% berdasarkan hasil uji pendahuluan dan konsentrasi karbomer yang digunakan adalah 0,5% pada formula I, 1% pada formula II, 1,5% pada formula III, dan 2% pada formula IV. Kemudian dilakukan uji kestabilan fisik terhadap sediaan pasta gigi gel yang terdiri dari organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, pH, dan tinggi busa selama 28 hari penyimpanan. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Analisa statistik dilakukan dengan metode shapiro-wilk, levene statistic, dan One Way Anova. Selama 28 hari penyimpanan semua formula stabil homogenitasnya, viskositas mengalami kenaikan pada setiap formula dikarenakan perbedaan konsentrasi karbomer yang digunakan, semakin tinggi konsentrasi karbomer yang digunakan maka semakin meningkat pula viskositas sediaannya, pH dan tinggi busa sediaan stabil dan memenuhi standar. Partikel terdistribusi secara merata sehingga sediaan memiliki warna dan bau yang stabil. Hasil uji aktivitas antijamur pasta gigi gel ekstrak daun jengkol dengan konsentrasi 7,5% memiliki daya hambat sebesar 11 mm. Peningkatan konsentrasi karbomer menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam setiap formula berdasarkan analisa statistik One Way Anova (p<0,05) dan penambahan karbomer pada formula menunjukkan viskositas dan tinggi busa yang stabil. Formula yang paling stabil yaitu formula I dengan konsenstrasi karbomer 0,5%
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Cemba (Senegalia rugata) terhadap PenyembuhanLuka Sayat pada Kelinci (Oryctogalus cuniculus)
Obat luka adalah sediaan farmasi yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Obat luka seperti povidone iodine mengandung antiseptik untuk mencegah infeksi. Povidone iodine memiliki aktivitas bakterisidal, toksisitasnya rendah, dan harganya terjangkau. Akan tetapi pada beberapa kasus, povidone iodine dapat menimbukan alergi. Daun cemba (Senegalia rugata) adalah tanaman endemik yang secara empiris dimanfaatkan sebagai penyembuh luka terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil rendemen dari ekstraksi daun cemba, kemampuan ekstrak daun cemba sebagai penyembuh luka sayat, konsentrasi ekstrak daun cemba yang dapat memberikan aktivitas paling baik sebagai penyembuh luka sayat. Pengujian ini menggunakan kelinci sebagai subjek yang akan diberikan perlakuan berupa kontrol uji ekstrak daun cemba dengan varian konsentrasi basis salep yaitu 5%, 10%, dan 15%, untuk kontrol pembanding digunakan kontrol negatif berupa basis, kontrol positif berupa salep betadine, dan kontrol normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan besar rendemen ekstrak daun cemba sebesar 31,82%. Hasil skrinning fitokimia yang dilakukan, diketahui ekstrak daun cemba mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun cemba konsentrasi 5% dan kontrol positif dapat menyembuhkan luka pada ± hari ke-10
Uji Perbandingan Antioksidan dari Produk Teh Daun Kelor, Teh Bunga Roselladan Teh Daun Melati dengan Metode Seduhan Suhu Konstan
Radikal bebas dikenal sebagai suatu atom yang tidak memiliki pasangan elektron dan tidak stabil serta hanya memiliki satu elektron. Radikal bebas akan cepat beraksi untuk mencari pasangan elektronnya. Daun melati kaya akan antioksidan polifenol. Selain tanaman melati, salah satu jenis tumbuhan yang diduga sebagai antioksidan adalah kelor (Moringa oleifera, Lamk). Tanaman kelor telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multiguna padat nutrisi dan berkhasiat obat. Daun kelor mengandung metabolit primer seperti protein, lemak, karbohidrat, berbagai mineral, vitamin dan asam amino. Bunga Rosella banyak mengadung senyawa metabolit sekunder antara lain polifenol dan falvonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan tertinggi pada teh dari beberapa merk dagang teh (teh daun kelor, teh bunga rosella dan teh daun melati) menggunakan metode DPPH dengan standar penyeduhan teh sesuai dengan yang diatur dalam SNI 01-1902-1995 dengan tingkatan suhu yang konstan. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa nilai IC50 teh bunga Rosella 148 ppm (antioksidan sedang), nilai IC50 teh melati 80 ppm (antioksidan kuat) dan nilai IC50 teh daun kelor 88 ppm (antioksidan kuat)
Distribusi Ameloblastoma Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi dan Subtipe Histopatologi di RSUD A.W. Sjahranie Samarinda Tahun 2015-2020: Distribution of Ameloblastoma Based on Age, Gender, Location and Histopathology at RSUD A. W. Sjahranie Samarinda in the Period of 2015-2020
Ameloblastoma merupakan salah satu tumor jinak rongga mulut yang berasal dari epitel odontogenik yang sering ditemukan. Tumor ini bertumbuh lambat namun bersifat agresif, lokal invasif, memiliki potensi tinggi untuk rekurensi, bertransformasi menjadi ganas serta bermetastasis. Faktor resiko seperti lokasi tumor, ukuran tumor, umur pasien, gambaran radiografi, subtipe histopatologi serta pemilihan tatalaksana yang tepat dan berkolerasi dengan terjadinya rekurensi pada ameloblastoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi ameloblastoma berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi dan subtipe histopatologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif menggunakan subjek data rekam medis dan slide/blok parafin berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi dan subtipe histopatologi. Hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Berdasarkan data yang diperoleh dari 27 sampel pada penelitian ini menunjukkan kategori rentang usia 45-54 tahun merupakan kategori rentang usia paling banyak ditemukan ameloblastoma yaitu sebanyak 11 pasien (40,74%). Perbandingan jumlah pasien laki-laki sebanyak 13 pasien (48,15%) dan perempuan sebanyak 14 pasien (51,95%). Ameloblastoma paling banyak ditemukan di mandibula dengan jumlah 26 pasien (96,30%). Subtipe histopatologi yang banyak ditemukan adalah subtipe histopatologi folikular dan pleksiform dengan masing-masing ditemukan pada 8 pasien (29,63%).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Hitam Variasi Waktu Aging Terhadap Pencegahan Dysbiosis Kulit Penyebab Jerawat: Antibacterial Activity of Black Garlic Extract Variations in Aging Time on Prevention of Skin Dysbiosis Causes Acne
Penyakit kulit termasuk jerawat, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba (dysbiosis). Bakteri utama yang terlibat dalam dysbiosis jerawat yaitu Cutibacterium (Propionibacterium) acnes dan Staphylococcus epidermidis. Bawang hitam memiliki potensi yang lebih baik untuk dijadikan alternatif antibiotik dan bahan kimia dalam mengobati jerawat serta menjaga kesehatan kulit karena memiliki potensi antimikroba dan dapat menghambat penurunan deposisi kolagen pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak bawang hitam terhadap bakteri penyebab jerawat. Bawang putih dipanaskan dengan 3 variasi waktu (7, 14, dan 21 hari) kemudian dilakukan maserasi dengan alkohol 70%, dan diuji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis dengan kontrol positif klindamisin. Ekstrak bawang hitam memberikan aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus epidermidis dan Cutibacterium acnes. Hasil terbaik dan rekomendasi waktu aging bawang putih untuk mencegah dysbiosis kulit penyebab jerawat adalah pada usia aging 7 hingga 14 hari.