Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Buah Jengkol(Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen) terhadap Bakteri Escherichia coli

    No full text
    Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare. Munculnya diare disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, termasuk kebersihan tangan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat lebih menyukai penggunaan hand sanitizer yang lebih praktis, mudah dibawa dan mudah digunakan. Namun kebanyakan sediaan hand sanitizer mengandung alkohol yang berpotensi menyebabkan kulit kering dan iritasi jika digunakan secara terus-menerus. Oleh karena itu, digunakan kulit buah jengkol yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan antrakuinon yang bberkhasiat sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri gel hand sanitizer ekstrak kulit buah jengkol terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel kulit buah jengkol diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah hand sanitizer dengan kandungan chloroxylenol dan kontrol negatif adalah basis gel tanpa ekstrak. Ekstrak kulit buah jengkol dibuat sediaan dalam konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Sediaan dilakukan uji stabilitas fisik selama 28 hari meliputi organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi, dan waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan dengan konsentrasi ekstrak kulit buah jengkol 5%, 10%, dan 15% secara berurutan memiliki rata-rata zona hambat sebesar 7.00 ± 0.8165 mm, 13.00 ± 0.8165 mm, dan 17.25 ± 0.95743 mm. Dari ketiga formulasi tersebut, formulasi dengan konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang paling efektif karena dengan konsentrasi yang kecil sudah memiliki daya hambat dengan kategori kuat. Gel hand sanitizer ekstrak kulit buah jengkol memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi serta stabil dalam masa penyimpanan 28 hari, namun tidak memenuhi syarat waktu mengering

    Perbandingan Statin Terhadap Kejadian Efek Samping Terkait Myalgia: Comparison of Statins to Side Effect Events Related Myalgia

    No full text
    Statin adalah golongan hiperlipidemia yang paling umum dilaporkan terkait kejadian myalgia dengan dosis 10-80 mg/hari. Kejadian myalgia yang diinduksi statin menjadi perhatian bagi peneliti, mengingat jumlah pasien hiperkolesterolemia yang menggunakan terapi statin cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui golongan statin yang berpotensi menyebebkan kejadian myalgia serta untuk mengetahui tingkat keparahan myalgia akibat penggunaan statin, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam mengatasi kejadian efek samping akibat penggunaan statin. Metode penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner FIQR dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan kasus myalgia paling banyak ditemui pada responden yang berusia 36-45 tahun (26,08 %), dan kejadian paling sedikit terjadi pada pasien > 65 tahun (8,69 %). Hasil data distribusi jenis kelamin, perempuan memiliki prevalensi sebesar 56,52 % dan laki-laki sebesar 43,47 %. Golongan statin yang digunakan oleh responden penelitian adalah simvastatin dengan presentase sebesar 58,69 %, sedangkan responden yang menggunakan atorvastatin dengan presentase 41,30 %. Kejadian myalgia yang dialami oleh responden memiliki tingkat keparahan ringan dengan proporsi sebanyak 43 orang, hingga sedang dengan proporsi 3 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah golongan statin yang berpotensi menyebabkan kejadian myalgia yaitu, simvastatin dan atorvastatin, dengan tingkat keparahan myalgia yaitu ringan hingga sedang

    Penentuan Konsentrasi Terbaik Hidrogel Tongkol Jagung (Zea Mays L.) dengan Karbopol 940 Menjadi Penurun Panas

    No full text
    Jagung disebut salah satu komoditas unggulan daerah Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Sumatera Utara. Penelitian ini untuk mengetahui apakah hemiselulosa dapat digunakan sebagai bahan dasar hidrogel dan untuk mendapatkan konsentrasi formulasi hidrogel terbaik dari kombinasi hemiselulosa pada tongkol jagung (Zea mays L.) dengan karbopol 940 sebagai sediaan obat penurun panas. Isolasi hemiselulosa tongkol jagung dilanjutkan dengan karakterisasi hemiselulosa  meliputi uji organoleptik, uji kelarutan, dan uji FTIR (Fourier Transform Infrared). Sediaan hidrogel pereduksi panas yang diperoleh selanjutnya diuji evaluasi sediaan seperti uji orgnoleptik, homogenitas, pH, keseragaman bobot dan uji derajat perkembangan. Untuk formula sediaan hidrogel yang baik adalah formula 4. Pada uji evaluasi sediaan hidrogel pereduksi panas untuk hasil uji homogenitas semua formula homogen, Hasil uji pH, formula F1 hingga F5 memenuhi syarat rentang pH fisiologis kulit, yaitu 4,5-6,5. Kesimpulan: Hemiselulosa tongkol jagung dapat digunakan sebagai basa atau kombinasi basa gel, dan konsentrasi terbaik terdapat pada formulasi 4, sehingga basis gel hemiselulosa tongkol jagung cocok sebagai hidrogel

    Gambaran Peresepan Antibiotik, Biaya, Efektifitas Terapi Pasien Demam Tifoid Rawat Inap RS Palang Biru Kutoarjo: The Image of Prescribing Antibiotics, Cost, Effectiveness of Therapy Thypod Fever Inpatient at Palang Biru Hospital Kutoarjo

    No full text
    Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut dan bersifat sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhy. Pada pengobatan demam tifoid diperlukan terapi antibiotik. Pengeluaran biaya antibiotik dapat mencapai 50% dari total anggaran obat namun belum bisa menjamin efektifitas dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan antibiotik dan biaya perawatan pada pasien demam tifoid rawat inap di RS Palang Biru Kutoarjo. Penelitian ini dirancang dengan metode desain cross sectional. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purpose sampling dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari – Desember 2019. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik kemudia dibuat tabel dan disajikan secara deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak174 pasien. Jenis antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid rawat inap di RS Palang Biru Kutoarjo yaitu cefotaxim, ceftriaxon, ciprofloxacin, metronidazol, chloramfenicol, cefixim, amoxicillin, ampicillin dan cefadroxil. Pemakaian antibiotik paling banyak yaitu cefotaxim(51,9%) dan ceftriaxon (35,4%) dengan total biaya perawatan 2.737.851 dan 2.478.83

    Aplikasi Ekstrak Tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Pengawet Alami pada Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus): Application of Kecombrang (Etlingera elatior) Plant Extract as a Natural Preservative in Tilapia (Oreochromis niloticus) Meat

    No full text
    Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah asli Indonesia yang termasuk dalam family Zingiberaceae. Senyawa aktif pada tanaman kecombrang dapat berperan sebagai antibakteri karena dapat menghambat bahkan mematikan sel bakteri sehingga ikan bisa bertahan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak tananam kecombrang sebagai pengawet daging ikan nila. Metode yang digunakan berupa ekstrak ikan nila yang telah direndam dengan ekstrak kecombrang dan penentuan protein dengan uji biuret. Hasil penelitian ini yaitu tanaman kecombrang dapat digunakan sebagai pengawet alami pada ikan nila, yang mana bunga kecombrang lebih efektif dapat  menghambat kadar protein ikan nila dibandingkan daun kecombrang

    Formulasi dan Uji SPF Sediaan Sunscreen Powder Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera)

    No full text
    Penggunaan tabir surya (sunscreen) secara berulang atau dikenal dengan istilah proses re-apply sunscreen menjadikan banyaknya jenis dan bentuk sediaan sunscreen. Sediaan sunscreen powder merupakan suatu alternatif bentuk sediaan sunscreen yang baik karena pada penggunaannya tidak merusak riasan pada wajah. Ekstrak daun kelor dengan kandungan flavonoid seperti kuersetin memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas. Senyawa antioksidan tersebut sangat penting dalam kandungan zat aktif pada suatu sediaan sunscreen. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun kelor menjadi sediaan sunscreen powder dan mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF). Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dibuat menjadi sediaan powder dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak (F1=1%, F2=2%, F3=3%). Selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kelembaban, iritasi dan SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sunscreen powder ekstrak daun kelor memenuhi persyaratan karakteristik sediaan yang baik. Nilai SPF sediaan sunscreen powder ekstrak daun kelor berdasarkan hasil uji menggunakan spektrofotometri uv-visible menunjukkan tipe proteksi ultra yaitu F1 sebesar 18,07, F2 sebesar 20,31 dan F3 sebesar 20,36

    Uji Efektivitas Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Tembelekan (Lantana Camara L.) Asal Wangi-Wangi Sulawesi Tenggara Terhadap Luka Bakar pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus)

    No full text
    Daun tembelekan (Lantana camara L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa flavanoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas salah satunya sebagai antimikroba sehingga dapat diaplikasikan pada sediaan gel. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol daun tembelekan (Lantana camara L.) dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun tembelekan yang memberikan efek tertinggi terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian meliputi ekstraksi daun tembelekan (Lantana camara L.) secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda-bedayaitu 10%, 15%, 20%, basis gel tanpa ekstrak sebagai control negatif dan gel Bioplacenton® sebagai control positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol daun tembelekan memenuhi mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Analisis uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tembelekan dalam bentuk sediaan gel yang memberikan efek tertinggi terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) adalah formula gel ekstrak etanol daun tembelekan dengan konsentrasi 20% selama 18 hari

    Analisis Kadar Kalium Ekstrak Kombinasi Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

    No full text
    Penggunaan buah pisang dan nanas yang banyak untuk berbagai olahan makanan akan menghasilkan penumpukan limbah kulit. Limbah kulit pisang dan nanas diketahui mengandung unsur kalium yang dapat diolah kembali untuk menjadi produk yang bermanfaat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kadar kalium terhadap ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Metode: pembuatan ekstrak kental dilakukan dengan metode infundasi atau infusa yang dikeringkan. Ekstrak kental didestruksi dengan cara pengabuan menggunakan tanur. Kemudian dilakukan pengujian kadar kalium menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan kalium pada ekstrak kental didapatkan sebanyak 47,483 mg/g ekstrak. Kesimpulan: ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas mengandung kalium yang berpotensi dalam menunjang kebutuhan kalium di dalam tubuh

    Pengaruh Minyak Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L) terhadap Kadar Interleukin-4

    No full text
    Jintan hitam memiliki berbagai zat berkhasiat, salah satunya adalah thymoquinon sebagai immunodulator, peran-nya terhadap Interleukin-4 dengan subjek uji klinis fase 2 sebagai sitokin anti-inflamasi yaitu dengan menghambat prostaglandin tipe E2 dari asam arakidonat melalui hambatan induksi terhadap cyclooxigenase-2. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari Minyak Biji Jinten Hitam dalam meningkatkan kadar Interleukin-4. Merupakan penelitian Randomized Clinical Trial sebanyak 39 partisipan sehat perokok aktif dengan usia >18 tahun. Dibagi 4 kelompok, yaitu Kelompok 1 diberikan plasebo 3×1 kapsul/hari, kelompok 2, 3, dan 4 diberikan Minyak Biji Jinten Hitam 3×1, 3×2, dan 3×3 kapsul/hari yang diberikan selama 30 hari. Persentase IL-4 menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode One Way Annova, dengan nilai–p secara berurutan (0,281 dan 0,860) >0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang tidak bermakna antar tiap kelompok perlakuan. Berdasarkan nilai rata-rata persentase Interleukin-4, terjadi peningkatan pada kelompok perlakuan MBJH 3×1 kapsul/hari sebesar 16,566% dibandingkan kelompok plasebo 3×1 kapsul/hari sebesar 13,995%

    Uji Aktivitas Anthelmintik Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Secara In Vivo

    No full text
    Mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya oleh masyarakat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat dari buah mengkudu yaitu sebagai obat cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu dan mengetahui konsentrasi efektif dalam membunuh cacing secara in vivo. Hasil pengujian menunjukkan adanya aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu secara in vivo yang dibuktikan dengan menggunakan uji One Way ANOVA yang dimana tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara variasi konsentrasi perasan buah mengkudu dengan kontrol positif yaitu pirantel pamoat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi perasan buah mengkudu yang paling efektif dalam membunuh cacing yaitu terdapat pada konsentrasi 75% dan 100% dilihat dari rasio kematian cacing

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇