Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Hubungan Jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan Kejadian Anemia pada Pasien Malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara
Malaria merupakan penyakit infeksi Plasmodium yang masih menjadi permasalahan kesehatan di wilayah tropis termasuk Indonesia. Penajam Paser Utara merupakan satu-satunya kabupaten dengan tingkat endemisitas tinggi malaria di luar wilayah timur Indonesia yang berada di Propinsi Kalimantan Timur. Pada malaria dapat timbul berbagai macam komplikasi salah satunya komplikasi hematologis. Komplikasi hematologis yang sering dijumpai baik pada malaria falciparum maupun malaria vivax salah satunya adalah anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Data bersumber dari rekam medik pasien malaria rawat inap di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara periode Januari 2013 Agustus 2018 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 310 pasien malaria yang terdiri dari 60,3%(n=187) pasien terinfeksi Plasmodium falciparum dan 39,7% (n=123) pasien terinfeksi Plasmodium vivax. Mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (95,8%) dan berada pada kelompok usia 26 40 tahun (56,5%). Anemia dijumpai pada 49% pasien malaria yang didominasi pasien malaria vivax (52%). Hasil uji statistik antara jenis Plasmodium dengan kejadian anemia didapatkan nilai p = 0,391. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria
Pengaruh Pemberian Teh Kulit Buah Salak (Salacca zalacaa) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit yang di Induksi Aloksan
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit tidak menular dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pengobatan diabetes melitus pada umumnya di tangani dengan pemberian obat-obatan antidiabetes serta pemberian insulin, namun dalam jangka waktu konsumsi yang panjang terdapat efek samping yang dihasilkaan dari pemberian obat tersebut dan juga biaya pengobatan yang semakin mahal, sehingga penderita diabetes menggunakan cara tradisional untuk menetralkan kadar glukosa darah dengan pemberian teh kulit buah salak. Kulit buah salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu limbah yang terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi awal potensi teh kulit buah salak dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit diabetes dan mengetahui berapa dosis yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Metode penelitian ini menggunakan mencit jantan putih, yang terdiri dari 3 kelompok masing-masing diberi teh kulit buah salak dengan dosis 70 mg/kgBB, 140 mg/kgBB dan 210 mg/kgBB. Digunakan aloksan sebagai penginduksi diabetes selama tiga hari secara intrapeitoneal. Pengukuran glukosa darah menggunakan glukometer (Easy Touch GCU). Hasil penelitian menunjukkan pemberian teh kulit salak dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit diabetes dan dosis 210 mg/kgBB menunjukkan hasil terbaik dalam menurunkan glukosa darah yaitu sebesar 40,94%, Sehingga dapat dikatakan teh kulit buah salak (Salacca zalacca) memiliki aktivitas sebagai antidiabetes
Hubungan Kepadatan Batu Menurut Hounsfield Unit (HU) dengan Komposisi Batu Saluran Kemih di Poli Urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Association Between Stone Density According to Hounsfield Unit (HU) with Urinary Tract Stone at Urology Clinic of Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda
Batu saluran kemih (BSK) atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di traktus urinarius. Di Indonesia, BSK merupakan salah satu dari tiga penyakit yang terbanyak di bidang urologi. Umumnya pasien BSK mengeluhkan nyeri pada pinggang. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan radiologi dengan menggunakan CT-Scan yang dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih baik dibandingkan foto konvensional dan ultrasonografi. Selain dapat menentukan ukuran dan letak dari batu, CT-Scan juga dapat mengukur kepadatan dari batu dengan Hounsfield Unit (HU). Hounsfield Unit juga telah digunakan untuk menentukan komposisi dan opasitas dari batu saat dilakukan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kepadatan batu menurut HU dengan komposisi batu saluran kemih di poli urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dengan metode cross sectional dilakukan pada 30 pasien BSK. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann Whitney atar menemukan kelompok yang memiliki hubungan adalah kalsium oksalat-asam urat (p=0.000) dan asam urat-struvit (p=0.013), sedangkan kelompok kalsium oksalat-struvit tidak memiliki hubungan (p=0.132).
Gambaran Pasien Papil Atropi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie SamarindaTahun 2015-2020: Overview of Optic Atrophy Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital,Samarinda in 2015-2020
Papil atropi adalah proses akhir dari suatu penyakit yang menyebabkan degenerasi akson pada sepanjang jalur menuju badan retinogenikulatum lateralis. Penelitian sebelumnya mengenai gambaran papil atropi memiliki hasil yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pasien papil atropi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2015-2020. Penelitian ini bersifat desktiptif retrospektif yang dilakukan pada bulan Februari 2021. Data diperoleh dari 64 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan lembar rekam medik sebagai sumber penelitian. Penelitian ini mendapatkan jenis papil atropi terbanyak adalah jenis papil atropi sekunder sebanyak 20 pasien (83,3%). Kelompok usia pasien papil atropi tertinggi adalah kelompok usia kelompok 45-55 tahun sebanyak 17 pasien (26,6%). Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 37 pasien (57,8%). Mata yang terkena papil atropi terbanyak adalah bilateral atau kedua mata sebanyak 34 pasien (53,1%). Tajam penglihatan pasien papil atropi terbanyak adalah tajam penglihatan dibawah 3/60 atau mengalami kebutaan sebanyak 44 mata (67,7%). Penyakit mata adalah kelompok penyakit penyerta terbanyak dengan jumlah sebanyak 26 pasien (35,1%). Penyakit penyerta terbanyak adalah neuritis retrobulbar sebanyak 11 pasien (14,9%)
Profil Penyakit Periodontal Pada Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan Tipe Diabetes Melitus, Jenis Kelamin, dan Usia di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Pada Tahun 2016-2020: Profile of Periodontal Disease Accompanied by Diabetes Mellitus Based on Diabetes Mellitus Type, Gender, and Age at RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo 2016-2020
Penyakit periodontal adalah suatu keadaan peradangan dan degenerasi dari jaringan lunak maupun tulang penyangga gigi. Etiologi utama penyakit periodontal adalah faktor lokal yakni kondisi rongga mulut yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi periodontal atau yang dapat merusak jaringan periodontal dan dapat diperparah dengan adanya faktor sistemik diantaranya penyakit diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit periodontal yang disertai diabetes melitus berdasarkan jenis penyakit periodontal, tipe diabetes melitus, jenis kelamin, dan usia di IRJA Publik Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo pada tahun 2016-2020. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan sumber data sekunder berupa rekam medis pasien penyakit periodontal yang disertai diabetes melitus di IRJA Publik Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo pada tahun 2016-2020. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi pasien penyakit periodontal yang disertai diabetes melitus sebanyak 1 kasus. Jenis kelamin yang lebih dominan yakni perempuan sebanyak 3 pasien dan laki-laki sebanyak 1 pasien dengan jenis penyakit periodontal chronic periodontitis dengan DM tipe unspecified diabetes mellitus without complication. Pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 63 tahun
Aktivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) terhadap Bakteri Salmonella thypi secara In Vitro: Antibacterial Activity of Kaffir lime juice (Citrus hystrix DC.) Against Salmonella thypi In Vitro
Jeruk purut (Citrus hystrix DC.) merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk mengobati influenza, kulit yang bersisik dan mengelupas, perawatan rambut, dan sebagainya. Jeruk purut mengandung berbagai senyawa kimia yang bemanfaat, seperti asam sitrat, asam amino dan minyak atsiri. Kandungan flavonoid dalam minyak atsiri jeruk purut menjadi salah satu senyawa yang diduga kuat berperan sebagai senyawa antibakteri yang baik. Salmonella thypi adalah bakteri gram negatif yang merupakan agen penyebab diare dan demam tifoid. Bakteri ini memiliki bentuk infeksi yang paling serius dibandingkan genus lainnya karena dapat menyebabkan komplikasi perforasi usus dan pendarahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji aktivitas antibakteri air perasan jeruk purut pada bakteri Salmonella thypi. Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer. Aktifitas antibakteri terlihat dari adanya zona bening yang menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi di cawan petri. Terdapat 4 konsentrasi air perasan jeruk purut yang diuji, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100% serta antibiotik amoxicillin sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Pengujian dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Hasilnya didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi perasan air jeruk purut maka semakin besar zona hambat yang terbentuk. Air perasan buah jeruk purut sudah memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Salmonella typhi pada lama waktu 5 menit pertama
Perawatan Gigi yang dilakukan Mahasiswa Pengguna Ortodonti Cekat di Universitas Mulawarman pada Masa Pandemi Covid-19: Dental Care Performed by Students Using Fixed Orthodontics at Mulawarman University during the COVID-19 Pandemic
Perawatan ortodonti cekat membutuhkan kemampuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang lebih sulit dan memakan waktu yang lama, berkelanjutan, serta beberapa prosedur ortodonti menghasilkan droplet dan aerosol, sehingga banyak pasien pengguna ortodonti yang harus menunda jadwal perawatan mereka untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara perawatan gigi yang dilakukan mahasiswa pengguna ortodonti cekat di Universitas Mulawarman pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Sampel terdiri dari 96 responden yang berasal dari 13 Fakultas di Universitas Mulawarman. Data yang diperoleh yakni data primer dari kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden lebih banyak menyikat gigi dua kali sehari (59,38%), mengonsumsi gula (48,96%), mengunjungi dokter gigi (44,79%) dan bersedia menghadiri janji temu dengan dokter gigi selama masa pandemi COVID-19 (50%), menggunakan tipe sikat gigi soft (38,54%), dan tidak menggunakan alat bantu kebersihan gigi (56,25%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk penelitian selanjutnya terkait kebersihan mulut bagi pengguna ortodonti cekat sehingga pemeliharaan kebersihan mulut yang tepat selama perawatan ortodonti dapat dilakukan
Penggunaan Agen Pengendap terhadap Pengendapan Lantanum dan Neodimium: Use of Precipitating Agents against the Precipitation of Lanthanum and Neodymium
Logam tanah jarang (LTJ) merupakan kelompok dari 17 unsur termasuk scandium (Sc), yttrium (Y), dan 15 lantanida dari lantanum (La,57) ke lutetium (Lu, 71). Permintaan global terkait LTJ telah meningkat dalam aplikasi teknologi selama dekade terakhir karena sifat kimia, katalitik, listrik, magnetik, dan optik yang dimilikinya. Mayoritas dari tanah jarang dunia disimpan di tiga mineral basnasit, monasit, dan senotim. Monasit terdiri atas monasit(Ce), monasit(Nd), dan monasit (La). Lantanum hidroksida berperan dalam menghambat perkembangan kalsifikasi vaskular dengan menurunkan level serum fosfor sedangkan neodimium berperan sebagai magnet dalam suatu pencitraan alat MRI sehingga penyakit dapat dibantu disembuhkan dengan adanya senyawa pengontras tersebut. Pemisahan LTJ dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu ekstraksi pelarut, resin penukar ion, dan pengendapan. Teknik pengendapan dijadikan pilihan karena mudah, cepat dan murah. Agen pengendap digunakan dalam proses pemisahan LTJ diharapkan mampu memberikan hasil recovery yang baik. Efisiensi pengendapan menggunakan agen pengendap berbeda dapat dilihat dari recovery yang didapatkan. Efisiensi pengendapan tertinggi ditunjukkan oleh agen pengendap asam oksalat dan amonium hidroksida masing-masing sebesar 98.68 dan 99.99%. Tinjauan ini menjelaskan seberapa baik agen pengendap yang digunakan untuk memisahkan LTJ menjadi tanah jarang individunya
Exploring Antifungal Potential of Qusthul Hindi (Saussurea lappa) Root against Candida albicans: A Systematic Review
Candida albicans is a microflora fungal species that can be invasive in immunocompromised conditions. Challenges in its therapy include antifungal drug resistance, which encourages research to find natural ingredients to help treat fungal infections caused by Candida albicans. One of the natural ingredients empirically known to be useful as an antimicrobial is Saussurea lappa, as known as Qusthul Hindi. This study aims to review previous studies to find out the antifungal activity of this plant root extract against Candida albicans. The method used is a systematic review, by identifying, sorting, and reviewing scientific publications, particularly research articles in the specified database and time period. A few qualified scientific publications were then reviewed, and it was found that all these studies proved the antifungal activity of Saussurea lappa root extract in vitro. Saussurea lappa root provides potential to inhibit Candida albicans in vitro. However, scientific publications have not been found regarding the Saussurea lappa root extract in modulating immunity under conditions of fungal infection, nor has it been tested against Candida albicans in vivo. Therefore, further research is required to be able to utilize Saussurea lappa root in the treatment of human fungal infection
Review: Peptida Bioaktif Kasein Susu Kambing sebagai Sumber Antimikroba dan Antioksidan: Review: Bioactive Peptide from Goat’s Milk Casein as a Source of Antimicrobial and Antioxidant
Penelitian mengenai susu dan produknya dari spesies susu minor 10 tahun terakhir mengalami peningkatan terutama pada kasein susu kambing. Ketertarikan ini awalnya dipengaruhi oleh konsumen intoleran susu sapi sehingga memilih susu kambing sebagai alternatif. Selanjutnya mengalami peninjauan lebih lanjut dimana kasein pada susu kambing merupakan sumber peptida bioaktif potensial. Urutan asam amino berhubungan dengan aktivitas farmakologi ditemukan pada kasein susu sapi dan produk olahannya memiliki kemiripan dengan susu kambing. Keunggulan kasein susu kambing yang mengalami berbagai modifikasi pasca-translasi mengarah pada produksi berbagai macam molekul kasein. Fraksi kasein ini di fragmentasi terutama secara enzimatik untuk mendapatkan peptida bioaktif telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas khususnya sebagai antimikroba dan antioksidan