Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Kajian Pola Pengobatan Penderita Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Inap Di Instalasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Periode 2014-2015
Kanker organ reproduksi termasuk jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita, salah satunya yaitu kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan salah satu cara pengobatan kanker yang digunakan adalah pengobatan kemoterapi secara injeksi intravena melalui pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien kanker serviks, pola pengobatan kemoterapi pasien kanker serviks, dan dosis kemoterapi yang digunakan pasien kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat rekam medik pasien (responden) dengan jumlah total sebanyak 22 responden yang memiliki karakteristik yaitu berdasarkan usia terbanyak adalah usia 31-40 tahun sebesar 50%, berdasarkan hubungan antara usia pertama kali menikah dengan jumlah pernikahan terbanyak adalah usia 15-20 tahun dan menikah sekali sebesar 64%, dan berdasarkan metastase terbanyak adalah metastase IIIB sebesar 42%. Adapun pola pengobatan kemoterapi berdasarkan pemilihan jenis dan golongan obat kemoterapi terbanyak adalah kombinasi obat kemoterapi karboplatin-paxus sebesar 86% dan berdasarkan efek samping obat kemoterapi terbanyak adalah efek samping obat mual muntah sebesar 50%. Dosis pengobatan kemoterapi sesuai dengan hasil perhitungan dosis berdasarkan BSA (Body Surface Area) dan ClCr (Creatinine Clearance)
Pola Penggunaan Obat Bahan Alam Sebagai Terapi Komplementer pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas
Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hipertensi semakin meningkat dalam dekade terakhir. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor, terutama harga obat tradisional yang dianggap lebih murah dengan efek samping yang dianggap lebih sedikit. Penelitian ini mencoba melihat pola penggunaan obat bahan alam sebagai terapi komplementer pada pasien hipertensi di Puskesmas. Penelitian merupakan studi deskriptif yang dilakukan di Puskesmas Sempaja Kota Samarinda pada periode September 2016, dengan mewawancarai 62 pasien hipertensi terkait penggunaan obat bahan alam. Hasil penelitian menunjukkan 70,9% pasien hipertensi di puskesmas juga menggunakan obat bahan alam. Seluruh pasien menggunakan obat bahan alam yang secara teori memang terbukti menurunkan tekanan darah. Namun demikian tidak ada obat bahan alam yang digunakan termasuk obat herbal terstandar atau fitofarmaka. Hanya 15,2% pasien yang menggunakan obat bahan alam yang sesuai dengan peraturan BPOM tentang kriteria jamu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan masih perlunya edukasi penggunaan obat bahan alam di masyarakat untuk penatalaksanaan hipertensi
Stigma Diri dan Subjective Well-Being pada Remaja yang Melahirkan Di Usia Dini Di Kota Ambon
Stigma diri ialah hasil dari penilaian orang lain yang diterapkan pada diri sendiri dan dimungkinkan berdampak pada subjective well-being, yang mepengaruhi kondisi psikologis dan sosial. Subjective well-being merupakan gambaran evaluasi kehidupan, pengalaman emosional secara afektif dan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan desain studi kasus dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebanyak delapan remaja yang melahirkan diusia dini menjadi partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, analisis tematik dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian stigma diri pada remaja yang melahirkan di usia dini, cenderung dianggap bukan perempuan baik-baik, membuat malu orang tua dan tidak dapat menjaga diri. Sementara subjective well-being yang dirasakan oleh remaja terkait afek positif yakni ada rasa syukur dan ada tanggung jawab setelah menjadi seorang ibu, sedangkan afek negatif yaitu kebutuhan anak belum bisa terpenuhi dan ada perasaan sedih, yang menyebabkan remaja belum puas dengan hidupnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukan, gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon mempengaruhi hubungan sosial, perubahan prioritas dan peran, sehingga remaja tersebut membutuhkan dukungan dari keluarga.
Persepsi Apoteker terhadap Hambatan dalam Pelayanan Kefarmasian Penyakit Asma Di Apotek
Salah satu untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian penyakit asma di apotek yaitu dengan mengetahui hambatan (barrier) apoteker dalam pelayanan kefarmasian penyakit asma itu sendiri. Namun, selama ini masih ada hambatan apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian penyakit asma yaitu Perceived barrier pada self-efficacy atau efikasi diri apoteker, pada konseling, pada pengetahuan dari pasien, dan pada peran apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deksriptif dan menggali persepsi apoteker terhadap hambatan (barrier) pelayanan kefarmasian penyakit asma di apotek di Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian mixed methods dengan desain penelitian sequential explanatory. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Pengambilan sampel dengan metode non random sampling dengan teknik purposive sampling, kemudian data akan diolah secara deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 53 apoteker yang mewakili 1 apotek, sebanyak 41 apoteker bersedia mengisi kuesioner tetapi tidak bersedia Persepsi Apoteker terhadap Hambatan dalam Pelayanan Kefarmasian Penyakit Asma Di Apote
Skrining Fitokimia dan Bioaktivitas Tumbuhan Bakau Api-Api Putih (Avicennia alba Blume)
Penelitian tentang skrining fitokimia dan biokaktivitas ekstrak batang, kulit batang dan daun Bakau Api-api putih telah dilakukan. Masing-masing 100 gram bagian tumbuhan diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanol selama 2 kali 24 jam. Ekstrak kulit batang, kayu batang dan daun diperoleh sebanyak 7,911 (7,91%), 10,112 (10,11%), dan 12,529 (12,53%) gram, secara berturut-turut. Berdasarkan hasil uji fitokimia semua bagian tumbuhan mengandung flavonoid, kuinon, alkaloid, fenolik, sedangkan steroid hanya terkandung dalam ekstrak kulit batang. Hasil uji toksisitas dengan metode BSLT menunjukkan semua ekstrak termasuk katagori toksik dengan nilai LC50 adalah ekstrak kayu batang 223,12 mg/mL, kulit batang 118,67 mg/mL dan daun 143,36 mg/mL
Senyawa Triterpenoid dari Kulit Batang Melochia umbellata dan Bioaktivitasnya
Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi senyawa metabolit sekunder, menentukan sifat toksisitas dan aktivitas antimikroba ekstrak dan senyawa dari kulit batang M. umbellata. Proses ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa metabolit sekunder dari kulit batang M. umbellata dilakukan dengan cara maserasi, teknik kromatografi, dan kristalisasi serta rekristalisasi. Uji toksisitas dengan metode BSLT menggunakan Artemia salina, kemudian uji antibakteri dan antijamur dengan metode difusi agar (difusi Kirby-Bauer). Berdasarkan data spektra hasil pengukuran FTIR, UV-Vis, NMR (1D dan 2D NMR), maka isolat senyawa diidentifikasikan sebagai asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, ekstrak metanol, heksan, kloroform, dan etil asetat, dari kulit batang M. umbellata bersifat toksik terhadap A. salina, namun ekstrak metanol paling toksik terhadap A. salina dengan nilai LC50 169,863 ppm. Ekstrak etil asetat dan senyawa 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, pada konsentrasi 1000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambatan ? 14 mm. Ekstrak metanol memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur C. albicans dengan diameter zona hambat 10, 48 mm. Sedangkan ekstrak kloroforom dan heksan memperlihatkan daya hambat yang lemah terhadap bakteri dan jamur uji dengan zona hambat < 10.00 mm
Gambaran Faktor Risiko Periprocedural Myocardial Injury pada Pasien Yang Menjalani IKP Elektif Di RSUD AWS Samarinda Periode Mei-Oktober 2019
Periprocedural myocardial injury adalah salah satu komplikasi setelah intervensi koroner perkutan elektif yang sering terjadi, dan memiliki hubungan dengan peningkatan mortalitas. Beberapa faktor risiko telah dikaitkan dengan kejadian periprocedural myocardial injury. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko periprocedural myocardial injury yang terbagi menjadi faktor risiko terkait pasien, lesi dan prosedur. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian cohort prospectif dan pengambilan sampel secara purposive sampling pada bulan Maret-Oktober 2019. Jumlah sampel sebanyak 38 orang. Hasil penelitian didapatkan sampel yang mengalami periprocedural myocardial injury sebanyak 31,6%. Adapun gambaran faktor risiko pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan diabetes melitus tipe-2 lebih sering mengalami periprocedural myocardial injury. Adapun untuk faktor risiko lainnya, tidak didapatkan proporsi periprocedural myocardial injury yang lebih besar dari proporsi non-periprocedural myocardial injury pada pasien dengan faktor risiko tersebut. Namun, didapatkan peningkatan proporsi kejadian periprocedural myocardial injury seiring dengan bertambahnya jumlah arteri koroner yang memiliki lesi aterosklerosis
Ekstraksi dan Penetapan Kadar Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Menggunakan Metode DNS: Extraction and Determination of Glucomannan Contents from Porang Tuber (Amorphophallus muelleri Blume) Using DNS Method
Glukomanan merupakan polisakarida yang tersusun oleh unit β-D-glukosa dan β-D-mannosa yang terikat dengan gugus asetil melalui ikatan -1,4 dan -1,6 glikosida. Glukomanan terdapat pada dinding sel beberapa spesies tumbuhan terutama diekstraksi dari umbi genus amorphophallus spp. Secara komersial, pemanfaatan glukomanan sangat luas yaitu khususnya dalam industri farmasi digunakan sebagai bahan pengisi, pengikat tablet, pengental, gelling agent, film former, coating materials, emulsifier, stabilizer dan drug delivery system. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan kadar glukomanan yang diekstraksi dari umbi porang di Nusa Tenggara Barat. Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan tepung porang, ekstraksi glukomanan menggunakan pelarut etanol 60% dan uji kuantitatif glukomanan dengan metode DNS (Dinitro Salisilic Acid) menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu rendemen tepung glukomanan sebesar 66,24% dengan kadar glukomanan hasil pemurnian sebesar 38,5357±0,5014
Insidensi dan Karakteristik Karsinoma Hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Karsinoma hepatoseluler (KHS) merupakan kanker hati primer yang terjadi akibat tumbuhnya sel hepatosit secara abnormal. KHS menduduki peringkat kelima insidensi kasus kanker terbanyak dan urutan keempat penyebab kematian akibat kanker di dunia tahun 2018. Pasien KHS memiliki prognosis yang buruk dan survival rate yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi dan karakteristik karsinoma hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data rekam medik pasien periode Februari 2017-Februari 2020. Hasil penelitian ini terdapat 206 pasien KHS. Dari 206 pasien 82,5% adalah laki-laki dengan kelompok usia tertinggi 50-59 tahun (33,5%), hepatitis B (62,6%) menjadi faktor risiko terbanyak, 60,7% pasien mengalami peningkatan level AFP, 43,7% menunjukkan klasifikasi Child-Pugh B, 22,3% menunjukkan stadium BCLC B, terapi paling banyak diberikan adalah terapi tanpa intervensi (93,2%). Survival rate secara signifikan dipengaruhi oleh klasifikasi Child-Pugh (p=0,017) dan stadium BCLC (p=0,037), tetapi survival rate tidak dipengaruhi oleh modalitas terapi (p=0,92). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa insidensi KHS pada 3 tahun terakhir masih tinggi, pasien KHS laki-laki lebih banyak daripada perempuan, kelompok usia tertinggi adalah kelompok usia 50-59 tahun, faktor risiko terbanyak adalah hepatitis B, pasien KHS lebih banyak mengalami peningkatan level AFP, klasifikasi Child-Pugh terbanyak adalah Child-Pugh B, stadium dengan jumlah terbanyak adalah stadium B, dan survival rate 1 tahun dipengaruhi oleh klasifikasi Child-Pugh dan stadium BCLC.
Colocasia esculanta L. (Talas): Kajian Farmakognosi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi
Tanaman talas (Colocasia esculenta L.) suku Araceae adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, dan banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan. Di beberapa negara tanaman ini sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Hingga saat ini belum ditemukan ulasan tanaman talas yang mencakup tentang biologi, kandungan kimia dan khasiatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas tanaman talas (C. esculenta L.) dari segi farmakognosi, fitokimia dan khasiat farmakologi. Penelitian disusun berdasarkan jurnal yang berhasil dikumpulkan baik jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian menyatakan bahwa di Indonesia tumbuh berbagai jenis talas. Dalam batang, daun dan umbi terdapat berbagai senyawa kimia, tergantung pada daerah penanaman. Talas memiliki aktivitas sebagai antioksidan (katagori sedang), antimikroba, antibakteri