Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Evaluasi Terapi Antibiotik pada Pasien Diare Akut Anak di Salah Satu Rumah Sakit Umum di Samarinda

    No full text
    Diare akut pada anak merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan pada kondisi tertentu memerlukan terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita diare akut di salah satu rumah sakit umum di Samarinda menggunakan metode ATC/DDD dan perhitungan DU 90%. Penelitian ini merupakan studi observasional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien usia ≤5 tahun periode Februari–April 2023. Sebanyak 76 pasien memenuhi kriteria inklusi dengan mayoritas kelompok usia 1–5 tahun dan lama rawat 4–6 hari. Ampicillin/sulbactam merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan dengan nilai DDD/100 dan DU 90% tertinggi. Total nilai DDD/100 hari rawat sebesar 27,83 dengan lama rawat inap 279 hari menunjukkan penggunaan antibiotik yang cukup tinggi. Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan rasionalitas penggunaan antibiotik untuk mencegah resistensi dan meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien anak

    Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Tentang Swamedikasi Penyakit Gastritis di Pondok Pesantren Sunan Giri Salatiga Tahun 2025

    No full text
    Gastritis merupakan proses inflamasi pada mukosa lambung yang dapat disebabkan oleh iritasi, infeksi, maupun gaya hidup tidak sehat, dan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat memperburuk kondisi bahkan berakibat fatal. Swamedikasi adalah upaya pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh individu tanpa pengawasan langsung dari tenaga medis, bertujuan untuk mengatasi gejala gastritis cepat dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan santri mengenai swamedikasi penyakit gastritis di Pondok Pesantren Sunan Giri Salatiga tahun 2025. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dan pendekatan one group pretest posttest, penelitian ini melibatkan 84 santri yang mengikuti edukasi tentang swamedikasi gastritis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan santri setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0,000 (p < 0.05) yang menegaskan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pemahaman tentang penyebab, gejala, dan tata cara swamedikasi gastritis secara aman.

    Pengaruh Status Pernikahan terhadap Ketidakpatuhan Minum Obat Antihipertensi di Provinsi Banten: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia 2023

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas global. Kepatuhan minum obat antihipertensi berperan penting dalam mencapai kontrol tekanan darah optimal dan mencegah komplikasi jangka panjang, namun berbagai faktor sosial, termasuk status pernikahan, dapat memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol untuk mengetahui pengaruh status pernikahan terhadap ketidakpatuhan minum obat di Provinsi Banten dengan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Populasi penelitian adalah penderita hipertensi berdasarkan diagnosis dokter dan/atau hasil pengukuran saat survei di Provinsi Banten, dengan pengecualian pada responden yang datanya tidak lengkap. Sampel dipilih melalui metode matching 1:1 berdasarkan usia dan jenis kelamin, sehingga diperoleh 419 kasus (tidak patuh) dan 419 kontrol (patuh). Analisis dilakukan menggunakan analisis complex sample meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh status pernikahan dengan ketidakpatuhan minum obat antihipertensi. Responden yang belum menikah (termasuk cerai) memiliki kemungkinan 1,7 kali lebih besar untuk tidak patuh minum obat dibandingkan mereka yang sudah menikah.  Intervensi kesehatan dapat melibatkan keluarga atau pasangan sebagai pendamping terapi, sementara bagi pasien tanpa pasangan dapat difasilitasi melalui kader kesehatan maupun komunitas pasien

    Pengetahuan dan Kesalahpahaman tentang Tuberkulosis pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Bandung: Studi Cross-sectional

    No full text
    Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kejadian Tuberkulosis. Masyarakat pedesaan menghadapi tantangan besar dalam akses layanan kesehatan dan informasi TBC. Pengetahuan yang tidak tepat dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis, kepatuhan yang rendah dan peningkatan resiko menular. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan mengidentifikasi kesalahpahaman spesifik tentang TBC pada masyarakat pedesaan di sekitar Bandung. Metode yang digunakan adalah studi observational cross sectional, dilakukan pada 80 responden dewasa di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan sekitar Bandung pada Juni 2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik bola salju. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur yang telah tervalidasi (Cronbach alpha 0,762). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji bivariat dengan SPSS 26. Hasil penelitian rata-rata skor pengetahuan adalah 6,35±1,68 dengan distribusi kategori cukup 71,25%, baik 22,5% dan kurang 6,25%. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara karakteristik demografis dengan tingkat pengetahuan . Kesalahpahaman kritis meliputi : TBC hanya menyerang paru-paru (83,75%salah paham). Menghentikan pengobatan setelah merasa sehat (60%), stigma isolasi penderita (56,25%) dan batuk lama sebagai gejala utama hanya diketahui 61,25% responden. Masyarakat pedesaan sekitar Bandung memiliki pengetahuan TBC kategori cukup dengan kesalahpahaman kritis pada aspek TBC ekstrapulmonal, durasi pengobatan, dan stigma sosial . Diperlukan program edukasi menyeluruh yang berfokus pada koreksi kesalahpahaman spesifik.

    Hubungan Antara Kejadian Anemia dengan Temuan Endoskopi Saluran Pencernaan Atas pada Pasien Tanpa Manifestasi Hematemesis dan Melena: Association Between Anemia and Clinical Presentation Upper Gastrointestinal Endoscopic Findings in Patients Without Hematemesis or Melena

    No full text
    Latar Belakang: Endoskopi saluran cerna atas berperan penting dalam mengevaluasi anemia pada pasien tanpa hematemesis atau melena. Berbagai kelainan mukosa dapat menyebabkan perdarahan kronis yang tidak tampak. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara anemia dan jenis lesi endoskopi pada pasien tanpa manifestasi perdarahan. Metode: Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis, hasil endoskopi, serta parameter hematologi (Hb, MCV, MCH) pasien berusia >18 tahun yang menjalani endoskopi di RS Atma Jaya (2018–2024). Pasien hamil dan penderita komorbid kronis dieksklusi. Lesi diklasifikasikan menjadi erosif dan non-erosif. Karena distribusi Hb tidak normal, analisis hubungan dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 223 pasien memenuhi kriteria. Mayoritas memiliki kadar Hb normal (74,89%), sedangkan anemia ditemukan pada 25,11%. Lesi erosif merupakan temuan utama (73,99%), sementara 26,01% menunjukkan mukosa non-erosif. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara anemia dan jenis lesi endoskopi (p = 0,077) maupun antara derajat anemia dan kategori lesi (p = 0,097). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kejadian maupun derajat anemia dengan jenis lesi endoskopi saluran cerna atas pada pasien tanpa manifestasi perdarahan

    Efektivitas Antipiretik Ekstrak Air Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus): Antipyretic Effectiveness of Water Extract of Karamunting Leaves (Melastoma Malabathricum L.) Against White Mice (Mus Musculus)

    No full text
    Demam adalah respons alami yang muncul sebagai tanda adanya infeksi, zat pemicu panas (pirogen), dan imunisasi. Umumnya, masyarakat mengatasi demam dengan menggunakan obat-obat sintesis, namun memiliki efek samping seperti kerusakan pada ginjal apabila digunakan dalam jangka waktu panjang. Salah satu alternatif untuk mengatasi demam yaitu menggunakan bahan alam seperti daun karamunting  (Melastoma malabathricum L.) karena terdapat kandungan senyawa aktif yang mempunyai efek sebagai antipiretik.  Tujuan dari penelitianlini adalah untuk mengkaji hasil rendemen serta kandungan senyawanmetabolit sekunder dalam ekstrak daun karamunting, dan mengetahui efektivitas dari ekstrak daun karamunting sebagai antipiretik. Metode penelitian ini menggunakan mencit putih jantan 30 ekor yang dibagicmenjadi 5 keIompok yaitu kontroI positif (parasetamol), kontroI negatif (Na-CMC), dan keIompok perIakuan ekstrak dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/KgBB. Lalu diberikan pepton 10% secara subkutan sebagai induksi demam. Suhu tubuh diukur denganitermometer digital pada rektal mencit tiap 30 menit selama 120 menit. Data yangndiperoleh digunakan untuknmenghitung AUC, DAP (Daya Antipiretik). Kemudian data tersebut dianalisa dengan uji Saphiro wilk, Levene lalu uji One way ANOVA dan uji Post hoc Tukey. Hasil menunjukkanlbahwa ekstrak air daun karamunting mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, lalu hasil Dari pengukuran suhu tubuh mencit menunjukkan ekstrak air daun karamunting memiliki efek antipiretik dan dosis yanglpaling efektif yaituldosis 50 mg/KgBB

    Kemampuan Mahasiswa Farmasi (S1) dalam Menyelesaikan Kasus Swamedikasi Dispepsia dengan Tanda Bahaya: The Ability of Pharmacy Students in Managing a Self-Medication Case of Dyspepsia with Alarm Symptoms

    No full text
    Kemampuan melakukan praktek swamedikasi merupakan salah satu kompetensi utama bagi apoteker. Penelitian terdahulu pada kasus swamedikasi dispepsia dengan tanda bahaya (perlu dirujuk ke dokter) menunjukkan kemampuan mahasiswa (S1) maupun apoteker masih sub-optimal, namun penelitian ini masih perlu dikonfirmasi dengan lebih banyak variasi kasus swamedikasi dispepsia dengan rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketepatan pemberian rekomendasi dan alasan pemberian rekomendasi pada kasus swamedikasi dispepsia dengan tanda bahaya oleh mahasiswa S1 farmasi. Penelitian potong-lintang dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan terbuka terkait rekomendasi dan alasan pemberian rekomendasi pada kasus vignette swamedikasi dispepsia dengan tanda bahaya dilakukan di salah satu fakultas farmasi di Jawa Timur. Content analysis digunakan untuk analisis jawaban partisipan. Sebanyak 116 dari total populasi 162 mahasiswa mengikuti penelitian. Dari 116 partisipan, 107 (92%) dapat memberikan rekomendasi tepat dengan alasan yang tepat, yaitu merujuk pasien ke dokter karena adanya tanda bahaya atau alasan lain yang dianggap tepat. Kemampuan mahasiswa pada penelitian ini sudah cukup optimal dalam memberikan rekomendasi pada kasus swamedikasi dispepsia dengan tanda bahaya. Penelitian lanjutan pada institusi pendidikan lain diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait kemampuan mahasiswa S1 farmasi sebagai calon apoteker Indonesia dalam menangani swamedikasi

    Status Nutrisi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis dan Non-dialisis di RS Atma Jaya Tahun 2021-2024: Nutritional Status of Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis and Non-Dialysis at Atma Jaya Hospital from 2021 to 2024

    No full text
    Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi lebih dari 10% populasi dunia. Malnutrisi sering dijumpai pada pasien PGK, baik yang menjalani hemodialisis maupun non-dialisis, dan berhubungan dengan penurunan kualitas hidup, serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Metode ini menggunakan metode retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien PGK stadium 4-5 di RS Atma Jaya periode Januari 2021-Desember 2024.Variabel yang ditetapkan berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat komorbiditas, berat badan, dan tinggi badan.. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan antara kelompok hemodialisis dan non-dialisis diuji menggunakan independent t-test (p<0,05). Sebanyak 184 pasien memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 112 pasien hemodialisis dan 72 pasien non-dialisis. Rerata usia pasien hemodialisis adalah 57,86±13,98 tahun dan non-dialisis 64,97±13,6 tahun. Proporsi laki-laki lebih tinggi pada kedua kelompok. Komorbiditas utama adalah hipertensi, diabetes melitus tipe 2, anemia, penyakit jantung koroner dan dislipidemia. Rerata IMT pasien hemodialisis adalah 22,16 kg/m² (kategori normal), sedangkan rerata IMT pasien non-dialisis adalah 23,99 kg/m² (kategori overweight). Uji t menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (t(182) = 3.12; p = 0,002). Kesimpulan pada penelitian ini Pasien hemodialisis memiliki rerata IMT normal sedangkan pasien non-dialisis memiliki rerata IMT overweight dengan perbedaan yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok

    Analisis Jumlah Monosit Pada Sediaan Apus Darah Penderita Malaria Yang Di Cross – Chek UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara: Analysis Of The Number Of Monocysts In Blood Smears of Malaria Patients Cross-Checked by the Southeast Sulawesi Health Laboratory Center

    No full text
    Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk mosquito-borne parasitic disease dan menjadi permasalahan global dengan kematian mencapai 1,5-2,7 juta orang per tahun. Pada infeksi malaria sering terjadi perubahan hematologi berupa anemia, trombositopenia, dan leukopenia hingga leukositosis. Parasit malaria berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh bawaan selama siklus hidupnya, dengan monosit dan makrofag memainkan peran utama dalam respon inflamasi spesifik jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah monosit yang terdapat pada apusan darah tipis penderita malaria yang telah di-cross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis ini penelitian deskriptif untuk menganalisa jumlah monosit pada apusan darah tipis sebanyak 20 sampel yang dicross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian dapat disimpulkan terjadinya monositosis pada sediaan apusan darah penderita malaria dengan perolehan jumlah total monosit adalah 273 sel. Jika dibandingkan dengan nilai normal monosit yaitu 2-8% dari 100% yang berarti 2-8 sel dari 100 hitung sel dan jika ditotal 20 dari jumlah sediaan apusan normal berada pada angka 40-160 sel. Maka jumlah yang diperoleh 1,7 kali lipat lebih banyak dari normalnya. Juga peningkatan lebih dari 5,65 %. Kesimpulan dari keseluruan slide apusan terjadi 100% monositosis pada penderita malaria. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melihat perbedaan jenis plasmodium terdapat jumlah leukosit

    Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat  Berkhasiat Analgetik Di Desa Soleh Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku: Ethnopharmacology Study Of Analgesıc-Healthy Medıcınal Plants In Soleh Vıllage, Huamual Belakang Dıstrıct, West Seram Regency, Maluku Provınce

    No full text
    Nyeri merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 70% populasi dunia mengalaminya. Meskipun obat modern seperti NSAID efektif, penggunaannya sering dibatasi oleh efek samping serius. Oleh karena itu, eksplorasi tanaman obat sebagai sumber analgetik alami menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan mengkaji tanaman obat berkhasiat analgetik di Desa Soleh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif deskriptif, melibatkan 14 responden berusia 30-80 tahun. Data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan parameter Use Value (UV), Fidelity Level (FL), dan Plant Part Value (PPV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Soleh menggunakan 35 jenis tanaman obat dari 28 famili untuk pengobatan nyeri. Bagian tumbuhan yang paling sering digunakan adalah daun (57,1%), diikuti kulit batang (17,1%) dan rimpang (8,57%). Tiga tanaman dengan nilai UV dan FL tertinggi adalah Sirih Cina (Piperomia pellucida), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Kayu Manis (Cinnamomum verum). Metode pengolahan yang paling dominan adalah perebusan

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇