Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Epidemiologi Karakteristik Pasien Covid-19 di Kalimantan Utara: Epidemiology Characteristics of Covid-19 Patients in North Kalimantan

    No full text
    Coronavirus Disease (COVID-19) adalah suatu penyakit yang disebabkan jenis virus terbaru dari (SARS-CoV-2) yang ditemukan di akhir Desember 2019 di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Di Indonesia kasus COVID-19 pertama kali ditemukan pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat seiring waktu, hingga sampai bulan Agustus 2020 telah dikonfirmasi 130.718 kasus dan 5.903 kematian pada 34 provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara restrospektif karakteristik kasus serta hubungan variable tersebut. COVID-19 melalui portal resmi informasi COVID-19 di Kalimantan Utara. Subjek penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 3.146 subjek. Sebagian besar pasien COVID-19 adalah laki-laki (57,5%), usia terbanyak terjadi pada kelompok usia 31-40 tahun (24%). Persebaran kasus COVID-19 paling banyak terjadi karena transmisi lokal (45,6%) sehingga berdampak pada peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan kasus terjadi paling banyak pada bulan Desember tahun 2020 (60.6%). Terdapat hubungan antara variable usia dan waktu terhadap kematian dengan nilai p = 0,000 ( p < 0,05) sedangkan pada variable jenis kelamin menjelaskan bahwa tidak terdapat hubungan dengan kematian, dimana hasil p = 0,761 (p > 0,05)

    Rancang Bangun Pendeteksi Kadar Formalin pada Mie Basah Menggunakan Sensor Warna TCS3200: Design and Development of Formalin Contents Detection in Wet Noodles using Color Sensor TCS3200

    No full text
    Mie basah memiliki masa simpan yang singkat karena mengalami pembusukan lebih cepat oleh mikrooganisme. Oleh karena itu beberapa produsen mie basah yang tidak bertanggung jawab menambahkan formalin agar mie tersebut mampu bertahan lebih lama. Namun zat formalin merupakan zat yang dilarang penggunaannya karena berbahaya terhadap kesehatan. Pada penelitian telah dibuat suatu instrumen yang dapat mendeteksi kadar formalin pada mie basah yang memiliki konsentrasi formalin 0 ppm, 40 ppm, 95 ppm dan 150 ppm. Instrumen terdiri dari sensor warna TCS3200 dan mikrokontroler ATmega328P. Warna yang dideteksi oleh sensor TCS3200 merupakan warna dari pencampuran sampel mie basah berformalin dengan pereaksi schiff. Selanjutnya sampel akan diseleksi oleh instrumen berdasarkan nilai warna RGB yang terdeteksi oleh sensor warna TCS3200. Hasil pengujian diperoleh kehandalan instrumen dalam menyeleksi sampel mie basah berfomalin dengan konsentrasi 0 ppm senilai 92.5%, 40 ppm senilai 95%, 95 ppm senilai 97.5 % dan 150 ppm senilai 100%

    Jumlah Koloni Streptococcus mutans pada Anak Asma dengan Pemberian Probiotik Lactobacillus reuteri: Total Colony of Streptococcus mutans in Asthmatic Children with Feeding Probiotics Lactobacillus reuteri

    No full text
    Beberapa kondisi kesehatan gigi dan mulut sering dikaitkan dengan asma yang diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah meningkatnya kejadian karies gigi serta penurunan produksi saliva, juga perubahan kondisi rongga mulut yang berpeluang menyebabkan terjadinya karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah koloni Streptococcus mutans pada anak asma yang diberi pakan probiotik Lactobacillus reuteri. Penelitian ini melibatkan empat belas subjek berusia 9-12 tahun, tujuh anak penderita asma dan tujuh anak non-asma (kelompok kontrol). Plak subjek diambil kemudian dihitung koloninya. Setelah pengambilan plak, sampel diminta untuk meminum tablet probiotik dua kali sehari setelah makan. Dilakukan selama 2 minggu. Perhitungan jumlah koloni Streptococcus mutans sebelum dan sesudah pemberian tablet hisap probiotik pada anak kelompok asma dan kelompok kontrol. Rerata jumlah Streptococcus mutans sebelum pemberian probiotik pada anak penderita asma yaitu 23,71x104 CFU/ml dan setelah pemberian probiotik 10,14x104 CFU/ml. Sedangkan pada kelompok kontrol (non-asma), jumlah Streptococcus mutans sebelum pemberian probiotik adalah 14,29 x104 CFU/ml dan setelah pemberian probiotik 9,43x104 CFU/ml.  Lactobacillus reuteri probiotik tablet hisap dapat menurunkan jumlah Streptococcus mutans di rongga mulut anak penderita asma

    Asuhan Kefarmasian Beberapa Kasus Penggunaan Obat Penyakit Kulit

    No full text
    Penggunaan obat untuk gangguan pada kulit berupa alergi maupun infeksi memerlukan instruksi khusus. Laporan kasus ini bertujuan untuk membahas asuhan kefarmasian yang tepat untuk beberapa kasus penggunaan obat penyakit kulit. Metode yang digunakan adalah metode prospektif pada pelayanan kefarmasian di beberapa apotek di Samarinda. Perijinan pengambilan data berdasarkan perjanjian kerjasama antara Fakultas Farmasi Unmul dengan apotek. Didapatkan hasil bahwa asuhan kefarmasian pada kondisi alergi dan infeksi kulit perlu disampaikan oleh apoteker dan dipahami oleh pasien, sehingga terapi bisa maksimal. Kesembuhan keluhan pasien menuntut kepatuhan penggunaan obat. Beberapa kendala pengaplikasian sediaan untuk kulit perlu diantisipasi supaya tepat dosis. Batas waktu penggunaan obat menjadi bagian asuhan kefarmasian yang penting. Dengan demikian, asuhan kefarmasian yang tepat dapat memaksimalkan terapi kulit

    Review: Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Produk Fermentasi Sayuran

    No full text
    Sayuran mudah layu dan busuk setelah panen. Sebagai metode pengawetan makanan, fermentasi telah diterapkan pada fermentasi sayuran: kimchi, sauerkraut, dan pickle. Proses penambahan garam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi. Fokus artikel ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap sayuran yang difermentasi (kimchi, sauerkraut, dan acar). Artikel ini membahas pengaruh konsentrasi garam terhadap kadar air, total asam yang dititrasi (asam laktat), total bakteri asam laktat, dan uji organoleptik untuk produk fermentasi  sayuran

    Covid-19 and Its Vaccine Development: A Narrative Review

    No full text
    COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020 dan disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tingginya penyebaran COVID-19 di seluruh dunia menyebabkan pengembangan vaksin mendesak untuk dilakukan. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk mengkaji tentang COVID-19 dan tantangannya dalam pengembangan vaksin serta mengkaji keamanan, efektivitas, dan immunogenisitas dari platform vaksin-vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan di beberapa negara. Berdasarkan pengalaman infeksi yang pernah terjadi di dunia, vaksin mampu mencegah penyebaran penyakit-penyakit infeksi dan menyelamatkan 23,3 juta nyawa. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin untuk COVID-19, diantaranya mudahnya SARS-CoV-2 bermutasi dan potensi terjadinya antibody-dependent enhancement (ADE) setelah vaksinansi. Berbagai macam platform digunakan dalam perkembangan vaksin COVID-19, baik platform teknologi tradisional (inactivated dan live-attenuated vaccine) maupun teknologi baru (viral vector, protein subunit, dan nucleic acid vaccine). Untuk mencegah penyebaran infeksi SARS-CoV-2, terdapat 10 vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat di beberapa negara. Platform yang digunakan antara lain vaksin mRNA, vektor virus, terinaktivasi, dan vaksin peptida. Vaksin-vaksin tersebut dilaporkan efektif, aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh partisipan dengan derajat efek samping yang timbul adalah ringan hingga sedang. Meskipun kejadian ADE tidak ditemukan dalam semua vaksin tersebut, monitoing terhadap kejadian tersebut harus dilakukan karena berdasar pada pengalaman penggunaan platform inactivated vaccine SARS-CoV sebelumnya, diketahui dapat menimbulkan vaccine-associated enhanced respiratory diseases (VAERD)

    Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Pterygosperma Gaertn.) dan Daun Lamtoro (Laucaena Leucocephalab Lmk.) sebagai Analgetik pada Mencit Putih Jantan dengan Metode Geliat: Combination of Moringa Leaf Extract (Moringa Pterygosperma Gaertn.) and Lamtoro Leaf (Laucaena Leucocephalab Lmk.) as Analgesic in Male White Mice with Writhing Method

    No full text
    Daun kelor (Moringa pterygosperma Gaertn.) dan daun lamtoro (Laucaena leucocephala Lmk.) memiliki efek analgetik. Analgetik dapat digunakan secara kombinasi, karena dapat memberikan efek sinergisme, meminimalkan efek samping dan menurunkan dosis masing-masing obat. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi terbaik kombinasi ekstrak daun kelor dan daun lamtoro sebagai analgesik. Metode geliat digunakan sebagai uji aktivitas analgetik pada mencit putih (Mus musculus L.) jantan. Pengujian pada 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (parasetamol 1,3mg/20gBB), kelompok perlakuan 1 (ekstrak daun kelor 50mg/kgBB), kelompok perlakuan 2 (ekstrak daun lamtoro 27mg/20gBB), kelompok perlakuan 3 (kombinasi dosis tunggal), kelompok perlakuan 4 (kombinasi setengah dosis tunggal), dan kelompok perlakuan 5 (kombinasi seperempat dosis tunggal dari masing-masing ekstrak). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi seperempat dosis tunggal memiliki persentase daya analgetik tertinggi dari dosis kombinasi lainnya dan sebanding dengan pemberian dosis tunggal ekstrak. Kombinasi ekstrak dengan dosis kecil memiliki efek yang sama dengan dosis yang besar menunjukkan adanya efek sinergis

    Formulasi Tablet Paracetamol menggunakan Pati Biji Durian(Durio zibethinus Murr) sebagai Bahan Pengikat secara Kempa Langsung: Paracetamol Tablet Formulation using Durian Seed Starch (Durio zibethinus Murr) as a Binding Material by Direct Compression

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang formulasi tablet paracetamol menggunakan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr) yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan menggunakan tekhnik kempa langsung dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi bahan pengikat yang paling efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasilnya menunjukkan, jumlah persen rata – rata zat terlarut tablet paracetamol untuk formula I,II dan III berturut-turut 88,32 %, 67,29 % dan 31,59 %. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada formula I menggunakan konsentrasi bahan pengikat 8% memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia, sedangkan pada formulasi II dan III (10% dan 12%) tidak memenuhi syarat yang ditentukan.  Hasil uji sifat fisik tablet menyatakan bahwa semua formula memenuhi persyaratan keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kerapuhan dan kekerasan tablet.  Sedangkan uji statistik dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa penggunaan pati biji durian sebagai bahan pengikat pada konsentrasi 8%, 10% dan 12% mempengaruhi sifat tablet yang sebenarnya

    Formulasi Serbuk Effervescent Limbah Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) sebagai Supplement Kalsium Tulang: Formulation Effervescent Powder form of Milk Fish (Chanos chanos) Bone Waste as a Calcium Supplement

    No full text
    Tulang ikan Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan konsumsi berkalsium tinggi sebesar 23,99%. Tingginya kadar kalsium ini sehingga limbah tulang ikan bandeng dapat dimanfaatkan menjadi suplemen tulang dalam bentuk serbuk effervescent. untuk memenuhi asupan supplement kalsium dalam menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan serbuk effervesent limbah tulang ikan bandeng yang stabil secara fisika dan kimia. Metode penelitian yaitu kalsium tepung tulang ikan bandeng dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom dan dibuat dalam bentuk sediaan serbuk effervescent dengan konsentrasi 800 mg, 900 mg dan 1000 mg. Pemeriksaan terhadap sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji kecepatan alir, uji hedonik. Hasil penelitian untuk uji organoleptik tidak mengalami perubahan. Hasil uji waktu larut, kecepatan alir, uji pH, Uji Kadar air mengalami peningkatan nilai sebelum dan sesudah cycling test. Hasil uji hedonik F2 disukai dari bentuk dan warna. Dapat disimpulkan konsentrasi kalsium serbuk tulang ikan sebesar 243121 mg/kg. Serbuk tulang ikan bandeng dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serbuk effervescent sebagai supplement kalsium tulang yang stabil secara fisika dan kimia

    Formulasi Gel dari Niosom Elastik Span 80 Ekstrak Etanol Rimpang Etlingera alba dengan Variasi Karbopol sebagai Gelling Agent: Formulation Gel of Span 80 Elastic Niosome of Etlingera alba’sRhizomes Ethanolic Extract with Carbopol Variations as Gelling Agent

    No full text
    Radikal bebas mengandung setidaknya satu/lebih elektron bebas, sehingga reaktif dan tidak stabil. Beberapa penyakit mengalami peningkatan stres oksidatif akibat tercapainya stabilitas radikal bebas sehingga berpotensi merusak integritas DNA, protein, dan lipid. Kemampuan tubuh dalam mengakumulasi radikal bebas dapat dihentikan dengan antioksidan alami. Salah satu tumbuhan dengan potensi antioksidan adalah Etlingera alba. Pemanfaatan potensi dilakukan melalui preparasi niosom elastik ekstrak etanol rimpang E.alba menggunakan Span 80 sehingga dapat memfasilitasi bahan alam tersebut secara transdermal. Sediaan gel dengan karbopol sebagai gelling agent dapat digunakan dalam aplikasi niosom elastik ekstrak etanol E. alba pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat gel niosom elastik dengan konsentrasi Span 80 dan karbopol yang optimal. Niosom elastik dikarakterisasi melalui morfologi, ukuran partikel dan indeks polidispersitas. Hasil karakterisasi niosom elastik diperoleh bahwa FD (Span 80 15%) menghasilkan niosom elastik terbaik dengan rata-rata ukuran vesikel 10,43 nm, indeks-polidispersitas 0,282, dan bentuk sferis. Sediaan gel niosom elastik dievaluasi melalui organoleptik, pH, viskositas, daya-sebar dan stabilitas fisik dengan cycling test. Hasil evaluasi diperoleh bahwa gel F1 (karbopol 0,5%) menghasilkan sifat fisik gel terbaik dengan organoleptik kental, bau khas, dan putih, pH 6, viskositas 2.433cps, dan daya-sebar 6,6 cm serta stabil secara fisik melalui pengujian metode cycling-test

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇