Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Kombinasi Pijat Effleurage Dan Aromaterapi Lemon Terhadap Intensitas Nyeri Pada Remaja Dengan Dismenore Primer

    No full text
    Dismenore atau nyeri haid merupakan masalah ginekologis yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore primer terjadi tanpa kelainan patologis pada organ reproduksi, umumnya dipicu peningkatan prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan dan iskemia. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lemon dalam menurunkan intensitas dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri Sentolo, Yogyakarta, sekaligus mendukung pengembangan terapi non-farmakologis yang aman. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test post-test. Sebanyak 20 partisipan berusia 16–18 tahun dengan dismenore primer dan skor nyeri awal rata-rata 6 (Numeric Rating Scale/NRS) dilibatkan. Intervensi diberikan pada fase luteal, sekitar dua minggu sebelum menstruasi, berupa enam sesi pijat effleurage dan aromaterapi lemon melalui diffuser, masing-masing selama 20 menit. Pengukuran nyeri menggunakan NRS tervalidasi (r = 0,46; α = 0,90). Hasil menunjukkan rata-rata intensitas nyeri menurun signifikan sebesar 63,3%, dari 6,00 (nyeri sedang) menjadi 2,20 (nyeri ringan). Uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan p-value = 0,004 (α < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lemon efektif mengurangi dismenore primer serta dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan preventif

    Studi Penambatan Molekul Senyawa Mangiferin, Apigenin, Kukurbitasin E, dan Kuersetin sebagai Agen Anti Kanker Payudara terhadap Protein Target Reseptor Estrogen Alfa (ER-α)

    No full text
      Kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 68,858 kasus baru dengan prevalensi tertinggi, yaitu kanker payudara. Beberapa masalah terkait pengobatan kanker payudara yaitu resistensi kemoterapi dan belum optimalnya luaran terapi. Hal ini mendorong kami untuk mengeksplorasi beberapa senyawa yang berpotensi sebagai agen antikanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa mangiferin, apigenin, kukurbitasin E, dan kuersetin, dengan kontrol positif tamoxifen dan Reseptor Estrogen Alfa (ER-α) sebagai protein target. Studi penambatan molekul terhadap protein target ER-α (PDB ID: 3ERT) dilakukan dengan senyawa uji mangiferin, apigenin, kukurbitasin E, dan kuersetin menggunakan Autodock Tools® serta BIOVIA Discovery Studio® untuk visualisasi. Energi ikatan yang dihasilkan dari penambatan molekul dari senyawa mangiferin, apigenin, kukurbitasin E, dan kuersetin, secara berturut-turut -5,71; -8,13; -7,52; -7,56; dan -10,67 kkal/mol. Senyawa apigenin memiliki energi ikatan terendah dibandingkan senyawa lainnya sehingga diprediksikan memiliki afinitas terkuat dalam menghambat protein ER-α.

    Inovasi Roti Tawar Cokelat Tinggi Protein dengan Tepung Kedelai, Tepung Daun Kelor, dan Telur untuk Pencegahan Stunting pada Anak: Innovation of High-Protein Chocolate White Bread with SoybeanFlour, Moringa Oleifera Leaf Flour, and Egg for Stunting Preventionin Children

    No full text
    Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, sehingga diperlukan inovasi pangan fungsional bergizi tinggi untuk pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi roti tawar cokelat tinggi protein dengan mengombinasikan tepung kedelai, tepung daun kelor, dan telur guna meningkatkan profil nutrisinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis gizi berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017. Roti diformulasikan dengan 16,9% tepung kedelai, 1,02% tepung daun kelor, dan 16,64% telur dari total berat bahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa per 100 gram roti mengandung energi 256,04 kkal, protein 10,57 g (18,55%), lemak 7,85 g (13,78%), karbohidrat 38,55 g (67,67%), dan zat besi 2,34 mg. Komposisi ini menunjukkan potensi roti sebagai sumber protein dan zat besi untuk anak-anak. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan energi, protein, dan zat besi untuk anak usia 1-3 tahun masing-masing adalah 1350 kkal, 20 gram, dan 7 mg, sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun, kebutuhan energi, protein, dan zat besi adalah 1400 kkal, 25 gram, dan 10 mg. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan harian protein, seorang anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 2 porsi, sedangkan anak usia 4-6 tahun membutuhkan 2,5 porsi roti tawar ini setiap hari

    Pola Penggunaan Obat pada Pasien Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda: The Pattern of Drug Use in Pediatric Patient with Autism Spectrum Disorder (ASD) at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda

    No full text
    Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak-anak. Terapi farmakologi menjadi salah satu intervensi yang digunakan dalam manajemen ASD untuk membantu mengontrol gejala perilaku dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, studi mengenai pola penggunaan obat pada pasien anak dengan ASD, khususnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pola penggunaan obat pada pasien anak dengan ASD di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda pada periode Januari hingga Desember 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif. Penetapan sampel dilakukan dengan purposive sampling, di mana sebanyak 170 pasien anak memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien anak dengan ASD di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda didominasi oleh laki laki (85,83%), kelompok usia sekolah (7 hingga 18 tahun) (43,53%), dan berstatus tidak sekolah (57,65%). Obat yang paling banyak digunakan adalah risperidone (17,83%), citicoline (19,45%), dan asam folat (25,28%). Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam optimalisasi manajemen terapi pasien anak dengan ASD

    HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN SEDIAAN IMUNOSTIMULAN DI APOTEK K24 GAYUNGAN

    No full text
    Imunostimulan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh, khususnya pada pandemi COVID-19. Meski kasus COVID-19 telah selesai penggunaan imunostimulan terut meningkat hingga tercatat 1.800 sediaan imunostimulan terjual dalam rentang tiga bulan. Tingginya minat konsumsi peningkat daya tahan tubuh ini dapat memberikan interaksi obat dan efek samping pada penggunaan yang tidak tepat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai adanya faktor hubungan karakteristik sosiodemografi dan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan imunostimulan pada pasien di Apotek K-24 Gayungan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan data dikumpulkan melalui kuesioner dengan metode analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0.004), pekerjaan (p=0.012), serta pendapatan (p=0,009) dengan perilaku penggunaan imunostimulan. Selain itu, tingkat pengetahuan juga berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan (p=0.000). Namun, tidak semua faktor sosiodemografi berpengaruh, sebab variabel jenis kelamin, usia, riwayat kondisi kesehatan, dan sumber informasi memiliki p-value >0.05, sehingga tidak menunjukkan hubungan perilaku penggunaan imunostimulan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan berhubungan terhadap penggunaan imunostimulan

    Efektivitas Manual Visceral Physiotherapy terhadap Regulasi Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Esensial: Sebuah Studi Pra-Eksperimental

    No full text
    Hipertensi esensial merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, terutama pada populasi lansia. Intervensi non-farmakologis seperti Manual Visceral Physiotherapy (MVP) mulai banyak dikembangkan sebagai pendekatan alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah tanpa efek samping farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas MVP terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien lansia dengan hipertensi esensial. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest terhadap 11 responden berusia ≥46 tahun yang menjalani 12 sesi MVP selama 4 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sfigmomanometer dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 162 mmHg menjadi 129 mmHg, dan diastolik dari 96 mmHg menjadi 81 mmHg, dengan nilai p = 0,003 yang menunjukkan penurunan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa MVP efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi esensial dan berpotensi dijadikan sebagai terapi komplementer dalam praktik fisioterapi

    Efektivitas Antijamur Dari Ekstrak dan Sediaan Salep Daun Jamblang (Syzygium cumini L.) Terhadap Malassezia furfur Penyebab Ketombe: Antifungal Effectiveness of Jamblang Leaf Extract and Ointment Preparations (Syzygium cumini L.) Against Malassezia furfur Causing Dandruff

    No full text
    Daun jamblang (Syzygium cumin i L.) mengandung golongan senyawa, seperti saponin, flavonoid, terpenoid, dan tanin yang bermanfaat antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antijamur dan konsentrasi terbaik ekstrak daun jamblang pada Malassezia furfur , serta formulasi salep, dan aktivitas antijamur salep ekstrak daun jamblang. Metode pengujian yang dilakukan berupa pembuatan ekstrak, uji antijamur ekstrak etanol daun jamblang, formulasi salep, dan uji antijamur salep daun jamblang. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun jamblang memiliki aktivitas antijamur dengan zona hambat terbaik konsentrasi 30%. Zona hambat konsentrasi 30% (17,9 mm), 25% (14,8 mm), 20% (13,3 mm) dengan kategori kuat , dan 10% (7,0 mm) kategori sedang. Hasil formulasi yang paling memenuhi parameter evaluasi salep yang dilakukan adalah formula salep 3. Salep ekstrak daun jamblang 30% menunjukkan daya hambat 10,65 mm (kuat), dan salep ketokonazol 37,7 mm (kuat)

    Ureum and Creatinine Levels of Kidney Failure Patients Pra and Post Hemodialysis in Jayapura General Hospital Papua

    No full text
    Kidney failure is a worldwide health problem seen from the increase in incidence, prevalence, and the level of morbidity. Indonesia is one country with high rates of kidney failure. The purpose of this research was to determine the description of the results of urea and creatinine levels in patients with kidney failure before and after hemodialysis. The population used in this study was all renal failure patients who would carry out hemodialysis at the Jayapura Regional General Hospital (RSUD). The number of samples in this research is 30. The method of examining urea and creatinine used is the photometry method. This research was conducted from 10 May to 10 June 2018. To determine the levels of urea and creatinine before and after hemodialysis, the average value of the results of the examination was calculated and the results of the average urea level before hemodialysis 53.37 mg/dl and the average yield were obtained. Average after hemodialysis 18.83 mg/dl. The results of the average creatinine level of patients before 12.25 mg/dl and the average results after hemodialysis were 43.63 mg/dl. The results of the examination showed that there were no significant differences and that the results remained high. This research concluded that there was no significant difference between the examination of urea and creatinine levels before hemodialysis and after hemodialysis

    Penggunaan Aplikasi Edukasi Seksual dalam Mendukung Sustainable Development Goals 2030: Usage of Sexual Education Applications for Sustainable Development Goals, 2030

    No full text
    Peningkatan informasi kesehatan reproduksi dan seksual serta pengetahuan mengenai Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome pada remaja merupakan salah satu target Sustainable Development Goals 2030. Penggunaan aplikasi edukasi seksual membantu edukasi terkait kesehatan seksual dan reproduksi yang mendukung pencapaian target tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh aplikasi edukasi kesehatan seksual terhadap pengetahuan remaja dan penurunan prevalensi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome dalam kaitannya untuk mendukung Sustainable Development Goals 2030. Penelitian ini merupakan studi literatur atas artikel yang terbit NCBI, Google Scholar dan PubMed. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah: sex education, application android, Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome dan reproduction health. Kriteria inklusi meliputi artikel terbitan 2016-2020, berbahasa Inggris atau Indonesia, original article, dapat diakses secara lengkap, gratis dan isi naskah relevan dengan topik penelitian. Review article dan duplikasi jurnal dikeluarkan dari penelitian. Dalam penelitian ini, sepuluh dari 1250 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan tinjauan artikel diketahui bahwa aplikasi edukasi seksual dapat meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi, seksualitas yang sehat, memperbaiki sikap dan perilaku seksual serta menurunkan prevalensi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome. Hal ini mendukung tercapainya Sustainable Development Goals 2030

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity Test of Extracts Ethyl Acetate Purple Eggplant (Solanum melongena L.) against Staphylococcus aureus Bacteria

    No full text
    Staphylococcus aureus (S. aureus) merupakan bakteri yang sering ditemukan resisten terhadap antibiotik dan menginfeksi pasien dengan sistem imun lemah.   Saat ini, penggunaan terong ungu (Solanum melongena L.) untuk pengobatan infeksi banyak dikembangkan karena efek farmakologi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat terong ungu terhadap bakteri S aureus.  Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode microdillution untuk membandingkan efek penghambatan pertumbuhan koloni bakteri S. aureus oleh bahan aktif ekstrak etil asetat terong ungu konsentrasi 5 mg/mL, 10 mg/mL, 20 mg/mL, dan 40 mg/mL terhadap kontrol negatif, kontrol media, dan kontrol pelarut DMSO 5%. Ekstrak etil asetat terong ungu konsentrasi 40 mg/mL mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus ATCC 25923 sebesar 94%, konsentrasi 20 mg/mL menghambat sebesar 83%, konsentasi 10 mg/mL menghambat sebesar 26%, dan konsentrasi 5 mg/mL tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak etil asetat terong ungu sebesar 20 mg/mL dan nilai KBM lebih besar dari 40 mg/mL.  Aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat terong ungu bergantung dengan dosis konsentrasi yang digunakan.  Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin tinggi pula aktivitas antibakterinya

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇