Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Effect of African Leaves Extract (Vernonia amygdalina DEL.) on Wound Healing Velocity after Tooth Extraction in Rattus norvegicus
Povidone iodine is an antiseptic that is often used for wounds after tooth extraction, but is often debated because it can cause damage to cells and tissues. African leaf (Vernonia amygdalina Del.) from the family Asteraceae has saponins as anti-microbial, anti-inflammatory and antioxidant flavonoids as that all may be able to accelerate wound healing. To investigate the activity of extracts of Vernonia amygdalina folia (VAF) to accelerate the process of wound healing after tooth extraction in rats. VAF extracted by maceration using methanol. Wistar male rats as much as 6 groups (n = 5 mice each group) performed tooth extractions, and then observed the reduction of gingival socket closure for 21 days after being given povidone iodine, distilled water and methanol extract group VAF by 4 concentration. The closure of the wound after tooth extraction in the group of povidone iodine rats occurred on the 8th day, the group aquadest cover the wound occurred on the 12th day, the extract group 1, 3, 5, 7% sequentially occur wound closure on day 6th, 5th, 4th and 4th. VAF methanol extract of the leaves can accelerate wound healing after tooth extraction of mic
Informasi Perdagangan Akar Kuning di Pasar Tradisional Martapura dan Pasar Tradisional Rantau, Kalimantan Selatan
Akar kuning merupakan salah satu tumbuhan obat asli Kalimantan yang terdiri dari sedikitnya tiga spesies yaitu Fibraurea tinctoria Lour., Arcangelisia flava Merr. dan Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr. Bagian batang dan akar dari tumbuhan ini dimanfaatkan secara tradisional oleh etnis asli Kalimantan seperti Dayak dan Banjar serta Kutai untuk mengobati beberapa penyakit seperti malaria, hepatitis/liver dan kencing manis. Khasiat tersebut didukung oleh berbagai penelitian yang menyebutkan akar kuning mengandung senyawa kimia yang berperan sebagai hepatoprotektor, antibakteri, anti malaria dan anti kanker. Jenis Coscinium fenestratum memiliki nilai komersial tinggi di India dan Srilangka sebagai bahan baku industri obat modern. Perdagangannya di negara tersebut telah diatur sangat ketat karena berimbas pada kelangkaan jenis tersebut akibat eksploitasi besar-besaran. Meskipun akar kuning memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri obat modern, namun saat ini informasi perdagangan akar kuning di Indonesia masih sangat terbatas. Kajian ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi perdagangan akar kuning di sejumlah pasar tradisional di Kalimantan Selatan. Informasi dasar ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan dan pemanfaatan akar kuning sebagai komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Berdasarkan pengumpulan data di lapangan, kebutuhan akar kuning untuk industri jamu tradisional di Kalimantan Selatan masih relatif sedikit. Ketersediaan akar kuning masih memadai dan belum terjadi eksploitasi besar-besaran di alam untuk pasokan akar kuning di wilayah Kalimantan Selatan
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Metanol Daun Nipah (Nypa fruticans) sebagai Agen Antibakteri
Nanopartikel merupakan bentuk inovasi penghantaran obat menggunakan metode pereduksi biologi (bioreduktor). Perak merupakan suatu agen antibakteri saat dalam keadaan nanopartikelmemiliki aktivitas lebih baik dibanding bentuk bulknya. Daun nipah (Nypa fruticans) merupakan suatu agen bioreduktor digunakan untuk mereduksi perak menjadi nanopartikel perak (ukuran 60-80 nm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli 10,504 mm dan bakteri Staphylococcus aureus 9,393 mm
Kehamilan Multipel, Riwayat Preeklamsia, dan Hipertensi Kronik Berhubungan dengan Kejadian Preeklamsia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2017-2019
Gangguan hipertensi pada kehamilan menyumbang sekitar 14% dari seluruh kematian ibu di seluruh dunia. Preeklamsia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada maternal dan perinatal dari seluruh gangguan hipertensi pada kehamilan. Preeklamsia merupakan hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria atau gangguan sistem organ lainnya. Faktor-faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya preeklamsia diantaranya adalah kehamilan multipel, riwayat preeklamsia, dan hipertensi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian preeklamsia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain dalam penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol dengan metode analitik observasional. Data diambil dari rekam medik pasien yang melahirkan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari 2017-Desember 2019 dan didapatkan 48 kasus dan 48 kontrol. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji fisher’s exact jika nilai harapan kurang dari 5. Hasil analisis diperoleh adanya hubungan bermakna antara kehamilan multipel (p=0,001), riwayat preeklamsia (0,012), dan hipertensi kronik (p=0,007) dengan kejadian preeklamsia
Efektifitas Pemberian Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Pengobatan Asma dan Inhaler pada Apoteker Komunitas di Surabaya
Pengobatan asma kurang optimal dapat disebabkan kurangnya pengetahuan dari apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berperan memberikan informasi bagi pasien. Peran apoteker dibutuhkan karena apoteker berinteraksi langsung dengan pasien di apotek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan apoteker dengan pengaruh edukasi yang diberikan mengenai asma dan inhaler di wilayah Surabaya. Metode penelitian adalah pra-eksperimen dengan desian studi one group pre-post-test. Penelitian ini menggunakan kuisioner mengenai asma dan alat inhaler yang dinilai sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi dilakukan dalam bentuk educational meeting yang aktivitasnya berupa workshop dalam berbagai format yang berfokus pada pengetahuan apoteker terhadap penyakit asma dan inhaler dengan mengunjungi apoteker satu per satu. Pengambilan sampel dengan metode non random sampling, menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh akan diolah dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan paired t-test. Dari hasil pengumpulan data, 68 apoteker komunitas bersedia mengisi kuisioner pre-test dan hanya 20 apoteker yang bersedia diedukasi serta mengisi kuisioner post-test. Pada penelitian ini diperoleh nilai p(0,000)?0,05 yang menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan asma dan inhaler. Meskipun efektif, namun terdapat beberapa materi pengetahuan yang tidak dapat ditingkatkan terutama mengenai penatalaksanaan asma, yang sangat dipengaruhi oleh kurangnya pengalaman dalam penanganan pasien asma di apotek
Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Polimer terhadap Karakteristik dan Laju Pelepasan Patch Transdermal Nifedipin
Nifedipine adalah obat anti-hipertensi dihidropiridin sebagai penghambat saluran kalsium dengan biovaibilitas oral yang rendah dan waktu paruh singkat menyebabkan frekuensi penggunaan obat yang berulang dalam sehari bila diberikan secara oral dalam bentuk sediaan konvensional. Patch transdermal sistem matriks adalah opsi yang memungkinkan pengiriman obat terkontrol melalui kulit dan memberikan kenyamanan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pengendapan polimer pada materi dan laju pelepasan in-vitro patch transdermal nifedipine dengan rasio polimer Ethyl Cellulose (EC) dan Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) yang digunakan yaitu F1 (7:3); F2 (8:2) dan F3 (9:1). Hasil uji nifedipine patch pada pemeriksaan organoleptik berbentuk bulat, bau khas, warna kuning dan tekstur permukaan halus. Pelepasan secara in vitro menunjukkan polimer terbaik terdapat pada Formula 2 EC: HPMC (8:2) dengan karakteristik yang baik dan nilai fluks tertinggi yakni 1,307 (μg.cm-2 menit-1)
Gambaran Status Konsumsi Air Minum Pada Pasien Batu Saluran Kemih
Penyakit batu saluran kemih (BSK) adalah pembentukan batu yang disebabkan oleh pengendapan kristal yang dapat terjadi di ginjal, ureter, buli, dan uretra. Penyakit BSK merupakan penyakit ketiga terbanyak di bidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna. Salah satu faktor risiko penyakit BSK adalah asupan air minum yang kurang. Asupan air minum yang kurang menyebabkan volume urine yang tidak cukup untuk membuang zat sisa metabolisme dan garam yang berlebihan, serta menyebabkan supersaturasi urine dan retensi endapan zat terlarut dalam urine yang memudahkan terbentuknya BSK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk mengetahui gambaran status konsumsi air minum pada pasien batu saluran kemih di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara pasien menggunakan kuesioner BEVQ-15 dan data rekam medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jumlah sampel yang diperoleh sebesar 55 pasien yang telah didiagnosis BSK. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 56,4% responden dengan status konsumsi air minum yang masih kurang dengan rata-rata konsumsi air minum sebanyak 2343,5 ml/hari. Jumlah ini masih kurang dari anjuran minum European Association of Urology, yaitu 2500 ml/hari. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian adalah status konsumsi air minum pasien BSK sebagian besar berada pada kategori kuran
Pemanfaatan Ekstrak Buah Kaktus (Oputian elatior Mill.) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Lipstik
Buah kaktus (Opuntia elatior Mill) merupakan tumbuhan berbunga family Cartacae, yang tumbuh didataran tinggi dan kering diketahui mengandung senyawa betasianin yang merupakan zat warna alami berwarna merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia ekstrak betasianin dari buah kaktus pada sediaan lipstik. Pemeriksaan stabilitas fisik dan kimia pada sediaan meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, daya lebur, pH, pengolesan lipstik, kekerasan lipstik dan kadar betasianin pada sediaan. Pengamatan dilakukan pada hari ke-1 dan hari ke-7 penyimpanan. Hasil pengujian menunjukkan sediaan lipstik berwarna merah dengan aroma khas ekstrak dan tekstur padat terdispersi secara homogen.Sementara untuk pengujian daya lebur lipstik melebur pada suhu 700C, dengan nilai pH hari ke-1 yaitu 5,86 dan hari ke -7 yaitu 6,13, pemolesan yang merata dan diperoleh tingkat kekerasan lipstik 90 g, Hasil uji kadar betasianin hari ke-1 yaitu 0,195 mg/100gram dan pada hari ke-7 yaitu 0,105 mg/100gram. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan lipstik ekstrak Betasianin Buah Kaktus memiliki stabilitas fisik yang baik sesuai dengan SNI 16-4769-1998 tentang sediaan lipstik (Standar Nasional Indonesia
Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Turunan Kuersetin dari Kulit Batang Melicope quercifolia
Dua senyawa turunan kuersetin, pakipodol (1) dan ayanin (2) telah diisolasi dari kulit batang Melicope quercifolia (B.S. William) Ridl. Struktur kedua senyawa turunan kuersetin ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS dan NMR. Uji aktivitas antioksidan senyawa 1–2 terhadap radikal DPPH memperlihatkan IC50 254 ± 10 dan 38,55 ± 0,02 μg/mL
Analisis Efektifitas Pursed Lip Breathing dan Balloon Blowing untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)
Pendahuluan : COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia yang menyebabkan berbagai gangguan pada paru-paru seperti dispnea, sehingga jika dibiarkan terus-menerus dapat menurunkan saturasi oksigen dalam tubuh. Intervensi non Farmakologi seperti Pursed Lip Breathing dan Balloon Blowing dapat membantu pasien pasien COPD dalam mengurangi dispnea. Tujuan : untuk menganalisis Efektifitas Pursed Lip Breathing dan Balloon Blowing untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien COPD. Metode: pencarian database meliputi Google Scholar, Science Direct dan Proquest dengan kata kunci Pursed Lip Breathing, Balloon Blowing, COPD/PPOK. Kriteria artikel yang dipilih yaitu terbit tahun 2016-2020 dengan teks penuh, berbahasa Indonesia atau inggris dengan jenis artikel eksperimental, Systematic Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil: Analisis dari lima belas artikel menunjukkan bahwa banyak pasien COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) yang mengalami penurunan saturasi oksigen karena dispnea. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pursed lip breathing dan balloon blowing dapat meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan frekuensi pernapasan. Kesimpulan: Pursed Lip Breathing dan Balloon Blowing merupakan terapi nonfarmakologis dengan teknik mudah yang sangat efektif membantu pasien COPD dalam mengurangi dispnea hingga berdampak pada peningkatan saturasi oksigen