Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Penurunan Kadar Kolesteroltotal Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Model Hiperkolesterolemia Diabetes

    Get PDF
    Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki metabolit sekunder, untukmengetahui apakah efek ekstrak etanol biji alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol total tikus putih jantan (Rattus norvegicus) model Hiperkolesterolemia diabetes dan Untuk menentukan dosis dari ekstrak etanol biji alpukat yang efektif menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih jantan sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol normal (suspensi Na CMC 0,5%), kelompok II kontrol negatif (pakan tinggi kolesterol dan streptozotocin 30 mg/kgBB). Kelompok III kontrol positif (suspensi simvastatin), kelompok IV, V, dan VI masing-masing diberikan dosis ekstrak etanol biji alupkat sebesar 250 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB secara peroral selama 14 hari berturut-turut. Kadar kolesterol total diukur dengan alat uji kolesterol pada hari ke 0, 35, 42, dan 49. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistic one way (ANNOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukatdengan dosis 300 mg/kgBB mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih hiperkolesterolemia-diabetes sebanding dengan simvastatin

    Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Methanol Gagang dan Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923: Comparison of Antibacterial Activity of Clove (Syzygium Aromaticum) Handle and Clove Flower Extract against Staphylococcus aureus ATCC 25923

    Get PDF
    Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman yang terkenal dengan minyak cengkeh yang tinggi dan berpotensi sebagai antibakteri. Kandungan minyak cengkeh tertinggi terdapat pada bagian bunganya (10-20%), selanjutnya gagang cengkeh (5-10%), dan daun cengkeh (1-4%). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antibakteri ekstrak bunga cengkeh yang sudah dikenal memiliki aktivitas antibakteri dengan ekstrak gagang cengkeh yang masih kurang diketahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cakram kertas (Kirby Bauer), dengan menguji kemampuan antibakteri ekstrak gagang cengkeh dengan konsentrasi 50% dan ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 50%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata zona hambat ekstrak gagang cengkeh dan bunga cengkeh konsentrasi 50% yang terbentuk adalah 13.63 mm dan 18.69 mm. Ekstrak gagang cengkeh tergolong cukup sensitif, sedangkan bunga cengkeh sensitif terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga cengkeh memiliki kemampuan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak gagang cengkeh secara signifikan (p < 0.05). Meskipun demikian, baik ekstrak bunga maupun gagang cengkeh keduanya memiliki potensi sebagai antibakteri yang cukup efektif terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus

    Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kejadian Hipertensi dengan Terjadinya Makula Edema pada Retinopati Diabetik: Relationship of Diagnosis Duration of Type 2 Diabetes Mellitus and Hypertension Incidence with Occurrence of Macular Edema in Diabetic Retinopathy

    Get PDF
    Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang saat ini merupakan ancaman kesehatan global karena insiden diabetes melitus yang terus meningkat. Insiden diabetes melitus yang terus meningkat akan diikuti oleh meningkatnya komplikasi dari diabetes melitus. Makula edema merupakan komplikasi dari retinopati diabetik yang menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan pada penderita diabetes. Faktor-faktor yang menjadi penyebab makula edema yaitu lama menderita diabetes, hipertensi, peningkatan HbA1c dan hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dan kejadian hipertensi dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik.  Desain dalam penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan metode analitik observasional. Penelitian dilakukan di Sumatera Eye Centre (SMEC) Samarinda pada bulan Januari hingga Februari 2010 dan menggunakan metode total sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis diperoleh adanya hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 ( p = 0,001) dan kejadian hipertensi ( p= 0,000) dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik

    Gambaran Status Gizi dan Perkembangan Motorik Anak Usia 3-5 Tahun Di Kelurahan Pulutan, Salatiga

    No full text
    Kondisi gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Gizi kurang adalah kurangnya asupan energi dan protein dalam periode waktu lama sehingga membawa dampak negatif pada kesehatan anak. Apabila asupan energi dan protein tidak terpenuhi, pencapaian pertumbuhan dan perkembangan salah satunya perkembangan motorik yang baik pada anak dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi dan perkembangan motorik anak yang ideal pada usia 3-5 tahun di Kelurahan Pulutan, Salatiga. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan instrument data status gizi berdasarkan WHO Z-Score, form Denver Developmental Screening Test II (DDST II) 10 Menit serta kuesioner untuk mengumpulkan data lainya berupa data demografi (data orang tua, data anak dan pengukuran antropometri). Kuesioner disebarkan pada 98 anak yang diwakilkan oleh orang tua. Hasil penelitian menunjukan berat badan anak yang ideal di Kelurahan Pulutan, Salatiga berdasarkan indeks BB/U yaitu sebanyak 85 anak, sedangkan pada indeks TB/U terdapat 86 anak memiliki tinggi yang normal. Berdasarkan hasil form DDST II menunjukkan ada 60 anak memiliki perkembangan motorik halus yang normal dan 67 anak memiliki perkembangan motorik kasar yang normal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gambaran status gizi dan perkembangan anak di Kelurahan Pulutan, Salatiga sebagian besar memiliki pertumbuhan perkembangan yang sesuai dengan usia anak

    Potensi Tanaman Sebagai Pencerah Wajah Alami

    No full text
    Melanin adalah pigmen yang memberikan warna kulit, rambut, dan mata pada manusia. Distribusi pigmen malanin yang berlebih dapat menimbulkan masalah kulit seperti hiperpigmentasi. Salah satu prinsip penanganan hiperpigmentasi yaitu menghambat sintesis melanin yang dapat dilakukan dengan menggunakan agen depigmentasi (inhibitor tirosinase) yang memiliki mekanisme kerja menghambat enzim tirosinase. Penghambatan enzim tirosinase dapat dilakukan dengan mengukur IC50 pada suatu tanaman. IC50 adalah kosentrasi suatu inhibitor yang dibutuhkan untuk menghambat setengah dari aktivitas enzim. Review ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC50 aktivitas monophenolase dan IC50 aktivitas difenolase pada beberapa tanaman yang memiliki aktivitas inhibisi tirosinase dengan metode pengujian invitro terhadap substrat L-tirosin atau L-DOPA. Hasil pengkajian beberapa artikel ditemukan tanaman yang berpotensi paling baik dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase adalah ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) dengan nilai IC50 126,7548 μg/mL pada aktivitas difenolase dan ekstrak kulit batang taya (Nauclea subdita) dengan nilai IC50 568.58 μg/mL pada aktivitas monofenolase

    Pengaruh Tempat Tumbuh dan Profil Kandungan Kimia Minyak Atsiri dari Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinalle Linn. Var rubrum)

    No full text
    Malaria merupakan penyakit infeksi Plasmodium yang masih menjadi permasalahan kesehatan di wilayah tropis termasuk Indonesia. Penajam Paser Utara merupakan satu-satunya kabupaten dengan tingkat endemisitas tinggi malaria di luar wilayah timur Indonesia yang berada di Propinsi Kalimantan Timur. Pada malaria dapat timbul berbagai macam komplikasi salah satunya komplikasi hematologis. Komplikasi hematologis yang sering dijumpai baik pada malaria falciparum maupun malaria vivax salah satunya adalah anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Data bersumber dari rekam medik pasien malaria rawat inap di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara periode Januari 2013 Agustus 2018 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 310 pasien malaria yang terdiri dari 60,3%(n=187) pasien terinfeksi Plasmodium falciparum dan 39,7% (n=123) pasien terinfeksi Plasmodium vivax. Mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (95,8%) dan berada pada kelompok usia 26-40 tahun (56,5%). Anemia dijumpai pada 49% pasien malaria yang didominasi pasien malaria vivax (52%). Hasil uji statistik antara jenis Plasmodium dengan kejadian anemia didapatkan nilai p = 0,391. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria

    Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Period After Opening (PAO) dan Perilaku Penyimpanan Kosmetika Perawatan pada Remaja di Kota Tangerang: The Level of Knowledge about Period After Opening (PAO) and Storage Behavior of Cosmetics in Adolescents in Tangerang

    No full text
    Period After Opening (PAO) adalah batas waktu penggunaan kosmetik setelah kemasan kosmetik dibuka, dimana produk masih aman digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang Period After Opening (PAO) dan perilaku penyimpanan kosmetika pada remaja di RW 02 Kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu cluster random sampling dan diikuti oleh 91 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, mayoritas responden berusia 16 – 18 tahun sejumlah 45 responden (49,5%) dan lebih dari separo responden memiliki pengetahuan yang baik dengan jumlah 51 responden (56,0%). Mayoritas responden menggunakan kosmetika pembersih dengan jumlah 44 responden (48,4%), jenis sediaan skincare produk yang sudah jadi atau non racikan dengan jumlah 77 responden (84,6%), dan mayoritas responden membeli skincare dengan kisaran harga Rp 50.000 - Rp 200.000. Pada penelitian ini dijelaskan, bahwa mayoritas responden tidak memiliki skincare yang terdapat informasi PAO pada brosur atau kemasannya dan mayoritas responden menyimpan skincare pada ruang kamar dengan jumlah 66 responden (72,5%)

    Gambaran Tingkat Kepuasan Mutu Pelayanan Poliklinik Gigi Rumah Sakit TK. IV Samarinda Selama Masa Pandemi COVID-19: The Description of Satisfaction Level towards Quality Service at Dental Polyclinic of Hospital TK. IV Samarinda during the COVID-19 Pandemic

    No full text
    Perawatan gigi dipengaruhi secara signifikan oleh pandemi COVID-19. Penyebaran melalui aerosol pada hampir seluruh prosedur perawatan gigi dapat memberikan risiko infeksi yang tinggi bagi dokter gigi dan pasien. Poliklinik Gigi Rumah Sakit Tk. IV menjadi salah satu rumah sakit di Samarinda yang masih beroperasi di masa pandemi COVID-19, dengan pemberlakuan protokol kesehatan diantaranya membatasi prosedur praktik dan mengurangi kunjungan pasien. Pembatasan yang ada mungkin dapat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya sekaligus akan menunjukkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan mutu pelayanan Poliklinik Gigi Rumah Sakit Tk. IV Samarinda selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif berdasarkan wawancara kuesioner dengan sampel 104 pasien berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Variabel yang diamati adalah mutu pelayanan dengan dimensi SERVQUAL dan kepuasan pasien. Hasil penilaian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kepuasan pasien sebesar 92.62%. Dimensi tangible 91.4%, reliability 92.8%, responsiveness 92.55%, assurance 93.93%, empathy 92.45% bermakna sangat memuaskan karena berada di antara 81-100%. Pasien secara keselurahan menilai bahwa mutu pelayanan yang diberikan sangat baik dan sangat memuaskan dalam lima dimensi yang diteliti

    Bioaktivitas Ekstrak Etil Asetat Hasil Fermentasi Fungi Endofit Batang Bajakah (Uncaria nervosa Elmer.)

    No full text
    Uncaria nervosa Elmer. atau biasa dikenal dengan Bajakah merupakan tanaman endemik Kalimantan yang dipercaya dapat mengobati kanker. Pemanfaatan mikroorganisme fungi endofit menjadi upaya dalam menjaga keberlangsungan tumbuhan yang memiliki kemampuan transfer genetik dari tanaman inangnya. Tujuan dari penenlitian ini adalah mengetahui jumlah rendemen, mendapatkan jenis metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat, dan mengetahui toksisitas isolat fungi endofit berdasarkan nilai LC50 terhadap larva Artemia salina. Metode yang digunakan adalah isolasi fungi endofit, ekstraksi fungi endofit, uji fitokimia dengan KLT dan pengujian sitotoksik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan hewan uji dari larva Artemia salina. Jumlah rendemen isolat G1A1 dan isolat G1A3 masing-masing sebesar 0,0084% dan 0,0078%. Hasil skrining fitokimia isolat G1A1 adalah tanin (Rf = 0,55) dan triterpenoid (Rf =0,6). Pada isolat G1A3 mengandung triterpenoid (Rf = 0,5) dan flavonoid (Rf = 0,9). Nilai LC50 isolat G1A1 sebesar 512,86 ppm dan pada isolat G1A3 sebesar 660,7 ppm yang berpotensi sebagai sitotoksik

    Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia Fungsional  pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas  Mulawarman: Correlation of Dietary Pattern with the Incidence of Functional Dyspepsia in Students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University

    No full text
    Dispepsia istilah yang menggambarkan kumpulan gejala berupa ketidaknyamanan perut bagian tengah atas. Faktor risiko yang sering dikaitkan dengan kejadian dispepsia fungsional yaitu faktor makan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional serta bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner kriteria Roma IV untuk dispepsia fungsional dan pola makan. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Dari 173 orang responden, 62 orang (35,8%) mengalami dispepsia fungsional. Didapatkan hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional untuk jadwal makan p-value 0,039 (p<0,05) serta untuk jenis makanan dan minuman p-value 0,149 (p>0,05). Terdapat hubungan pola makan untuk jadwal makan dengan kejadian dispepsia fungsional serta tidak terdapat hubungan pola makan untuk jenis makanan dan minuman dengan kejadian dispepsia fungsional

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇