Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Formulasi Sediaan Deodoran Spray dari Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L) serta Uji Aktivitas Antibakteri

    Get PDF
    Penggunaan sabun dan air sebagai pencuci badan pada waktu mandi relatif kurang efektif untuk mencegah bau badan. Sehingga dapat  dilakukan beberapa alternatif tindakan lain, seperti menggunakan sediaan kosmetik anti bau badan (deodorant). Berdasarkan hasil penelitian dari 90% populasi di dunia ini telah menggunakan deodorant untuk mengontrol keringat dan bau di ketiak. Jeruk kalamansi (Citrusfortunela microcarpa) dipercaya dapat menghilangkan bau badan karena memiliki kandungan vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta antibakteri. Sedangkan kandungan astringent alami pada teh hijau (Camellia sinensis L) dapat mengecilkan pori yang terbuka sehingga mengurangi produksi keringat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi deodoran antiperspiran spray dari kombinasi minyak atsiri kulit jeruk kalamansi  dan ekstrak teh hijau dengan tiga formula dengan perbandingan 1:1 yaitu formula 1 dengan perbandingan konsentrasi 1,5%:1,5% Formula 2 dengan perbandingan konsentrasi 0,75%:0,75% dan Formula 3 dengan perbandingan konsentrasi 0,375%:0,375%. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian antibakteri terhadap bakteri Pseuodomonas aureugenisa dan Staphylococcus epidermidis, uji iritasi, uji stabilitas dan uji antiperspiran dengan metode gravimetri. Hasil uji menunjukkan bahwa pengujian antibakteri memberikan diameter hambat tertinggi sebesar 17,3mm dan 20mm yaitu pada formulasi 1 masuk dalam kategori kuat. sedangkan pengujian antiperspiran dengan pada formula 1 mengurangi produksi keringat  dengan hasil tertinggi sebanyak 9%. Dari hasil pengujian anti iritasi di dapat hasil negatif yang mana menunjukkan tidak terjadi iritasi sehingga aman untuk digunakan

    Status Pertumbuhan Bayi 0–1 Tahun dari Ibu dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Semasa Hamil di Salatiga

    Get PDF
    Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung menahun yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. KEK disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan gizi seperti energi dan protein. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) dan berisiko melahirkan bayi stunting. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat status pertumbuhan bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK di Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2019 dengan populasi seluruh ibu dengan kejadian KEK pada Januari-Desember 2018 di 6 puskesmas se-Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan instrumen formulir check list yang digunakan untuk menyalin data dari buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% bayi lahir dengan berat badan 2500-4000 gram dan 5,3% memiliki BBLR. Berdasarkan panjang badan saat lahir, 86,2% bayi memiliki panjang badan lahir 46-49 cm, 8,5% lahir pendek dan 5,3% lahir tinggi. Status pertumbuhan bayi sekarang menunjukkan bahwa 98,9% memiliki status gizi baik dan tinggi badan normal. Kesimpulannya bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK semasa kehamilan sebagian besar memiliki status pertumbuhan yang normal. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat pengaruh kejadian KEK terhadap perkembangan bayi

    Efek Antiinflamasi Infusa Bunga Asoka (Ixora coccinea l) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Karagenan

    Get PDF
    Bunga Asoka merupakan tanaman hias yang banyak tumbuh di Indonesia serta memiliki khasiat untuk beberapa penyakit, namun dalam pemanfaatannya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi infusa bunga Asoka (Ixora coccinea L) pada tikus jantan yang diinduksi karagenan. Haksel bunga asoka diekstraksi menggunakan metode infusa. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah penghambatan udem pada kaki tikus yang diinduksi 0,1 ml karagenan 1% selama 6 jam. Pengukuran volume udem menggunakan alat pletismometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa bunga asoka dosis 20%, 40%, 60% memiliki potensi sebagai obat antiinflamasi dengan persen daya antiinflamasi masing-masing 10,52 %, 11,84% dan 22,22%. Sedangkan persen daya antiinflamasi natrium diklofenak 9 mg/KgBB yaitu 29,38%. Berdasarakan hasil analisis statistic data nilai AUC rata-rata kelompok dosis infusa memiliki efek antiinflamasi yang tidak berbeda signifikan (p<0,05) dengan natrium diklofena

    Hubungan Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS di Kota Samarinda

    Get PDF
    Kepatuhan minum obat antiretroviral sangat penting untuk mencegah replikasi HIV didalam tubuh. Kepatuhan minum obat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan, kualitas hidup pasien HIV/AIDS dan hubungan antara kepatuhan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk memaparkan kepatuhan, kualitas hidup dan hubungan kepatuhan dan kualitas hidup pasien HIV/AIDS sedangkan untuk hubungan kepatuhan dan kualitas hidup pasien HIV/AIDS menggunakan statistik non parametrik dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan pasien HIV di RSUD Abdul Wahab Sjahranie memiliki kepatuhan sedang dan dibeberapa puskesmas memiliki kepatuhan rendah. Kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Abdul Wahab Sjahranie memiliki kualitas hidup cukup dan dibeberapa puskesmas memiliki kualitas hidup yang bervariasi. Hubungan kepatuhan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan beberapa puskesmas memiliki p ≥ 0,05 atau dapat menunjukkan tidak ada hubungan antara kepatuhan dengan kualitas hidup

    Invitro: Evaluasi Aktifitas Peluruhan Batu Ginjal Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom: Invitro: Evaluation of Anticalculi Activity with Kemangi Leaf Extract (Ocimum Basilicum) Using Atomic Absorption Spectrophotometer

    Get PDF
    Batu ginjal adalah penyakit yang cukup sering ditemui pada masyarakat. Penyakit batu ginjal ditandai dengan pembentukan batu-batu kecil disebabkan pengendapan yang terjadi di urin. Batu ini dapat menyumbat uretra dan menyebabkan nyeri. Kandungan batu ginjal yang paling sering ditemui adalah kalsium oksalat. Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, fenol dan tanin. Kandungan metabolit sekunder tersebut diduga dapat meluruhkan batu ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan khasiat lain dari tanaman kemangi sebagai peluruh batu ginjal. Metode: tahapan pada penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak etanol daun kemangi, karakterisasi ekstrak, skrining fitokimia ekstrak, pembuatan kalsium batu ginjal dan tahap uji peluruhan kalsium batu ginjal. Pengujian efek peluruhan kalsium batu ginjal dilakukan secara in-vitro yaitu dengan menguji tingkat peluruhan komponen kalsium batu ginjal dalam berbagai variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kemangi dalam NaCl fisiologi. Peluruhan kalsium batu ginjal dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Data dianalisis dengan anova one-way dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: ekstrak etanol daun kemangi pada konsentrasi 600 ≤ x ≤1600 ppm dapat meluruhkan kalsium batu ginjal secara signifikan lebih besar dari kontrol negatif. Kesimpulan: daun kemangi memiliki potensi sebagai peluruh batu ginjal

    Hubungan Karakteristik Pasien dan Rejimen Kemoterapi Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Kanker merupakan suatu kondisi sel yang telah mengalami kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan sel yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kualitas hidup merupakan persepsi setiap individu terhadap fungsinya dalam kehidupan. Kualitas hidup merupakan suatu bagian penting dalam penilaian hasil terapi pada penyakit kanker. Karakteristik individu pada pasien berhubungan dengan persepsi kesehatan general dan kualitas hidup keseluruhan. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan rejimen kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan subjek penelitian semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi periode September-Oktober 2020 dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan Kruskal Wallis. Dari hasil analisis diperoleh tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien dan rejimen kemoterapi dengan nilai kualitas hidup pasien kanker (p>0,05)

    Jenis dan Efek Complementary Therapy dalam Menurunkan Tekanan Intra Okular (TIO) pada Pasien Glaukoma: A Systematic Review: Types and Effects of Complementary Therapy in Reducing Intra-Ocular Pressure (IOP) in Glaucoma Patients: A Systematic Review

    No full text
    Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen diseluruh dunia dan  diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2040 menjadi 111.8 juta orang. Peningkatan TIO merupakan salah satu penyebab utama terjadinya glaukoma. Saat ini, pengobatan glaukoma berfokus pada penurunan TIO dengan terapi farmakologis dan intervensi bedah. Namun, penggunaan terapi anti-glaukoma seringkali sulit dilakukan karena membutuhkan komitmen seumur hidup serta adanya efek samping pengobatan. Intervensi Complementary therapy dapat juga mengurangi efek samping pengobatan, mengurangi stress dan berperan dalam menurunkan TIO pada pasien glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan efek complementary therapy dalam menurunkan tekanan intra okular pada pasien glaukoma. Desain yang digunakan adalah systematic review. Pencarian menggunakan lima database PubMed, ProQuest, Ebsco, Chocrane Library dan Google Scholar, selain itu dilakukan secondary searching untuk mengidentifikasi jenis dan efek complementary therapy yang dapat menurunkan TIO pada pasien glaukoma, dipublikasikan 10 tahun terakhir (2010-2020), full text, desain studi RCT dan berbahasa Inggris. Hasil penelitian  ini ditemukan sebelas studi yang diinklusi dan direview. Dari ulasan tersebut ada tiga klasifikasi complementary therapy yang ditemukan yaitu Energy Therapy (akupuntur, akupresur dan TENS) yang bermanfaat dalam menurunkan TIO dengan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, Mind-Body Spirit Therapy (musik dan meditasi) yang berperan dalam menurunkan kortisol dan meningkatkan endorphin yang berkorelasi dalam penurunan TIO, Biological Based Therapies (ekstrak saffron) sebagai antioksidan dan pelindung saraf, mengurangi spesies oksigen reaktif dan menghambat kematian sel Trabecular Meshwork yang berperan dalam pengurangan TIO. Kesimpulan dari penelitian ini, Complementary Therapy dapat digunakan sebagai tambahan pengobatan konvensional dalam menurunkan TIO pada pasien glaukoma

    Tanaman Famili Fabaceae yang Berpotensi sebagai Obat Herbal Antitukak Peptik

    No full text
    Tukak peptik adalah penyakit yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif (sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori) dan faktor defensif (bikarbonat, musin, prostaglandin dan nitrogen monoksida). Beberapa tanaman famili Fabaceae telah diteliti secara ilmiah melalui uji praklinik memiliki efek antitukak peptik maupun keamanan yang baik sehingga berpotensi dijadikan obat herbal. Tujuan review artikel ini untuk menelaah tanaman famili Fabaceae yang berpotensi sebagai obat herbal untuk mengatasi tukak peptik. Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu studi literatur beberapa jurnal yang diperoleh dari Google Scholar. Berdasarkan hasil review terdapat 10 spesies tanaman dari famili Fabaceae yang berpotensi sebagai obat herbal dengan aktivitas antitukak yang teruji dan keamanan yang memenuhi persyaratan uji toksisitas akut. Terdapat 3 spesies yaitu Cassia sieberiana, Parkia speciosa dan Cassia singueina yang menunjukkan rasio protektif lebih besar dari obat pembanding dengan nilai LD50 oral berturut-turut lebih besar dari 5000, 5000, dan 4000 mg/kgbb

    Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) dan Pembuatan Formulasi Basis Krim

    No full text
    Daun nipah (Nypa fruticans Wurmb.) merupakan tanaman palem yang tumbuh di daerah pasang surut yang dekat dengan tepi laut yang diduga memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai antioksidan dan kaya akan vitamin A dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun nipah dan mendapatkan formula terbaik dari basis krim dengan memvariasikan konsentrasi asam stearat dan TEA. Metode penelitian yang dilakukan yaitu skrining fitokimia, uji parameter spesifik dan non-spesifik ekstrak meliputi organoleptis, kadar air, pH, kadar abu, kadar abu tidak larut asam bobot jenis, uji aktivtias antioksidan ekstrak etanol daun nipah dengan metode DPPH, formulasi serta evaluasi basis krim yang meliputi organoleptis, pH, tipe emulsi, daya sebar, dan viskositas. Hasil yang didapatkan ekstrak etanol daun nipah mengandung metabolit sekunder berupa fenol, tanin, dan steroid. Hasil parameter spesifik dan non-spesifik ekstrak diperoleh semua nilai parameter telah memenuhi standar yang berlaku. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun nipah didapatkan nilai IC50 sebesar 2.379 ppm yang menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil evaluasi formulasi basis krim didapatkan basis krim F1, F2, F3 memenuhi persyaratan evaluasi krim

    Kajian Potensi Interaksi Obat pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Periode Tahun 2021

    No full text
    Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) umumnya memiliki penyakit penyerta sehingga memungkinkan banyak obat yang diresepkan. Meningkatnya kombinasi obat yang digunakan dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya interaksi obat, yang secara potensial mempengaruhi keberhasilan terapi pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat yang terjadi pada terapi pengobatan pasien ISK rawat inap di Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis Samarinda periode tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dengan teknik purposive sampling serta mekanisme interaksi obat dan tingkat keparahan interaksi dianalisis menggunakan Drug Interaction Checker pada situs drug.com dan aplikasi Medscape. Dari hasil penelitian 45 rekam medik pasien ISK yang telah memenuhi syarat inklusi menunjukan bahwa terdapat potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 14 kejadian dengan mekanisme potensi interaksi secara farmakokinetik dan farmakodinamik, serta terdapat hasil tingkat keparahan interaksi obat yang terdiri dari minor, moderate, dan mayor

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇