Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Formulasi Masker Gel Peel Off dari Kulit Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var): Peel Off Mask Formulation from Ambon Banana Peel (Musa paradisiaca var)
Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaannya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi sediaaan masker gel peel off yang terbuat dari kulit pisang ambon (Musa paradisiaca var). Formulasi masker gel dibuat dengan basis Polivinil Alkohol (PVA) dengan konsentrasi 7%. Bahan aktif yang digunakan yaitu kulit pisang ambon yang mengandung vitamin B6, karbohidrat, fosfor, protein, vitamin C, dan beberapa zat lainnya yang berguna untuk kesehatan tubuh dan kecantikan serta kandungan lainnya seperti flavanoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk menentukan proporsi terbaik masker dari kulit pisang ambon yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, waktu sediaan mengering, pH dan daya sebar. Hasil pengamatan yaitu uji organoleptik berwarna coklat berbau khas dan bentuk setengah padat, uji homogenitas dari hari ke-1/ke-14 semua formula homogenitas, uji pH dari hari ke-1/ke-14 semua formula memiliki pH yang baik karena masih berada dalam range 4,5-6,5 yaitu 5, uji sediaan mengering di hari ke-1/ke-14 formula 1, 2 memiliki daya mengering yang baik karena masih dalam persyaratan waktu mengering yaitu 15-30 menit sedangkan formula 3 memiliki daya mengering yang kurang baik dari hari ke-1/ke-14 karena melebihi waktu sediaan mengering, dan uji daya sebar di hari ke-1 formula 1 dan 2 memenuhi persyaratan sedangkan formula 3 tidak memenuhi persyaratan sedangkan di hari ke-14 semua formula memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kulit pisang ambon dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off.
Analisis Penggunaan E-purchasing pada Pengadaan Obat Esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan
E-purchasing adalah penyedia sistem elektronik dalam tata cara pembeliaan barang/jasa berdasarkan e-catalogue yang disediakan. Akan tetapi, seiring dengan pemakaiaan e-purchasing ada saja masalah yang bisa timbul diantaranya lamanya pengiriman, kekosongan persediaan, dan tidak terealisasikannya obat sesuai rencana. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisa penggunaan e-purchasing pada pengadaan obat esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan pada tahun 2018-2020. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Data diambil secara retrospektif di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bagian farmasi pada tahun 2018 – 2020. Lalu data disunting sesuai dengan jenis obat berdasarkan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan e-purchasing pada pengadaan obat esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berjalan efektif. Pada pengadaan obat melalui e-purchasing terdapat 89 jenis obat sesuai indikator. Realisasi obat yang sesuai dengan pemesanan yaitu sejumlah 86 jenis obat dengan persentase 96,63%. Sedangkan lead time obat sesuai dengan kesepakatan pada 88 jenis obat atau setara dengan 98,89%. Harga obat mengalami peningkatan pada 20 jenis obat dari 28 jenis obat indikator dengan prosentase 71,43%. Hambatan yang sering terjadi adalah waktu pengiriman barang, akan tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan obat dan selalu mengkonfirmasi kepada penyedia terkait pengiriman barang. Sehingga dapat dikatakan penggunaan e-purchasing ini efektif dan efisien untuk pengadaan obat
Quantitative and Qualitative Analysis of Antibiotics in the Intensive Care Unit (ICU)
The high incidence of infection in the ICU requires frequent use of antibiotics, thereby increasing the risk of developing antibiotic resistance when used irrationally. To assess the quantity and quality of antibiotic use, the World Health Organization (WHO) recommends using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) classification system or the Defined Daily Dose (DDD) method. In that study, 25 articles were analyzed, including 21 quantitative research articles and four qualitative research articles. These articles were obtained from three databases: PubMed Central (PMC), Research Gate, and Google Scholar. The most commonly used antibiotics in the ICU are ceftriaxone (1×2g, IV) with a DDD value of 358,139/100 bed-days, meropenem (3×2g, IV) with a DDD value of 289,747/100 bed-days, and piperacillin-tazobactam (4×4.5g, IV) with a DDD value of 164,816/100 bed-days. These values indicate the number of antibiotics used in relation to 100 days of sleep. In addition, evaluation of the quality of antibiotic use in the ICU revealed that it is generally characterized by irrational use. By conducting such research, healthcare professionals can optimize the use of antibiotics in the ICU, leading to more effective treatment outcomes while minimizing the development of antibiotic resistance
Gambaran Karekteristik Fraktur Radius Dital di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2017-2019: Overview of Distal Radius Fracture Characteristics at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda in 2017-2019
Fraktur radius distal adalah fraktur yang paling sering terjadi di dunia. Sebanyak 17,5% fraktur merupakan fraktur radius distal. Fraktur radius distal dapat terjadi pada usia muda maupun usia tua, kasus paling banyak berada pada kelompok usia dewasa muda. Pada dewasa muda, fraktur radius distal sering terjadi karena cedera energi tinggi sedangkan pada orang tua terjadi akibat trauma energi rendah dan osteoporosis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik fraktur radius distal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Data yang digunakan ini adalah data sekunder diambil dari rekam medis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2021. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif. Sampel penelitian ini adalah 146 orang yang terdiagnosis fraktur radius distal dalam bulan Januari 2017 – Desember 2019. Sampel diambil menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian didapatkan fraktur radius distal terbanyak pada usia 10-19 tahun 29 orang (19.9%), jenis kelamin terbanyak adalah laki laki 87 orang (59,6%), pekerjaan terbanyak merupakan pelajar sebanyak 47 orang (34,2%), jenis fraktur terbanyak adalah fraktur tertutup 137 orang (93,8%), klinis fraktur yang paling banyak adalah fraktur yang tidak teridentifikasi 65 orang (44,5%) dan penyebab fraktur terbanyak merupakan trauma 90 orang (61,6%).
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antikoagulan Sari Buah Melon (Cucumis melo L) Secara In Vivo
Antikoagulan adalah obat-obat yang digunakan untuk menghambat perkembangan dan pembesaran bekuan darah. Melon diketahui mengandung zat adenosine yang berfungsi menghentikan penggumpalan keping sel darah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam sari buah melon, mengidentifikasi aktivitas antikoagulan sari buah melon secara in vivo, mencari dosis efektif sari buah melon sebagai antikoagulan dan potensi sari buah melon dibandingkan dengan aspirin. Sebanyak 15 ekor mencit jantan dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok sari buah melon dosis 12,9 g/kg BB, kelompok sari buah melon dosis 25,8 g/kg BB, kelompok sari buah melon dosis 51,5 g/kg BB, kelompok kontrol positif, dan kelompok kontrol negatif. Pemberian bahan uji dilakukan sekali sehari secara oral dan diukur pada jam ke 3, 6 dan 9 setelah pemberian. Efek antikoagulan diuji dengan menggunakan parameter waktu pendarahan dan waktu koagulasi. Hasil menunjukkan bahwa sari buah melon dosis 12,9 g/kg BB, 25,8 g/kg BB dan 51,5 g/kg BB dapat meningkatkan waktu pendarahan dan waktu koagulasi. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sari buah melon memiliki aktivitas antikoagulan. Berdasarkan uji statistik, diketahui bahwa variasi dosis berpengaruh sangat signifikan terhadap waktu pendarahan dan waktu koagulasi
Pelaksanaan Nasional Health Insurance Pada Aspek Kepesertaan Untuk Mencapai Universal Health Coverage: The Implementation of National Health Insurance on The Aspect of Participation to Achieve Universal Health Coverage
Jaminan Kesehatan Nasional di suatu negara merupakan program untuk mencapai Universal Health Coverage yang menjamin bahwa setiap warga negara dalam populasi memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. Adanya aturan kepesertaan JKN yang bersifat wajib menjadikan partisipasi menjadi aspek yang sangat penting. Dalam perkembangan pelaksanaan JKN, terdapat fenomena penurunan partisipasi yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan partisipasi JKN, hambatan, dan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan partisipasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Literature Review dengan metode analisis data sederhana (simplified approach). Ada 12 artikel nasional dan 8 artikel internasional yang telah dipilih oleh peneliti sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan terbagi menjadi 3 faktor utama, yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor kebutuhan. Faktor predisposisi meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Faktor pemungkin meliputi pengetahuan, pendapatan/pendapatan, dan dukungan keluarga. Sedangkan faktor kebutuhan mengandung faktor persepsi dan faktor motivasi. Selain menemukan faktor, penelitian ini juga menemukan kendala yang mempengaruhi partisipasi dalam JKN, dan upaya yang dapat meningkatkan aspek partisipasi JKN
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan dan SPF (Sun Protection Factor) Serum Ekstrak Etanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca L)
Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca L) mengandung saponin, polifenol, tanin, flavonoid dan terpenoid yang merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan merupakan zat kimia yang dalam kadar tertentu dapat mencegah kerusakan oksidatif dan melindungi sel dari resiko radikal bebas, yang merupakan jenis senyawa fenolik seperti flavonoid. Tujuan Penelitian untuk mengetahui ekstrak etanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca L) dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan serum yang stabil secara fisika dan kimia, dan mengetahui total aktivitas antioksidan serum ekstrak etanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca L) serta nilai Sun Protection Factor. Metode penelitian eksperimental secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, lalu dibuat formulasi sediaan serum dengan konsentrasi F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan metode Fosfomolibdat. Hasil penelitian diperoleh total aktivitas antioksidan serum ekstrak etanol kulit pisang raja F1(5%) 80,2232 mgQE/mL, F2(10%) 132,6691 mgQE/mL, F3(15%) 183,6267 mgQE/mL dan ekstrak kulit pisang raja (Musa paradisiaca L) dapat dibuat dalam bentuk sediaan serum sebagai antioksidan, serta nilai SPF F1(5%) 3 (proteksi minimal), F2(10%) 5 (proteksi sedang), F3(15%) 4 (proteksi minimal) dan K+ 3 (proteksi minimal). Total aktivitas antioksidan yang paling tinggi diperoleh dari formula (15%) yaitu 183,6267 mgQE/mL serta nilai SPF yang paling baik diperoleh dari formula (10%) dengan kategori proteksi sedang
Analisis Efek Samping Kanamisin dan Kapreomisin terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien TB RO di RSUD Dr. Soetomo: Adverse Effect Analysis of Kanamicin and Capreomycin on Kidney Function in DR TB Patients at Dr. Soetomo Hospital
Tingginya efek samping dan lamanya terapi pengobatan TB resisten menjadi kendala utama dalam keberhasilan terapi TB resisten. Salah satu efek samping obat yang serius dan dapat mengancam jiwa adalah gangguan ginjal. Kanamisin dan kapreomisin merupakan obat TB MDR yang dapat menyebabkan efek samping gangguan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi efek samping hipokalemia dan nefrotoksik pada pasien TB MDR, berapa lama onsetnya, dan bagaimana cara pengatasannya. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien di poli rawat jalan TB MDR RSUD dr. Soetomo Surabaya selama periode Januari 2018-Juni 2020. Didapatkan 183 rekam medis pasien dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 112 rekam medis. Efek samping yang diteliti adalah hipokalemia dan nefrotoksik yang dianalisis berdasarkan kadar kalium dan serum kreatinin. Hasil penelitian menunjukkan efek samping terhadap gangguan ginjal lebih banyak ditemukan pada kelompok pasien yang menggunakan kapreomisin dibandingkan pada kelompok pasien yang menggunakan kanamisin, yaitu hipokalemia 70,45% dan nefrotoksik 30,23% pada kelompok kapreomisin, sedangkan pada kelompok kanamisin hipokalemia 38,24% dan nefrotoksik 20,29%
Aktivitas Penghambatan Enzim Tirosinase Secara In Vitro Solid Lipid Nanopartikel Tetrahidrokurkumin
Tetrahidrokurkumin (THC) adalah salah satu senyawa polifenol yang memiliki khasiat sebagai pencerah kulit. THC merupakan turunan kurkumin dimana THC memiliki warna serbuk kuning muda hingga putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas penghambatan enzim tirosinase terbaik dari senyawa tetrahidrokurkumin yang diformulasi dalam bentuk solid lipid nanopartikel (SLN) dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif. SLN yang terbentuk dikarakterisasi dari ukuran partikel, morfologinya, zeta potensial serta indeks polidipersitas dan diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan SLN THC memiliki ukuran partikel 321,36±1,800 nm, indeks polidispersitas 0,265±0,005 dan zeta potensial sebesar -28,73 ± 0,450 mV. Untuk senyawa SLN THC menunjukkan aktivitas sebagai penghambat enzim tirosinase dengan nilai IC50 hambatan tirosinase 1,1050 µg/ml
Analisis Kandungan Protein dan Mineral (Fe, Ca, dan Zn) Sup Krim Instan (SKI) untuk Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting: Analysis of Protein and Mineral Content (Fe, Ca, and Zn) of Instant Cream Soup (ICS) for Pregnant Women in Preventing Stunting
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan global di dunia, begitupun di Indonesia. Prevalensinya akhir-akhir ini bersifat fluktuatif. Dibutuhkan upaya preventif untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, karena dampak dari stunting sangat merugikan bagi perkembangan suatu negara. Pada jangka pendek stunting menyebabkan gangguan perkembangan fisik, otak, kognitif, dan metabolisme tubuh. Pada jangka panjang stunting menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif, peningkatan risiko mortalitas dan morbiditas anak, penurunan produktivitas, dan penurunan pendapatan pada orang dewasa. Oleh karena itu, pengembangan produk Sup Krim Instan (SKI) diperlukan sebagai referensi suplementasi makanan bagi ibu hamil untuk pencegahan stunting sejak dini. SKI harus mengandung protein dan mineral (Fe, Ca, dan Zn) agar dapat memberikan efek terhadap stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein dan mineral (Fe, Ca, dan Zn) SKI. Kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kandungan mineral dianalisis menggunakan metode AAS. Seluruh data kandungan protein dan mineral diuji beda menggunakan two-way ANOVA. Sebagai kesimpulan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula terhadap kandungan protein. Terdapat interaksi faktor A dan faktor B terhadap kandungan Fe dan Ca, serta terdapat pengaruh pemberian maltodekstrin 0% dan 5% terhadap kandungan Zn SKI. Sebagai saran, produk ini dapat diberikan sebagai suplemen ibu hamil untuk mencegah stunting