Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Gambaran Gejala Depresi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Prevalensi gejala depresi pada mahasiswa kedokteran diketahui lebih tinggi karena mereka dihadapkan dengan stresor yang bervariasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gejala depresi pada mahasiswa kedokteran preklinik di Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis univariat. Beck Depression Inventory (BDI) digunakan untuk mengumpulkan data primer. Studi potong lintang dilakukan pada 364 mahasiswa menggunakan teknik purposive sampling. Data yang telah diperoleh dideskripsikan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 177 (48,6%) mahasiswa memiliki tingkat depresi rendah (minimal), 93 mahasiswa (25,6%) memiliki gejala depresi ringan, 62 mahasiswa (17,0%) memiliki gejala depresi sedang, dan 32 mahasiswa (8,8%) memiliki gejala depresi berat. Sebagai kesimpulan, sebagian besar mahasiswa kedokteran Universitas Mulawarman memiliki gejala depresi minimal
Medication Related Burden pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Kota Yogyakarta
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu keadaan terjadinya penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan irreversibel. Tindakan terapi untuk pasien gagal ginjal kronik tergantung pada stadium, komorbid dan kondisi penggantian ginjal atau hemodialisa. Penggunaan obat dalam waktu lama menyebabkan beban pengobatan atau medication related burden pada pasien. Penelitian ini hubungan antara beban pengobatan dengan tingkat kepatuhan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner Living with Medicine Questionnaire (LMQ) untuk mengetahui beban pengobatan dan kuesioner MARS-5 untuk mengetahui tingkat kepatuhan. Data dianalisis dengan uji uji Spearman untuk menentukan hubungan antara medication related burden dengan kepatuhan pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara medication related burden (skor LMQ dan skor VAS) terhadap kepatuhan pengobatan (skor MARS) dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar -0,413 dengan signifikansi keduanya p=0,001 (p<0,05). Semakin tinggi beban pengobatan maka kepatuhan pasien semakin rendah
Potensi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai Cairan Pencuci Buah
Mencuci buah merupakan kebiasaan yang dilakukan sebelum mengkonsumsi buah. Pencucian buah dilakukan dengan air atau cairan lain untuk membersihkan kotoran atau bakteri yang menempel. Ekstrak lengkuas merah dilaporkan mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dalam menginaktivasi jumlah bakteri total dan Escherichia coli serta mengetahui potensinya sebagai cairan pencuci pada buah. Analisis kandungan ekstrak dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas spektroskopi massa. Ekstrak diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 5% selanjutnya digunakan untuk merendam buah takokak selama 5 menit. Penentuan jumlah bakteri menggunakan metode total plate count (TPC) pada media plate count agar (PCA) dan eosin methylene blue (EMB) Agar. Data dianalisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-whitney. Hasil GCMS komponen ekstrak lengkuas merah merupakan golongan fenol, ester, asam lemak dan minyak atsiri seperti eugenol, trans-kariofilen, dan b-farnesen. Jumlah bakteri total dari air rendaman buah takokak dari ketiga konsentrasi tidak berbeda signifikan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Sementara penurunan jumlah bakteri E. coli akibat perlakuan ekstrak rimpang laos merah berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif maupun kontrol positifnya. Kesimpulannya, ekstrak rimpang lengkuas merah berpotensi sebagai cairan pencuci mengurangi jumlah E. coli, tetapi kurang efektif menurunkan jumlah bakteri total
Efek Pemberian Hydrotherapy untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Sebuah Tinjauan Literatur
Sebanyak 53% penderita hipertensi tidak dapat mengontrol tekanan darahnya, sehingga berisiko terjadi komplikasi. Saat ini pengobatan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup dan farmakologis. Strategi pengobatan farmakologis direkomendasikan, namun adanya efek samping yang dapat menjadi alasan utama tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Salah satu terapi komplementer untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah dengan hydrotherapy. Hydrotherapy mudah untuk semua orang, tidak mahal, tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengidentifikasi efek pemberian hydrotherapy dalam menurunkan tekanan darah pada hipertensi dengan berbagai penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pencarian literatur menggunakan: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, dan Garuda. Berfokus pada Hydrotherapy untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, dipublikasikan pada tahun 2010 sampai 2020, full text, berbahasa Inggris dan Indonesia. Daftar periksa CASP digunakan untuk menganalisis setiap artikel. Sepuluh studi teridentifikasi dan dimasukkan dalam tinjauan literatur yaitu latihan akuatik pada wanita hipertensi pasca menopause dapat menurunkan tekanan darah, latihan air wanita yang lebih tua lebih efektif pada hipertensi yang tidak diobati, latihan berbasis air panas berefek pada penurunan tekanan darah hipertensi resisten, latihan aerobik air dapat mengurangi tekanan darah sistolik pada hipertensi esensial, latihan pemanasan berbasis air mengurangi tekanan darah dalam 24 jam pada hipertensi resisten, latihan berbasis air efektif menurunkan tekanan darah dengan usia lebih tua, pelatihan gabungan berbasis air dapat memperbaiki tekanan darah sistolik, hydrotherapy berefek terhadap penurunan rata - rata tekanan darah sistolik dan diastolik dan perendaman kaki dalam air hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hydrotherapy dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi. Sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan tambahan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daging Buah dan Daun Pala (Myristica fragrans)
Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil rempah yang cukup besar, salah satunya adalah pala. Pala (Myristica fragrans Houtt) dan ekstrak pelarutnya digunakan di seluruh dunia untuk aktivitas anti-inflamasi, antioksidan dan anti mikroba dikaitkan dengan fitokimia alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) terhadap daya hambat mikroba (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan Candida albicans). Sampel yang digunakan adalah daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) diambil dari Pulau Ternate, Maluku Utara. Aktivitas antimikroba diuji terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne, dan Candida albicans dengan metode difusi cakram. Semua sampel dilakukan dalam tiga replikasi, dan datanya dilaporkan sebagai mean±Standar Deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala memiliki diameter hambat paling besar terhadap Candida albicans 16,77±1.96 mm dan daun pala 17,70±2.21 mm terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daging buah dan daun pala memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan jamur Candida albicans dengan diameter hambat yang bervariasi
Determination of Total Flavonoid Content of Saputangan Leaves (Maniltoa grandiflora (A. Gray) Scheff) and Its Ability as Antioxidant
Determination of phenolic content using uv-visible and measured IC50 as antioxidant of saputangan leaves. Methods: Screening was used FeCl3, NH3, Alkali and Pb(CH3COO)2. The maceration process was carried out using ethanol as a solvent and soaked for more than 24 hours. The measurement of total flavonoid levels began with determining the maximum wavelength of quercetin, which was 442 nm. The linear regression equation for the resulting quercetin calibration curve was the equation y = 0.0155x + 0.0387 with a correlation value (R2) of 0.9943. The linear regression of antioxidant of saputangan leaves on percentage of inhibition is y = 0.6899x + 1.5616 with a correlation (R2) of 0.9895. The Maniltoa grandiflora (A. Gray) Scheff leaves contained flavonoid compounds which are proven based on the results of screening. Meanwhile, the weight of the extract after partitioning using ethyl acetate and n-hexane was 50 gr. Total flavonoid levels in Maniltoa grandiflora (A. Gray) Scheff leaves were 33.87 mg QE/g extract or 33.87%. IC50 value of 70.2108 ppm which was categorized as an antioxidant at the medium (medium) level. Conclusions: Total flavonoid content was 3.87 mg QE/g extract or 33.87% and categorized as antioxidant on medium level
Toxicity of Anti-Inflammatory Substances in Hemigraphis Alternata Leaves: In Silico Study Using ProTox-II
Hemigraphis alternata is empirically used to treat wounds. Hemigraphis alternata leaves ethyl acetate extract can assist in resolving the inflammatory process by inhibiting enzymes that play a role in the inflammatory cycle. Twenty-two substances found in the leaves of Hemigraphis alternata were predicted to have an anti-inflammatory effect by inhibiting cyclooxygenase-1 (COX-1) or 5-lipoxygenase (5-LOX) as an enzyme target. In-silico toxicology was carried out to acquire new anti-inflammatory drugs with low toxicity from 22 compounds. ProTox-II was utilized to measure the level of toxicity of these drugs at many endpoints. In this study, five compounds have LD50 > 5000 mg/kg body weight, toxicity class 5-6, and inactive for cytotoxicity, carcinogenicity, hepatotoxicity, mutagenicity and immunotoxicity parameters. They are 2-methyleneoctanenitrile, nerolidol, 2,7-dioxa-tricyclo[4.4.0.0(3,8)]deca-4,9-diene, 9,9-dimethoxybicyclo[3.3.1]nonane-2,4-dione, and phytol
Studi Penggunaan Obat Golongan Statin pada Pasien Penyakit Jantung Koronerdi Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak: Study of Drug Use Classification Statins in Heart Disease Patients Coronary in the ICCU Room RSUD dr. Soedarso Pontianak
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang terjadi karena penyempitan pada arteri koroner yang berasal dari proses aterosklerosis. Tingginya kadar lipid dalam darah menjadi aspek kunci yang dapat memberikan risiko penyakit kardiovaskular salah satunya pada PJK. Sehingga masalah ini digunakan sebagai target utama pada pengobatan PJK. Salah satu obat yang digunakan pada pengobatan PJK adalah golongan statin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pola golongan statin digunakan oleh pasien PJK di ICCU RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menurut rekam medis pasien PJK tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi cross-sectional dengan sifat deskriptif. Teknik total sampling ini digunakan dalam proses pengumpulan data, dan diperoleh 45 sampel pasien yang masuk pada kriteria inklusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan obat golongan statin yang digunakan pada pasien PJK di ICCU adalah Atorvastatin (95,55%) dan Simvastatin (4,44%) dengan dosis yang digunakan adalah Atorvastatin 20 mg (66,66%), Atorvastatin 40 mg (28,88%), dan Simvastatin 20 mg (4,4%). Frekuensi penggunaan Atorvastatin dan Simvastatin di ICCU adalah 1 kali sehari secara per oral. Kesimpulan pada penelitian ini adalah berdasarkan data rekam medis pasien PJK di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak, obat golongan statin yang paling banyak dikonsumsi adalah Atorvastatin dengan rata-rata penggunaan dosis Atorvastatin 20 mg pada frekuensi pemberian 1 kali sehari secara per oral
Screening of Infectious Diseases and Hb Levels at Blood Donor Unit Indonesian Red Cross in Jayapura City Papua
Voluntary blood donors are people who voluntarily donate their blood to other people and not to certain patients. Before blood is given to the recipient, a blood filter test or screening test is carried out. A screening test is a process of screening or separating blood that can be transfused and not infected with an infectious disease. Research has been conducted with the title Infectious Disease Screening Results and Hemoglobin (Hb) Levels in Voluntary Donors at the Indonesian Red Cross Blood Transfusion Unit, Jayapura City. This research was conducted for 1 month, from 13 May to 15 June 2019. The population used in this study were all voluntary donors who came to donate blood. The number of samples in this study was 45 samples. Methods for examining infectious diseases, in this case testing for HIV, HBsAg, and hemoglobin levels used were the ELISA method and Bj: 1.053 copper sulfate. 2 people (4.4%) were positive and 43 people (95.6%) negative, HBsAg test found 7 people (15.6%) positive and 38 people (84.4%) negative and Hemoglobin obtained results as many as 45 people (100%) normal
Penentuan Kandungan Fenolik Total Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) dan Daun Kelor (Moringa oleifera L.): Determination of Total Phenolic Content in Combination Ethanol Extracts of Kaffir Lime Leaves (Citrus hystrix) and Moringa Leaves (Moringa oleifera L.)
Daun jeruk purut dan daun kelor diketahui mengandung senyawa fenolik yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fenolik total dari kombinasi ekstrak etanol daun jeruk purut (EJ) dan daun kelor (EK). Penyiapan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Penentuan kandungan fenolik total dengan metode kolorimetri mengggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan asam galat sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenolik total terbesar pada kombinasi ekstrak EJ:EK (1:0)sebesar 3,58 ±0,09 %EAG sedangkan kandungan fenolik terkecil pada kombinasi ekstrak EJ:EK (0:1) sebesar 1,32 ±0,08 %EAG.