Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Hubungan Kejadian Skor Apgar Kurang dari 7 dengan Faktor Risiko Ibu dan Persalinan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2018-2019
Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi dimana terdapat gangguan pertukaran gas karbondioksida dan oksigen yang menyebabkan terjadinya hipoksemia dan hiperkarbia pada janin yang berujung pada asidosis yang biasanya dapat dilihat dari skor apgar yang rendah. Asfiksia neonatorum menempati posisi kedua tertinggi penyebab kematian neonatus dengan angka 4 juta kematian setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian skor apgar kurang dari 7 dengan faktor risiko ibu yang terdiri dari usia ibu, paritas, anemia pada saat hamil, dan faktor risiko persalinan yang terdiri dari partus lama. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol dengan sampel penelitian masing-masing sebanyak 46 untuk kelompok kasus dan kontrol. Analisis dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kejadian skor apgar kurang dari 7 dengan partus lama, serta tidak terdapat hubungan antara kejadian skor apgar kurang dari 7 dengan Usia Ibu, paritas dan Anemia
Faktor Risiko Kejadian Green Tobacco Sickness (GTS) pada Buruh Tani Tembakau: Literature Review
Green Tobacco Sickness (GTS) merupakan bentuk keracunan nikotin yang diakibatkan oleh kontak langsung antara kulit buruh tani tembakau dengan tanaman tembakau yang basah selama proses penanaman dan pemanenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian GTS pada buruh tani tembakau. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Artikel diperoleh dari database online Scopus, PubMed, ProQuest, Google Scholar, dan Portal Garuda yang diterbitkan selama 2010-2020. Artikel yang dipilih menggunakan desain studi observasional dan membahas tentang faktor risiko kejadian GTS pada buruh tani tembakau. Penilaian kualitas artikel menggunakanpedoman dari the Joanna Briggs Institute. Berdasarkan penelusuran artikel menghasilkan dua belas artikel terdiri dari tiga artikel dari jurnal nasional dan sembilan artikel dari jurnal internasional. Analisis artikel dilakukan dengan membandingkan persentase variabel yang signifikan pada keseluruhan artikel. Kajian tersebut menghasilkan faktor risiko GTS yang paling dominan yaitu penggunaan Alat Pelindung Diri dengan persentase 50% dari keseluruhan artikel
Aktivitas Neuroprotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) terhadap Demensia
Daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. Price) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, antipiretik dan sebagai obat penurun panas. Selain itu daun sisik naga juga mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, tanin dan steroid, sehinga diduga berpotensi sebagai neuroprotektan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental in vivo secara preventif dengan menggunakan mencit putih galur Swiss- Websters sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok diantaranya kelompok uji, kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok pembanding herbal dan kelompok normal, dimana masing-masing kelompok diberikan perlakuan selama 12 hari dan diberikan diazepam setelah 30 menit pemberian sampel selama 5 hari. Dilanjutkan dengan uji aktivitas menggunakan alat uji Morris Water Maze pada hari ke-8,9,10,11 (Hidden Platform) dan hari ke-12 (probe Trials). Hasil menunjukan bahwa pemberian seduhan teh celup daun sisik naga memiliki aktivitas neuroprotektan dengan potensi lebih bagus dari kelompok normal dan dapat meningkatkan memori spasial pada hewan uji model demensia yang mempunyai aktivitas hampir sama dengan kelompok pembanding herbal pegagan. Jadi daun sisik naga dapat digunakan sebagai neuroprotektan pada demensia dengan tingkat kepercayaan (p<0,005) menggunakan analisa LS
Analisis Proksimat Cookies dari Tepung Sukun (Artocarpus altilis) dan Tepung Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian diabetes mellitus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan makan dengan cara diet tinggi serat. Buah sukun dan buah naga merah merupakan pangan dengan kandungan serat yang tinggi. Cookies berbahan dasar tepung sukun dan tepung buah naga merah berpotensi untuk dijadikan makanan selingan bagi penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada cookies berbahan dasar tepung sukun dan tepung buah naga merah. Hasil dari pengujian yang dilakukan, diperoleh kadar air 4,51%, kadar abu total 5%, kadar abu tidak larut asam 0,34%, kadar glukosa 1,52%, kadar lemak 22,65%, kadar protein 11,65%, kadar karbohidrat 56,19%, dan kadar serat 21,5%. Cookies berbahan dasar tepung sukun dan buah naga merah memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes mellitus
Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Arang Aktif Batok Kelapa
Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan antibakteri dari bahan sintetik dapat mencegah terjadinya infeksi, namun tidak sedikit yang memberikan efek samping seperti iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji fisikokimia sabun cair dan mengetahui efektivitas antibakteri dengan menguji daya hambat sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi arang aktif batok kelapa F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%) dan F4 (4%). Sediaan sabun cair arang aktif batok kelapa dianalisis secara fisikokimiawi meliputi uji stabilitas busa, bobot jenis, viskositas, dan pH. Uji daya hambat bakteri dengan metode disc diffusion. Penelitian menunjukkan bahwa formula sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa memiliki nilai uji fisikokimiawi yang telah memenuhi standar SNI, pH 5,54-5,65; bobot jenis 1,02-1,06; stabilitas busa and 40,5 mm-47,75 mm, and viscosity 876,63 cPs-1662,64 cPs. Pada F2 (2%) memiliki efektivitas paling baik terhadap zona hambat untuk Staphylococcus aureus sebesar 30,85 mm. Sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa dapat digunakan sebagai sabun antibakteri yang memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus
Analisa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Sirup Poliherbal yang Mengandung Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe
Sirup poliherbal yang mengandung daun kelor, rimpang kunyit dan rimpang jahe (SPKKJ) dipercaya secara empiris oleh masyarakat kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. Indikasi tersebut disebabkan oleh senyawa fitokimia antioksidan. Kombinasi ketiganya dalam bentuk sediaan sirup merupakan salah satu bentuk sediaan dengan jalur oral yang memiliki waktu absorpsi tercepat dan mudah digunakan. Tujuan penelitian in iadalah menganalisa senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan dari SPKKJ secara scavenging DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dimana akan dihitung nilai IC50 dari sediaan sirup berdasarkan persen inhibisi terhadap peredaman DPPH. Variabel yang berperan dalam penelitian ini adalah sirup daun kelor (S1), sirup rimpang kunyit (S2), sirup rimpang jahe (S3), dan SPKKJ (S4). Digunakan pembanding sebagai kontrol positif berupa Vitamin C. Hasil menunjukkan di dalam SPKKJ terdapat saponin, tanin serta alkaloid. IC50 dari SPKKJ adalah 0.21 µg/mL yang termasuk antioksidan sangat kuat. Nilai IC50 dari SPKKJ lebih tinggi dari S1, S2, S3 dan Vitamin C, dengan perbedaan yang signifikan terhadap Vitamin C (p<0.05). SPKKJ memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk antioksidan
Kajian Praklinis Ekstrak Etanol Herba Tridax procumbens (Linn.) sebagai Antidiabetik pada Tikus Putih Diabetes (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotosin: Preclinical Study of Ethanol Extract of Herba Tridax procumbens (Linn.) as Antidiabetic in Streptozotocin-Induced Diabetic White Rats (Rattus norvegicus)
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian praklinis efek antidiabetes dari ekstrak etanol herba Tridax procumbens (Asteraceae) pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin. Prosedur penelitian dimulai dengan mengumpulkan sampel uji herba Tridax procumbens Linn (TP). Seluruh bagian tanaman TP yang telah dikeringkan diekstraksi dengan etanol (95%) dengan cara dimaserasi selama 72 jam, selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya secara umum. Untuk Uji antidiabetes dimulai dengan menginduksi tikus Wistar jantan dengan streptozotocin (50 mg/kg, ip) dan nicotinamide (120 mg/kg, ip). Tikus diabetes diobati dengan glibenklamid (0,25 mg/kg, po) dan ekstrak TP (250 dan 500 mg/kg, p.o.) selama 21 hari berturut-turut. Sampel darah dikumpulkan secara berkala untuk mengukur efek hipoglikemik ektrak TP. Kemudian, variasi berat badan mingguan dipantau untuk semua hewan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak TP memiliki efek antidiabetik yang signifikan terhadap tikus putih diabetes (Rattus norvegicus), dengan hasil terbaik pada pemberian ekstrak TP dosis 500 mg/KgBB
Pemanfaatan Limbah Pati Kulit Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Pengikat Granul Parasetamol dengan Metode Granulasi Basah: Utilization of Waste Banana Peel Starch (Musa paradisiaca) as a Binder Materialfor Paracetamol Granules Using Wet Granulation Method
Pati atau amilum merupakan karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada sediaan farmasi. Parasetamol memiliki sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk dengan bentuknya yang kristal, maka perlu dibuat granul dengan metode granulasi basah dengan pati sebagai pengikatnya. Penelitian ini menggunakan limbah kulit pisang (Musa paradisiaca) sebagai sumber pati. Tiga formula sediaan granul (F1, F2, dan F3) dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan pati limbah kulit buah pisang sebagai pengikat dengan konsentrasi 5% (F1), 8% (F2), dan 10% (F3) b/v. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kualitas granul meliputi pengujian kadar lembab, laju alir, sudut diam, dan indeks kompresibilitas, dengan hasil uji kadar lembab granul 3,52%, laju alir granul 4,8 detik, sudut diam 37,7°, dan indeks kompresibilitas 10% memenuhi parameter sediaan granul yang baik
Aktivitas Antibakteri Kokristal Sefiksim-Nikotinamida Menggunakan Agar Diffusion dan Broth Dilution Test
Sefiksim telah berhasil dibuat dalam bentuk kokristal dengan nikotinamida (koformer). Kokristal SEF-NIK dibuat dengan perbandingan mol 1:1 menggunakan metode liquid-assisted grinding. Kokristal dikarakterisasi menggunakan DSC, FTIR, SEM, dan PXRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa terbentuk kokristal antara sefiksim dan nikotinamida. Hasil uji kelarutan, laju disolusi, dan permeabilitas kokristal SEF-NIK menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan sefiksim murni. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kokristal SEF-NIK dilanjutkan ke tahap uji farmakodinamik yakni uji aktivitas antibakteri secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari teknik kokristalisasi terhadap aktvitas antibakteri sefiksim. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode yakni Agar Diffusion Method (difusi agar) dan Broth Dilution Method (dilusi cair). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kokristalisasi sefiksim dengan nikotinamida tidak menghambat efektivitasnya terhadap bakteri Escherichia coli, akan tetapi efektivitasnya lebih baik dibandingkan sefiksim murni. Pada metode difusi agar, zona hambat sefiksim terhadap bakteri Escherichia coli sebesar 6,2 mm sedangkan kokristal SEF-NIK lebih besar yakni 8,6 mm. Pada metode dilusi cair, hasil pengukuran OD bakteri Escherichia coli hari kelima pada sefiksim sebesar 1,330 sedangkan pada kokristal SEF-NIK sebesar 1,064
Preparasi dan Karakteristik Floating Tablet Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Variasi Kombinasi Xanthan Gum dan HPMC: Preparation and Characteristics of Floating Tablets of Guava Leaf Extract (Psidium guajava L.) With Variations of Xanthan Gum and HPMC Combinations
Floating Drug Delivery System (FRDDS) merupakan sebuah sistem penghantaran obat baru yang dimaksudkan untuk memperpanjang waktu tinggal obat di lambung. Salah satu bentuk dari sistem gastroretentif adalah floating tablet, yang dapat mengapung dan tinggal di lambung untuk beberapa waktu. Sediaan dengan sistem ini cocok digunakan pada obat-obat yang memiliki aksi kerja di lambung. Gastritis didefinisikan sebagai suatu peradangan atau pembengkakan pada lapisan dalam lambung. Daun jambu biji terbukti memiliki kandungan aktif yang dapat berperan sebagai antitukak lambung. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan floating tablet dan menentukan kombinasi antara HPMC dengan xanthan gum yang optimum dalam formulasi tablet floating ekstrak daun jambu biji berdasarkan pengujian keterapungan dan profil disolusi in vitro. Ekstrak dibuat menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut. Tablet dibuat sejumlah 3 formula menggunakan metode granulasi basah. Masing-masing tablet berbobot 500 mg dengan kombinasi variasi jenis HPMC K100M, HPMC K15M, HPMC K4M dengan xanthan gum sebagai floating agent. Formula menghasilkan mutu tablet yang paling baik dengan kombinasi HPMC K100M dan xanthan gum sebagai floating agent. Berdasarkan hasil profil disolusi in vitro, memperoleh kadar pelepasan obat direntang 23,604% - 26,846% dalam waktu 360 menit (6 jam).