Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Analisis Efektivitas Biaya dan Minimal Biaya Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2019: Cost Effectiveness Analysis and Minimum Cost for Type 2 Diabetic Mellitus at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda 2019

    No full text
    Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dan kelainan metabolisme karbohidrat, lemak, protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus tipe 2, pola pengobatan yang dilakukan, dan anti diabetes yang tepat dari segi aspek biaya dan efektivitas di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap catatan rekam medis. Hasil penelitian dari 115pasien menunjukkan bahwa penderita Diabetes Melitus tipe 2terbanyak diderita oleh laki-laki dengan rentang usia 56-65tahun. Penggunaan anti diabetes terbanyak pada pasien Diabetes Melitus tipe 2yaitu insulin bolus dan kombinasi insulin bolus dan basal. Anti diabetes dengan cost minimalis atau biaya yang paling minimal yaitu insulin bolus dengan biaya Rp 8.865.248,-. Antidiabetik kombinasi insulin basal dan bolus lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sementara 174,86 mg/dL dengan nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER)yakni Rp 57.199,22,-

    Pengaruh Jenis dan Pola Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin D Terkait Gangguan Fungsi Paru pada Tukang Bangunan: Effect of Types and Food Consumption Patterns that Contain Vitamin D Related to Pulmonary Disorders in Builders

    No full text
    Gangguan pernafasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Selain pencemaran dari kendaraan, pencemaran dari pekerjaan seperti pekerjaan gedung, pembongkaran, penggalian juga dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Kekurangan vitamin D adalah kebalikan dari penyakit pernafasan, dengan efek pada infeksi pernafasan dan fungsi paru-paru. Penelitian ini membahas tentang pola konsumsi makanan yang mengandung vitamin D terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan pengambilan responden menggunakan purposive sampling. Variabel yang ditambahkan: asupan makanan yang mengandung vitamin D dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ), fungsi paru menggunakan spirometri. Dalam penelitian ini terdapat 118 responden yang terdiri dari 58 responden dengan gangguan fungsi paru dan 60 responden tanpa gangguan fungsi paru. Dari 58 responden yang mengalami malfungsi terdapat 14 responden (24,14%) yang mengalami defisit asupan makanan yang mengandung vitamin D dan 44 responden (75,86%) yang cukup asupan makanan yang mengandung vitamin D. Dari 60 responden yang tidak berfungsi Masalah paru, 16 responden (26,67%) perlu meningkatkan defisit asupan makanan yang mengandung vitamin D dan 44 responden (73,33%) menyediakan makanan yang cukup mengandung vitamin D. Makanan yang paling banyak dikonsumsi adalah kelompok kedua yang mengandung telur dan ikan lele. Hasil uji beda menunjukkan hasil nilai P sebesar 0,752 yang berarti tidak ada perbedaan asupan makanan yang mengandung vitamin D antara kedua kelompok. Pola konsumsi makanan yang mengandung vitamin D tidak mempengaruhi terjadinya gangguan fungsi paru pada tukang bangunan

    Uji In Vitro Ekstrak n-Heksana Rimpang Curcuma mangga Val. terhadap Ekspresi VEGF pada sel 4T1: In Vitro Test of Curcuma mangga Val. Rhizome’s n-Hexane Extract in VEGF Expression on 4T1 Cells

    No full text
    Kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab kematian utama pada wanita di dunia. Prevalensi kanker payudara cenderung meningkat setiap tahunnya. Jumlah kasus di Indonesia mencapai 25.208 kasus dimana 20% merupakan Triple Negative Breast Cancer (TNBC). VEGF merupakan marker angiogenesis yang krusial dalam menstimulasi proliferasi sel endotel dan mengatur permeabilitas pembuluh darah yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan, invasi, dan metastasis kanker payudara. Rimpang Curcuma.mangga Val. secara empirik digunakan masyarakat sebagai agen antikanker payudara. Ekstrak n-heksana Curcuma mangga Val. memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel T47D dan MCF-7. Namun, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana Curcuma mangga Val. mempunyai aktivitas sitotoksik pada sel kanker payudara TNBC. Pada penelitian ini dilakukan uji sitotoksisitas ekstrak n-heksana Curcuma mangga Val. terhadap sel 4T1 secara MTT Assay dan pengujian imunositokimia penghambatan angiogenesis ekpresi protein VEGF. Hasil pengujian sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana Curcuma mangga Val. bersifat sitotoksik terhadap sel 4T1 dengan nilai IC50 63,37 ?M; sedangkan nilai IC50 alpelisib (kontrol sel) sebesar 32,96 ?M. Uji imunositokimia menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara ekstrak n-heksana rimpang Curcuma mangga Val. dan alpelisib dalam penghambatan ekspresi VEGF. Sehingga disimpulkan bahwa ekstrak n-heksana rimpang Curcuma mangga Val. memiliki potensi antikanker TNBC melalui penghambatan protein VEGF

    Analisis Bioautografi Kromatografi Lapis Tipis dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

    No full text
    Infeksi Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, hal ini terutama karena resistensinya terhadap antibiotika. Berdasarkan hal tersebut maka upaya pencarian komponen antibakteri berbahan dasar alam saat ini menjadi fokus perhatian. Bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) adalah salah satu yang memiliki potensi sebagai antibakteri berbahan dasar alam asli Indonesia. Bawang tiwai secara empiris sudah digunakan masyarakat lokal di Kalimantan Timur untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol MRSA serta mengetahui jenis metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri yang diuji dengan metode bioautografi KLT. Penelitian dilakukan di Laboratorium Riset, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda. Hasil KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol E. bulbosa memiliki golongan senyawa yang mengandung gula, alkaloid, terpen-steroid dan flavonoid. Hasil bioautografi KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol E. bulbosa dapat menghambat pertumbuhan MRSA. Hasil KHM menunjukkan bahwa ekstrak etanol E. bulbosa memiliki potensi aktivitas antibakteri yang baik terhadap MRSA dengan angka KHM 1 mg/mL. Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh hasil diatas mendukung potensi bawang dayak sebagai alternatif komponen antibakteri berbahan dasar alam terhadap MRSA

    Aktivitas Imunoglobulin M (IgM) Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegiens)

    No full text
    Mikroorganisme patogen terdapat di lingkungan yang menyebabkan penyakit. Dimana sistem imun tubuh yang tidak memadai memerlukan adanya asupan untuk meningkatkan sistem imun. Buah mengkudu mengandung senyawa xeronine dan proxeronine  yang mampu menormalkan fungsi sel yang rusak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah  ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan aktivitas imunoglobulin M (IgM) dan berapa dosis terbaik ekstrak buah mengkudu yang dapat menigkatkan aktivitas immunoglobulin M pada tikus putih. Penelitian dengan metode eksperimen yaitu dengan menggunakan metode Hemaglutinasi Tes. Dosis yang digunakan untuk ekstrak adalah 100mg/200gBB, 200mg/200gBB, 300mg/200gBB dan stimuno dosis 0,9mg/200gBB sebagai kontrol positif. Data penelitian selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis varian (Anava). Hasil statistik anava diperoleh dosis ekstrak buah mengkudu tidak signifikan dan untuk dosis terbaik digunakan uji-t dua sampel yang diperoleh hasil dosis 300mg/200gBB mempunyai aktivitas yang lebih baik daripada dosis 100mg/200gBB, 200mg/200gBB dan kontrol negatif.  Hasil peneltian yang dihasilkan adalah bahwa ekstrak buah mengkudu mampu meningkatkan aktifitas imunoglobulin M (IgM), dosis terbaik ekstrak buah mengkudu yang mampu meningkatkan aktivitas imunoglobulin M (IgM) adalah dosis 300mg/200gBB

    Analisis Pengaruh Waktu Pemanasan Terhadap Kadar Oksalat Dalam Bayam Hijau (Amarantus hybridus) Dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis

    Get PDF
    Bayam hijau (Amaranthus hybridus) sudah dimanfaatkan sebagai pelengkap makanan berupa sayuran bayam dimasak melalui proses pemanasan dengan rebusan (sayur bayam bening) dan ditumis (sayur bayam). Selain mengandung banyak gizi, bayam juga mengandung zat anti gizi yaitu oksalat yang dapat mengendapkan kalsium dan membentuk kalsium oksalat yang tidak dapat diserap oleh tubuh, sehingga terbentuk endapan garam yang tidak dapat larut yang menyebabkan munculnya penyakit batu ginjal. Setelah dilakukan penelitian terhadap sayur bayam dari kedua cara di atas dengan di rebus didapatkan kandungan oksalat sebesar 0,108 g (tanpa bumbu) dan 0,112 g (dengan bumbu) dengan waktu optimum 3 menit. Pada pemasakan dengan penumisan kadar oksalat 0,112 g (tanpa bumbu) dan 0,125 g (dengan bumbu) dengan waktu maksimum 5 menit. Pengukuran kadar oksalat menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 345 nm. kadar oksalat dalam bayam hijau berada di bawah letal dosis terendah menurut Badan POM RI 2012 (6-8 g)

    Potensi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn) sebagai Pewarna pada Produk Tape Ketan

    Get PDF
    Bunga telang atau Clitoria ternatea Linn merupakan tanaman jenis kacang-kacangan yang merambat serta mudah ditanam dan memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Zat warna biru yang terkandung dalam bunga telang memiliki kandungan antosianin tinggi. Antosianin yang terkandung dapat berguna bagi kesehatan dan dalam dunia pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekstrak bunga telang sebagai pewarna pada tape. Bunga telang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan asam sitrat dengan variasi konsentrasi 0, 0,25, 0,50, 0,75 dan 1%. Setelah diekstraksi, masing-masing ekstrak bunga telang di uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrihidazil) dan di aplikasikan sebagai pewarna pada produk tape. Nilai IC50 ekstrak bunga telang sebelum diaplikasi yaitu 53,61 ppm yang mana termasuk dalam kategori memiliki antioksidan kuat, sedangkan setelah diaplikasikan menjadi pewarna pada tape nilai IC50 menjadi 142,8 ppm dimana termasuk kategori memiliki kandungan antioksidan yang sedang. Hasil uji organoleptik pada 50 panelis tidak terlatih didapatkan hasil dimana pada aspek warna panelis cenderung menyukai pewarna dari konsentrasi 1%, sedangkan pada aspek aroma, rasa, dan tekstur panelis cenderung netral

    Analisis Kadar Air dan Kadar Protein pada Surimi Ikan Patin (Pangasius, sp) dengan Variasi Pencucian dan Penambahan Tepung Sagu

    Get PDF
    Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak ditemui di sungai-sungai yang terdapat di provinsi Riau. Ikan patin adalah sumber bahan pangan yang bermutu tinggi, namun merupakan bahan pangan yang mudah rusak (highly perishable food). Oleh sebab itu untuk menanggulangi hal tersebut perlu adanya suatu cara pengawetan dan pengolahan yang dapat mempertahankan daya awet dan tidak banyak mengurangi nilai gizinya yaitu dengan cara pembuatan surimi. Pada penelitian ini, dibuat surimi dari bahan dasar ikan patin dengan penambahan tepung sagu. Tepung sagu mempunyai fisik yang berbeda dengan tepung tapioka dan terugi sehingga akan mempengarui kemampuan pembentukan gel pada surimi. Surimi dibuat dengan variasi pencucian dan penambahan tepung sagu. Hasil penelitian diperoleh dari pengujian karakteristik kimia surimi yang dibuat dengan variasi pencucian dan penambahan tepung sagu. Kadar air terendah dan tertinggi dari surimi yaitu 52,18% dan 75,77%. Kadar protein terendah dan tertinggi dari surimi yaitu 8,66% dan 17,55

    Cystic Fibrosis: Review

    Get PDF
    Cystic fibrosis (CF) merupakan penyakit genetik autosomal yang mematikan yang diturunkan terutama oleh populasi ras putih atau kaukasia. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen CFTR terutama CFTR Phe508del. Jika terjadi kerusakan atau kesalahan CFTR maka fungsi normal akan terganggu dan berdampak klinis pada organ yang lain atau multiorgan. Komplikasi seperti pada pankreas, hati, saluran pencernaan, tulang, genital, serta saluran pernafasan yang terutama dapat menyebabkan kematian paling banyak pada penderita cystic fibrosis. Kondisi malabsorpsi, inflamasi, infeksi dan obstruksi paru-paru kronis merupakan tanda-tanda dari cystic fibrosis. Terapi untuk cystic fibrosis sebatas pada pembersihan mokus saluran pernafasan, pencegahan infeksi yang presisten dengan antibiotik, meningkatkan kesehatan fisik dan gizi pasie

    Hubungan Frekuensi Konsumsi dan Jenis Junk Food dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

    Get PDF
    Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami oleh remaja puteri, seperti pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi dan jenis junk food dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek pada penelitian ini adalah 66orang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarmandan dipilih secara non-random dengan metode consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur frekuensi konsumsi dan jenis junk foodpada penelitian ini adalah Food Frequency Questionnaire(FFQ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berusia 20 tahun dan mengalami menarche pada rentang usia 8 hingga 14 tahun. Sebagian besar responden mengalami siklus menstruasi yang teratur (51,5%), mengonsumsi junk food sebanyak 2-3 hari/minggu (39,4%),dan mengonsumsi makanan dari daging olahan maupun makanan yang mengandung banyak gula (21,2%). Dari hasil uji regresi logistik didapatkan Chi square hitung lebih kecil dari Chi square tabel dan sig. lebih besar dari 0,05. Kesimpulan pada penilitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi dan jenis junk food dengan siklus menstruasi yang dialami responden

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇