Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Temindung Samarinda

    Get PDF
    Hingga saat ini masalah diare pada pada anak masih menjadi masalah di dunia. Menurut data, terdapat 535 ribu orang menderita penyakit Diare tiap tahunnya. Diare menjadi penyebab kematian kedua di dunia khususnya anak dibawah usia 5 tahun. Terdapat berbagai macam penyebab diare pada anak diantaranya adalah akibat pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MPASI meliputi frekuensi pemberian MPASI, porsi pemberian MPASI, jenis MPASI dan cara pemberian MPASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-24 bulan di Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control. Jumlah responden yang berhasil dikumpulkan pada penelitian ini sebanyak 60 responden dan dibagi menjadi 30 responden kelompok kasus (bayi yang terkena diare) dan 30 kelompok kontrol (bayi yang tidak terkena diare). Data responden diambil melalui wawancara orang tua responden dengan mengunakan kuisioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-squaredan jika nilai harapan kurang dari 5 maka uji yang digunakan adalah uji fisher’s exact. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan antara frekuensi MPASI (p= 0.003), porsi MPASI (p= 0.008), dan cara pemberian MPASI (p=0,000) dengan kejadian diare. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis MPASI dengan kejadian diare (p= 0.166)

    Validasi Metode Penetapan Kadar Pengawet Natrium Benzoat pada Sari Kedelai di Beberapa Kecamatan di Kabupaten Tulungagung Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis

    Get PDF
    Natrium benzoat merupakan bahan pengawet organik yang penggunaannya diperbolehkan, jika jumlahnya di bawah ambang batas maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi terhadap metode Spektrofotometri UV-Vis yang akan digunakan untuk penetapan kadar natrium benzoat dalam sari kedelai di 3 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung menggunakan instrumen Spektrofotometer UV-Vis. Sebelum dilakukan penetapan kadar maka sampel dianalisis secara kualitatif terlebih dahulu menggunakan metode titrasi asam basa. Hasil dari analisis kualitatif ini sampel akan berubah warna menjadi merah muda jika mengandung natrium benzoat. Selanjutnya dilakukan optimasi panjang gelombang natrium benzoat pada rentang 200-400 nm, dan didapatkan panjang gelombang optimum sebesar 226 nm. Proses validasi metode dilakukan dengan menggunakan empat parameter yaitu uji linearitas, uji akurasi, uji presisi, serta LOD&LOQ. Berdasarkan validasi metode didapatkan nilai koefisien korelsi (R2) sebesar 0,99563 yang menandakan linear, % recovery sebesar 97,58% yang masuk rentang 80-120%, RSD sebesar 0,0454% yang ≤2%, LOD sebesar 0,33 ppm, dan LOQ sebesar 1,0996 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa metode yang digunakan ini valid karena semua parameter memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Analisis penentuan kadar menggunakan instrument Spektrofotometer UV-Vis pada Panjang gelombang 226 nm menunjukkan bahwa sampel A memiliki konsentrasi sebesar 92,243 ± 0,039 ppm, sampel B sebesar 80,286 ± 0,039 ppm, sampel C sebesar 99,04 ± 0,063 ppm, sampel D sebesar 101,483 ± 0,025 ppm, dan sampel E sebesar 80,143 ± 0,038 ppm. Kandungan natrium benzoat dalam sari kedelai ini sesuai dengan persyaratan Peraturan BPOM RI No.36 tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan pangan, penggunaan Natrium benzoat pada produk sari buah/sayur dan produk kedelai non fermentasi adalah 600 ppm pangan, dengan ADI 0-5 mg/kgBB

    Evaluasi Karakteristik Fisik dan Uji Permeasi Pada Formula Patch Aspirin Menggunakan Kombinasi Etilselulosa dengan Polivinilpirolidon

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi perbandingan polimer etilselulosa dan PVP K-30 yang menghasilkan karakteristik fisik baik dan pengaruhnya terhadap permeasi kulit pada hewan coba.Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian fisik yaitu uji organoleptik, kadar air, ketebalan, dan keseragaman bobot, serta uji permeasi kulit pada hewan coba menggunakan membran kulit tikus dan kelinci. Perbandingan formulasi etilselulosa dan PVP K-30 yang digunakan adalah 7:3 (F1), 8:2 (F2) dan9:1 (F3). Patch dibuat dengan menggunakan metode solvent casting atau dikenal metode cetak tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perbandingan polimer etilselulosa dan PVP K-30 yang menghasilkan karakteristik fisik baik adalah F2 (8:2) dan F3(9:1). Berdasarkan hasil pengujian terhadap uji permeasi menggunakan membran kulit tikus dan kelinci dapat disimpulkan bahwa formula optimum yaitu F3 (9:1) dengan nilai permeasi tertinggi pada tikus 46,09% dan kelinci 66,30 %

    Antioksidan Ekstrak Daun Sumpit (Brucea javanica (L). Merr) dengan Metode DPPH

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang berjudul Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, nilai IC50, ekstrak yang memiliki aktivitas terbaik sebagai antioksidan, serta mengetahui potensi antioksidan daun sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.) dibandingkan dengan kontrol positif vitamin C. Penelitian ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) yang diujikan pada ekstrak kasar metanol, ekstrak fraksi n-heksana, ekstrak fraksi etil asetat, dan ekstrak fraksi n-butanol daun sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.). Nilai IC50untuk masing-masing sampel antara lain 152 ppm pada ekstrak kasar, 227 ppm pada ekstrak fraksi n-heksana, 91,12 ppm pada ekstrak fraksi etil asetat, dan 154,54 ppm pada ekstrak fraksi n-butanol. Dari pengujian aktivitas antioksidan diketahui bahwa ekstrak yang memberikan aktivitas antioksidan terbaik adalah ekstrak fraksi etil asetat

    Alkaloid Kuinolin dari Melicope denhamii dan Uji Aktivitas Antikankernya

    No full text
    Dua senyawa alkaloid kuinolin terisoprenilasi yakni N-metilflindersin (1) dan flindersin (2) telah diisolasi dari daun Melicope denhamii.  Struktur kedua senyawa ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS dan NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap murin leukemia P-388 memperlihatkan IC50 21,06 ± 0,85 dan 4,86 ± 0,30 µg/ml dan senyawa 2 mempunyai aktivitas modera

    Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Kering Terstandarisasi Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hasil Produksi Skala Pilot

    No full text
    Salah satu tumbuhan yang digunakan dalam penanganan hipertensi adalah dengan  kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga rosela menunjukkan aktivitas antihipertensi yang signifikan (P<0,1) dan prospektif untuk dikembangkan. Telah dilakukan produksi ekstrak kering rosela terstandarisasi skala pilot di industri ekstrak bersertifikat IEBA.  Diperlukan pengujian aktivitas antihipertensi dari ekstrak tersebut sehingga dapat diketahui dosis yang tepat untuk diaplikasikan pada manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non invasive blood pressure terhadap hewan uji tikus putih jantan galur Wistar. Penelitian ini terdiri atas 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif, dosis 150 mg/kgBB; dosis 250 mg/kgBB; dosis 350 mg/kgBB; dan dosis 500 mg/kgBB. Hasil dari penelitian  menunjukkan bahwa dosis 250 mg/kgBB ekstrak kering kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas sebagai antihipertensi pada tikus putih jantan galur wistar dengan  persentase inhibisi sistol dan diastol sebesar 27,74% dan 33,18 %. Hasil konversi dosis untuk manusia yang menghasilkan efek penurunan tekanan darah pada manusia adalah dosis 2,8 gram/70 kgBB  atau 40 mg/kgBB

    Optimasi Formula Nanoemulgel Ekstrak Daun Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris L) Dengan Variasi Gelling Agent

    Get PDF
    Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose), Karbopol 960 dan Viskolam MAC 10 merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat, karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan mempunyai ketoksikan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gelling agent  yang sesuai sebagai pembawa nanoemulgel ekstrak daun pidada merah yang memiliki kestabilan fisika yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi gelling agent yang digunakan selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisika yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Evaluasi basis gel terpilih dilakukan selama 30 hari. Hasil yang diperoleh dari uji stabilitas menunjukan basis gel dengan viskolam MAC 10 memiliki standar yang baik untuk viskositas, pH, daya sebar, homogenitas dan organolepti

    Aktivitas Inhibitor Alfa-Amilase Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia

    Get PDF
    Diabetes and its complication was major causes of death in most countries compared HIV/AIDS, tuberculosis and malaria. One approach in the treatment of diabetes is by slowing down the glucose absorption in the gastrointestinal tract, its can be achieved by inhibition of hydrolizing enzymes such as ?-amylase so the absorption of glucose becomes slow. This research aim was to determine the ?-amylase inhibitor activity from aqueous extract from some tradicional medicine plant such as daun insulin (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob), kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) Gray), bodhi leaf (Ficus religiosa L.), and Mahogany seeds (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.). Extraction was done by reflux method using aquadest as a solvent. Extracts were obtained by freeze drying and tested for ?-amylase inhibitory activities. The IC50 value of daun insulin (EADI), kembang bulan leaf (EADKB), bodhi leaf (EADB) mahogany seeds (EABM) aqueous extract and acarbose as reference were 282,53; 473,85; 423,01; 220,91; and 3,42 ?g / mL, respectively

    Formulasi Tabir Surya Zink Oksida Dalam Sediaan Krim Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinivera L.)

    Get PDF
    Senyawa tabir surya yang umum digunakan adalah bahan sintesis, akan tetapi kadangkala bahan sintesis ini dapat menjadi berbahaya bila terserap ke dalam aliran darah. Untuk menghindari dampak negatif tersebut dapat digunakan tanaman obat tradisional, salah satunya anggur hitam. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas nilai SPF tabir surya yang diberikan oleh ekstrak anggur hitam sebagai factor pelindung sinar matahari terhadap kulit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstrak anggur hitam dengan metode maserasi bertingkat untuk menarik komponen kimia sebagai senyawa tabir surya. Ekstrak dibuat dalam empat konsentrasi kemudian diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 280 nm sampai 400 nm, selanjutnya dihitung SPF. Hasil penelitian menunjukkan dari semua konsentrasi ekstrak anggur hitam memberikan nilai SPF yaitu pada konsentrasi 0% 2,33, konsentrasi 0,4% 2,38, konsentrasi 0,8% 2,48 dan konsentrasi 1,2% 2,53. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak anggur hitam mempunyai efek tabir surya karena nilai SPF yang diperoleh masuk dalam range syarat tabir surya yaitu 2 sampai 60

    Analisis Bioautografi Dengan Kromatografi Lapis Tipis Pada Ekstrak Etanol Daun Caesalpinia sumatrana ROXB. Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial

    Get PDF
    Infeksi nosokomial merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, hal ini terutama disebabkan adanya resistensi terhadap antibiotik. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya pencarian sumber antimikroba baru berbasis tumbuhan obat perlu dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak daun Caesalpinia sumatrana Roxb. yang secara tradisional digunakan etnis Dayak sebagai obat luka dan sakit kulit. Analisis bioautografi ekstrak tumbuhan dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), terhadap Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Hasil penelitian pada ekstrak C. sumatrana ditemukan golongan senyawa mengandung gula memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap keempat bakteri;  senyawa golongan alkaloid memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap S. aureus dan MRSA; senyawa golongan terpen-steroid memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap P. mirabilis, S. aureus dan MRSA; dan senyawa golongan flavonoid memiliki potensi aktivitas anti mikroba terhadap S. aureus. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil metabolit sekunder ekstrak daun C. sumatrana dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi nosokomial

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇