Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Hubungan Usia dengan Stadium Saat Diagnosis Penderita Kanker Kolorektal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship of Age and Stadium when Diagnosed of Cholorectal Cancer at RSUD Abdul Wahab Sjahranie SamarindaAuthorsSri Jatul Zannah
Kanker Kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar. Angka kejadian kanker kolorektal tercatat sebanyak 396.914 kasus baru dengan kematian sebanyak 234.511 kasus dan menempati urutan terbanyak keempat dari seluruh jenis kasus kanker diIndonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan gambaran histopatologi dan stadium saat diagnosis penderita kanker kolorektal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain penelitian ini bersifat analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional study. Data penelitian berasal dari rekam medik pasien kanker kolorektal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada tahun 2017-2020. Sampel penelitian sebesar 71 sampel. Analisis data secara statistik menunjukkan hubungan usia dengan stadium saat diagnosis dengan p= 0,004 (p = 0,05). Terdapat hubungan antara usia dengan stadium saat diagnosis penderita kanker kolorektal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarind
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Mouthwash Ekstrak Etanol Daun Jeringau (Acorus calamus Linn.)
Ekstrak daun jeringau telah diketahui mengandung flavonoid dan saponin serta berkhasiat antibakteri. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi yang lebih praktis yaitu nanoemulsi mouthwash. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan komponen nanoemulsi dan uji aktivitas antibakteri pada formula nanoemulsi yang baik. Nanoemulsi dibuat menggunakan variasi IPM:Tween 80:Propilenglikol dengan perbandingan F1 (1:8:1); F2 (2,15:5,7:2,15); dan F3 (3,25:5,2:1,55). Pengujian nanoemulsi yaitu organoleptis, sentrifugasi, transmitan, pH, viskositas, dan bobot jenis. Formula terbaik dilanjutkan dengan pengujian ukuran partikel, zeta potensial dan aktivitas antibakteri metode disc diffusion. Pengujian organoleptis pada F1 dan 3 stabil selama 7 hari sediaan tetap jernih dan tidak mengalami pemisahan fase, sedangkan F2 terjadi creaming. Uji transmitan F1-3 96,8%+0,00; 95,9%+0,00; dan 96,73+0,06. pH F1-3 5,92+0,02; 5,89+0,01; dan 5,92+0,01. Viskositas F1-3 1,681 Cps +0,02; 1,460 Cps +0,01; dan 1,533 Cps+0,03. Bobot jenis F1-3 sebesar 1,030 g/mL; 1,026 g/mL; dan 1,026+ g/mL. F3 dipilih sebagai formula yang baik, hasil uji ukuran partikel 239,97+ 3,45 nm dan zeta potensial -30,5+1,11 mV. Nanoemulsi mouthwash ekstrak etanol daun jeringau 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan diameter daya hambat 30,33+0,58 mm yang hampir sama dengan diameter daya hambat Clindamysin sebagai kontrol positif sebesar 33+1,00 mm
Public Acceptance of Utilization of Water Reuse in Community-Based Sanitation Infrastructure (Case Study: Bandung City)
The difficulty of sustainable development is hampered by water scarcity and increased water demands, particularly in urban areas. Domestic wastewater discharges contaminate surface water bodies, such as the Citarum River. These difficulties, which disproportionately affect low-income populations, contribute to health consequences like diarrhoea and stunting. The Reinvented Toilet Project, a community-based sanitation programme, was put into place in Pasirluyu Village, Bandung, to combat water pollution. In order to lower water demand and sewage generation, it includes water reuse, reusing processed wastewater for other applications. This study assesses Pasirluyu Village infrastructure users\u27 attitudes towards social water reuse. Surveys gathered data on demographics, views on water recycling, and information about sanitary facilities. Spearman correlation tests and descriptive analysis were carried out. The outcomes show that infrastructure users have a positive impression of water reuse. However, some people are hesitant to use reclaimed water for activities that require close personal touch. The relationship between public acceptability of water reuse for flushing toilets and acceptance for other purposes raises the possibility of a cascading expansion of water reuse practises
Pola Peresepan Antipsikotik Pasien Skizofrenia Di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB Tahun 2020rak Aloe vera Terhadap Karakteristik Fisik Basis Polietilen Glikol Sediaan Suppositoria: Antipsychotic prescribing patterns for Schizophrenia Patients at RSJ Mutiara Sukma NTB Province In 2020
Prevalensi skizofrenia di NTB menempati urutan ketiga nasional yaitu mencapai 9,6%. Terapi primer skizofrenia adalah antipsikotik untuk mencegah timbulnya kekambuhan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan analisis data secara deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif tahun 2020. Data yang digunakan antara lain data penggunaan terapi berdasar data rekam medis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan atipikal yakni Risperidon (44,32%). Sedangkan untuk peresepan kombinasi terdapat kombinasi terbanyak yakni Risperidon-Klozapin (34 kali atau 47,89%)
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L.) terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kelinci New Zealand: Activity Test of Sweet Starfruit Leaf Extract (Averrhoa Carambola L.) on Wound Healing in New Zealand Rabbits
Ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) memiliki kandungan alkaloid dan flavanoid yang dapat berguna sebagai anti bakteri, saponin dan tanin yang dapat memacu pembentukan kolagen yaitu dalam proses penyembuhan luka sayat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing manis terhadap penyembuhan luka sayat. Daun belimbing manis di ekstrak menggunakan pelarut etanol 70% dan menggunakan metode maserasi. Pembuatan variasi ekstrak daun belimbing manis di oleskan pada hewan uji sebanyak 3 ekor. Masing-masing kelinci di beri 5 perlakuan, yaitu ekstrak daun belimbing manais 25%,50 %, 75 %, kontrol negatif, kontrol positif. Semua kelinci dilukai sepanjang 2 cm dengan kedalaman 0,2 cm. Data diuji secara statistik menggunakan ANOVA (Analisys Of Varian). Hasil penelitian menunjukan semua varisi konsentrasi ekstrak mengalami penyempitan luka, membentuk keropeng dan menutup luka. Hasil uji statistik memberikan efek signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci new zealand, yaitu (p<0,05). Hasil ini menunjukan pembuatan variasi ekstrak daun belimbing manis 25%, 50% dan 75% dapat menyembuhkan luka sayat pada kelinci new zealand
Analisis Logam Berat Dalam Daun Sirsak dan Daun Beluntas
Telah dilakukan penelitian mengenai logam berat yang terkandung dalam beberapa Tumbuhan Obat. Daun sirsak dan Daun beluntas, telah dianalisis kadar logam menggunakan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil analisis menunjukan bahwa konsentarsi logam Pb pada daun sirsak 0.392 ppm, pada daun beluntas 0.026 ppm sedangkan konsentrasi logam Cd pada daun sirsak 0.0263 ppm dan daun beluntas 0.0523 ppm. Dapat disimpulkan bahwa Logam berat Pb dan Cd dalam beberapa tumbuhan obat tidak melebihi batas maksimal yakni Pb < 10 ppm dan Cd < 0,30 ppm
Potensi Ekstrak Etanol Rimpang Jeringau (Acorus calamus L.) Sebagai Spasmolitik
Rasa nyeri akibat kekakuan otot polos dapat terjadi pada berbagai keadaan pasien, mulai dari keadaan normal seperti nyeri haid, hingga keadaan patologis seperti infeksi saluran pencernaan. Untuk mengatasi rasa nyeri maka dapat diberikan obat spasmolitik untuk mengurangi kekakuan otot polos, namun terdapat efek samping dari obat tersebut. Dengan demikian maka perlu pengembangan obat baru spasmolitik berbasis tumbuhan obat dengan efek samping yang lebih sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak rimpang jeringau (Acorus calamus L.) yang secara tradisional digunakan etnis Dayak sebagai obat sakit perut. Aktivitas spasmolitik ekstrak tumbuhan diuji dengan metode isolat organ ileum marmut yang diinduksi dengan histamin. Aktivitas spasmolitik A. calamus 0,3 mg/ml mampu menurunkan tonus ileum marmut lebih baik dibanding papaverin 0,03 mg/ml (p=0,00). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak rimpang jeringau (A. calamus) berpotensi digunakan sebagai spasmolitik dalam penatalaksanaan masalah kesehatan akibat kontraksi otot polos
Uji Aktivitas Analgesik Minyak Ikan Salmon Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Jantan Galur Balb/C Dengan Metode Hot Plate
Nyeri merupakan gejala yang sering terjadi pada manusia, yang bisa dikurangi tanpa kehilangan kesadaran dengan analgesik. Salah satu obat analgesik-antipiretik adalah parasetamol. Jika parasetamol digunakan dalam dosis besar dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko hepatotoksik. Minyak ikan salmon yang kaya akan omega-3 saat ini telah menjadi salah satu nutrasetikal yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik sentral minyak ikan salmon dengan metode hot plate. Penelitian ini menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan galur BALB/C. Pengamatan waktu latensi ketika mencit diletakkan di atas hot plate dengan suhu 55 ± 0,5°C dilakukan pada saat sebelum pemberian perlakuan, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Hasil perhitungan %MPE kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok minyak ikan salmon dosis 10 mg/kg BB, 20 mg/kg BB dan 30 mg/kg BB sebesar 2,13%; 72,04%; 34,94%; 46,80% dan 74,59% pada menit ke-60. Ada perbedaan signifikan %MPE pada menit ke-60. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 minyak ikan salmon sebesar 15,990 mg/kg BB. Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak ikan salmon mempunyai aktivitas analgesik pada mencit putih (Mus musculus) dengan metode hot plate
Moluskisida Kombinasi Mikroenkapsulasi Daun Kacang Babi, Daun Serai Wangi, dan Kitosan sebagai Pembasmi Keong Mas pada Tanaman Padi
Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan biopestisida kombinasi dari daun kacang babi, daun serai wangi dan kitosan sebagai pembasmi keong mas pada tanaman padi. Keong mas merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman padi yang mampu merusak tanaman dalam waktu cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi biopestisida kombinasi dari campuran ekstrak daun kacang babi, daun serai wangi dan kitosan sebagai pembasmi hama keong mas pada tanaman padi. Digunakan tiga jenis variansi yaitu formula I (1:1:1), II (1:2:1) dan III (2:1:1) dari campuran ekstrak daun kacang babi , serbuk daun serai wangi dan kitosan. Dari hasil pengujian diperoleh waktu awal kematian tercepat yaitu formula I (24,49 jam), LC50 sebesar 10,60 g/kg yang bersifat tosik ringan, mortalitas harian 100 % pada formula III (hari ke-5) dan rfikasi tercepat pada formula III yaitu 38,89 %(hari ke-2)
Peningkatan Laju Disolusi Ketoprofen yang Diformulasikan dengan Metode Self Emulsifying Drug Delivery System (SEDDS)
Setelah pemberian obat secara oral, disolusi obat merupakan syarat absorbsi suatu obat ke sirkulasi sistemik. Berdasarkan klasifikasi Biopharmaceutical Classification System(BCS), ketoprofen termasuk dalam kelas II yakni tingkat kelarutan yang rendah dengan karakteristik permeabilitas yang baik (permeabilitas yang efektif pada manusia untuk ketoprofen 8.70×10-4cm/s). Self-Emulsifying Drug Delivery System (SEDDS) dapat meningkatkan bioavailabilitas obat yang memiliki kelarutan yang rendah tetapi permeabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan laju disolusi maka dilakukan formulasi ketoprofen dengan metode SEDDS. Dilakukan uji kelarutan ketoprofen pada beberapa jenis minyak dan surfaktan yaitu minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, asam oleat, tween 80 dan span 80 dengan metode saturation solubility. Dibuat tiga formula yang mengandung zat aktif ketoprofen 50 mg, tween 80:span 80 (3:1) sebagai surfaktan dengan konsentrasi 30% (F1), 45% (F2), 60% (F3) dan minyak sebagai pembawa. Hasil uji disolusi menunjukkan bahwa ketoprofen yang diformulasikan dengan metode SEDDSdapat meningkatkan laju disolusi ketoprofen, persentase terdisolusi tiap formula setelah 1 jam adalah 62,91% (F1), 78,09% (F2), 100,6% (F3), dan 49,95% pembanding. Analisis statistika menggunakan rancangan acak lengkapmenunjukkan perbedaan nyata antara laju disolusi (F1), (F2) dan (F3) dengan pembanding. Formula ketoprofen dengankonsentrasi surfaktan 60% (F3) menunjukkan laju disolusi tertinggi dibandingkan dengan (F1) dan (F2) serta dengan pembanding