Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Pemisahan Gadolinium Sebagai Contrast Agent Pada MRI (Magnetic Resonance Imaging) dengan Ligan Asam Di-(2-Etilheksil)Fosfat (D2EHPA) dan Tributilfosfat (TBP) Secara Ekstraksi Cair-Cair dengan Pelarut Organik-Kerosin
Gadolinium pada industri kesehatan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan contrast agent sebagai Gd-DTPA pada MRI. Gadolinium adalah salah satu unsur tanah jarang golongan menengah dan terdapat dalam mineral monasit. Telah dilakukan penelitian terhadap pemisahan Gd(III) menggunakan ligan TBP, ligan D2EHPA dan campuran ligan TBP dan D2EHPA ( 1 : 1 ; 1 : 2 dan 2 : 1 ), disertai pengaruh waktu ekstraksi 10 dan 15 menit serta volume larutan Gd(III) 30 mL dan 50 mL. Diperoleh hasil pada kondisi terbaik untuk pengikatan Gd(III) yaitu pada waktu ekstraksi 10 menit dan volume larutan Gd(III) 30 mL. Komposisi ligan yang baik pada TBP : D2EHPA (1 : 2)
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Acalypha indica Linn dan Peperomia pellucida [L.] H.B.K. terhadap Fungsi Ginjal Tikus Putih
Herba akar kucing (Acalypha indica) dan herba suruhan (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal Indonesia yang dapat digunakan dalam menurukan kadar asam urat. Efek yang ditimbulkan harus didukung dengan tingkat keamanan dalam penggunaan terhadap tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak terhadap fungsi ginjal tikus putih jantan dan betina. Parameter yang diamati adalah parameter kimia ginjal, yaitu kadar kreatinin dan kadar urea plasma, serta didukung oleh parameter histologis ginjal, yaitu diameter glomerulus dan jarak ruang antara glomerulus dan Kapsula Bowman. Pada kombinasi dosis tertinggi yang digunakan (0,4 g herba suruhan dan 10,8 g akar kucing/200g BB) tidak memberikanperbedaan yang bermakna pada semua parameter terhadap ginjal tikus putih jantan dan betina bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (α = 0,05). Begitupula pada pemberian dosis tunggal herba suruhan (0,2 g/200g BB) dan herba akar kucing (5,4 g/200g BB). Demikian, penggunaan ekstrak herba suruhan dan akar kucing pada dosis tersebut aman bagi ginjal.
Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) dengan GC-MS: Identification of Active Compound in Pulutan (Urena lobata L) Leaf extract using GC-MS
Daun pulutan (Urena lobata Linn) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komponen senyawa aktif yang terdapat di dalam ekstrak etanol daun pulutan dengan menggunakan GC-MS. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50% daun pulutan mengandung 6 senyawa yang didominasi oleh n-Hexadecanoic acid dan Stigmasta-3,5-diene. Sedangkan ekstrak etanol 70% terdapat 18 senyawa yang didominasi oleh 4h-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2-methoxy-4-vinylphenol, phenol, 2,6-dimethoxy-, dann-hexadecanoic acid
Manajemen Keluarga Terhadap Penanganan ISPA Berulang Pada Balita di Puskesmas Mangunsari Salatiga
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA yaitu salah satunya adalahketidakmampuan keluarga dalam penanganan dan pencegahan ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui dan memaparkan bagaimana manajemen keluarga di Salatiga terhadap penanganan ISPAberulang pada anggota keluarga yang berusia balita dan karakteristik responden. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Respondenyang terlibat adalah keluarga dengan kriteria memiliki balita yang mengalami ISPA berulang rata-ratasebanyak 2-3 kali dengan data yang diperoleh dari Puskesmas Mangunsari di Salatiga. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seluruh (50) responden memiliki manajemen yang baik dalam melakukan penangananISPA berulang pada balita. Penanganan ISPA berulang dalam penelitian ini adalah pemberian obat penurungejala, rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat dan rehabilitasi di rumah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keluarga dalam penanganan ISPA berulang pada balita di PuskesmasMangunsari Salatiga termasuk dalam kategori baik yang dinilai berdasarkan sumber informasi terkait duaaspek penelitian yaitu pengetahuan keluarga terkait ISPA dan penanganan awal ISPA berulang pada balita
Hubungan Kadar Troponin T dengan Lama Perawatan dan Mortalitas Selama Perawatan pada Pasien Infark Miokard Akut di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Peningkatan kadar biomarka jantung merupakan salah satu tanda terjadinya infark miokard akut (IMA). Biomarka jantung terdapat beberapa macam seperti CK-MB, troponin T, troponin I, LDH, dan mioglobin. Troponin merupakan salah satu biomarka jantung yang direkomendasikan karena spesifisitasnya yang tinggi. Selain menandakan terjadinya IMA, troponin T juga diketahui memiliki hubungan dengan durasi iskema, derajat iskemia, luas infark, komplikasi, bahkan mortalitas pada pasien IMA. Hal-hal inilah yang diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lama perawatan dan mortalitas selama perawatan pada pasien IMA. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara kadar troponin T dengan lama perawatan dan mortalitas selama perawatan pada pasien IMA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan data sekunder. Partisipan dalam penelitian ini adalah pasien IMA yang dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan periode 01 Januari 2018 – 31 Desember 2018 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Partisipan penelitian ini berjumlah 86 orang. Hasil penelitian menemukan rerata kadar troponin T pada pasien IMA sebesar 1159,93±2352,801 pg/ml, rerata lama perawatan sebesar 5,11±5,883 hari, dan persentase mortalitas selama perawatan sebesar 10,5%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa troponin T tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan lama perawatan (p=0,109) dan mortalitas selama perawatan (p=1,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kadar troponin T tidak berhubungan dengan lama perawatan dan mortalitas selama perawatan pada pasien IMA
Review: Perbandingan Beberapa Ekstrak Kulit Buah sebagai Anti-hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana pigmentasi tidak rata di area kulit. Salah satu perawatan yang paling direkomendasikan untuk hiperpigmentasi adalah menggunakan hidrokuinon. Tetapi alternatif lain seperti bahan-bahan alami juga mendapatkan popularitas sebagai alternatif produk pencerah kulit yang baru meninjau studi klinis dengan menentukan perbandingan ekstrak kulit buah yang memiliki kemampuan terbaik untuk menghambat proses melanogenesis. Metode yang digunakan yaitu dengan pencarian data secara sistematis dengan database PubMed, NCBI dan SCOPUS yang dilakukan pada bulan Oktober 2020 yang menggunakan berbagai nama bahan, "IC50" dan "Anti - hiperpigmentasi". Diharapkan terbentuknya tinjauan literatur untuk mengungkapkan ekstrak mana yang memiliki kemampuan terbaik dalam menghambat proses melanogenesis. Ekstrak kulit jeruk, kulit apel, kulit pepaya, kulit pisang, dan terutama kulit delima yang memiliki aktivitas anti-tirosinase yang kuat dan dapat digunakan sebagai agen pemutih kulit
Pengaruh Konsumsi Pisang Ambon (Musa paradisiaca) terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang disebabkan peningkatan curah jantung dan resistensi perifer pembuluh darah. Hipertensi dapat diobati dengan obat-obatan dan konsumsi buah serta sayur terutama buah yang mengandung kalium seperti pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang ambon dalam membantu terapi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan. Metode yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini sebanyak 15 penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test, Wilcoxon Signed Ranks Test, Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata tekanan darah kelompok kontrol sebelum perlakuan 152/92 mmHg dan setelah perlakuan 149,33/92 mmHg dibandingkan rata-rata tekanan darah kelompok perlakuan sebelum perlakuan 152/88,67 mmHg dan setelah perlakuan 137,33/84 mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat pengaruh variabel kelompok kontrol pada tekanan darah sistolik ataupun diastolik penderita hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan serta terdapat pengaruh variabel kelompok perlakuan pada tekanan darah sistolik ataupun diastolik penderita hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan
Hubungan Karakteristik Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang
Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum dijumpai pada wanita dan merupaka kanker yang dominan di Indonesia. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat berdampak pada kualitas hidup pasien baik fisik, psikologis, maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui hubungan karakteristik terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian dekstriptif dengan desain cross sectional study. Kualitas hidup pasien diukur menggunaan kuisioner EORTC QLQ-C30. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker payudara di RSUP Dr Kariadi Semarang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Mann-Whitney dan Kruskal Wallis. Dari hasil analisis karakteristik usia, pendidikan, pendapatan, status pernikahan, stadium kanker dan jenis kemoterapi memiliki hubungan terhadap status kesehatan global, skala fungsional dan skala gejala. Sedangkan pada karakteristik status pekerjaan tidak terdapat hubungan yang bermakan (p > 0,05) terhadap status kesehatan global, skala fungsional dan skala gejal
Tingkat Pengetahuan tentang Kanker Payudara dan Perilaku SADARI pada Mahasiswi Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Level of Knowledge about Breast Cancer and BSE Behaviours in Students of Medical Study Program, Faculty of Medicine, University of Mulawarman
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di seluruh dunia. Tingginya angka mortalitas akibat kanker payudara disebabkan oleh banyaknya jumlah pasien kanker yang baru datang dengan stadium lanjut. Perilaku periksa payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas, di mana faktor predisposisi yang meliputi tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi kemauan seseorang untuk melakukan screeningkanker payudara. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan cross-sectional yangbertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang kanker payudara, dan perilaku SADARI pada mahasiswi Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda . Sumber data pada penelitian menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh mahasiswi dengan google form. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda yang berjumlah 111 mahasiswi yang terdiri dari mahasiswi tahun ke IV(37,8%), mahasiswi tahun ke III (35,1%), dan mahasiswi tahun ke II(27%). Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswi tentang kanker payudara dengan kategori rendah sebanyak 3 (2,7%) mahasiswi, kategori sedang sebanyak 44 (39,6%) mahasiswi, dan kategori tinggi sebanyak 64 (57,7%) mahasiswi. Mahasiswi yang memiliki perilaku SADARI kurang baik sebanyak 13 (11,7%) mahasiswi, perilaku cukup baik sebanyak 70 (63,1%) mahasiswi, dan perilaku baik sebanyak 28 (25,2%) mahasiswi. Disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswi Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai kanker payudara dan perilaku SADARI yang cukup baik
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Mangrove Rhizopora mucronata: Antioxidant and Antidiabetic Activity Testing of Mangrove Leaf Extracts (Rhizopora mucronata)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan antioksidan serta antidiabetes ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata. Tumbuhan sampel yang digunakan diambil di pesisir pantai Muara Badak. Sampel daun mangrove R. mucronata yang telah dikeringkan diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi secara partisi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, diklorometan dan etil asetat. Ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata dilanjutkan dengan uji fitokimia menggunakan uji warna, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, uji antidiabetes menggunakna metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Hasil uji fitokimia ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata positif mengandung senyawa metabolit golongan alkaloid, flavonoid, tannin, dan fenolik. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total diklorometan memiliki nilai IC50 sebesar 70,38 ppm dan hasil uji antidiabetes berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok V dengan dosis 250 mg/kgBB yaitu sebesar 68,78%. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 59,89 ppm sedangkan untuk hasil uji antidiabetes ekstrak etil asetat berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok IV dengan dosis 125 mg/kgBB yaitu sebesar 28,89%. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak total diklorometan dan etil asetat memiliki aktivitas antioksida dengan kategori kuat. Ekstrak diklorometan berpotensi sebagai antidiabetes karena mampu menurunkan kadar glukosa dengan persentase penurunan kadar glukosa yang tertinggi