Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Antioksidan Parang Romang: Qualitative and Quantitative Antioxidant Analysis of Parang Romang

    No full text
    Antioksidan dapat ditemukan secara alami pada tumbuhan, hewan, dan mikroba, atau dapat diproduksi secara kimia. Dalam Pemilihan tumbuhan untuk mencari senyawa bioaktif baru dapat dilakukan melalui pendekatan etnobotani dan kemotaksonomi. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai antioksidan adalah parang romang (Boehmeria virgata). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas antioksidan dari tumbuhan parang romang pada bagian akar, batang, daun, dan bunga secara kualitatif dan kuantitatif. Tumbuhan parang romang yang digunakan diperoleh dari Kabupaten Malino, Sulawesi Selatan. Bagian akar, batang, daun, dan bunga yang digunakan diekstraksi dengan metode refluks kemudian dipekatkan dengan rotavapor. Tiap-tiap bagian tumbuhan dianalisis kandungan kimia dan aktivitasnya secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan pereaksi semperot sitroborat, folin ciocalteu, DPPH, FRAP, dan CUPRAC, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan secara spektrofotometri dengan metode DPPH. Bagian akar, batang, daun, dan bunga terdeteksi mengandung senyawa fenol dan flavonoid, serta memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan analisis kualitatif. Aktivitas antioksidan bagian tumbuhan parang romang tergolong kuat hingga sangat kuat dengan nilai AAI 1,5 – 4,54. seluruh bagian tumbuhan yang diujikan memiliki aktivitas antioksidan.

    #JALANKITA: Pemantauan Penyakit Komorbid Penyulit Covid-19 Berbasis Android pada Lansia di Masa Pandemi di Kota Balikpapan: #JALANKITA: Monitoring of Covid-19 Comorbidities on Android Base for the Elderly in the Pandemic Period in the Balikpapan City

    No full text
    Lanjut usia atau biasa disebut lansia adalah kategori umur yang memiliki angka kematian tertinggi akibat infeksi Covid-19, hal ini disebabkan selain karena faktor usia juga karena penyakit bawaan yang banyak diderita oleh lansia. Pada masa sekarang ini penggunaan smartphone sudah menjangkau hingga kategori lansia dan telah banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Melihat fenomena ini maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menggunakan aplikasi berbasis android dalam melakukan observasi dan pengawasanguna melihat penyakit penyerta penyulit Covid-19 pada lansia. Penelitian ini menggunakan 112 sampel yang berada di kota Balikpapan dan berusia di atas 50 tahun yang dilakukan selama 3 hari pada bulan Agustus 2020 . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil pada penelitian ini didapatkan usia terbanyak yang menjadi responden adalah 50-59 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah wanita dan penyakit komorbid terbanyak yang diderita adalah darah tinggi atau hipertensi

    Pengontrolan Pemanfaatan Daun Kacang Babi dan Telur Keong Emas sebagai Nutrisi Alami pada Tanaman Cabai Hidroponik dengan Sistem NFT: Controlling the Utilization of Tephrosia vogelii leaves and Pomacea canaliculata eggs as Natural Nutrients in Hydroponic Chili Plants with the NFT System

    No full text
    Salah satu efek  penggunaan nutrisi kimia AB-Mix dalam jangka panjang pada penanaman sistem hidroponik  adalah  tidak terserapnya seluruh unsur nutrisi tersebut oleh tanaman. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengganti nutrisi kimia tersebut dengan jenis nutrisi alami. Pada penelitian ini telah dibuat rancang bangun sistem kontrol nutrisi alami untuk tanaman cabai sistem hidroponik, yang mana nutrisi alaminya terbuat dari daun kacang babi dan telur keong emas. Pengontrolan dilakukan terhadap kadar pH dan TDS dimana setpointnya telah disesuaikan dengan pH dan kadar TDS tanaman cabai hidroponik. Dari hasil kalibrasi diperoleh akurasi sensor pH sebesar 99,8% dan sensor TDS sebesar 89,04%. Adapun hasil pengamatan tumbuh kembang tanaman cabai hidroponik hingga hari ke-57, untuk yang menggunakan protein alami diperoleh tinggi tanaman setinggi 29 cm, lebar daun 6,5 cm, dan panjang daun 12,23 cm, yang mengunakan AB-Mix diperoleh tinggi tanaman 15,5 cm, lebar daun 4,95 cm, dan panjang daun 9 cm, dan tanaman yang tumbuh dengan menggunakan media tanah dimana tinggi tanaman 4,25 cm, lebar daun 1,625 cm, dan panjang daun 2,6 cm

    Hubungan Usia Pasien, Jenis Fraktur dan Lokasi Fraktur Tulang Panjang Terhadap Lama Rawat Inap Pasca Bedah di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta: The Relationship of Patient Age, Fracture Type and Location of Long Bone Fracture to Length of Stay Post-Surgery at the Orthopedic Hospital Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta

    No full text
    Fraktur adalah salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi yang salah satu penanganannya dilakukan tindakan operatif. Beberapa masalah dapat mempengaruhi prognosis serta penyembuhan luka operasi dan dapat dinilai berdasarkan lama perawatan pasien fraktur. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui hubungan antara usia pasien, jenis fraktur, lokasi fraktur, dan komplikasi fraktur tulang panjang terhadap Iama rawat inap pasca bedah di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Metode sampling yang dipakai adalah purposive sampling dengan 100 responden yang tercatat di rekam medik Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr, R. Soeharso Surakarta. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden dengan usia lansia maupun non-lansia tidak mempunyai hubungan terhadap lama rawat inap pasca bedah (p = 0.670). Sedangkan untuk jenis fraktur yang dialami oleh responden mempunyai hubungan terhadap lama rawat inap pasca bedah (p = 0.000). Lokasi fraktur yang dialami oleh responden juga mempunyai hubungan terhadap Iama rawat inap pasca bedah (p = 0.020). Komplikasi fraktur yang dialami oleh responden juga mempengaruhi Iama rawat inap pasien fraktur pasca tindakan pembedahan (p = 0.001)

    Uji Aktivitas Antiketombe dan Penyubur Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Biji Kakao (Theobroma Cacao) dalam Sediaan Creambath: Anti Dandruff Activity Test and Hair Nourisher Combination of Kalamansi Orange Leaf Extract (Citrofortunella microcarpa) and Cocoa Bean Extract (Theobroma Cacao) in Creambath

    No full text
    Ketombe adalah suatu kelainan yang ditandai dengan skuamasi yang berlebihan , rasa gatal pada kulit kepala. Salah satu penyebab masalah ketombe adalah berkembangnya jamur dikulit kepala yaitu jamur Pitysporum Ovale (P. Ovale). Selain rasa gatal ketombe bisa menyebabkan kerontokan rambut meskipun tidak menyebabkan kebotakan permanen. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adalah daun jeruk kalamansi yang merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antijamur yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan kombinasi ekstrak daun jeruk kalamansi dan ekstrak biji kakao dalam formulasi creambath yang memiliki aktivitas anti ketombe dan aktivitas pertumbuhan rambut. Metode penelitian ini dilakukan ke masing masing ekstrak dan menunjukkan uji antijamur ekstrak daun jeruk kalamansi memberikan nilai KHM pada konsentrasi 3,125 % dengan kontrol positif ketokonazol, untuk ekstrak coklat tidak memberikan daya hambat, uji, pengujian pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan ekstrak pada punggung kelinci dan diukur panjangnya pada hari ke – 7,14, 21 dan 28, dengan kontrol positif Minoxidil, dan menunjukkan ektrak biji coklat dengan konsentrasi 4% memiliki perbedaan bermakna terhadap kontrol negatif. Penelitian dilanjutkan dalam bentuk sediaan creambath formula 1, formula 2, dan formula 3. Formula 1 dan 3 menunjukkan memiliki aktivitas antijamur dan uji pertumbuhan rambut, dari hasil statistik formula 3 menunjukkan perbedaan signifkan terhadap kontrol negatif

    Kajian Pola Peresepan Antibiotik pada Pasien Dewasa di Puskesmas Rawat Inap Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2019: Study of Antibiotic Prescribing Patterns in Adult Patients in Nipah Panjang Inpatient Health Center, Tanjung Jabung Timur Regency in 2019

    No full text
    Salah satu permasalahan kesehatan yang penting untuk diperhatikan alat penyakit infeksi. Penyakit infeksi khususnya di negara berkembang harus segera diatasi dengan pemberian obat kepada penderita, seperti obat yang mengandung antibiotik, antivirus, antijamur, dan anti protozoaKandungan yang paling banyak digunakan masyarakat adalah antibiotik. Antibiotik berhasil dimanfaatkan sebagai obat adalah karena ketepatan dalam peresepan antibiotik. Antibiotik yang tidak sesuai aturan resep akan membuat terjadinya ketidakrasionalan di dalam tubuh penderita. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas rawat inap Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 360 pasien sudah menggunakan antibiotik yang terdiri atas kandungan amoxicillin 68,61%, cefadroxil 9,17%, ciprofloxacin 16,11%, chloramfenikol 4,17%, eritromicyn 1,39%, dan metrominazole 0,56%. Pasien yang mendapatkan antibiotik kombinasi sebanyak 2 resep. Semua peresepan memenuhi ketepatan dosis dan frekuensi dan lama pemberian kecuali pada penggunaan antibiotik eritromicyn dan kloramfenikol. Sebanyak 328 resep tidak memenuhi ketepatan durasi penggunaan antibiotik

    Uji Efektivitas Antidiabetik Kombinasi Ekstrak Daun Senggani (Melastomapolyanthum .Bl) dan Glibenklamid dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Mencit (Mus Musculus): Antidiabetic Effectiveness Test of A Combination of Senggani (Melastoma Polyanthum .Bl) and Glibenclamide Leaf Extract in Reducing Blood Glucose Levels in Mice (Mus Musculus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetik dari kombinasi ekstrak Daun Senggani (Malestoma polyanthum Bl.) dan Glibenklamid terhadap mencit yang diinduksi aloksan.Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang dibagi atas 5 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencitjantan, kelompok I diberikan Na.CMC1%b/v, kelompok III, IV, V masing-masing diberi kombinasi ekstrak daun senggani90 mg/kgBB,180 mg/kgBB,360 mg/kgBB dan glibeklamid 5 mgsebagai kelompok perlakuan, dan untuk kelompok IIdiberi suspensi glibenklamid 5 mgsebagai pembanding. Digunakan aloksan 150 mg/KgBB sebagai penginduksi diabetesnya. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pengukuran glukosa awal, pengukuran glukosa pasca induksi dan pengukuran glukosa setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun senggani konsentrasi90 mg/kg BB,180 mg/kg BB,360 mg/kg BB memiliki efek antidiabetik pada mencitjantan.Ekstrak daun senggani 360 mg/kg BB menunjukan efek antidiabetik paling efektif, tetapi masihlebih kecil dibandingkan suspensi glibenklamid 5 m

    Analysis of Sodium Benzoate Content in Sauces Circulating in Segiri Market Samarinda City by UV-Vis Spectrophotometric Method

    No full text
    Sodium benzoate is one of the permitted preservatives, if the amount is still below the maximum limit. This study was conducted to identify sodium benzoate levels in sauces circulating in Segiri Market, Samarinda. According to BPOM RI regulation No.36 of 2013, the maximum amount of sodium benzoate used in sauce is 1000 mg/kg. In this study, a qualitative analysis of sodium benzoate was carried out using the FeCl3 reagent, where 10 sauce samples taken from the Segiri market in Samarinda City were positive of containing sodium benzoate, forming a salmon-colored or brownish-red precipitate. Quantitative analysis was performed using a UV-Vis spectrophotometer where sodium benzoate was measured at a maximum wavelength of 226 nm. The verification parameters tested in this study are accuracy test and precision test. Based on the verification parameters, the average % recovery was 94.505% which is still in the range of 80-110%, and %RSD of 0.0642% which is less than 2%. Based on quantitative analysis, sample A content was 2,084.8 mg/kg, sample B was 1,895.1 mg/kg, sample C was 2,547.4 mg/kg, sample D was 1,700.7 mg/kg, sample E was 1,466 mg/kg, sample F was 7. 100.1 mg/kg, sample G by 1,388.1 mg/kg, sample H by 1,587.6 mg/kg, sample I by 1,647.1 mg/kg, sample J by 3,172.9 mg/kg, the sodium benzoate content in the sauce samples above the maximum amount as determined by the  BPOM regulation No. 36 of 2013

    Uji Skrining Fitokimia dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.): Phytochemical Screening Test and Sunscreen Activity of Bangkal Leaf Ethanol Extract (Nauclea subdita (Korth.) Steud.)

    No full text
    Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang berasal dari Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan antioksidan sehingga mampu melindungi kulit dari adanya radiasi sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fitokimia dan aktivitas tabir surya berdasarkan nilai Sun Protecting Factor (SPF) pada ekstrak etanol daun N. subdita. Kandungan fitokimia dilakukan dengan menggunakan uji tabung dan pengujian terhadap aktivitas tabir surya dilakukan secara in vitro dengan menentukan nilai SPF menggunakan instrumen spektrofotometer uv-vis. Hasil pengujian skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun N. subdita mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid, dan tannin sedangkan hasil pengujian aktivitas sebagai tabir surya dari ekstrak etanol daun N. subdita yang memiliki nilai SPF paling tinggi adalah pada konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF sebesar 11,369 yang dikategorikan memiliki proteksi maksimal

    Migration Behavior of Immunoglobulin Y in Native Page Electrophoresis

    No full text
    Elektroforesis protein dalam keadaan native (Native Polyacrylamide Gel Electrophoresis, native PAGE) jarang diterapkan pada penelitian. Namun, hasil native PAGE penting untuk mempelajari aktivitas dan interaksi protein. Penelitian ini mempelajari perilaku migrasi imunoglobulin Y (IgY) pada pemisahan menggunakan native PAGE. IgY digunakan karena protein telah dikarakterisasi dengan baik. IgY diisolasi dari kuning telur folikel dan diperiksa dengan Sodium Dodecyl Sulphate(SDS) PAGE reduktif, nonreduktif dan clear native PAGE(CN-PAGE). Elektroferogram SDS-PAGE reduktif menunjukkan pita berukuran ~68 dan 38 kDa yang berturut-turut merupakan rantai berat dan rantai ringan IgY. Elektroferogram SDS-PAGE nonreduktif juga menunjukkan pita IgY berukuran normal~185 kDa dengan kemurnian yang tinggi.Sementara itu, elektroferogram CN-PAGE IgY membentuk pola goresan dengan rentang ukuran protein yang sangat besar yakni ~409 hingga 1048 kDa. Hasil ini memunculkan dugaan adanya agregasi atau oligomerisasi IgY. Dilusi dan disagregasi IgY dengan deterjen natrium dodesil sulfat (NDS), natrium deoksikolat (NDK), sarkosil, urea, dan gliserol tidak mengubah perilaku migrasi IgY pada CN-PAGE. Penelitian ini menyimpulkan IgY tidak membentuk agregat. Perilaku migrasi IgY yang sangat lambat, membentuk pola goresan dan tampak berukuran sangat besar diduga dipengaruhi pI dan konformasi planar dari IgY

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇